Dwi Oktariani
Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjungpura, Pontianak

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Bentuk Penyajian Tari Jepin Laba-Laba di Desa Penibung Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Ramadhan Kasyful Kalam; Dwi Oktariani; Mega Cantik Purti Aditya
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i3.124999

Abstract

This research aims to describe and document the presentation of the Jepin Spider Dance. The researcher's interest was motivated by knowing the dance performance from start to finish. This research uses descriptive methods, qualitative research forms, and a choreographic approach. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation techniques. The technique for testing the validity of the data used is extended observation and source triangulation. Based on data analysis, it can be concluded that the form of presentation of the Jepin Spider Dance, the Jepin Spider Dance is an entertainment dance that is performed at Khataman qur'an, circumcision, wedding and robo-robo events. The movement motif in the Jepin Spider Dance uses a single-step movement motif. There are two types of movement, namely the one-go type and the two-return type. This style is divided into initial, middle and final movements. This variety forms a connective pattern resembling a spider's nest. Each change of movement is marked by a tahto or tahtim movement. The Jepin Spider Dance Costume uses a clothes bracket and a telok belanga. Using realistic make-up from the dancer's real face. The musical accompaniment to the Jepin Spider Dance instrument uses Arabic poetry, meaning praise to the Prophet Muhammad. The instruments use the Gambus or Selodang and Beruas musical instruments. This dance uses rope properties which are played by nine dancers.
Bentuk Penyajian Tari Pilanuk di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Desi Susilawati; Regaria Tindarika; Dwi Oktariani
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i3.124848

Abstract

The background of this research is because of the researcher's concern about the authenticity of the Pilanuk Dance performance, which in the future will experience changes. Therefore the researcher describes and documents the Pilanuk Dance in the form of videos, writings, pictures. This study uses descriptive methods, qualitative research forms, ethnochoreological approaches and choreographic approaches. Data collection techniques in the form of observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. The technique to test the validity of the data used is the extension of observations and source triangulation. Based on the data analysis, it was concluded that the form of presentation of the Pilanuk Dance has a movement structure, namely the opening movement, the core movement which consists of agile footsteps and closing movements. The number of dancers must be even, namely 8 and so on. This dance can be danced by both men and women. The floor pattern is in the form of straight lines, circles and plus signs which are interpreted as the direction of the compass. drum). The costumes used by female dancers are traditional Dayak Kanayant clothes, skirts, shawls, headbands, roof tiles, obi/belts, necklaces, earrings, rinyuakng leaves. For male costumes, they use loincloths, scarves, headbands, tiles, necklaces, rinyuakng leaves, obi/belt. The facial makeup used by dancers is natural makeup. The place for the performance uses an open stage or the hall of a traditional house.
Pelatihan Penciptaan Tari Anak Bagi Guru Seni Budaya SD Dan SMP di Kabupaten Kayong Utara Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar; Regaria Tindarika; Mega Cantik Putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari; Imma Fretisari; Imam Ghozali; Nurmila Sari Djau; Yudhistira Oscar Olendo; Zakarias Aria Widyatama P; Asfar Munir; Christianly Y; Egi Putri Grandena; Mastri Dihita Sagala; Deplo Supoyo
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v6i2.13576

