Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Neo Societal

MULTI STAKEHOLDER PARTNERSHIP DALAM PENGEMBANGAN SISTEM CERDAS AI-MINING UNTUK SENSOR AKUISISI DATA SEBAGAI UPAYA MENCEGAH PERUBAHAN IKLIM Putri Hergianasari; Atyanta Nika Rumaksari; Rizki Amalia Yanuartha; Semuel Risal
Jurnal Neo Societal Vol 7, No 2 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.876 KB) | DOI: 10.52423/jns.v7i2.24389

Abstract

Perubahan, pembangunan, dan modernisasi dari perspektif sosial perlu dimaknai tidak hanya dalam pengertian fisik pembangunan, tetapi juga dalam hal keterpaduan aspek perlindungan lingkungan yang berdampak progresif terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, sistem regulasi pertambangan belum mempertimbangkan Eco Development. Akibat eksploitasi industri pertambangan yang berlangsung sejak tahun 1967, pendapatan negara di sektor bahan baku, khususnya di bidang pertambangan bahan galian, harus digunakan kembali untuk pembersihan lingkungan. Penelitian untuk mengembangkan sistem cerdas AI Mining untuk akuisisi data sensor bertujuan untuk membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 13 (Perubahan Iklim) dan 17 (Kemitraan dengan Berbagai Pemangku Kepentingan). Membangun ketahanan, beradaptasi dengan bahaya perubahan iklim dan bencana alam, serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dari akademisi, pemerintah, BUMN, swasta (pengusaha), media, dan masyarakat tanpa meninggalkan siapapun.
TRANSFORMASI DEMOKRASI DI RUANG VIRTUAL MENGGUNAKAN TEORI MICHEL FOUCAULT Rizki Amalia Yanuartha
Jurnal Neo Societal Vol 8, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v8i1.29850

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan diskusi-diskusi serta aspirasi individu-individu dapat tersalurkan. Sehingga terdapat berbagai perdebatan tentang masa depan demokrasi di era digital pada ruang virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi demokrasi di ruang virtual menggunakan teori Michel Foucault tentang kuasa. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian berupa akun TikTok, Twitter, Instagram, Facebook, YouTube yang memuat konten-konten aspirasi pengguna, serta dengan kata kunci pencarian politik, politik Indonesia dan #demokrasiindonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa melalui pemikiran Foucault, kekuasaan secara esensial dan statis bukanlah milik pihak manapun, apalagi elit yang berkuasa. Penguasa memiliki wewenang dan alat untuk menjalankan kekuasaan, tetapi hal ini merupakan suatu yang dinamis. Media virtual terutama media sosial memberikan kewenangan kepada penggunanya untuk memproduksi dan membagikan berita secara langsung tanpa intervensi dari manapun. Sehingga pemerintahpun tidak dapat mengendalikan serta memantau secara cepat. Kesimpulan penelitian ini bahwa subjek memiliki kuasa dalam menyalurkan aspirasi dengan memanfaatkan media sosial. Sehingga demokrasi tidak hanya terjadi di ruang nyata tetapi juga di ruang virtual.