Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kreativitas Juhermi Tahir dalam Tari Jepin Tali Bui Kota Pontianak Ismunandar Ismunandar
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1093-1116.2022

Abstract

Jepin Tali Bui dance in general as an art form that was inherited by the culture of the old people. The Jepin Tali Bui dance continues to develop in West Kalimantan, both from the development of movement steps, music, property accompaniment, clothing and art performers. Where in terms of motion, it does not leave the typical movement of the jepin movement, namely the number of foot movements and placing the heel at the beginning of the movement. Typical Malay music with stringed and segmented musical instruments, a very distinctive property of the tali bui jepin dance is the rope. For this reason, at this time creative people are needed who are able to develop a dance so that it does not become extinct. This has resulted in new innovations in the movement pattern of the Jepin Tali Bui dance, the technique of the Jepin Tali Bui dance, as well as the musical accompaniment of the current Jepin Tali Bui dance, especially the Jepin Tali Bui dance, the result of the creativity of Juhermi Tahir himself. The results of this study are expected to be used as a reference for further research and the Jepin Tali Bui Dance in Pontianak City can be used as an alternative as a performance medium for appreciation in the form of dance videos and recordings of Jepin Tali Bui dance music which will be used as a medium for appreciation of dance in the world of education such as schools. , study program, community.Tari Jepin Tali Bui secara umum sebagai salah satu bentuk seni yang diwariskan oleh kebudayaan orang tua dulu. Tari Jepin Tali Bui terus berkembang di Kalimantan Barat, baik dari perkembangan langkah gerak, musik, iringan properti, busana dan pelaku seninya. Dimana dari segi gerak, tidak meninggalkan gerakan khas dari gerak jepin yaitu banyaknya pergerakan kaki dan menitikan tumit di awal gerakan. Musik khas melayu dengan alat musik gambus dan beruas, properti yang sangat khas dari tari jepin tali bui adalah tali. Untuk itu, saat ini memang diperlukan orang-orang kreatif yang mampu untuk mengembang sebuah seni tari agar tidak punah. Hal tersebut telah menghasilkan inovasi baru dalam pola gerak tari Jepin Tali Bui, teknik gerak tari Jepin Tali Bui, serta iringan musik tari Jepin tali Bui saat ini saat ini, khususnya tari Jepin Tali Bui hasil dari kreativitas seorang Juhermi Tahir itu sendiri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi penelitian selanjutnya dan Tari Jepin Tali Bui di Kota Pontianak dapat dijadikan alternatif sebagai media pertunjukan untuk apresiasi yang berupa video tari dan rekaman musik tari Jepin Tali Bui yang akan dimanfaatkan sebagai media untuk apresiasi seni tari didunia pendidikan seperti sekolah, program studi, komunitas.
Struktur Penyajian Tari Jepin Rotan Pontianak Ismunandar Ismunandar
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 8, No 2 (2022): May 2022
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.8.2.1177-1192.2022

Abstract

Tari Jepin Rotan yang terdapat di wilayah Kota Pontianak merupakan satu diantara tarian Jepin yang hingga saat ini masih terjaga kelestariannya. Bentuk-bentuk yang dihasilkan oleh properti rotan pada tari Jepin Rotan ini mempunyai filosofi tersendiri yang ingin digambarkan oleh tari Jepin Rotan. Tari jepin rotan memiliki ragam gerak yang unik karena menggunakan rotan sebagai properti sehingga penyajian tari Jepin Rotan ini terlihat lebih menarik. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan struktur penyajian tari Jepin Rotan di Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan koreografi. Adapun metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu upaya menerangkan secara rinci dengan analisis sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dari objek yang diteliti. Bentuk penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dalam bentuk wawancara untuk data, dan teknik observasi untuk foto dan video. Teknik yang digunakan dalam mengecek keabsahan data pada penelitian ini adalah Teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur penyajian tari Jepin Rotan mempunyai beberapa aspek, yaitu gerak, tema, desain lantai, tata rias, tata busana, properti, iringan musik serta tempat pertunjukan
Pelatihan Penciptaan Tari Anak Bagi Guru Seni Budaya SD Dan SMP di Kabupaten Kayong Utara Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar; Regaria Tindarika; Mega Cantik Putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari; Imma Fretisari; Imam Ghozali; Nurmila Sari Djau; Yudhistira Oscar Olendo; Zakarias Aria Widyatama P; Asfar Munir; Christianly Y; Egi Putri Grandena; Mastri Dihita Sagala; Deplo Supoyo
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v6i2.13576