Abstract

Pelatihan penciptaan tari anak bagi guru seni budaya SD dan SMP di Kabupaten Kayong Utara menjadi hal yang penting mengingat kurangnya pelatihan penciptaan tari anak khususnya dalam pembelajaran seni budaya. Tari anak menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh para guru seni budaya, karena mengingat sifat dan kemampuan anak dalam bergerak akan memiliki perbedaan dikarenakan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halusnya. Metode pelaksanaan PKM memiliki tahapan-tahapan yaitu persiapan dengan berkoordinasi dengan mitra, tahap pelaksanaan menyampaikan materi tari anak, tahap mempraktikan tari anak, dan tahap pendemonstrasian peserta akan hasil ciptaan tarinya. . Hasil yang diperoleh dalam PKM ini yaitu peserta memiliki kemampuan dalam menciptakan tari anak. Meningkatkan wawasan peserta didik mengenai elemen-elemen komposisi taru, tahap eksplorasi,improvisasi, evaluasi gerak hingga menjadikan 1 karya tari yang utuh guna dijadikan referensi menari kedepannya. Pelatihan penciptaan tari anak bagi guru SD dan SMP di Kayong Utara sebagai program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura membuahkan hasil kerjasama antar pelaksana dan mitra.
MENUMBUHKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMENTASAN TARI PADA ANAK USIA DINI: CULTIVATING THE CHARACTER OF LOVE FOR THE MOTHERLAND THROUGH DANCE PERFORMANCES IN EARLY CHILDHOOD Dwi Oktariani
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 7 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter cinta tanah air dapat ditumbuh kepada anak dalam berbagai kegiatan, salah satunya dengan berkesenian yang berpijjak pada tradisi Indonesia. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana menumbuhkan karakter cinta tanah air pada siswa TK melalui sebuah pementasan tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam penjabaran ri data yang diperoleh dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pementasan tari di TK dengan pemilihan materi tari-tari bercorak tradisi di Indonesia dari berbagai wilayah mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, siswa mampu mengetahui berbagai macam tari yang berasal dari nusantara baik dari kostum, tata rias, ragam gerak, musik, tema dan properti. Dengan mengajarkan tari tradisional hingga melakukan pementasannya dapat mendekatkan anak agar lebih mencintai produk-produk kesenian tradisional yang berasal dari Indonesia dari pada kebudayaan yang berasal dari luar negeri. Nilai moral yang dapat dipelajari dari pementasan tari yang dilakukan siswa yaitu disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, nasionalisme, kerjasama dan lain-lain.
MANAJEMEN ORGANISASI SANGGAR SENI KESUMBA DI KABUPATEN MEMPAWAH Dina Mariana; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49466

