Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu Komputer

ANALISIS & IMPLEMENTASI ALGORITMA KELELAWAR SEBAGAI FITUR SELEKTOR DALAM KLASIFIKASI DERMATOLOGY Ketut Ardha Chandra; I Made Widiartha; Agus Muliantara
Jurnal Ilmu Komputer Vol 9 No 2: September 2016
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.316 KB)

Abstract

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang perlu ditangani secara serius baik dalam pencegahan maupun pengobatan.Di Indonesia, penyakit kulit merupakan penyakit yang menjangkit terbanyak kedua sejumlah 501.280 kasus. Sebagai upaya pencegahan dan pengobatan perlu diketahui klasifikasi penyakit kulit apa yang sedang diderita. Untuk mengetahui klasifikasi penyakit yang tepat perlu diketahui fitur-fitur yang tepat pula. Salah satu jenis penyakit kulit yaitu Erythemato-squamou sangat sulit untuk deteksi karena fitur klinis maupun histopatologis menampilkan  90% fitur serupa. Solusi untuk mengoptimasi kinerja klasifikasi dan memilih fitur yang tepat bisa menggunakan metode bio-inspired salah satunya algoritma kelelawar.Pada penelitian sebelumnya algoritma kelelawar mampu memberikan perfoma yang lebih baik bila dibandingkan dengan algoritma genetika, Particle Swarm Optimization dan Geometric Particle Swarm Optimization. Oleh karena Algoritma Kelelawar memberikan hasil yang baik dalam penelitian komparasi sebelumnya, pada penelitian ini Algoritma Kelelawar digunakan sebagai feature selector untuk membantu proses klasifikasi Dermatology menggunakan Naive Bayes dan Backpropagation dengan harapan akurasi yang dihasilkan klasifier lebih optimal. Penelitian ini menggunakan dua skenario dimana skenario pertama klasifikasi berjalan tanpa menggunakan algoritma kelelawar, dan skenario kedua menggunakan algoritma kelelawar.Hasil penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan algoritma kelelawar akurasi klasifikasi Dermatolgy dapat meningkat. Pada klasifier Naive Bayes akurasi meningkat dari 81,81% menjadi 97,27% dan klasifier Backpropagation meningkat dari 61.40% menjadi 92.39% dengan menggunakan variabel yang paling optimal yaitu ?=0,75, ?=1  dan ?=0,25.  Dari kedua klasifier yang digunakan, algoritma kelelawar mampu memberikan hasil yang konsisten sebagai feature selector dengan menghasilkan pemilihan fitur optimal yang sama yaitu fitur : itching, PNL infiltrate, Parakeratosis, Elongation of the rete ridges, Munro microabcess, dan Follicular horn plug.
ANALISA HUBUNGAN FREKUENSI DASAR ANTAR BILAH GAMELAN GANGSA PADA HASIL SINTESIS MENGGUNAKAN METODE MODIFIED FREQUENCY MODULATION Dewa Made Sri Arsa; I Made Widiartha; Agus Muliantara
Jurnal Ilmu Komputer Vol 7 No 1: April 2014
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.989 KB)

Abstract

Gamelan gangsa warisan budaya turun temurun daerah Bali. Dengan kurangnya media pembelajaran mengakibatkan berkurangnnya minat untuk memainkan gamelan gangsa. Teknik sintesis dapat digunakan untuk mengatasi hal ini. Proses sintesis menggunakan metode Modified Frequency Modulation. Sebelum dilakukan sintesis dilakukan analisis 100 buah suara gamelan gangsa untuk mendapatkan rentang frekuensi dasar masingmasing bilah dan pencarian bungkus sinyal dari suara gamelan gangsa. Hasil sintesis berupa suara gamelan gangsa yang mirip atau sama dengan suara gamelan gangsa yang sebenarnya. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa hubungan yang dimiliki berupa perbandingan bilah dimana perbandingan yang dimiliki berbeda-beda. Suara hasil sintesis dengan menggunakan perbandingan ini 100% masuk kedalam rentang frekuensi dasar masing-masing bilah.
APLIKASI GAMELAN CARUK BERBASIS MOBILE MENGGUNAKAN METODE SINTESIS SUARA MODIFIED FREQUENCY MODULATION I Made Widiartha; A A I N Karyawati
Jurnal Ilmu Komputer Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Komputer
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.906 KB) | DOI: 10.24843/jik.2018.v11.i01.p05

