Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Media E-Learning Edmodo Di SMKN 2 Tulungagung Sukardi, Sukardi; Hartanto, Setyo
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v6i1.967

Abstract

ABSTRAKMedia pembelajaran memiliki peran penting dalam proses belajar. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis online sangat cocok dilakukan oleh guru agar relevan dengan perkembangan zaman. Media pembelajaran berbasis online memberikan akses yang dapat memudahkan proses belajar mengajar. Salah satu media pembelajaran berbasis online yang dapat dimanfaatkan adalah Edmodo. Edmodo dapat membantu guru dalam membangun sebuah kelas virtual sesuai dengan kondisi pembelajaran di dalam kelas, berdasarkan pembagian kelas nyata di sekolah, dimana dalam kelas tersebut terdapat pilihan penugasan seperti: quiz, diskusi, agenda pembelajaran, tugas terstuktur, pemeriksaan tugas, dan pemberian/nilai pada setiap akhir pembelajaran. Edmodo diakui menyediakan cara belajar yang aman dan mudah untuk saling berkolaborasi berdasarkan pembagian group nyata. Atas dasar pemikiran masih kurangnya pemahaman guru di SMK Negeri 2 Tulungagung terhadap pemanfaatan media pembelajaran online, tim bermaksud mengadakan pelatihan pemanfaatan media e-learning edmodo untuk menunjang proses pembelajaran. Tujuan yang hendak dicapai dari program pelatihan ini adalah memberikan ketrampilan pemanfaatan media pembelajaran berbasis online edmodo bagi guru guna menunjang aktivitas pembelajaran di SMK Negeri 2 Tulungagung. Hasil program pelatihan menunjukkan bahwa 61,9% peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan pelatihan pemanfaatan media e-learning edmodo sangat bermanfaat, sedangkan 38,1% peserta pelatihan menyatakan bahwa kegiatan pelatihan pemanfaatan media e-learning edmodo cukup bermanfaat. Selain itu, setelah program pelatihan dilaksanakan sebanyak 71,4% peserta pelatihan menyatakan sudah cukup paham terhadap pemanfaatan media e-learning edmodo, dan 23,8% lainnya menyatakan sudah sangat paham terhadap pemanfaatan media e-learning edmodo, hanya 4,8% peserta pelatihan menyatakan bahwa dirinya masih kurang paham terhadap pemanfaatan media e-learning edmodo. Kebermanfaatan pelatihan pemanfaatan media e-learning edmodo nampak dengan adanya komitmen dari peserta pelatihan (guru) tentang rencana penerapan media edmodo dalam kelas pembelajaran mereka. Berdasarkan hasil kuesioner ditemukan bahwa 85% peserta pelatihan menyatakan bahwa mereka memiliki komitmen untuk menerapkan media edmodo dalam pembelajaran mereka. Hanya 15% dari peserta pelatihan menyatakan bahwa mereka belum dapat menentukan sikap terhadap penerapan media edmodo dalam kelas pembelajaran mereka. Kata Kunci: Media - E-Learning – Edmodo
Etnomatematika Aktivitas Fundamental Matematis Produksi Kain Shibori Tulungagungan Ratih Puspasari; Setyo Hartanto; Moh Gufron
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura 2021: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Pattimura
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/snpmunpatti.2021.pp151-160

Abstract

Kerajinan kain Shibori Tulungagungan merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat “Sahabat UMKM Tulungagung”. Dalam pembuatan kain Shibori Tulungagungan banyak digunakan motif geometris dan abstrak yang menarik dan bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara matematika dan budaya khususnya pada motif kain Shibori Tulungagungan dengan menggunakan teknik Shibori Itajime. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi yang merupakan pendekatan empiris dan teoritis, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dan analisis budaya yang komprehensif berdasarkan penelitian lapangan.Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu dengan observasi partisipasi pasif, wawancara tak terstruktur, dokumentasi, dan keabsahan data berdasarkan triangulasi data. Instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri. Pemilihan sumber data dilakukan secara purposive sampling bertempat di Kabupaten Tulungagung. Teknik analisis data melewati tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fundamental matematis yang meliputi aktivitas accounting, measuring, locating, designing, playing, explaining. Sedangkan konsep matematis yang muncul pada aktivitas matematis yaitu : membilang, perbandingan, perbandingan senilai, konversi waktu, konversi berat, aritmatika, penjumlahan, perkalian, pembagian, persentase, simetri lipat, refleksi, translasi, rotasi, prisma segitiga sama kaki, persegi panjang, segitiga sama kaki, garis dan sudut, kesebangunan,dan kongruenKonsep matematika dengan motif kain shibori Tulungagungan dapat digunakan untuk mengenalkan dan memahami konsep matematika melalui budaya lokal.
PENGARUH MINAT BELAJAR DAN KECEMASAN MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Putri Tiya Fitri Agustin; Setyo Hartanto
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v4i1.1782