Abstract

The background of this research is to find out the Organizational Management of Kesumba Mempawah Art Studio which continues to improve in its work with the achievements it has made until now. The researcher's curiosities are to find out how the studio manages the activities that are held and the role of the board in the organization of Kesumba Mempawah Art Studio. This research aims to describe the functions and elements of management which consist of Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, and Market. The form of research used is qualitative, qualitative descriptive method, and sociological approach. The data in this research are the results of interview, observation and documentation. There are several sources of data in this research, namely oral sources, written sources and behavioral sources. Data collection techniques consist of interview, observation, documentation, and documentation study. The data collection tools in this research are interview guideline, observation guideline, camera, notebook and voice recorder memo. The data validity test techniques used are source™s triangulation and observation™s extension. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusion. There is a research flow in the design of the activities carried out. The results of this research show how to work and the roles in the organization applied by the chairman to members in accordance with their respective duties which are well managed in organizing activities so that the management is applied in accordance with mutual agreement in accordance with the circumstances of the situation, and the conditions that occur in the studio.Keywords: organizational management, kesumba art studio. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengetahui Manajemen Organisasi Sanggar Seni Kesumba Mempawah yang terus meningkat dalam berkarya dengan prestasi-prestasi yang diraihnya hingga eksis sampai sekarang. Keingintahuan peneliti untuk mengetahui cara sanggar memanejemenkan kegiatan yang terselenggara dan peran pengurus dalam organisasi yang ada di Sanggar Seni Kesumba Mempawah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi  dan unsur-unsur manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, Controlling, Money, Method, Material, dan Market. Bentuk penelitian yang digunakan adalah kualitatif, metode deskriptif kualitatif, dan pendekatan Sosiologi. Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini ada beberapa pihak yaitu sumber lisan, sumber tertulis dan sumber perilaku. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini terdapat pedoman wawancara, pedoman observasi, kamera, buku catatan dan memo perekam suara. Teknik penguji keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan perpanjangan pengamatan. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Terdapat alur penelitian dalam rancangan kegiatan yang dilaksanakan. Hasil penelitian ini menunjukan cara kerja serta peran-peran dalam organisasi yang diterapkan oleh ketua kepada anggota sesuai dengan tugasnya masing-masing yang dimanajemenkan dengan baik dalam menyelenggarakan kegiatan sehingga manajemen yang diterapkan sesuai dengan kesepakatan bersama yang sesuai dengan keadaan situasi, dan kondisi yang terjadi di sanggar.Kata Kunci: manajemen organisasi, sanggar seni kesumba. Authors:Dina Mariana : Universitas TanjungpuraDwi Oktariani : Universitas TanjungpuraIsmunandar : Universitas Tanjungpura References:Amir, R. (1986). Pengetahuan Tari Sebuah Pengantar dalam Pengetahuan Elemen Tari dan Beberapa Masalah Tari. Jakarta: Direktorat Kesenian.Jacobus, R. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia.Jazuli, M. (2014). Sosiologi Seni. Medan: Graha Ilmu.Khutniah, N., & Iryanti, V. E. (2012). Upaya Mempertahankan Eksistensi Tari Kridha Jati di Sanggar Hayu Budaya Kelurahan Pengkol Jepara. Jurnal Seni Tari, 1(1).Oktariani, D. (2023). Penanaman Nilai Moral pada Anak Usia Dini Melalui Tari Tradisional di Sanggar Flamingo. Jurnal Golden Age, 7(1).Sedyawati, E. (2002). Sistem Kesenian Nasional Indonesia, Sebuah Renungan. Jakarta: Ghalia Indonesia.Soedarsono, S. (1972). Djawa dan Bali. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.Sugiyono, S. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. 
MAKNA PROPERTI TARI TUPENG NATUNA KABUPATEN NATUNA Saridin Saridin; Dwi Oktariani; Mega Cantik Putri Aditya
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.56508