Abstract

Gamelan caruk merupakan salah satu gamelan klasik khas bali yang sudah ada sejak abad ke-15 dan dikategorikan sebagai gamelan tua (wayah). Gamelan ini sangat dibutuhkan dan memegangperanan penting dalam pelaksanaan upacara adat di bali khususnya upacara Dewa yadnya dan Pitrayadnya. Keberadaan gamelan caruk saat ini sudah sangatlah langka, para pemain gamelan iniumumnya sudah berusia lanjut. Seiring berjalannya waktu, banyaknya budaya asing yang masuk kebali dan pola hidup era teknologi canggih saat ini telah berdampak pada menurunnya minatmasyarakat bali utamanya generasi muda untuk berinteraksi dengan gamelan bali khususnya gamelancaruk ini.Melihat keadaan ini tentunya sangat diperlukan sebuah langkah terobosan untuk melestarikandan meningkatkan minat generasi muda bali terhadap gamelan tradisional khususnya gamelan caruk.Salah satu strategi yang dapat dilakukan sebagai upaya pelestarian gamelan tradisional bali adalahdengan melakukan digitalisasi perangkat gamelan caruk dan membangun aplikasi perangkat lunakgamelan dalam media berbasis mobile. Dengan adanya aplikasi mobile ini diharapkan dapat menjadijembatan untuk generasi muda dalam mengenal dan membangkitkan daya tarik generasi muda padagamelan tradisional bali. Perkembangan teknologi saat ini telah mampu untuk mendigitalisasi suarainstrumen dan merepresentasikannya kedalam aplikasi perangkat lunak. Untuk dapat membangkitkansuara gamelan caruk ke dalam bentuk digital dapat digunakan teknik sintesis suara yaitu Modifiedfrequency modulation (ModFM).Dalam penelitian ini telah berhasil dibangun aplikasi gamelan caruk berbasis mobile denganmemanfaatkan suara hasil sintesis dengan penerapan metode ModFM. Dari hasil penelitiandidapatkan bahwa suara terbaik hasil sintesis ini didapat melalui perbandingan frekuensi sinyalpembawa dan pemodulasi adalah 1:7. Suara hasil sintesis telah memiliki nada yang sama dengansuara dataset yang dibuktikan dengan seluruh frekuensi dasar suara hasil sintesis berada pada rentangtoleransi frekuensi dasar masing-masing bilah
PERANCANGAN ALAT UKUR KETINGGIAN CURAH HUJAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Agus Muliantara; Ngurah Agus Sanjaya ER; I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 8 No 2: September 2015
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.449 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari hujan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi karena hujan dapat memenuhi kebutuhan air. Namun kadang kala hujan yang turun ternyata melebihi daya tampung alam sehingga dapat mengakibatkan banjir. Berbagai cara digunakan untuk mengatasi bencana banjir yang diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan. Diantaranya adalah memperbaiki irigasi, m enambah titik-titik serapan air. Namun kadang kala cara yang digunakan untuk mengatasibanjir belum cukup untuk meminimalkan kerusakan  yang diakibatkan oleh hujan. Meskipun saluran irigasi dandaerah resapan sudah luas, banjir masih saja terjadi. Untuk itu perlu dilakukan upaya evakuasi sebelum terjadinyabanjir tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah alat yang mampu memberikan informasi ketinggian curah hujan yang terjadi. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya umumnya masih memiliki kelemahan yaitu memerlukanperangkat komputer dan pelindung permanen untuk menjaga keamanan dan kehandalan alat Untuk itudibangunlah suatu sistem pengukuran curah hujan yang praktis, otomatis, dan memiliki metode penyimpanandata. Pada beberapa kali percobaan, didapatkan informasi bahwa sensor mampu memantau ketinggian air pada alat pengukur curah hujan, dan data yang dikirim oleh modul GSM mampu diterima pada server. Data yang ditampilkan sudah mampu mewakili kondisi ketinggian air pada alat pengukur curah hujan. Data ini dapat pula digunakan sebagai peringatan dini terhadap ketinggian air yang melewati ambang batas normal 
STUDI KOMPARASI METODE KLASTERISASI DATA K-MEANS DAN K-HARMONIC MEANS I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 4 No 1: April 2011
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.677 KB)

