Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas V di SD Inpres Kakaskasen Tiga Rivenda Damopolii; Jeffry S.J. Lengkong; Sarah S.N Tombokan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi lingkungan jadi rusak dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) di kelas V SD Inpres Kakaskasen Tiga. Subjek penelitian ini adalah 11 siswa kelas V. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Februari 2026 sampai dengan 12 Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas siswa, serta ketuntasan hasil belajar. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata observasi pada siklus I sebesar 65 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 90 (baik sekali). Aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata observasi pada siklus I sebesar 62,5 (cukup) dan meningkat pada siklus II menjadi 83,33 (baik sekali). Ketuntasan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 65,90, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 94,09. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kreativitas serta hasil belajar siswa dalam materi lingkungan jadi rusak.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kepariwisataan di Bitung Karangria di Kelurahan Bitung Karangria Manado Nayla Enviend Nento; Ivany Halda Dianomo; Sakina mamonto; Sarah S. N. Tombokan
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Bitung karangria terletak lokasi yang strategis dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, selain dukungan optimal oleh pemerintah keberhasilan pengembangan pariwisata tidak bisa terlepas dari adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana partisipasi masyarakat di Kelurahan Bitung karang ria dalam menyukseskan pengembangan pariwisata setempat dan juga untuk mengetahui faktor-faktor pendorong maupun penghambat yang ditemui masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif di mana data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak pemerintah dan masyarakat setempat titik hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah berpartisipasi aktif melalui partisipasi dalam bentuk sumbangan buah pikir dan tenaga serta melalui partisipasi dengan cara mengimplementasikan keterampilan mereka titik ditemukan pula bahwa beberapa faktor pendorong partisipasi masyarakat lokal adalah adanya kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi adanya dukungan psikologis dari pemerintah yang mau mendengarkan masukan dan kritikan dari masyarakat serta hadirnya elemen masyarakat yang memiliki latar belakang pengetahuan Kepariwisataan yang mumpuni. Namun, ada beberapa faktor yang menghambat partisipasi masyarakat, misalnya masih kurangnya kesiapan dan kesadaran untuk berpartisipasi dan belum memadainya pengetahuan dan keterampilan sebagaian masyarakat untuk berpartisipasi aktif.
Reveals Learning Problem Posing Mathematics In Primary School Sarah Tombokan; Mieke O Mandagi
Jurnal Edusci Vol 2 No 6 (2025): Vol 2 No 6 July 2025
Publisher : Annpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/edusci.v2i6.931

Abstract

Background. Math class, especially in primary school, has always been a “big monster” for many students. Teachers are also having difficulties in delivering in the classroom. However, there are some options available for addressing these problems. Aims. This chapter offers problem-based learning and project-based learning as its solutions. Both solutions are explained briefly yet clearly, including their “how-to” and their barriers. Methods: Problem-based learning and project-based learning are employed as teaching methods that engage students in real-world problems, creating a personally meaningful experience.Conclusion. some barriers in implementing both of the solution options. They are: (1) role changing of teachers from knowledge resource into facilitator, (2) lack of experience for teachers, (3) good resource availability, (4) support from stakeholders, (5) technology support, and (6) careful teaching plan. However, all of them can still be solved based on each solution.While the barriers can be overcome in the learning process, there are also some critical considerations that teachers should be aware of when solving math class problems.
Teacher Leadership Development in Elementary Schools in South Minahasa Regency Sarah S.N Tombokan; Jeffry Sony Junus Lengkong; Mister Gideon Maru; Henny Nikolin Tambingon
International Journal of Information Technology and Education Vol. 5 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of teachers' roles extends beyond teaching to leadership roles. This study aims to describe and identify teacher leadership development, its determinants, and its outcomes in elementary school settings. This study employed a case study method with a multi-case study design. The primary data source was an informal group of 11 participants, consisting of three principals and eight teachers. Data collected through interviews, observations, and documentation studies were processed using qualitative data analysis techniques using an interaction model. The validity of the research data was tested using credibility, transferability, dependability, and confirmability techniques. The results of the study are presented in three findings. First, elementary school teacher leadership development occurs through teacher learning, the boundaries of teacher leadership encompassing the classroom, group, and organization, and roles within and outside the school. Second, the determinants of elementary school teacher leadership development include internal and external factors, as well as interactions between principals and teachers. Third, the results of elementary school teacher leadership development include outcomes at the teacher, student, and school levels. The results of this study are discussed in relation to theory and empirical evidence from previous research. Furthermore, the research conclusions and recommendations are described
Implementasi Kebijakan Sarah S. N. Tombokan; Yustina Runtuwene; Siti Khodijah Mokoagow; Tharizza Hapsari Tatengkeng; Thesya Susan Wales
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15703