Abstract

The Natuna Tupeng Dance is a traditional folk dance that grows and develops in Kelanga Village, North East Bunguran District, Natuna Regency, however there has been no writing about the meaning of the properties used by dancers. This research aims to determine the form, meaning and function that need to be revealed from the unique properties of the Natuna Tupeng Dance. The research method is descriptive qualitative with an ethnochoreology and semiotic approach to obtain data results regarding the meaning of property in the Tupeng Natuna dance. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The data validity testing technique used is extended observation and source triangulation. Based on the analysis of the data obtained, the results show that the properties of the Natuna Tupeng Dance contain meaning and messages to be conveyed to the audience. The properties of the Tupeng Natuna Dance include masks in the shape of human faces, men, women, animal faces such as beqok, plates and scarves. The mask in the shape of a human face depicts the young people of the Kelanga Village community in the Bedung forest, the mask in the shape of a beqok face depicts a monkey. The meaning of the three forms of masks is to depict the harmony of life between humans and animals, which can mean that living creatures need and interact with each other. The plate property symbolizes a form of gratitude to God, because he has provided sufficient sustenance to the people in the village. The shawl's properties symbolize the natural beauty that exists in the Bedung forest. The meanings of all the properties of the Natuna Tupeng Dance are interconnected with each other and are related to the daily lives of the people in Kelanga Village, North East Bunguran District, Natuna Regency.Keywords: Meaning, Properties, Tupeng Natuna DanceAbstrakTari Tupeng Natuna merupakan salah satu tari tradisional rakyat yang tumbuh dan berkembang di Desa Kelanga Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna, namun belum ada tulisan mengenai makna properti yang digunakan oleh penari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, makna, dan fungsi yang perlu diungkap dari keunikan properti Tari Tupeng Natuna. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi dan semiotika guna mendapatkan hasil data mengenai makna properti dalam tari Tupeng Natuna. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penguji keabsahan data yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil bahwa properti Tari Tupeng Natuna terdapat makna dan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Properti Tari Tupeng Natuna berupa topeng yang berbentuk wajah manusia laki-laki, perempuan, wajah binatang seperti beqok, piring, dan selendang. Topeng yang berbentuk wajah manusia menggambarkan muda mudi masyarakat Desa Kelanga yang berada di dalam hutan Bedung, topeng berbentuk wajah beqok yang menggambarkan seekor monyet. Makna dari ketiga bentuk topeng itu adalah menggambarkan keserasian hidup antara manusia dan binatang yang dapat bermakna bahwa makhluk hitup itu saling membutuhkan dan saling berinteraksi. Properti piring menyimbolkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan, karena telah memberikan rezeki yang cukup kepada masyarakat di Desa tersebut. Properti selendang melambangkan keindahan alam yang berda di dalam hutan Bedung.  Makna dari keseluruh properti Tari Tupeng Natuna saling berhubungan satu sama lain dan mempunyai keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Kelanga Kecamatan Bunguran Timur Laut Kabupaten Natuna.Kata Kunci: Makna, Properti, Tari Tupeng Natuna Authors:Saridin : Universitas TanjungpuraDwi Oktariani : Universitas TanjungpuraMega Cantik Putri Aditya : Universitas Tanjungpura ReferencesAnwar, A. (2020), œMakna Topeng Perempuan. Hasil Wawancara Pribadi:  5 Februari 2024, Universitas Tanjungpura.Ardiani, A., & Fitriani, N. (2023). Motif dan Makna Motif Tenun Ulos Batak Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(2).Budihardini, S. S., Tindarika, R., & Aditya, M. C. P. (2022). SEJARAH TARI TOPENG NATUNA DESA TANJUNG KECAMATAN BUNGURAN TIMUR LAUT KABUPATEN NATUNA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 12(2), 665-673.Darmawan, D. (2024), œAsal Mula Bentuk Tari Tupeng Natuna. Hasil Wawancara Pribadi:  13 Februari 2024, Universitas Tanjungpura.Istiandini, W., Tindarika, R., & Sulissusiawan, A. (2022). Makna Simbol Properti Gong pada Tari Tradisional Ngeruai Kenemiak Dayak Kantu. Jurnal Seni Tari, 11(2), 179-187.Kistanto, N. H. (2015). Tentang konsep kebudayaan. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2).Liliweri, A. (2019). Pengantar studi kebudayaan. Nusamedia.Mariana, D., Dwi, O., & Ismunandar, I. (2023). Manajemen Organisasi Sanggar Seni Kesumba di Kabupaten Mempawah. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(2).Oktariani, D. (2023). Tari Jepin Langkah Simpang Budaya Melayu. Pontianak: Cv. LakeishaOktariani, D. (2024). Peran Sanggar Seni Kesumba Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Melayu. Jurnal Ilmiah Rinjani 12(1), 15-24.Pujiana, P., & Novrita, S. (2023). Transformasi Bentuk Alam Menjadi Motif Batik di Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 12(2).Purnamawati, S., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Studi Tentang Batik Basurek di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Journal of Home Economics and Tourism, 11(1), 1“12.Suhendra, R., Fretisari, I., & Muniir, A. (2019. MAKNA SIMBOL PROPERTI TARI SELODANG MAYANG DI PULAU PEDALAMAN KABUPATEN MEMPAWAH. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 8(3).Swathy, I. D. A. I., Joni, I. D. A. S., & Suryawati, I. G. A. A. (2020). Makna Simbol Komunikasi Dalam Tari Topeng Sidakarya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Medium, 1(1), 38-45.Varadibtya, S. D., Ismunandar, I., & Istiandini, W. (2022). MAKNA PROPERTI TARI JEPIN TALI BINTANG DI DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 11(6), 365-375.
Kusmindari Triwati: Tokoh Pelestari Seni Tari di Kota Pontianak Sephira Adalia; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32747

