Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENDAMPINGAN INVENTARISASI TUMBUHAN DI SEKOLAH SMP NEGERI 1 MOYO UTARA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPA Eryuni Ramdhayani; Wiwi Noviati; Indah Dwi Lestari; Syafruddin
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v2i2.86

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa cara melakukan identifikasi tumbuhan yang tepat, dan memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa dalam membuat suatu media pembelajaran berupa buku saku. Target yang ditetapkan dalam kegiatan ini yaitu siswa kelas VIIIB SMPN 1 Moyo Utara karena mereka sudah mendapatkan materi terkait plantae.Untuk mendukung keberhasilann program kegiatan pengabdian, dilakukan beberapa tahap yaitu tahap pra kegiatan, persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pasca kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan digunakan metode ceramah dan pelaksanaan kegiatan lapangan. Berdasarkan hasil inventarisasi diperoleh tumbuhan spermatophyta, Pteridophyta, dan Bryophyta. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa dapat melakukan inventarisasi tumbuhan yang tepat, dan menghasilkan produk berupa buku saku yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar khususnya pada materi Plantae.
PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PEREDARAN GELAP KEPADA MASYARAKAT DI DESA SEPAYUNG KECAMATAN PLAMPANG Indah Dwi Lestari; Jimi Jumaitullah; Alif Fatadi; Muhammad Iyan; Id'ha Fibrianti
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v5i2.1058

Abstract

Narkoba hari ini masih menjadi ancaman serius yang terus merusakgenerasi bangsa, saat ini peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat pesatmelonjak hingga masuk ke pelosok desa oleh karena itu perlu ada penyuluhantentang bahaya narkoba tersebut. Saat ini kegiatan penyuluhan yang dilakukanoleh pemerintah bersama perguruan tinggi dapat dilakukan sebagai upayaperventif terhadap Peredaran Gelap Narkotika. Metode yang digunakan dalampelaksanaan kegiatan adalah : (1). Survey awal (2). Pemantapan dan penentuanlokasi sasaran, (3). Penyusunan bahan/materi pelatihan. Penyuluhan inimelibatkan mahasiswa Kelompok Kerja Lapangan yang berkerjasama denganBadan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa, pemdes desa sepayung, siswa -siswi SMPN 3 Plampang dan pemuda Desa Sepayung kegiatan tersebutberlangsung di aula kantor desa sepayung pada hari selasa tanggal 26 Juli 2022.Hasil dan pembahasan kegiatan tersebut adalah penyuluhan hukum tentangbahaya narkoba dibutuhkan bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruhpada perilaku menyimpang, termasuk dalam penyalahgunaan serta peredarangelap obat – obatan terlarang. Sosialisasi dan penyuluhan tentang bahayanarkoba perlu senantiasa digaungkan agar generasi muda menghindaribahkan memusuhi narkoba serta tidak berani coba - coba dalammenggunakannya.
Perbandingan Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Interactive Demonstration (Inquiry Spectrum Learning-Wenning) Syafruddin; Indah Dwi Lestari
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v1i1.39

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar mahasiswa pendidikan biologi menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan Interactive Demonstration.Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen. Seluruh mahasiswa pendidikan Biologi adalah populasi dalam penelitian ini sedangkan sampel penelitian diambil dua kelas sebagai kelas uji coba. unTuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes essay dengan 6 butir soal Metode tes sebagai pengumpul data untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa. Hasil belajar kognitif diperoleh dari nilai post-test yang diberikan pada akhir pembelajaran.Berdasarkan hasil uji nilai t, nilai thitung yang diperoleh sebesar 2,0112. Taraf signifikansi 5% dengan dk = 9 + 7 - 2 = 14 sebesar 1,765 maka thitung < ttabel (2,0112 > 1,765). Dengan demikian, hipotesis nol (h0) ditolak dan hipotesis alternatif (ha) diterima. Hipotesis alternatif yang diterima memberikan kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa pendidikn biologi menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dan Interactive Demonstration.
IDENTIFIKASI SPESIES ECHINODERMATA DI PERAIRAN TELUK SANTONG KECAMATAN PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2019 Yuyun Andriyani; Indah Dwi Lestari; Wiwi Noviati
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v2i2.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies Echinodermata dan kelimpahan spesies Echinodermata di perairan Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa tahun 2019. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2019. Termasuk jenis penelitian survey eksploratif, yaitu penelitian dengan pengambilan data yang dilakukan melalui penggalian informasi secara lansung di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadrat. Terdapat 3 lokasi pengambilan sampel. Jarak lokasi pengambilan sampel 150 meter dari pesisir pantai. Setiap lokasi terdapat 2 stasiun dengan 4 transek. Transek dibuat berukuran 5x5 m yang diberi kayu atau patokan setiap sudutnya sebagai pemancang transek. Pada setiap stasiun dilakukan 2 kali pengulangan, setiap pengulangan berjarak 10 m dari stasiun awal pengamatan. Pengulangan pengambilan sampel dilakukan pada hari yang bersamaan. Pengambilan sampel spesies Echinodermata dilakukan pada saat air bergerak surut. Pengambilan data spesies Echinodermata dilakukan satu kali pada masing-masing transek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan sebanyak 265 individu dari tiga kelas, yaitu kelas Holothuroidae, kelas Echinoidae, dan kelas Ophiuroidae. Indeks keanekaragaman dari semua stasiun tergolong kategori sedang, indeks keseragaman tergolong kategori tinggi, dan indeks dominasi menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian tidak ada spesies yang mendominasi. Hasil pengukuran parameter lingkungan pada lokasi penelitian untuk salinitas 34-35, suhu 27,1-27,4 ºC, pH 7,2-7,5, DO 6-7 ppm, kecepatan arus 0,08-0,13 m/s, serta kedalaman 5-15 cm. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan Perairan Teluk Santong cocok untuk kehidupan spesies Echinodermata.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD MELALUI WORKSHOP PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY DI SDN BATU BULAN Romi Aprianto; Indah Dwi Lestari; Rini Qurratul Aini; Ana Merdekawaty; Wiwi Noviati
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i2.2073

