Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI PADA SISWA KELAS 1-3 MELALUI METODE KELOMPOK TUTORIAL DI DESA TANJUNG BURUNG Nainggolan, Cathryne Berliana; Silalahi, Destya Waty; Tangkin, Wiyun Philipus; Tantu, Year Rezeki Patricia; Sitompul, Lastiar Roselyna
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1981

Abstract

Metode tutorial merupakan sebuah metode mengajar yang berfokus pada peningkatan daya kognitif siswa sekaligus kemampuan akademiknya. Metode tutorial dapat dilakukan secara perorangan maupun perkelompok. Secara khusus, metode kelompok tutorial diterapkan pada siswa SD kelas 1-3 di desa Tanjung Burung dengan tujuan meningkatkan kemampuan literasi mereka. Awalnya, siswa SD kelas 1-3 desa Tanjung Burung menunjukkan semangat belajar dan kemampuan literasi yang rendah. Keterbatasan mereka dalam hal membaca dan menulis berdampak pada pemahaman mereka dalam mengidentifikasi ide dan pesan dalam cerita pendek. Demi meningkatkan kemampuan literasi siswa SD kelas 1-3 desa Tanjung Burung, metode kelompok tutorial dilakukan secara rutin selama 10 kali pertemuan antara seorang mahasiswa guru sebagai tutor dengan sekelompok siswa yang terdiri dari 5 sampai 8 siswa setiap minggunya. Hasilnya, metode kelompok tutorial berhasil meningkatkan kemampuan siswa SD desa Tanjung Burung secara kognitif dan emosional. Secara kognitif, siswa SD kelas 1-3 desa Tanjung Burung dapat mengidentifikasi ide dan makna dari cerita pendek atau dongeng melalui kegiatan menyimak, membuat kalimat sederhana, bahkan membuat dan menuliskan cerita pendek dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri secara sederhana. Secara emosional, metode kelompok tutorial dapat meningkatkan kepercayaan diri para siswa melalui relasi guru dan siswa dan pemberian apresiasi selama pembelajaran.
CULTIVATING BIBLICAL LEARNING COMMUNITY IN A VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT THROUGH GROUP PROJECT-BASED LEARNING Tantu, Year Rezeki Patricia; Silitonga, Bertha Natalina; Tangkin, Wiyun Philipus
Polyglot Vol 18, No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5736

Abstract

 For the last two years, the Covid-19 pandemic has caused students to learn in a virtual mode, cultivating a learning community that fully supports students is therefore particularly challenging.  Studies have proved that in a virtual learning environment there is a greater possibility of learning loss including loss of learning about and through interaction and relationship values. From a Biblical perspective, relationship in the learning community needs to be built, repaired, and maintained to make learning fruitful, constructive, and meaningful to students. Therefore, strategies for building this learning community are required in virtual classrooms to help students learn effectively. This study focuses on the experiences of how the biblical learning community is cultivated through an iterative process in group project-based learning. This study uses a qualitative descriptive method on cohort-2020 primary student-teachers at Teachers College, Pelita Harapan University. The data was obtained from observation, performance rubric, and questionnaire. Results from the performance rubric showed that around 65-66% of total students have consideration for the feelings and learning needs of other members in his/her group and encourage others to contribute, and 73-74% of total students show solid cooperation in the group. In addition, data from observation and questionnaires indicated that few students still need time to develop those abovementioned aspects. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir ini telah menyebabkan siswa belajar dalam sebuah mode virtual, mengkultivasi sebuah komunitas belajar yang sepenuhnya mendukung mereka adalah hal yang menantang. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa di dalam sebuah lingkungan pembelajaran virtual, terdapat kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya kehilangan pembelajaran, termasuk kehilangan pembelajaran tentang dan melalui nilai-nilai interaksi dan hubungan. Dari perspektif Alkitabiah, hubungan di dalam komunitas belajar perlu dibangun, diperbaiki, dan dipelihara untuk membuat pembelajaran berbuah, konstruktif, dan bermakna bagi para siswa. Oleh karena itu, strategi untuk membangun komunitas belajar ini diperlukan dalam ruang kelas virtual untuk membantu siswa belajar secara efektif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman tentang bagaimana komunitas belajar yang alkitabiah dikultivasi melalui sebuah proses berulang dalam pembelajaran berbasis proyek grup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada mahasiswa-guru angkatan 2020 di Teachers College, Universitas Pelita Harapan. Datanya diperoleh dari observasi, rubrik performa, dan kuesioner. Hasil dari rubrik performa menunjukkan bahwa sekitar 65--66% dari keseluruhan siswa memiliki perhatian untuk perasaan dan kebutuhan belajar anggota-anggota lain dalam grupnya, juga mendorong siswa-siswa lain untuk berkontribusi dan 73--74% dari keseluruhan siswa menunjukkan kerja sama yang solid dalam grup. Selain itu, data dari observasi dan kuesioner mengindikasi bahwa beberapa siswa masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan aspek-aspek yang disebutkan di atas.
Analisis Pelaksanaan Microteaching Mahasiswa PGSD Pada Mata Kuliah PSAP Sains dan Teknologi Tantu, Year Rezeki Patricia; Christi, Lizbeth Yulia
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i3.424