Abstract

Pelatihan penciptaan tari anak bagi guru seni budaya SD dan SMP di Kabupaten Kayong Utara menjadi hal yang penting mengingat kurangnya pelatihan penciptaan tari anak khususnya dalam pembelajaran seni budaya. Tari anak menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh para guru seni budaya, karena mengingat sifat dan kemampuan anak dalam bergerak akan memiliki perbedaan dikarenakan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halusnya. Metode pelaksanaan PKM memiliki tahapan-tahapan yaitu persiapan dengan berkoordinasi dengan mitra, tahap pelaksanaan menyampaikan materi tari anak, tahap mempraktikan tari anak, dan tahap pendemonstrasian peserta akan hasil ciptaan tarinya. . Hasil yang diperoleh dalam PKM ini yaitu peserta memiliki kemampuan dalam menciptakan tari anak. Meningkatkan wawasan peserta didik mengenai elemen-elemen komposisi taru, tahap eksplorasi,improvisasi, evaluasi gerak hingga menjadikan 1 karya tari yang utuh guna dijadikan referensi menari kedepannya. Pelatihan penciptaan tari anak bagi guru SD dan SMP di Kayong Utara sebagai program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura membuahkan hasil kerjasama antar pelaksana dan mitra.
MANAJEMEN ORGANISASI SANGGAR SENI KESUMBA DI KABUPATEN MEMPAWAH Dina Mariana; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49466

Abstract

The background of this research is to find out the Organizational Management of Kesumba Mempawah Art Studio which continues to improve in its work with the achievements it has made until now. The researcher's curiosities are to find out how the studio manages the activities that are held and the role of the board in the organization of Kesumba Mempawah Art Studio. This research aims to describe the functions and elements of management which consist of Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, and Market. The form of research used is qualitative, qualitative descriptive method, and sociological approach. The data in this research are the results of interview, observation and documentation. There are several sources of data in this research, namely oral sources, written sources and behavioral sources. Data collection techniques consist of interview, observation, documentation, and documentation study. The data collection tools in this research are interview guideline, observation guideline, camera, notebook and voice recorder memo. The data validity test techniques used are source™s triangulation and observation™s extension. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusion. There is a research flow in the design of the activities carried out. The results of this research show how to work and the roles in the organization applied by the chairman to members in accordance with their respective duties which are well managed in organizing activities so that the management is applied in accordance with mutual agreement in accordance with the circumstances of the situation, and the conditions that occur in the studio.Keywords: organizational management, kesumba art studio. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengetahui Manajemen Organisasi Sanggar Seni Kesumba Mempawah yang terus meningkat dalam berkarya dengan prestasi-prestasi yang diraihnya hingga eksis sampai sekarang. Keingintahuan peneliti untuk mengetahui cara sanggar memanejemenkan kegiatan yang terselenggara dan peran pengurus dalam organisasi yang ada di Sanggar Seni Kesumba Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi  dan unsur-unsur manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, dan Market. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, metode deskriptif kualitatif, dan pendekatan Sosiologi. Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada beberapa pihak yaitu sumber lisan, sumber tertulis dan sumber perilaku. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini terdapat pedoman wawancara, pedoman observasi, kamera, buku catatan dan memo perekam suara. Teknik penguji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Terdapat alur penelitian dalam rancangan kegiatan yang dilaksanakan. Hasil penelitian ini menunjukan cara kerja serta peran-peran dalam organisasi yang diterapkan oleh ketua kepada anggota sesuai dengan tugasnya masing-masing yang dimanajemenkan dengan baik dalam menyelenggarakan kegiatan sehingga manajemen yang diterapkan sesuai dengan kesepakatan bersama yang sesuai dengan keadaan situasi, dan kondisi yang terjadi di sanggar.Kata Kunci: manajemen organisasi, sanggar seni kesumba. Authors:Dina Mariana : Universitas TanjungpuraDwi Oktariani : Universitas TanjungpuraIsmunandar : Universitas Tanjungpura References:Amir, R. (1986). Pengetahuan Tari Sebuah Pengantar dalam Pengetahuan Elemen Tari dan Beberapa Masalah Tari. Jakarta: Direktorat Kesenian.Jacobus, R. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni. Medan: Graha Ilmu.Khutniah, N., & Iryanti, V. E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1).Oktariani, D. (2023). Penanaman Nilai Moral pada Anak Usia Dini Melalui Tari Tradisional di Sanggar Flamingo. Jurnal Golden Age, 7(1).Sedyawati, E. (2002). Sistem Kesenian Nasional Indonesia, Sebuah Renungan. Jakarta: Ghalia Indonesia.Soedarsono, S. (1972). Djawa dan Bali. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.Sugiyono, S. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. 
MANAJEMEN ORGANISASI SANGGAR ANDARI DI KOTA PONTIANAK Della Fitriyanti; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58080