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi awal guru sekolah dasar dalam memanfaatkan Augmented Reality (AR) untuk pembelajaran. Program dilaksanakan melalui lokakarya satu hari di SDN Batu Bulan (29 Juli 2025) dengan peserta 15 guru. Desain yang digunakan ialah one-group pretest–posttest. Instrumen meliputi tes pengetahuan 20 butir, checklist keterampilan praktik 12 indikator, dan rubrik integrasi AR pada perangkat ajar (4 kriteria). Analisis data mencakup uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji paired t (? = 0,05) disertai ukuran efek dan CI 95%. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan: rerata naik 19,07 poin (57,87 ? 76,93; t(14) = 18,42; p < 0,001; d = 4,76; CI 95% ?mean [16,85; 21,29]). Keterampilan praktik berada pada level kuat dengan ketercapaian rata-rata 85,0%; indikator operasional (instalasi, manajemen objek, publikasi) tinggi, sedangkan indikator diagnostik (penempatan marker/permukaan, troubleshooting, simpan–preview) relatif lebih menantang. Integrasi AR pada perangkat ajar berada pada kategori cukup (skor total 2,93 ± 0,50): “skenario kegiatan” dan “kelayakan teknis & manajemen kelas” baik, sementara “kesesuaian tujuan & materi” serta “asesmen & bukti belajar” perlu penguatan. Disimpulkan bahwa lokakarya singkat efektif sebagai pemantik peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar, dengan rekomendasi pendampingan pascapelatihan yang menajamkan tujuan terukur, asesmen autentik, serta latihan diagnostik teknis agar kualitas integrasi bergerak menuju kategori baik dan siap diimplementasikan di kelas.
Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar IPA dan Solusi Alternatifnya: Systematic Literature Review Fahmi Yahya; Indah Dwi Lestari; Hermansyah Hermansyah; Eryuni Ramdhayani
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 2 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science (IPA) is a core subject at the primary and secondary education levels requiring comprehension of abstract concepts alongside scientific thinking skills. High rates of science learning difficulties are consistently reported internationally, including in Indonesia; however, no systematic synthesis has comprehensively summarised contributing factors and alternative solutions across all school levels (Elementary–High School) in a single manuscript. This review aims to identify factors causing science learning difficulties and effective alternative solutions based on the scientific literature from 2012 to 2021. Searches were conducted on Scopus, Web of Science, and ERIC databases following the PRISMA 2020 guidelines. Twenty-five articles meeting inclusion criteria were analysed through thematic narrative synthesis. Results show factors divide into internal (low interest and motivation, science anxiety, weak prerequisite knowledge) and external (teacher-centred pedagogy, inadequate laboratory facilities, insufficient parental support). Proven effective alternative solutions include inquiry-based learning, cooperative learning, technology/visual media use, and structured remedial programmes. Conclusion: science learning difficulties are multifactorial; consistent implementation of inquiry and cooperative approaches improves student engagement and achievement across educational levels.
Strategi Guru dalam Mengatasi Learning Loss Selama Pandemi Covid-19 pada Mata Pelajaran IPA Fahmi Yahya; Indah Dwi Lestari; Syarif Fitriyanto
Indonesian Journal of Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic forced an abrupt shift from face-to-face instruction to distance learning across nearly all levels of education in Indonesia. This transition gave rise to learning loss, a decline in students’ learning achievement and competence, which was particularly pronounced in Science (IPA) subjects due to their reliance on experiments, observation, and hands-on practical work. This study systematically reviews the strategies teachers employed to address learning loss in Science instruction during 2019-2021. A Systematic Literature Review (SLR) method was used, searching Google Scholar, Sinta, and ERIC with the keywords “teacher strategy”, “learning loss”, “science learning”, and “Covid-19 pandemic”. After applying inclusion and exclusion criteria, the selected articles were analyzed thematically. The findings show that teacher strategies can be grouped into five main themes: (1) the use of varied digital media and platforms, (2) simplification of an emergency curriculum, (3) strengthened communication and collaboration with parents, (4) remedial teaching and ongoing formative assessment, and (5) enhancing motivation through contextual, home-based simple project learning. The study recommends strengthening teachers’ digital competence along with school and government policy support for the sustainable implementation of these strategies.
Pemanfaatan Whatsapp dalam Proses dan Asesmen Pembelajaran Jarak Jauh Selama Pandemi Covid-19 Fahmi Yahya; Musahrain Musahrain; Hermansyah Hermansyah; Indah Dwi Lestari
Indonesian Journal of Teacher Education Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 pandemic forced a drastic shift in the implementation of learning in Indonesia, from face-to-face instruction to online distance learning. Amid limited internet access, data quota, and devices, WhatsApp emerged as one of the most widely used instant messaging applications among teachers and students due to its accessibility, simplicity, and relatively light data usage. This study aims to narratively describe how WhatsApp was utilized in the learning process and in the implementation of assessment during the Covid-19 pandemic, and to identify the advantages, obstacles, and strategies used by educators to optimize the application. This research employs a qualitative approach with a narrative literature review method of studies published between 2019 and 2021. The results show that WhatsApp was used in the learning process through text messages, voice and video calls, and the sharing of documents, images, and audio recordings to deliver materials, give instructions, and build teacher-student interaction. In terms of assessment, WhatsApp was used to distribute questions, collect assignments in the form of photos or documents, provide feedback, and conduct affective assessment through observation of student activity in class groups. However, several obstacles were found, such as limited internet quota, signal disruption, lack of face-to-face interaction, and the potential for academic dishonesty in completing assignments. The study concludes that WhatsApp is an accessible and effective alternative medium for distance learning, but requires appropriate pedagogical strategies and assessment management to maintain the quality of learning.
Inovasi Media Pembelajaran di Era Digital: Menciptakan Lingkungan Belajar yang Interaktif dan Bermakna Syafruddin Syafruddin; Andi Haris; Indah Dwi Lestari; Nining Andriani; Ade Safitri
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 6 No. 2 (2026): Edisi Juli-Desember 2026
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67434/ijecs.v6i2.2673