Abstract

Kegiatan microteaching dapat mempersiapkan mahasiswa calon guru untuk menguasai kompetensi pedagogik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan kegiatan microteaching Sains dari mahasiswa calon guru SD di Universitas Pelita Harapan. Hasil analisa diharapkan dapat menjadi evaluasi bagi dosen yang mempersiapkan mahasiswa menjadi guru Sains dan bagi mahasiswa calon guru untuk mengantisipasi kriteria-kriteria yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen rubrik penilaian microteaching dan lembar observasi dosen. Perhitungan kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase total perolehan skor dari setiap kriteria rubrik penilaian microteaching, kemudian dikonversi ke dalam data kualitatif melalui tabel persentase kriteria penilaian hasil belajar. Terdapat 7 kriteria yang dinilai berdasarkan rubrik penilaian microteaching, yaitu: pembukaan, metode mengajar, pemahaman konsep, media pembelajaran, manajemen kelas, keterampilan berbicara, dan penutup. Peneliti memperoleh hasil bahwa kegiatan microteaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2016 sudah baik dengan persentase untuk kriteria pembukaan sebesar 62,82% (cukup baik), metode mengajar sebesar 82,69% (baik), pemahaman konsep sebesar 77,564% (baik), media pembelajaran sebesar 77,85% (baik), manajemen kelas 72,436% (baik), keterampilan berbicara 82,051% (baik), dan penutup 62,18% (cukup baik). Berdasarkan persentase dari setiap kriteria penilaian microteaching, dapat diketahui bahwa kriteria yang masih perlu ditingkatkan lagi adalah kemampuan membuka pelajaran, manajemen kelas, dan menutup pelajaran.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI BAHASA ANAK USIA DINI DAN SD DI DESA TANJUNG BURUNG MELALUI MOBIL PINTAR DAN TUTORIAL LITERASI Tangkin, Wiyun Philipus; Nainggolan, Cathryne Berliana; Tantu, Year Rezeki Patricia; Sitompul, Lastiar Roselyna; Silalahi, Destya Waty; Sitanggang, Nurelinda
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2292

Abstract

Kemampuan literasi bahasa adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan memproduksi bahasa secara efektif. Bagi anak-anak, kemampuan literasi bahasa berperan penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka. Secara spesifik, manfaat kemampuan literasi bahasa adalah meningkatkan kemampuan menulis, berbicara, membaca, dan menyimak. Namun, permasalahan yang muncul di desa Tanjung Burung adalah 40% dari jumlah anak usia dini dan anak usia sekolah dasar masih belum memiliki kemampuan literasi bahasa yang baik. Beberapa faktor penyebab permasalahan tersebut adalah sarana dan prasarana desa yang kurang mendukung kebutuhan anak-anak desa dengan jumlah jiwa yang cukup banyak; dan keterbatasan ekonomi orangtua yang membuat anak-anak kurang mendapat kesempatan untuk belajar dengan sumber belajar seperti buku bacaan dan media pembelajaran kreatif lainnya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bekerjasama dengan kegiatan Mobil Pintar dan pendampingan belajar literasi bahasa mencoba memfasilitasi anak-anak dalam membaca, berbicara, dan menyimak. Tujuan dari PkM ini adalah memberikan akses untuk membaca buku-buku dan mengembangkan budaya membaca yang disediakan dalam Mobil Pintar kepada anak-anak dan memberikan bimbingan belajar lewat tutorial yang meningkatkan kemampuan literasi bahasa dengan menggunakan aktivitas yang kreatif. Melalui metode pembelajaran kreatif dan media pembelajaran yang menarik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan kreativitas anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MELALUI BIMBEL ONSITE DI GBI VICTORIA PARK-TANGERANG Pureklolon, Thomas Tokan; Purwanti, Christina; Tantu, Year Rezeki Patricia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2281