Abstract

This research aims to find out the organizational management of Andari studio which continues to be active in working and achieving until now in Pontianak City. Specifically, this research reveals how sanggar Andari manages its activities and the role of managers in the organization through the analysis of management functions and elements consisting of: planning; organizing; actuating; controlling; money; method; material; and market. The form of research used is descriptive qualitative with sociological and historical approaches so as to obtain data from interviews, observations and documentation. Data sources in this study are oral sources, written sources and behavioral sources which are then triangulated sources and extended observations as a technique for testing the validity of the data. The results showed that Sanggar Andari uses the functions and elements of management; (1) planning in the form of recruitment of studio management, recruitment of studio members, determination of training schedules, learning curriculum, training venues; (2) organizing contains work details, grouping work, dividing tasks and coordination; (3) implementation of training activities in Sanggar Andari according to a predetermined schedule; (4) finance includes designing funds and allocating funds; (5) marketing through social media by creating a special Instagram account for the studio; (6) the method or system set by the studio manager is a predetermined training schedule; (7) the materials needed by the studio facilities consisting of studio clothing, makeup, musical instruments, training places, and material provision; (8) supervision carried out, the head always monitors the activities held in the studio and outside the studio with the aim of controlling the course of studio management to make it better.Keywords: organizational management, Andari studio.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen organisasi sanggar Andari yang terus aktif dalam berkarya dan berprestasi sampai saat ini di Kota Pontianak. Secara spesifik penelitian ini mengungkap bagaimana sanggar Andari mengelola kegiatannya dan peran pengelola dalam organisasi melalui analisis fungsi dan unsur-unsur manajemen yang terdiri dari; planning; organizing; actuating; controlling; money; method; material; dan market. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis dan historis sehingga mendapatkan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber lisan, sumber tertulis dan sumber perilaku yang kemudian dilakukan triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan sebagai teknik pengujian keabsahan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa sanggar Andari menggunakan fungsi dan unsur manajemen; (1) perencanaan berupa perekrutan kepengurusan sanggar, perekrutan anggota sanggar, penentuan jadwal latihan, kurikulum pembelajaran, tempat latihan; (2) pengorganisasian berisi rincian pekerjaan, pengelompikan pekerjaan, membagi tugas dan kordinasi; (3) pelaksanaan kegiatan latihan yang ada di Sanggar Andari sesuai jadwal yang telah ditentukan; (4) keuangan meliputi perancangan dana dan mengalokasikan dana; (5) pemasaran melalui sosial media dengan membuat instagram khusus sanggar; (6) cara atau sistem yang ditetapkan pengelola sanggar ialah aturan jadwal latihan yang sudah ditentukan; (7) bahan-bahan yang diperlukan sanggar fasilitas sanggar yang terdiri busana sanggar, tata rias, alat musik, tempat latihan, dan pemberian materi; (8) pengawasan yang dilakukan, ketua selalu memantau kegiatan yang diselenggarakan di sanggar maupun di luar sanggar dengan tujuan mengontrol jalannya manajemen sanggar agar lebih baik.Kata Kunci: manajemen organisasi, sanggar Andari. Authors:Della Fitriyanti: Universitas TanjungpuraDwi Oktariani: Universitas TanjungpuraIsmunandar: Universitas Tanjungpura References:Ahdi, S., Pebriyeni, E., Erwin, E., & Ariusmedi, A. (2020). MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI TEKNIK BATIK JUMPUTAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN SDN 50 DAN 53 KAMPUNG JAMBAK PADANG. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2). https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.21238Dwi Oktariani, Pendidikan, I., Pendidikan, P., & Pertunjukan, S. (2024). PERAN SANGGAR SENI KESUMBA DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL MELAYU Dwi Oktariani. Journal Ilmiah Rinjani (JIR) Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani, 12(1).I Gede Tilem Pastika, & Sukerni, N. M. (2022). Strategi Pembelajaran Tari Bali pada Anak Usia Dini di Sanggar Taman Giri Agung Denpasar. Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2). https://doi.org/10.25078/pw.v7i2.1771Mariana, D., Oktariani, D., Seni Pertunjukan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Jl Hadari Nawawi, P. H., Laut, B., Pontianak Tenggara, K., Pontianak, K., Pos, K., & Barat Indonesia, K. (2023). MANAJEMEN ORGANISASI SANGGAR SENI KESUMBA DI KABUPATEN MEMPAWAH. Jurnal Seni Rupa, 12.Mulyadi, M., & Herdianto, F. (2022). UPAYA PEMETAAN DAN PENGEMBANGAN SENI BUDAYA BENGKULU TENGAH. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2). https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.39274Nauri, K. A., & Fatmawati, N. (2022). Implementasi Kearifan Lokal Gusjigang dalam Perspektif Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Pondok Al Mawadah Kudus. ASANKA¯: Journal of Social Science and Education, 3(2). https://doi.org/10.21154/asanka.v3i2.4671Oktariani, D. (2024a). Pelatihan Tari Jepin Langkah Simpang Pada Siswa SMKN 1 Sukadana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(1). https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i1.2934Oktariani, D. (2024b). Regenerasi Tari Jepin Tembung Panjang di Kota Pontianak. Wacana¯: Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 8(1), 88“102. https://doi.org/10.29407/jbsp.v8i1.22306Oktavia, D., Sukmayadi, Y., & Nugraheni, T. (2023). Kurikulum Pembelajaran Tari di Padepokan Surya Medal Putera Wirahma. EDUKATIF¯: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(3). https://doi.org/10.31004/edukatif.v5i3.5401Priyanto, W. P. (2018). PROSES KREATIF TARI LENGGASOR DI SANGGAR WISANGGENI KABUPATEN PURBALINGGA BANYUMAS. Imaji, 16(1). https://doi.org/10.21831/imaji.v16i1.19427Putri, V. A., Permanasari, A. T., & Lestari, D. J. (2023). IMPLEMENTASI METODE SAS (STRUKTUR, ANALITIS, DAN SINTESIS) DALAM PEMBELAJARAN TARI JATI LARAS DI SANGGAR RSTUDIO KOTA CILEGON BANTEN. Gesture: Jurnal Seni Tari, 12(2). https://doi.org/10.24114/gjst.v12i2.48425Retno Hayuningtyas, T., & Handayaningrum, W. (2019). Regenerasi Kesenian Reyog Ponorogo Melalui Pembelajaran Reyog Mini Di Sanggar Tari Solah Wetan, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 6(1).Rofi™ul Fajar, Yuwana, S., & Trisakti. (2021). MANAJEMEN ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN SANGGAR BALADEWA SURABAYA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 8(1). https://doi.org/10.38048/jipcb.v8i1.120Sakirin, S., Bagiastra, I. K., Murianto, M., Idrus, S., & Kurniansah, R. (2021). PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN POTENSI WISATA GUNUNG SASAK DI DESA KURIPAN GIRI SASAKA. Journal Of Responsible Tourism, 1(2). https://doi.org/10.47492/jrt.v1i1.993
Kusmindari Triwati: Tokoh Pelestari Seni Tari di Kota Pontianak Sephira Adalia; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32747