Abstract

Implementasi kebijakan berfungsi sebagai penetap arah demi terealisasinya tujuan yang telah dirancang. Studi ini menggunakan metode kualitatif berjenis studi pustaka (library research) untuk menguraikan proses implementasi kebijakan, khususnya di sektor pendidikan. Melalui teknik analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur dan buku relevan, ditemukan bahwa implementasi merupakan elemen paling krusial dalam sebuah kebijakan. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan perilaku badan administratif sebagai pelaksana program, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti hukum, politik, ekonomi, dan sosial yang berdampak pada pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan sangat bergantung pada penerapan strategi dan pendekatan yang tepat, serta terpenuhinya segala kelengkapan sumber daya yang dibutuhkan.
Implementasi Mapalus dalam Perspektif Global Sarah S. N. Tombokan; Yustina Rutuwene; Ririn Tifani Br Tarigan; Jesika Mariani Liando; Regina Mangundap
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15705

Abstract

Mapalus merupakan sistem kerja sama tradisional masyarakat Minahasa yang menekankan solidaritas, gotong royong, dan tanggung jawab kolektif dalam memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi. Di tengah era globalisasi, nilai-nilai Mapalus menunjukkan relevansi yang signifikan terhadap kecenderungan dunia yang semakin mendorong kolaborasi, pembangunan komunitas, dan penguatan modal sosial. Artikel ini membahas implementasi nilai-nilai Mapalus dalam perspektif global, mengidentifikasi bentuk-bentuk implementasi di berbagai negara, serta membandingkan praktik Mapalus dengan model kolaboratif internasional seperti community-based development, cooperative movement, dan social capital strengthening. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literatur, dan menghasilkan temuan bahwa nilai Mapalus dapat menjadi model kolaborasi lokal yang berpotensi mendukung pembangunan berkelanjutan, ketahanan sosial, serta peningkatan kesejahteraan komunitas.
Perspektif Global Terhadap Tradisi Mapalus dan Implementasinya dalam Pemberdayaan Masyarakat Kairagi Dua Sarah S. N Tombokan; Shelomita Masihor; Giranda Fiolin Kalundas; Anastasya Linoghi; Monica Anastasya Tulenan; Nefani Walukow
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i2.16063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami perspektif global terhadap tradisi Mapalus serta melihat bagaimana nilai-nilai kolektivitas, gotong royong, dan solidaritas sosial yang terkandung di dalamnya diimplementasikan dalam pemberdayaan masyarakat Kairagi Dua. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman warga, peran tokoh adat, serta relevansi Mapalus dalam konteks perubahan sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mapalus tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme kerja sama tradisional, tetapi juga sebagai modal sosial yang memperkuat ketahanan komunitas, meningkatkan partisipasi warga, dan memperluas jejaring dukungan sosial. Temuan ini sejalan dengan teori modal sosial kontemporer yang menekankan pentingnya kohesi komunitas dalam pembangunan berkelanjutan, seperti yang dikemukakan oleh Donati (2021) dan Putnam (2020). Selain itu, implementasi Mapalus di Kairagi Dua terbukti mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat masa kini tanpa kehilangan nilai lokal yang menjadi identitas kolektif.