Abstract

Kusmindari Triwati, seorang koreografer aktif di Kota Pontianak, telah menciptakan lebih dari 50 jenis tari tradisional dan kreasi yang dipentaskan secara lokal dan internasional. Selain itu, ia mendirikan Sanggar Andari yang bertujuan melestarikan kesenian tari tradisional di Indonesia. Penelitian biografinya menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif untuk menganalisis perjalanan hidup dan kontribusinya dalam dunia seni tari. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Triwati adalah seorang seniman tari yang sukses, dengan dukungan dari keluarga, lingkungan kerja, dan berbagai penghargaan yang diterimanya, termasuk gelar Tokoh Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Sanggar Andari, yang dipimpinnya, berperan dalam mengembangkan tari tradisional di Kota Pontianak dan melatih generasi muda untuk mengikuti festival tari nasional dan se-Kalimantan. Karya-karyanya yang populer, seperti tari nugal, tari tiga serangkai, dan tari rampak rebana, telah meraih banyak penghargaan dari berbagai instansi. Harapannya adalah agar masyarakat mencintai dan melestarikan budaya daerah dengan totalitas. Sebagai tokoh pelestari tari di Kota Pontianak, kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menghargai dan mempertahankan warisan budaya mereka.   Kusmindari Triwati, an active choreographer in Pontianak City, has created more than 50 types of traditional dances and creations performed locally and internationally. She also founded Sanggar Andari, which aims to preserve traditional dance arts in Indonesia. This research aims to uncover and describe Kusmindari Triwati's biography. The research uses a qualitative approach with descriptive methods to analyze her life journey and contributions to the world of dance. Primary and secondary data were collected through literature studies, observations, interviews with informants, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research results show that she is a successful dancer, supported by family, work environment, and various awards, including the Cultural Figure of West Kalimantan Province awarded by the Governor. Kusmindari Triwati founded Sanggar Andari, which develops traditional dance by educating the younger generation of Pontianak to participate in national and Kalimantan-level dance festivals. Her popular works, such as the nugal dance, three serangkai dance, and rampak rebana dance, have received numerous awards from various institutions. Her hope is that people will love and preserve their local culture wholeheartedly. As a dance preservation figure in Pontianak, her life journey can inspire people to appreciate and maintain their cultural heritage.
Strategi Pembelajaran Tari Untuk Anak di Sanggar Andari Kota Pontianak Mutia Afilla; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang di gunakan Sanggar Andari di Kota Pontianak dalam menerapkan pembelajaran tari untuk anak. Dengan menggunakan metode penelitian deskritif kualitatif untuk memaparkan data-data yang ditemukan dilapangan dari hasil wawancara bersama narasumber yang terlibat dalam proses pembelajaran, observasi serta berbagai studi dokumentasi melalui reduksi data, deskripsi data, dan pengambilan kesimpulan sehingga teknik validasi data nya dapat di uji melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tari untuk anak di Sanggar Andari adalah dengan mengikuti instruksi dari pelatih. Materi yang diberikan untuk anak adalah tari tradisional dan tari kreasi baru Kalimantan Barat dan Nusantara untuk kelas dasar dan mahir atau lanjutan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah strategi pembelajaran demontrasi terbimbing, strategi pembelajaran kontekstual, dan strategi pembelajaran kooperatif yang dilakukan oleh pelatih. Tahapan evaluasi dilaksanakan setahun dua kali dengan sistem pertunjukan tari sekaligus sebagai apresiasi bagi anak dalam proses untuk naik ke tingkat selanjutnya. Sedangkan kendala yang ditemukan saat kegiatan pembelajaran berlangsung yaitu anak kadang merasa jenuh, tidak fokus pada saat pembelajaran berlangsung, pelatih berusaha mengatasi hal tersebut melalui upaya seperti anak akan diberi penanganan khusus, memberikan dorangan, motivasi serta kata kata yang akan membangun semangat anak dalam pembelajaran di Sanggar Andari Kota Pontianak.   This research aims to describe the learning strategies used by Sanggar Andari in implementing dance learning for children. Dance learning for children at Sanggar Andari is one way to improve children's development. Using qualitative descriptive research methods to present data found in the field from interviews with sources involved in the learning process, observations and various documentation studies to support data regarding the learning strategies used at Sanggar Andari in children's classes. Then it is analyzed through several stages, namely: data reduction, data description, and drawing conclusions so that the data validation technique can be tested through source triangulation techniques. The research results obtained show that the dance learning strategy for children at Sanggar Andari, Pontianak City is to follow the instructions of the trainer. The material provided for children is lenggang broken Sembilan as the most basic material for Andari studios for children and the Main Sarong dance material is provided for classes of children who have entered advanced or advanced classes. The learning method used is a guided demonstration method carried out by the Sanggar Andari dance trainer. The evaluation stage is carried out twice a year using a dance performance system as well as an appreciation for children in the process of moving to the next level. Meanwhile, the obstacles found during learning activities are that children sometimes feel bored and do not focus while learning is taking place. The trainer tries to overcome this through efforts such as giving children special treatment, providing encouragement, motivation and words that will build children's enthusiasm for learning. took place at Sanggar Andari.
Proses Kreatif Kusmidari Triwati dalam Penciptaan Tari Rampak Rebana di Sanggar Andari Kota Pontianak Risda Pancha Permatasari; Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i1.32750

