Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kerugian Anak Di Bawah Umur Akibat Pengalihan Hak Milik Atas Tanah Yang Diperoleh Sebagai Warisan Oleh Ayahnya Tanpa Ijin Pengadilan Clairine, Theresia; Komalawati, Veronica; Nasution, Fatmi Utarie
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak yang merupakan ahli waris dari orang tuanya, berhak untuk mewarisi hak milik atas tanah ibunya yang sudah meninggal dunia, sekalipun masih di bawah umur. Namun, anak yang masih di bawah umur belumlah cakap hukum, sehingga ayahnya yang masih hidup dan menjalankan kekuasaan orang tua haruslah mewakili anaknya dalam mengelola dan mengurus hak milik atas tanah yang diperolehnya sebagai warisan. Ketentuan hukum dalam Undang-Undang Perkawinan serta KHI melarang ayah untuk menjual hak milik anaknya yang masih di bawah umur atas tanah yang diperolehnya sebagai warisan, kecuali kepentingan anak menghendakinya dan harus dilakukan dengan didasarkan kepada penetapan pengadilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengalihan hak milik anak di bawah umur atas tanah yang diperolehnya sebagai warisan oleh ayahnya dan merumuskan akibat hukum apabila pengalihan tersebut dilakukan tanpa ijin dari pengadilan. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menitikberatkan penelitian pada bahan hukum primer, tersier, dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalihan hak milik anak di bawah umur atas tanah yang diperoleh sebagai warisan oleh ayahnya harus dilakukan hanya jika kepentingan anak menghendakinya dan dilakukan hanya berdasarkan kepada ijin dari pengadilan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak anak yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Akibat hukum jika ayah melakukan pengalihan hak milik atas tanah anaknya yang masih di bawah umur tanpa adanya ijin dari pengadilan adalah ayah dapat dianggap telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum yang dapat menimbulkan kerugian bagi anak, sehingga anak berhak untuk menuntut ganti kerugian atas kerugian yang dialaminya agar hak-haknya dapat dipulihkan.
Obligations and Responsibilities of Parents of Sexually Disoriented Persons towards Minors as Legal Relations Due to Marriage and Blood Relations Komalawati, Veronica; Nasution, Fatmi Utarie; Amanda, Marsya Rindu
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 6 (2023): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v1i6.57

Abstract

In Indonesian positive law, the obligations and responsibilities of parents towards children are regulated in Article 45 of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage and Article 77 paragraph 3 of the Compilation of Islamic Law. The obligations and responsibilities of parents with sexual disorientation towards children tend to be unfulfilled because the sexual disorientation behavior threatens the child's growth and development reasonably. This study aims to know and understand the obligations and responsibilities of parents towards minors in the event of divorce associated with Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection based on the Marriage Law and IHL and find and formulate legal consequences for parental obligations and responsibilities if parents experience sexual disorientation based on the Marriage Law and KHI. This research was conducted using normative juridical methods with analytical descriptive research specifications. The author relates the problem comprehensively based on relevant laws and regulations. The data collection technique used is a literature study. The results showed that the obligations and responsibilities of parents in the form of maintaining and educating children are an attachment that will not be broken even though the marriage of both parents ends. Sexual disorientation suffered by parents can threaten the child's growth and development naturally, resulting in legal consequences, namely the revocation of parental power. However, it does not necessarily eliminate all obligations and responsibilities as parents.