Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kemampuan Mengonstruksi Teks Biografi Siswa Kelas X MA Nurul Yaqin Praya Rosita Jefriyanti; Siti Rohana Hariana Intiana; Mahmudi Efendi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.910

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mngonstruksi teks biografi siswa kelas X MA Nurul Yaqin Praya dari segi struktur dan kaidah kebahasaan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dengan memberikan tugas kepada siswa. Popolasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MA Nurul Yaqin Praya yang berjumlah 19 orang. Teknik yang digunakan adalah non sampling. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh kemampuan mengonstruksi teks biografi siswa kelas X MA Nurul Yaqin Praya termasuk dalam kategori cukup dalam mengonstruksi teks biografi. Berdasarkan hasil analisis, penelitian menunjukan bahwa: (1) Kemampuan mengonstruksi teks biografi siswa kelas X MA Nurul Yaqin Praya berada pada kategori baik, yaitu dengan nilai rata-rata 72. Siswa mendapatkan kategori sangat baik berjumlah 4 orang, kategori baik berjumlah 5 orang, kategori cukup berjumlah 1 orang, dan kategori kurang berjumlah 9 orang. Aspek struktur terpenuhi dan hanya ada beberapa siswa yang strukturnya tidak lengkap. (2) Kemampuan mengonstruksi teks biografi siswa kelas X MA Nurul Yaqin Praya dari segi kaidah kebahasaan berada pada kategori cukup, yaitu dengan nilai rata-rata 67,3. Dilihat dari segi kaidah kebahasaan teks biografi, tidak ada siswa yang mendapatkan kategori sangat baik, kategori baik berjumlah 2 orang, kategori cukup berjumlah 8 orang, kategori kurang berjumlah 9 orang. Aspek penilaian kaidah kebahasaan terpenuhi hanya ada beberapa siswa yang tidak memenuhi aspek kaidah kebahasaan. Dengan demikian, berdasarkan struktur dan kaidah kebahasaan kemampuan mengonstruksi teks biografi siswa kelas X MA Nurul Yaqin Praya berada pada kategori cukup yaitu dengan nilai rata-rata 69,7. Siswa yang mendapatkan kategori baik berjumlah 5 orang, kategori cukup berjumlah 4 orang, dan kategori kurang berjumlah 10 orang dan tidak ada siswa yang mendapatkan kategori sangat baik.
Analisis Gaya Bahasa Novel Badai Matahari Andalusia Karya Hary El-Parsia Nela Julia Maulida; Siti Rohana Hariana Intiana; Muh. Khairussibyan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.948

Abstract

Karya sastra merupakan ciptaan untuk tujuan estetika. Rene Wellek dan Austin Warren (1989:3) mengatakan sastra adalah suatu kegiatan kreatif dalam sebuah karya seni. Dalam menyampaikan imajinasi dalam bentuk karya sastra, pengarang menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Adapun salah satu ciri atau sifat bahasa sastra adalah penggunaan gaya bahasa. Gaya bahasa digunakan oleh pengarang untuk memperindah tulisannya. Penggunaan gaya bahasa dalam sebuah karya sastra bertujuan untuk memperoleh efek estetis atau keindahan, maka dari itu pengarang berusaha untuk menambahkan sebuah gaya bahasa di dalam sebuah karyanya sehingga pembaca akan lebih tertarik untuk membacanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bagaimanakah makna gaya bahasa perumpamaan, personifikasi, alegori, hiperbola, paradoks, dan oksimoron dalam novel Badai Matahari Andalusia karya Hary El-Parsia. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis, Pada penelitian ini ditemukan gaya bahasa kiasan dan retoris dalam novel Badai Matahari Andalusia karya Hary El-Parsia. Adapun data yang ditemukan pada a) gaya bahasa kiasan meliputi perumpamaan 46, personifikasi 34, dan alegori 7; b) gaya bahasa retoris meliputi hiperbola 51, paradoks 10, dan oksimoron 7. Pada novel Badai Matahari Andalusia karya Hary El-Parsia didominasi dengan penggunaan gaya bahasa kiasan yaitu, perumpamaan dengan 46 kutipan, sedangkan gaya bahasa retoris didominasi dengan penggunaan hiperbola 51 kutipan. Pemakaian gaya bahasa dalam novel Badai Matahari Andalusia melalui kalimat atau ungkapan-ungkapan sebagai sarana untuk menarik minat pembaca. Dalam memahami makna penggunaan gaya bahasa dalam novel Badai Matahari Andalusia perlunya pemahaman dan ketelitian pembaca.
Pengaruh Media Bimbingan Papan Pintar Profesi Terhadap Kemampuan Pemahaman Karier Siswa Kelas IV SDN 1 Kekeri M. H. Nazir Maulana; A. Hari Witono; Siti Rohana Hariana Intiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.5018

Abstract

Pengetahuan peserta didik mengenai karier pada jenjang sekolah dasar masih sangat kurang. Bahkan pengenalan wawasan karier hanya disampaikan melalui kegiatan bercerita tanpa menunjukkan secara nyata contoh visualnya. Sebagian hal yang menjadi hambatan bersumber dari guru yang tidak memiliki basis keilmuan BK dan kurangnya media guna menunjang praktik bimbingan karier. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media bimbingan papan pintar profesi (PAPIPO) terhadap kemampuan pemahaman karier siswa kelas IV SDN 1 Kekeri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jenis Quasi Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Grup Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dengan jumlah total 47 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan tipe sensus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Uji normalitas menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov dan terbukti data berdistribusi normal. Selanjutnya uji homogenitas menggunakan metode Levene Statistic dengan pendekatan Anova dan terbukti homogen. Terakhir dilakukan uji hipotesis dengan uji-t menggunakan data post-test siswa. Hasil uji-t diperoleh nilai Sig.2 tailed lebih kecil dari 5% berarti hipotesis nol () ditolak dan hipotesis alternatif () diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh media bimbingan papan pintar profesi (PAPIPO) terhadap kemampuan pemahaman karier siswa kelas IV SDN 1 Kekeri.
Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V SD Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Dahlia Dahlia; Siti Rohana Hariana Intiana; Husniati Husniati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbicara siswa pembelajaranbahasa Indonesia serta mengetahui faktor yang mempengaruhi kemampuan berbicara pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SD Aisyiyah 01 Mataram. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian adalah 22 siswa dan wali kelas V SD Aisyiyah 01 Mataram. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berbicara siswa kelas V SD Asyiyah 01 Mataram pada pembelajaran bahasa indonesia memperoleh presentase sebesar 67% termasuk dalam kategori baik. Kemampuan berbicara siswa tersebut mencangkup aspek pelafalan sebesar 79% termasuk dalam kategori baik, aspek parabahasa sebesar 72% termasuk dalam kategori baik, aspek kebahasaan sebesar 66% termasuk dalam kategori baik, aspek isi pembicaraan memperoleh persentase sebesar 63% termasuk dalam kategori Cukup dan aspek bahasa tubuh memperoleh persentase sebesar 57% termasuk dalam kategori Cukup. Faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara siswa, meliputi factor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yakni, kepercayaan diri, lingkungan rumah dan pergaulan sehari-hari siswa dengan teman sebayanya. Sedangkan, factor penghambat yakni, sikap individual siswa, kebiasaan belajar dan lingkungan tempat tinggal siswa
KELAYAKAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA UNTUK SMP KELAS VIII TERBITAN KEMENDIKBUD TAHUN 2021 Nadya Ika Agustina; Siti Rohana Hariana Intiana; I Nyoman Sudika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 09 No. 2 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i2.13029

Abstract

The suitability of Indonesian language textbooks for the Merdeka curriculum for class VIII junior high schools published by the Ministry of Education and Culture in 2021 is an important process to ensure that the material used is in accordance with the educational principles proposed by the Merdeka curriculum. The approach to this research method is descriptive qualitative. This type of research is analysis (content analysis). This means that this research carried out an analysis of the content in the Indonesian language textbook for the Independent Curriculum for Middle School Class VIII published by the Ministry of Education and Culture in 2021. The data collection technique used was note-taking technique. The results of research on the feasibility of the Merdeka Curriculum Indonesian language textbook for class VIII junior high schools published by the Ministry of Education and Culture in 2021 can be concluded that the Merdeka Curriculum Indonesian language textbook for class VIII junior high schools published by the Ministry of Education and Culture in 2021 is a textbook that is suitable for use as teaching material in the learning process.
Aspek Motivasi dalam Cerita Sastra Anak Suku Sasak: Kajian David C Mcclelland Marlinda Ramdhani; Siti Rohana Hariana Intiana; Muh. Khairussibyan; Pipit Aprilia Susanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek motivasi yang terdapat pada cerita sastra tradisonal suku Sasak yang biasa sering dijadikan bacaan sastra anak. Sampel penelitian ini dibatasi maksimal delapan cerita sastra tradisional yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi dokumen terkait cerita sastra tradisional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang mengkaji aspek motivasi dalam cerita rakyat suku Sasak menggunakan teori psikologi sastra David C McClelland. Data penelitian ini berupa kalimat atau paragraf yang terdapat di masing-masing cerita tradisional suku Sasak yang menjadi sampel penelitian. Sumber data penelitian ini adalah pemangku dan masyarakat suku Sasak yang mengetahui benar terkait suatu cerita sastra tradisional, serta internet atau buku yang memuat cerita sastra tradisional yang sudah ditulis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga aspek motivasi dalam cerita rakyat suku Sasak, yaitu motivasi untuk berprestasi, berafiliasi, dan berkuasa. Dari ketiga jenis motivasi tersebut, aspek yang paling banyak muncul adalah motivasi untuk berafiliasi, sedangkan aspek yang paling jarang muncul adalah motivasi untuk berprestasi.
Pengajaran Bahasa Berdasarkan Teori Aktivitas Budaya Engeström: Integrasi Konteks Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Hasanuddin Chaer; Syamsinas Jafar; Siti Rohana Hariana Intiana; Januari Rizki Pratama R.; Irma Setiawan
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i2.25562

Abstract

This article presents a language teaching framework for understanding how human activities can be influenced by social and cultural contexts. This is because effective language teaching does not only understand the structure and vocabulary, but also understands the cultural context in which the language is used. To understand this, this research uses Engeström's 'Cultural Historical Activity Theory' with a qualitative descriptive analytical approach method, with several research steps, First: Identifying Data. Second: Collecting Data. Third: Analyzing Data. Fourth: Synthesis and Interpretation. For this reason, the aim of this research is to discuss the importance of cultural aspects in language teaching and how this approach can improve students' language skills and cultural understanding. The findings of this research indicate that Engeström's culturally-based activity theory can enhance communication skills through language teaching within cultural contexts. Consequently, students can serve as a positive force in fostering cross-cultural communication competence.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Berbantuan Question Box Terhadap Pemahaman Konsep IPA Kelas V SDN 39 Ampenan Hety Heni Handayani; Siti Rohana Hariana Intiana; Hasnawati Hasnawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3350

Abstract

Tingkat pemahaman konsep siswa yang baik terhadap materi pelajaran akan membantu memudahkan siswa dalam kemampuan memahami konsep berikutnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model TGT berbantuan question box terhadap pemahaman konsep IPA kelas V SDN 39 Ampenan. Penelitian ini menggunakan jenis Quasi Eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi berjumlah 49 siswa yang terdiri menjadi 2 kelas yaitu V-A dan V-B. Pemilihan sample menggunakan teknik sampel jenuh dimana kelas V-A berjumlah 25 siswa sebagai eksperimen dan V-B berjumlah 24 siswa sebagai kontrol. Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes berupa tes pemahaman konsep dan non tes berupa observasi. Data hasil observasi di analisis menggunakan persentase, diperoleh rata-rata 89,285% yang menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran model TGT berbantuan question box pada kategori sangat baik. Data hasil tes digunakan untuk uji hipotesis menggunakan uji t. Namun sebelum dilakukan uji t terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji normalitas pretest eksperimen nilai sig. 0,091 lebih besar dari 0,05 dan pretest kontrol memperoleh nilai sig. 0,115 lebih besar dari 0,05 sedangkan posttest eksperimen nilai sig. 0,081 lebih besar 0,05 dan posttest kontrol nilai sig. 0,260 lebih besar dari 0,05 disimpulkan data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pretest nilai sig. 0,744 lebih besar dari 0,05 dan untuk posttest nilai sig. 0,133 lebih besar dari 0,05 sehingga data homogen. Data hasil tes untuk uji hipotesis menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung 2,449 > t tabel 2,011 dan sig. 0,018 < 0,05 artinya Ha diterima dan Ho ditolak ini menunjukkan ada perbedaan dari kedua kelas setelah diberikan perlakuan sehingga disimpulkan terdapat pengaruh model TGT berbantuan question box terhadap pemahaman konsep IPA kelas V SDN 39 Ampenan.
Pengembangan Media Pembelajaran Kartu Huruf Bermuatan Kearifan Lokal Sasak Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas III SD Negeri 28 Cakranegara Desti Noviyanti Lestari; Siti Rohana Hariana Intiana; Muhammad Erfan; Moh. Irawan Zain
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3610

Abstract

Salah satu keterampilan berbahasa yang dapat membantu peserta didik dalam memahami makna dalam tulisan adalah membaca. Membaca merupakan suatu proses yang memerlukan latihan secara rutin dan berkesinambungan. Kartu huruf merupakan salah satu media pembelajaran realita yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik dalam proses belajar membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran kartu huruf bermuatan kearifan lokal suku Sasak untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas III di SDN 28 Cakranegara secara valid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kelayakan media kartu huruf berdasarkan hasil uji validasi ahli media dengan 75% dengan kategori sangat layak dan validasi ahli materi memperoleh 90% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan media kartu huruf memperoleh 85% dari respon siswa dan 88% dari respon guru dengan kategori sangat praktis. Pada keefektifan media kartu pintar mendapatkan nilai perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dengan hasil post-test yang dapat dilihat dari probabilitas 0,000 (<0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media kartu huruf bermuatan kearifan lokal Sasak efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas III di SDN 28 Cakranegara.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Berbasis Kearifan Lokal Musik Suku Sasak Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IVB SDN 7 Ampenan Mia Tri Ardene; Siti Rohana Hariana Intiana; Mansur Hakim
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4796

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikembangkan pada siswa sekolah dasar untuk menunjang kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick berbasis kearifan lokal musik suku Sasak terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IVB SDN 7 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 29 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa tes kinerja berbicara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 64,22 pada pretest menjadi 86,63 pada posttest, serta hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking Stick berbasis kearifan lokal musik suku Sasak berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.