Abstract

Membaca merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Melalui membaca berbagai ilmu pengetahuan dapat diserap. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan membaca, antara lain: faktor lingkungan seperti keluarga, tempat belajar, dan perpustakaan. Faktor lingkungan rumah yang tidak mendukung literasi, seperti tidak adanya buku dapat mempengaruhi perkembangan kemampuan membaca anak. Selain itu, kurangnya dukungan dan keterlibatan orang tua dalam membantu anak membaca dapat menyebabkan kurangnya motivasi dan minat anak terhadap literasi. Bimbingan belajar on site di rumah belajar Victoria bekerja sama dengan GBI Victoria Park Tangerang hadir menjawab permasalahan tersebut. Tujuan bimbingan belajar ini memberikan pelayanan dengan mendampingi anak usia SD-SMA untuk belajar literasi di luar jam sekolah. Metode pembimbingan dilaksanakan secara on site setiap hari Sabtu pukul 15.00-16.30. Setelah dilaksanakan bimbingan belajar selama 8 bulan dan berdasarkan hasil evaluasi dapat dilihat bahwa anak-anak yang mengikuti bimbingan belajar on site di rumah belajar Victoria, GBI Victoria Park Tangerang mengalami perkembangan dalam kemampuan literasi. Kemampuan kognitif sesuai perkembangan usia anak mengalami peningkatan, begitu juga dengan semangat belajar mereka. Anak-anak ini juga lebih memahami materi pelajaran yang sudah didapatkan di sekolah.
Development of Contextual-Based Mathematics and IPAS Textbooks for Elementary School Phase A in Support of Independent Learning Tantu, Year Rezeki Patricia; Listiani, Tanti; Tangkin, Wiyun Philipus
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v5i2.2841

Abstract

Guru sering mengalami kesulitan menciptakan aktivitas belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Penggunaan buku ajar sangat mempengaruhi cara guru mengajar dan pemahaman siswa, terutama di tingkat rendah Sekolah Dasar (kelas 1 dan 2) sesuai dengan Fase A Kurikulum Merdeka. Mata pelajaran seperti matematika dan IPAS banyak materi yang bisa dieksplorasi dengan aktivitas menarik agar siswa lebih menikmati dan memahami pembelajaran. Saat ini, Indonesia menggunakan Kurikulum Merdeka yang menuntut guru memberikan pembelajaran berbasis proyek dan sesuai konteks. Oleh karena itu, pada penelitian ini tertarik mengembangkan buku ajar yang bisa digunakan guru SD sebagai pedoman mengajar. Buku ajar ini diharapkan dapat membantu mahasiswa calon guru dalam mempersiapkan diri saat program pengalaman lapangan atau pembelajaran mikro pada mata kuliah PSAP. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang disusun layak digunakan dengan hasil validasi 88,19 % dengan beberapa revisi agar lebih mudah dibaca dan membantu guru dalam mengajar secara integratif. Buku ajar yang disusun juga memiliki keunikan, diantaranya terdapat integrasi antara matematika dengan IPAS. Harapannya buku yang telah disusun dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya dalam mengajar materi matematika dan IPA pada sekolah dasar. Teachers often face difficulties in creating enjoyable and relevant learning activities that connect to students' daily lives, making the learning experience less meaningful. Textbooks significantly impact how teachers teach and students learn, especially at the lower elementary level (grades 1 and 2), as per Phase A of the Merdeka Curriculum. Subjects like mathematics and IPAS have a wealth of material that can be explored through engaging activities, helping students enjoy and understand the learning process. Indonesia uses the Merdeka Curriculum, which requires teachers to provide project-based and contextually appropriate learning. Therefore, this research aims to develop a textbook that elementary school teachers can use as a teaching guide. This textbook is also expected to assist prospective teacher students in preparing field experience programs or microteaching in the PSAP course. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4-D model. The research results indicate that the developed textbook is suitable for use, with some revisions to make it easier to read, and to help teachers provide integrative teaching, achieving 88.19% validity. The textbooks that are prepared also have uniqueness, including the integration between mathematics and IPAS. It is hoped that the developed textbook will benefit readers, particularly in teaching mathematics and science in elementary schools.
CULTIVATING BIBLICAL LEARNING COMMUNITY IN A VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT THROUGH GROUP PROJECT-BASED LEARNING Tantu, Year Rezeki Patricia; Silitonga, Bertha Natalina; Tangkin, Wiyun Philipus
Polyglot Vol 18 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v18i2.5736