Abstract

Salah satu metode partitional clustering yang sangat popular adalah K-Means Clustering (KM). Metode ini banyak digunakan karena implementasinya yang sederhana, dapat menangani data dalam jumlah besar dan proses yang relatif singkat. Meskipun demikian jika diperhatikan dari tahapan KM untuk mendapatkan klaster akhir masih terdapat kelemahan. Titik awal pusat klaster pada KM yang ditentukan secara random dan proses pembaharuan titik pusatnya sangat memungkinkan hasil klaster konvergen pada lokal optimal.K-Harmonic Means Clustering (KHM) merupakan algoritma yang diciptakan untuk menyempurnakan KM. Dalam KHM titik pusat diperbaharui dengan memanfaatkan rata-rata harmonik dari seluruh titik data ke seluruh pusat klaster yang ada. Rata-rata harmonik dalam metode KHM digunakan untuk mengurangi permasalahan yang ada pada KM. Pada penelitian ini dilakukan studi komparasi terhadap dua metode klasterisasi yaitu KM dan KHM. Penelitian ini ditujukan untuk melihat bagaimana performa metode KHM dalam menyempurnakan metode KM. Studi komparasi ini menggunakan lima buah data set.
PENERAPAN METODE FORGY PADA PERILAKU LEBAH PENJELAJAH DALAM ARTIFICIAL BEE COLONY I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 6 No 1: April 2013
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.976 KB)

Abstract

Metode Artificial Bee Colony (ABC) merupakan salah satu metode swarm yang mengadopsikarakteristik dari koloni lebah madu dalam proses pencarian sumber makanan/solusi. Yang dimaksudsuatu sumber makanan dalam metode ABC merupakan suatu solusi yang dihasilkan oleh kelompoklebah. Dalam metode ABC koloni lebah tiruan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu lebah penjelajah(scout), lebah pekerja (employed bee), dan lebah penunggu sarang (onlooker bee).Lebah penjelajah memiliki peranan penting dalam menentukan sumber makanan awal darikoloni lebah pekerja. Disamping berperan dalam fase awal pada metode ABC, kelompok lebah ini jugaberperan penting dalam menentukan sumber makanan baru ketika performa dari sumber makanan tidakmengalami peningkatan dalam jumlah fase tertentu. Dalam metode ABC perilaku lebah penjelajahdalam penentuan sumber makanan dilakukan dengan cara randomisasi solusi pada ruang pencariansehingga hal ini seringkali menyebabkan hasil dari pencarian lebah penjelajah jauh dari posisi. Metodeforgy merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam penentuan titik solusi awal yang telahterbukti lebih baik jika dibandingkan dengan randomisasi.Dalam penelitian ini dilakukan penerapan metode forgy untuk merubah karakteristik lebahpenjelajah dalam melakukan pencarian sumber makanan baru. Uji coba penelitian ini dilakukan padapermasalahan klasterisasi data dengan memanfaatkan lima buah dataset. Kinerja metode ABC denganpenerapan metode forgy ini telah dibandingkan dengan metode ABC. Dari hasil penelitian didapatkanhasil dimana metode ABC dengan penerapan metode forgy ini telah berhasil mengoptimalkan posisititik pusat klaster ABC. Nilai fungsi tujuan yang dihasilkan dari penerapan metode forgy ini juga relatifstabil. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai standar deviasi yang relatif kecil.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS ANIMASI BAGI GURU-GURU, SEBAGAI PENUNJANG PROSES PENGGUNAAN E-LEARNING DI SEKOLAH Agus Muliantara; I Made Widiartha; I Putu Gede Hendra Suputra
Jurnal Ilmu Komputer Vol 9 No 2: September 2016
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.245 KB)