Abstract

Kusmindari Triwati, seorang koreografer aktif di Kota Pontianak, telah menciptakan lebih dari 50 jenis tari tradisional dan kreasi yang dipentaskan secara lokal dan internasional. Selain itu, ia mendirikan Sanggar Andari yang bertujuan melestarikan kesenian tari tradisional di Indonesia. Penelitian biografinya menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif untuk menganalisis perjalanan hidup dan kontribusinya dalam dunia seni tari. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Triwati adalah seorang seniman tari yang sukses, dengan dukungan dari keluarga, lingkungan kerja, dan berbagai penghargaan yang diterimanya, termasuk gelar Tokoh Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Sanggar Andari, yang dipimpinnya, berperan dalam mengembangkan tari tradisional di Kota Pontianak dan melatih generasi muda untuk mengikuti festival tari nasional dan se-Kalimantan. Karya-karyanya yang populer, seperti tari nugal, tari tiga serangkai, dan tari rampak rebana, telah meraih banyak penghargaan dari berbagai instansi. Harapannya adalah agar masyarakat mencintai dan melestarikan budaya daerah dengan totalitas. Sebagai tokoh pelestari tari di Kota Pontianak, kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menghargai dan mempertahankan warisan budaya mereka.   Kusmindari Triwati, an active choreographer in Pontianak City, has created more than 50 types of traditional dances and creations performed locally and internationally. She also founded Sanggar Andari, which aims to preserve traditional dance arts in Indonesia. This research aims to uncover and describe Kusmindari Triwati's biography. The research uses a qualitative approach with descriptive methods to analyze her life journey and contributions to the world of dance. Primary and secondary data were collected through literature studies, observations, interviews with informants, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research results show that she is a successful dancer, supported by family, work environment, and various awards, including the Cultural Figure of West Kalimantan Province awarded by the Governor. Kusmindari Triwati founded Sanggar Andari, which develops traditional dance by educating the younger generation of Pontianak to participate in national and Kalimantan-level dance festivals. Her popular works, such as the nugal dance, three serangkai dance, and rampak rebana dance, have received numerous awards from various institutions. Her hope is that people will love and preserve their local culture wholeheartedly. As a dance preservation figure in Pontianak, her life journey can inspire people to appreciate and maintain their cultural heritage.
Strategi Pembelajaran Tari Untuk Anak di Sanggar Andari Kota Pontianak Mutia Afilla; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang di gunakan Sanggar Andari di Kota Pontianak dalam menerapkan pembelajaran tari untuk anak. Dengan menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif untuk memaparkan data-data yang ditemukan dilapangan dari hasil wawancara bersama narasumber yang terlibat dalam proses pembelajaran, observasi serta berbagai studi dokumentasi melalui reduksi data, deskripsi data, dan pengambilan kesimpulan sehingga teknik validasi data nya dapat di uji melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tari untuk anak di Sanggar Andari adalah dengan mengikuti instruksi dari pelatih. Materi yang diberikan untuk anak adalah tari tradisional dan tari kreasi baru Kalimantan Barat dan Nusantara untuk kelas dasar dan mahir atau lanjutan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah strategi pembelajaran demontrasi terbimbing, strategi pembelajaran kontekstual, dan strategi pembelajaran kooperatif yang dilakukan oleh pelatih. Tahapan evaluasi dilaksanakan setahun dua kali dengan sistem pertunjukan tari sekaligus sebagai apresiasi bagi anak dalam proses untuk naik ke tingkat selanjutnya. Sedangkan kendala yang ditemukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu anak kadang merasa jenuh, tidak fokus pada saat pembelajaran berlangsung, pelatih berusaha mengatasi hal tersebut melalui upaya seperti anak akan diberi penanganan khusus, memberikan dorangan, motivasi serta kata kata yang akan membangun semangat anak dalam pembelajaran di Sanggar Andari Kota Pontianak.   This research aims to describe the learning strategies used by Sanggar Andari in implementing dance learning for children. Dance learning for children at Sanggar Andari is one way to improve children's development. Using qualitative descriptive research methods to present data found in the field from interviews with sources involved in the learning process, observations and various documentation studies to support data regarding the learning strategies used at Sanggar Andari in children's classes. Then it is analyzed through several stages, namely: data reduction, data description, and drawing conclusions so that the data validation technique can be tested through source triangulation techniques. The research results obtained show that the dance learning strategy for children at Sanggar Andari, Pontianak City is to follow the instructions of the trainer. The material provided for children is lenggang broken Sembilan as the most basic material for Andari studios for children and the Main Sarong dance material is provided for classes of children who have entered advanced or advanced classes. The learning method used is a guided demonstration method carried out by the Sanggar Andari dance trainer. The evaluation stage is carried out twice a year using a dance performance system as well as an appreciation for children in the process of moving to the next level. Meanwhile, the obstacles found during learning activities are that children sometimes feel bored and do not focus while learning is taking place. The trainer tries to overcome this through efforts such as giving children special treatment, providing encouragement, motivation and words that will build children's enthusiasm for learning. took place at Sanggar Andari.
Proses Kreatif Kusmidari Triwati dalam Penciptaan Tari Rampak Rebana di Sanggar Andari Kota Pontianak Risda Pancha Permatasari; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32750

