Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan PHubungan Pola Asuh Ibu Berkarir dan Ibu Tidak Berkarir Terhadap Kemandirian Anak Usia Pra-Sekolah di Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton Desy Ayu Indriani; Zainal Munir; Vivin Nur Hafifah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.156

Abstract

Perkembangan sosial-emosional merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak salah satunya adalah pengembangan karakter mandiri. Peran orang tua dan perlakuannya akan berpengaruh besar pada pembentukan karakter mandiri pada setiap individu sejak usia dini, parenting style atau yang sering disebut pola asuh adalah gaya berhubungan/berinteraksi yang dilakukan orangtua terhadap anak. Dimana pada zaman sekarang peran seorang ibu banyak berperan ganda yaitu sebagai ibu yang berkarir juga ibu rumah tangga. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan pola asuh ibu berkarir dan ibu tidak berkarir terhadap kemandirian anak usia prasekolah di Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton. Metode penelitian: yang digunakan adalah Cross Sectional dan tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan responden sebanak 60 orang, yaitu 30 ibu berkarir dan 30 orang ibu tidak berkarir. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil Penelitian: Hasil pola asuh ibu berkarir dan ibu tidak berkarir yang menerapkan otoriter sebanyak 17 orang (28%), demokratis 39 orang (65%, dan permisif 4 orang (7%). Dan hasil kemandirian didapatkan mayoritas anak dengan kemandirian tinggi yaitu sebanyak 54 orang (90%), anak deng an kemandirian rendah sebanyak 10 orang (10%), sedangkan anak dengan kemandirian rendah 0 orang. Didapatkan hasil bahwa nilai Sig (2-tailed) = 0,005. Karena nilai Sig (2-tailed) 0,005 <lebih kecil dari 0,05, maka artinya pola asuh ibu berkarir dan ibu tidak berkarir berhubungan secara signifikan terhadap kemandirian anak usia pra-sekolah di Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton. Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu berkarir dan ibu tidak berkarir terhadap kemandirian anak usia pra-sekolah di Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton.
PKM Balanced Nutrition Education in Preventing Stunting In Adolescents Zainal Munir; Cipta Frandy Pangestu 085258306128; Ageng Febriyan 085258306128; Muhammad Ali Asyur Shidqi4 085258306128; Aldo Ja’iz Maulana Hidayatullah 085258306128
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i2.70

Abstract

A nutritional problem that still occurs and is a national nutrition problem is stunting. Stunting in toddlers is characterized by a short body size from their age accompanied by low cognitive ability. As a chronic nutritional problem, stunting occurs due to insufficient levels of nutrient consumption and has been going on for a long time. Stunting in toddlers will have both short-term and long-term impacts. Stunted people are very susceptible to diseases, the level of intelligence is below average and ultimately affects productivity. The long-term occurrence of stunting is the low quality of human resources and causes economic losses to the nation. The purpose of providing education and residents of MAN 1 Probolinggo that stunting prevention needs to involve educational institutions, because this is the root of the problem that needs to be given an understanding that efforts to reduce stunting must start from adolescents. Method Forms of education by means of counseling and delivery of material by lecture method. The implementation of educational activities as a topic in service activities is divided into 5 main stages, consisting of: Preparation Stage, Implementation Stage, Evaluation Stage, Role Division, Needs Analysis, Program Development, Program Implementation. Results: MAN 1 Probolinggo students received education from the concept of stunting and stunting prevention among parents who will become parents in the future.