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sedang berkembang di Indonesia. Banyak sekali penelitian mengenai TIK dilaksanakan seperti misalnya multi objective optimization untuk optimalisasi pakan lele, Algoritma Artificial Bee Collony dan K-Harmonic Means untuk proses klusterisasi data, Particle Swarm Optimization untuk penentuan kluster optimal. Banyak hasil-hasil penelitian yang sudah dipublikasikan, namun hal tersebut masih di lingkup pendidikan tinggi. Berbeda dengan di pendidikan menengah yang penggunaan TIK belum maksimal. Proses pembelajaran berbasis komputer seperti penggunaan slide power point sebagai media presentasi sedang gencar diadakan di sekolah-sekolah, baik itu SMA maupun SMP. Namun penggunaan power point tersebut belum cukup membuat siswa makin tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Karena sejatinya penggunaan media TIK tidak hanya sekedar menggunakan Komputer, Power point dan proyektor. Materi pelajaran yang digunakan masih bersifat statis, yang masih dominan terdiri atas gambar dan teks. Meskipun e-learning sangat populer, namun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh media riset di Amerika menunjukkan bahwa (i)68% karyawan menolak mengikuti pelatihan menggunakan e-learning. 50%-80% peserta e-learning tidak mengikuti kursus hingga tuntas. (ii) Setelah 10 menit, peserta e-learning kehilangan konsentrasi sebesar 35% (iii)Setelah 25 menit, peserta e-learning kehilangan konsenstrasi sebesar 75%. Berdasarkan hasil riset tersebut, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mendesain pembelajaan e-learning yang menarik? Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah (a) E-learnning tidak menjadikan proses pembelajaran bersifat pasif, (b) E-learning justru memberikan ruang untuk interatifitas (c)Pemahaman e-learning yang baik adalah e-learning dengan konten multimedia yang kompleks perlu ditinjau ulang Dari model pembelajaran menggunakan metode Training of Trainer software Articulate Storyline, didapatkan hasil yang cukup baik yaitu ditandai dengan antusiasme dari peserta meskipun masih perlu ditingkatkan terutama bagi guru-guru senior karena keterbatasan guru dalam hal mengoperasikan komputer.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI AES 256 DAN METODE STEGANOGRAFI LSB PADA GAMBAR BITMAP Gede Wisnu Bhaudhayana; I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 8 No 2: September 2015
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.947 KB)