Abstract

Digital transformation in education requires teachers to be competent in developing innovative, interactive, and meaningful learning media. This Community Service (PkM) activity aims to improve teachers' knowledge and skills in utilizing digital technology as a learning medium. This activity involved elementary school (SD) and junior high school (SMP) teachers in Sumbawa Regency. The implementation method used a participatory approach, encompassing preparation, material delivery, demonstrations, hands-on practice, discussions, mentoring, and evaluation. Training materials covered the use of Canva for Education, Quizizz, Wordwall, Google Forms, and Artificial Intelligence (AI) to support the development of digital learning media. Results showed that participants enthusiastically participated in the entire training series and actively participated in discussions and practice. Teachers were able to understand digital learning concepts and produce more interactive learning media designs tailored to the subjects they taught. In addition to improving technical competency, this activity also encouraged collaboration among teachers in sharing experiences and best practices in implementing technology in learning. Thus, this community service activity positively contributed to improving digital literacy and teacher professional competence, which is expected to support the creation of a more innovative, interactive, and meaningful learning environment and improve the quality of learning in schools.
Pengembangan Media Web Google Sites Berbasis Project Based Learning untuk Siswa SMA Kelas X Indah Dwi Lestari; Wiwi Noviati; Marlina Novita
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2108

Abstract

Kegiatan pembelajaran di kelas menggunakan media pembelajaran berbasis websites yang dikembangkan oleh guru di sekolah tersebut belum pernah digunakan, sehingga media pembelajaran yang digunakan hanya mengandalkan buku paket sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengembangkan media web Google Sites berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk siswa kelas X. 2) mengetahui kelayakan dari media web Google Sites berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk siswa kelas X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) yang mengacu pada model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek dari penelitian ini yaitu dua dosen dari FKIP Universitas Samawa sebagai ahli validasi materi, validasi ahli media, dan validasi ahli praktisi guru biologi kelas X SMA Negeri 3 Sumbawa Besar. Sedangkan subjek uji coba pada uji coba terbatas yaitu 10 orang siswa kelas X SMA Negeri 3 Sumbawa Besar. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket validasi ahli dan angket respon siswa. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penilain oleh para ahli yaitu, ahli materi diperoleh rerata 92,85% dengan kategori sangat layak, ahli media diperoleh rerata 86% dengan kategori sangat layak, dan ahli praktisi diperoleh rerata 100% dengan kategori sangat layak. Sedangkan hasil dari uji coba terbatas diperoleh rerata 88% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian, media web Google Sites berbasis Project Based Learning (PjBL) sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran.