Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA MINUMAN TEH KEMASAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SUNGAI DAMA DAN SELILI MENGGUNAKAN METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) Fitri Handayani; Reksi Sundu; Dawia Dawia
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v3i1.91

Abstract

Tea beverage packaging is a popular fast food beverage because it has a variety of flavors that are in great demand by the public. Presentation of packaged tea beverages is mostly found in roads that may be contaminated by Escherichia coli bacteria. This study aims to identify Escherichia coli bacteria in packaged tea drinks circulating in the rivers of Kelurahan Selili. This research is a descriptive research. The sample used is packaged tea drink taken in two subdistricts of Samarinda ilir namely Selili urban village and Sungai Dama by using Purposive Sampling method of 10 samples. Sample tests include presumtive test, confirmative test and completed test. The LB (Lactose Broth) assay test was used to detect early presence of Coliform bacteria, BGLBB (Brillian Green Lactose Bile Broth) as a detector of the specification of the presence of Coliform bacteria and completed test using EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) as Escherichia coli. The results of this study were 7 samples of 10 samples tested containing Escherichia coli.
Kandungan total senyawa fenol, total senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan ektsrak etanol kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff.) Sundu, Reksi; Supriningrum, Risa; Fatimah, Nurul
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v5i2.1388

Abstract

Kulit batang sekilang (Embelia borneensis Scheff.) secara empiris oleh suku Dayak Kenyah digunakan untuk penangkapan ikan di sungai dan mengusir lintah. Flavonoid merupakan kelompok terbesar dari senyawa fenolik yang memiliki sifat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan total senyawa fenol, total senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit batang sekilang. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi, penetapan kadar fenol dengan metode Folin-Ciocalteu, penetapan kadar flavonoid dengan metode AlCl3 dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2 -diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol kulit batang sekilang mengandung total senyawa fenol sebesar 42,605 mg GAE/g ekstrak dan total senyawa flavonoid sebesar 6,165 mg QE/g ekstrak. Ekstrak etanol kulit batang sekilang memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 141,27 ppm dengan kategori aktivitas sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa kulit batang sekilang memiliki potensi sebagai agen antioksidan alami.
Pemanfaatan kulit buah dan kulit ubi sebagai indikator asam-basa alternatif alami dengan variasi suhu pengeringan Nathalia, Nyda; Sundu, Reksi; Supriningrum, Risa
Bivalen: Chemical Studies Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Bachelor Degree Program of Chemical Education - Mulawarman University | Program Studi S-1 Pendidikan Kimia - Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bcsj.v6i1.2009

Abstract

Indikator asam basa alami dapat dibuat dengan mengesktrak bagian dari tanaman, seperti batang, daun, bunga, buah dan kulit buah atau kulit ubi. Antosianin merupakan pigmen warna yang terdapat pada berbagai jenis tumbuhan. Kadar antosianin akan menurun pada suhu 100oC karena terjadi degradasi pada antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu pengeringan pada kulit buah dan kulit ubi terhadap pembuatan indikator asam-basa dan mengetahui potensi ekstrak kulit buah dan kulit ubi untuk dijadikan indikator asam-basa. Tahapan penelitian ini dimulai dengan persiapan sampel, mengeringkan sampel dengan variasi suhu 30, 40, 50, 60 dan 70°C selama 10 jam, pembuatan ekstrak dan pengujian indikator asam-basa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi suhu pengeringan berpengaruh terhadap hasil kertas indikator asam-basa alami. Kulit buah naga, kulit buah manggis dan kulit ubi ungu memiliki potensi untuk dijadikan indikator asam-basa alternatif dan ekstrak dari kulit ubi ungu yang dikeringkan dengan suhu 60 dan 70°C memiliki potensi yang paling besar untuk dijadikan kertas indikator asam-basa alternatif karena dapat memberikan hasil perbedaan warna ketika diujikan dengan larutan asam kuat, basa kuat, asam lemah dan basa lemah
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK METANOL KULIT BUAH MARKISA UNGU (Passiflora edulis f. edulis Sims) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sundu, Reksi; Jubaidah, Siti; Milasari, Novi; Adhila, Ghina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21642

Abstract

Tabir surya dapat membantu mencegah efek buruk radiasi ultraviolet. Efektivitas tabir surya didasarkan pada penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF) yang menunjukkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV. Nilai SPF besar atau kecil dipengaruhi oleh kandungan antioksidan dan bahan aktif yang digunkan dalam membuat sediaan tabir surya. Antioksidan alamiah tubuh berfungsi sebagai sistem pertahanan untuk melindungi sel-selnya dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Ekstrak kulit buah markisa ungu mengandung senyawa karotenoid, polifenol, dan vitamin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan tabir surya ekstrak methanol kulit buah markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims). Metode penelitian menggunakan metode DPPH secara Spektrofotometri UV-Vis. Metode Penelitianmenggunakan metode DPPHsecara Spektrofotometri UV-Visc Hasil penelitian menunjukkan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol kulit markisa ungu flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit markisa ungu didapatkan nilai IC50 sebesar 125,13 ±13,22 termasuk dalam kategori sedang dan pembanding vitamin C sebesar 7,17 ± 0,60 termasuk dalam ketegori sangat kuat. Nilai tertinggi SPF terdapat pada konsentrasi 2.000 ppm yaitu 30,03 ± 0,24 dan termasuk dalam kategori tinggi