Abstract

Tari Rampak Rebana merupakan tari kreasi baru ciptaan Ibu Kusmindari Triwati, berlandaskan kesenian melayu yang bernafaskan islam dan terdapat pengembangan langkah gerak tari tradisi Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Triangulasi data mengolah hasil observasi, wawancara, dokumentasi, yang didapatkan untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil Penelitian ini untuk mengungkap proses kreatif kusmindari triawati dalam penciptaan tari rampak rebana di sanggar andari. Tari rampak rebana adalah eksplorasi gerak yang dilakukan dengan mengamati hubungan antar penari dan pemusik dalam bermain rebana, pola-pola gerak Radad, langkah dan syara. Improvisasi dilakukan dengan melanjutkan tahapan eksplorasi sehingga lebih berkualitas. Evaluasi dilakukan dengan memilih dan memilah rangkaian kebutuhan unsur tarinya. Komposisi tari dilakukan dengan menyusun gerak dan unsur tari lainnya yang telah dihasilkan dalam proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Melalui banyak proses yang dilewati oleh Kusmindari Triwati yang mengajak beberapa seniman musik hingga pada akhirnya tari Rampak Rebana berhasil tercipta pertama kalinya ditahun 1996 dan terus menerus di pertahankan eksistensinya hingga sekarang.   The Rampak Rebana dance is a new dance creation created by Mrs. Kusmindari Triwati, based on Malay arts with an Islamic spirit and there is a development of traditional Malay dance steps. The method used in this research is descriptive qualitative with a choreographic approach. The data in this research is presented in qualitative descriptive form with a choreographic approach. Data triangulation processes the results of observations, interviews, documentation, which are obtained to obtain research results. The results of this research are to reveal the creative process of Kusmindari Triawati in creating the Rampak Tambourine dance at Andari Studio. Rampak tambourine dance is an exploration of movement carried out by observing the relationship between dancers and musicians in playing the tambourine, Radad movement patterns, steps and syara. Improvisation is carried out by continuing the exploration stage so that it is of higher quality. Evaluation is carried out by selecting and sorting a series of needs for the dance elements. Dance composition is done by arranging movements and other dance elements that have been produced in the process of exploration, improvisation and composition. Through many processes, Kusmindari Triwati invited several musical artists until finally the Rampak Rebana dance was successfully created for the first time in 1996 and continues to maintain its existence until now.