Abstract

Tari Rampak Rebana merupakan tari kreasi baru ciptaan Ibu Kusmindari Triwati, berlandaskan kesenian melayu yang bernafaskan islam dan terdapat pengembangan langkah gerak tari tradisi Melayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif dengan pendekatan koreografi. Triangulasi data mengolah hasil observasi, wawancara, dokumentasi, yang didapatkan untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil Penelitian ini untuk mengungkap proses kreatif kusmindari triawati dalam penciptaan tari rampak rebana di sanggar andari. Tari rampak rebana adalah eksplorasi gerak yang dilakukan dengan mengamati hubungan antar penari dan pemusik dalam bermain rebana, pola-pola gerak Radad, langkah dan syara. Improvisasi dilakukan dengan melanjutkan tahapan eksplorasi sehingga lebih berkualitas. Evaluasi dilakukan dengan memilih dan memilah rangkaian kebutuhan unsur tarinya. Komposisi tari dilakukan dengan menyusun gerak dan unsur tari lainnya yang telah dihasilkan dalam proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Melalui banyak proses yang dilewati oleh Kusmindari Triwati yang mengajak beberapa seniman musik hingga pada akhirnya tari Rampak Rebana berhasil tercipta pertama kalinya ditahun 1996 dan terus menerus di pertahankan eksistensinya hingga sekarang.   The Rampak Rebana dance is a new dance creation created by Mrs. Kusmindari Triwati, based on Malay arts with an Islamic spirit and there is a development of traditional Malay dance steps. The method used in this research is descriptive qualitative with a choreographic approach. The data in this research is presented in qualitative descriptive form with a choreographic approach. Data triangulation processes the results of observations, interviews, documentation, which are obtained to obtain research results. The results of this research are to reveal the creative process of Kusmindari Triawati in creating the Rampak Tambourine dance at Andari Studio. Rampak tambourine dance is an exploration of movement carried out by observing the relationship between dancers and musicians in playing the tambourine, Radad movement patterns, steps and syara. Improvisation is carried out by continuing the exploration stage so that it is of higher quality. Evaluation is carried out by selecting and sorting a series of needs for the dance elements. Dance composition is done by arranging movements and other dance elements that have been produced in the process of exploration, improvisation and composition. Through many processes, Kusmindari Triwati invited several musical artists until finally the Rampak Rebana dance was successfully created for the first time in 1996 and continues to maintain its existence until now.