Abstract

Dalam penggunaan teknologi sehari-hari, manusia tidak terlepas dari yang namanya internet sebagai kebutuhan untuk saling bertukar informasi. Orang-orang pada saat ini lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar komputer, laptop, bahkan smartphone untuk mengetahui informasi, mengirim data ke beberapa teman-teman mereka. Salah satu informasi yang sering dicari ataupun dikirim adalah file. Terlepas dari itu file gambar merupakan file yang banyak dicari dan dikirim dan banyak juga mengandung informasi-informasi penting di dalamnya. Keamanan file gambar tentu menjadi sangat penting agar tidak adanya pihak-pihak yang tidak berwenang meretas atau memanipulasi informasi dari gambar tersebut. Ada cara untuk mengamankan suatu informasi agar informasi itu tidak bocor kepada pihak yang tidak berwenang, yaitu dengan menggunakan kriptografi dan steganografi.Kriptografi digunakan untuk mengubah pesan rahasia yang dapat dimengerti menjadi sebuah pesan yang tidak dapat dimengerti lagi. Sedangkan steganografi digunakan untuk menyisipkan sebuah pesan rahasia ke dalam media penampung sehingga seseorang tidak akan menyadari letak pesan rahasia tersebut. Dengan menggabungkan kedua cara ini, dapat menjaga kerahasiaan dan keamanan terhadap sebuah file terutama file gambar. Dalam penelitian ini algoritma dan metode yang digunakan adalah algoritma kriptografi AES (Advanced Encryption Standard ) 256 dan metode steganografi LSB (Least Significant Bit ). Integritas data perlu diuji untuk memastikan bahwa proses enkripsi dan dekripsi telah berjalan baik. Pengujian integritas data menggunakan metode SHA-1. Begitu pula kualitas gambar setelah penyisipan akan mengalami penurunan kualitas. Untuk mengevaluasi hal itu perlu dilakukan pengujian dengan menggunakan metode PSNR.Dari hasil pengujian integritas data dengan membandingkan nilai hash file gambar hasil dekripsi dengan file gambar asli tidak ada perbedaan. Sehingga ini menunjukkan bahwa proses enkripsi dan dekripsi berhasil. Sedangkan pada pengujian menggunakan metode PSNR, rata-rata nilai PSNR adalah 44,14086 dB dan dengan nilai error rata-rata adalah 2,830403 dB yang berarti mengalami penurunan kualitas yang kecil. Dari hasil implementasi dan pengujian didapat kesimpulan bahwa algoritma kriptografi AES 256 dan metode steganografi LSB dapat diimplementasikan dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan pesan rahasia.
Co-Authors A A I N Karyawati Agus Muliantara Agus Zainal Arifin Agustiana, Ni Putu Arisya Alit Indrawan, I Gusti Ngurah Alvin Wiraprathama Anak Agung Gde Agung Pranandita Anak Agung Istri Ngurah Eka Karyawati Anggotra, Puspadevi Anny Yuniarti Apsari, Made Sri Ayu Ari Mogi, I Komang Arsa, Dewa Made Sri Astawa, Ni Wayan Amanda Putri Atmojo, Firman Ali Eka Ayu Nikki Asvikarani bratha, dede khausa bayu Darlis Herumurti Dewa Made Wiharta Firman Ali Eka Atmojo Gede Agung Aji Andar Sakti Gede Wisnu Bhaudhayana Gilang Indrawan, Muhammad Caesar Giri, I Nyoman Yusha Tresnatama Gst. Ayu Vida Mastrika Giri Humaira, Fitrah Maharani Humaira, Fitrah Maharani I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, I Dewa Made Bayu I Gede Arta Wibawa I Gede Santi Astawa I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra I Kadek Aldy Oka Ardita I Ketut Gede Suhartana I Ketut Gede Suhartana I Made Eko Satria Wiguna I Made Nusa Yudiskara I Made Satria Bimantara I Putu Bayu Eka Pratama I Putu Gede Hendra Suputra I Putu Satwika I WAYAN SANTIYASA I Wayan Sugiana I Wayan Supriana Ida Bagus Gede Dwidasmara Ida Bagus Gede Dwidasmara Ida Bagus Made Mahendra Julianti, Syelvia Kadek Nanda Banyu Permana Ketut Ardha Chandra Kusuma, Putu Agus Dharma Kusuma, Tristan Bey Luh Arida Ayu Rahning Putri Luh Gede Astuti Luh Gede Astuti Nathanael Richie Thomas Ngurah Agus Sanjaya ER Ni Made Elvina Aryadhika Putri Nyoman Putra Sastra Octavia, Hana Christine Panji Palguna, I Gusti Agung Ngurah Pijar Candra Mahatagandha Pramana, I Gst Bgs Bayu Adi PRATIWI, NI MADE DINDA Priandana, Bhisma Satwika Ari Purba, Kevin Joel Putra, I Gusti Ngurah Agung Widiaksa Raharja, Made Agung Ramadhan, Zhaqy Hikkammi Gullam Rukmi Sari Hartati Ryan, Ida Bagus Putu Saiful Bahri Musa Satria Wiguna, I Made Eko Satya, I Dewa Gede Rama Sitinjak, Anugrah Ignatius Tegar Palyus Fiqar Tristan Bey Kusuma Widnyana, I Kadek Agus Candra Wijaya, Partha Wikardiyan, Aditya Wiraprathama, Alvin Yande Pramana Yustika Pradeva