Abstract

 For the last two years, the Covid-19 pandemic has caused students to learn in a virtual mode, cultivating a learning community that fully supports students is therefore particularly challenging.  Studies have proved that in a virtual learning environment there is a greater possibility of learning loss including loss of learning about and through interaction and relationship values. From a Biblical perspective, relationship in the learning community needs to be built, repaired, and maintained to make learning fruitful, constructive, and meaningful to students. Therefore, strategies for building this learning community are required in virtual classrooms to help students learn effectively. This study focuses on the experiences of how the biblical learning community is cultivated through an iterative process in group project-based learning. This study uses a qualitative descriptive method on cohort-2020 primary student-teachers at Teachers College, Pelita Harapan University. The data was obtained from observation, performance rubric, and questionnaire. Results from the performance rubric showed that around 65-66% of total students have consideration for the feelings and learning needs of other members in his/her group and encourage others to contribute, and 73-74% of total students show solid cooperation in the group. In addition, data from observation and questionnaires indicated that few students still need time to develop those abovementioned aspects. Bahasa Indonesia AbstrakPandemi Covid-19 yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir ini telah menyebabkan siswa belajar dalam sebuah mode virtual, mengkultivasi sebuah komunitas belajar yang sepenuhnya mendukung mereka adalah hal yang menantang. Penelitian-penelitian telah membuktikan bahwa di dalam sebuah lingkungan pembelajaran virtual, terdapat kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya kehilangan pembelajaran, termasuk kehilangan pembelajaran tentang dan melalui nilai-nilai interaksi dan hubungan. Dari perspektif Alkitabiah, hubungan di dalam komunitas belajar perlu dibangun, diperbaiki, dan dipelihara untuk membuat pembelajaran berbuah, konstruktif, dan bermakna bagi para siswa. Oleh karena itu, strategi untuk membangun komunitas belajar ini diperlukan dalam ruang kelas virtual untuk membantu siswa belajar secara efektif. Penelitian ini berfokus pada pengalaman tentang bagaimana komunitas belajar yang alkitabiah dikultivasi melalui sebuah proses berulang dalam pembelajaran berbasis proyek grup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pada mahasiswa-guru angkatan 2020 di Teachers College, Universitas Pelita Harapan. Datanya diperoleh dari observasi, rubrik performa, dan kuesioner. Hasil dari rubrik performa menunjukkan bahwa sekitar 65--66% dari keseluruhan siswa memiliki perhatian untuk perasaan dan kebutuhan belajar anggota-anggota lain dalam grupnya, juga mendorong siswa-siswa lain untuk berkontribusi dan 73--74% dari keseluruhan siswa menunjukkan kerja sama yang solid dalam grup. Selain itu, data dari observasi dan kuesioner mengindikasi bahwa beberapa siswa masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan aspek-aspek yang disebutkan di atas.
Teachers' efforts to improve discipline of elementary school students using positive reinforcement methods in online learning Tantu, Year Rezeki Patricia; Eleison Oloi Marina, Kirey
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pendidkan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v8i2.19118

Abstract

: Discipline is an attitude that students need to have in learning in order to help students achieve learning goals. On the other hand, learning aims to train discipline so that students can behave correctly and have good character in society. This study aims to examine teachers' efforts to use positive reinforcement in increasing student discipline in the learning process. The research method used is descriptive qualitative. The data found by the author shows that the percentage of discipline in grade IV elementary school students is 63.2%. The teacher applies a positive reinforcement method that aims to improve student discipline. The use of positive reinforcement methods shows an increase in student discipline to 73.3%. The teacher has a role as a role model and guide in building student character. The conclusion obtained is that positive reinforcement shows the percentage of success of positive reinforcement on student discipline of 10.1%. The advice given is to make more specific disciplinary indicators and research is carried out over a longer period of time so that discipline improvements are more visible.