Abstract

Tingkat kemampuan pemecahan masalah dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor ekternal maupun internal. Beberapa faktor internal tersebut adalah minat belajar dan kecemasan matematis. Dari uraian tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah secara parsial dan simultan.penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel merupakan 88 siswa kelas VIII  yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menyatakan:1) terdapat pengaruh minat belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah; 2) terdapat pengaruh kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah; dan 3) terdapat pengaruh secara simultan antara minat belajar dan kecemasan matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah
Pelatihan Pemanfaatan Media E-Learning Edmodo Di SMKN 2 Tulungagung Setyo Hartanto; Sukardi Sukardi; Fahrur Rozi; Anggara Sukma Ardiyanta
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v6i1.967

Abstract

Frieze Pattern on Shibori Fabric Ratih Puspasari; Setyo Hartanto; Mohamad Gufron; Pradnyo Wijayanti; Mega Teguh Budiarto
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 6 No 1 (2022): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v6i1.1904

Abstract

Mathematics and culture are two things that are closely related to the activities of daily human life. Because Mathematics is a form of culture that is integrated in all people's lives. This means that, in culture we can find various kinds of mathematical concepts called ethnomathematics. Shibori is a technique of manipulating cloth originating from Japan, to create patterns through a dyeing method that has been around since the 8th century. The patterns created in Shibori generally depict an asymmetrical shape. In the Shibori motif there are several mathematical elements, one of which is the Frieze Group pattern. The Frieze Group is a subgroup of a symmetry group that is constructed by translation in one direction. The Frieze pattern has 7 (seven) types of patterns consisting of isometric combinations and can be classified as cyclic or dihedral groups. This study is an ethnographic study, with exploration and documentation of Shibori. The data analysis technique chosen is interview, observation and documentation. The research subjects were Shibori fabric craftsmen in Tulungagung district, East Java. The purpose of this research is to further examine the cultural patterns of Shibori Traditional cloth into Frieze patterns, as a way to understand mathematics through culture. The results of the research conducted have shown that there are mathematical concepts (geometry) in the Shibori motif, namely the Frieze pattern F1, F2, F3, F5, F6, F7. Keywords: Group Frizes; Ethnomathematics; Shibori
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL TIPE AKM BERDASARKAN GENDER DAN METAKOGNISI Nada Riwulang; Setyo Hartanto
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 9 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i9.771

Abstract

Kemampuan literasi matematis merupakan suatu kemampuan yang diperlukan siswa untuk memecahkan soal ANBK. Kemampuan literasi matematis siswa dipengaruhi oleh faktor internal yaitu metakognisi dan gender. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa MTs Maqwa dalam menyelesaikan soal tipe AKM berdsarkan gender dan metakognisi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dimulai dengan soal metakognisi, literasi matematis bentuk AKM dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Maqwa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian adalah kemampuan literasi matematis siswa sesuai dengan 6 indikator literasi matematis dalam menyelesaikan soal tipe AKM berdsarkan gender (laki-laki dan perempuan) dengan metakognisi rendah. Dari penelitian peneliti diperoleh bahwa laki-laki dan perempuan yang mempunyai metakognisi rendah juga mempunyai kemampuan literasi matematis rendah dengan memenuhi satu indkator literasi matematis saja.
The Implementation of Differentiated Instruction in Mathematics Learning to Overcome Differences in Students’ Cognitive Styles Grafika Saraswati; Dian Septi Nur Afifah; Setyo Hartanto
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 4 (2024): Journal of Pedagogi - August
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/vgppqv60

Abstract

Differentiated instruction has emerged as a crucial issue in education to address the varying needs of students in the classroom, specifically in mathematics subjects at the junior high school level. This approach highlights the importance of tailoring learning strategies to meet the distinctive needs of each student, taking into account their cognitive style, interests, and level of learning readiness. This study aimed to describe the implementation of the differentiated instruction model. This study employed a descriptive-qualitative approach, with an observation sheet as an instrument for data collection. Data analysis involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions, along with validity testing using triangulation techniques. The results showed that the teacher’s implementation of differentiated instruction increased significantly between the first and second meetings, with the percentage of implementations increasing from 85.71% to 92.86%. Students demonstrated various responses based on their cognitive styles: reflective students showed a high level of organization and self-confidence; impulsive students were prompt in providing answers but less accurate; and slow-inaccurate students required more time to process information and frequently made mistakes. The implementation of the differentiated instruction strategy at State Junior High School (SMPN) 2 Sumbergempol has been proven to improve the quality of mathematics learning. This approach can serve as a valuable model for other schools seeking to improve their teaching methods. It was suggested that further research could be carried out over an extended period with long-term impact evaluations, as well as additional training for teachers to implement differentiated instruction strategies effectively.
Science Creativity Assessment Instruments in the Merdeka Curriculum in Elementary Schools Rahyu Setiani; Rohmatus Syafi'ah; Setyo Hartanto; Ela Rolita Arifianti; Dwikoranto
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 8 No 2 (2024): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v8i2.2062

Abstract

This research is motivated by the alignment between the learning objectives of Natural Sciences (IPA) and the Merdeka curriculum, one of which is to develop student creativity. Therefore, it is necessary to prepare an assessment instrument that can measure student creativity, including creative thinking skills. This research aims to determine whether the assessment instrument to measure creative thinking skills is feasible to use or not. In this research, the approach employed is Research and Development (R&D). The development research method follows the Borg and Gall model. The data collection method uses a questionnaire that is given to validators. The validation sheet is the instrument used. Content validity is the method used for data analysis. The test instrument's validity was high, with Aiken's V score of 0.82, surpassing the 0.800 threshold for high validity. This makes the instrument reliable for assessing students' creative thinking skills. It is suitable for use in elementary schools to evaluate higher-order thinking and creativity. The implications are that the instrument can be applied in elementary schools to assess student learning outcomes at the level of higher-order thinking skills, particularly related to creativity. Guildford's indicators—Fluency, Flexibility, Originality, Elaboration, and Redefinition—offer a comprehensive creativity assessment. Fluency (3 questions) measures idea quantity. Flexibility (2 questions) assesses adaptability to different perspectives. Originality (5 questions) evaluates the uniqueness of ideas. Elaboration (3 questions) examines idea detail. Redefinition (2 questions) measures perspective shifts. All questions are valid, ensuring accurate and thorough creativity evaluation.
Pengaruh E-LKPD Berbasis Wordwall Terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Anggraini, Noviana Cahya; Hartanto, Setyo
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss3.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh E-LKPD Berbasis wordwall terhadap minat belajar peserta didik pada pelajaran IPAS di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berakar pada permasalahan rendahnya konsentrasi belajar siswa, yang berdampak langsung pada penurunan minat belajar, khususnya dalam pembelajaran IPAS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan quasi-experimental dan model questionnaire only control group design. Penelitian ini melibatkan 58 siswa kelas IV di SDS Islam Sunan Giri Ngunut sebagai sampel, yang diberikan perlakuan melalui penggunaan E-LKPD berbasis Wordwall dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri atas 20 item pertanyaan. Hasil analisis menggunakan uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi t sebesar -14,6 dengan derajat kebebasan (df) 56 dan nilai p < 0,001. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan E-LKPD berbasis Wordwall terhadap minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pendampingan Optimalisasi Sistem Administrasi Kelembagaan dan Kesadaran Berorganisasi Anggota BKM Wahana Sejahtera Pulotondo asrori, Muhamad Abdul Roziq; Hartanto, Setyo; Rahayu, Dwi Agustina; Shodiq, Ali Fajar; Anshori, Hawa Canticka Putri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4588

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pertama, ingin meningkatkan pemahaman berorganisasi dan mental kerelawanan anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahana Sejahtera. Kedua, meningkatan keterampilan anggota BKM Wahana Sejahtera dalam memanfaatkan system administrasi kelembagaan secara maksimal dengan SimKU dan mampu mengeksplorasi program kerja melalui media sosial BKM Wahana Sejahtera. Metode yang digunakan untuk mencapai keberhasilan dilakukan dengan tahapan pertama sosialisasi program kerja dan penguatan komitmen, kedua pelatihan, ketiga penerapan iptek untuk peningkatan kapasistas BKM, dan keempatmya adalah pendampingan dan evaluasi. Pengabdian masyarakat bersama Mitra BKM Wahana Sejahtera menghasilkan pertama, peningkatan pemahaman berorganisasi para anggota Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wahana Sejahtera tentang kerelawanan dan juga menjadikan para anggota BKM Wahana sejahtera menjadi relawan SMART melalui inovasi pemberdayaan berbasis sosio kultural. Kedua, terdapat peningkatan keterampilan anggota BKM Wahana Sejahtera dalam memanfaatkan system administrasi kelembagaan secara maksimal dengan SimKU dan mampu mengeksplorasi program kerja melalui media sosial BKM Wahana Sejahtera. Hasil tersebut dibuktikan dengan perolehan skor evaluasi bahwa lebih dari 80% menyatakan materi, pemateri, dan pelaksanaan pengabdian sangat relevan dengan kebutuhan untuk program pemberdayaan di desa Pulotondo