Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBERDAYAAN SISWA MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BIJI PALA “PARASKU” SEBAGAI LULUR TRADISIONAL DI SMA NEGERI 6 TERNATE Mutmainnah Mutmainnah; Abulkhair Abdullah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.3983-3988

Abstract

Kelurahan Sulamadaha menjadi salah satu penghasil pala di Maluku Utara. Masyarakat di Kelurahan Sulamadaha belum memanfaatkan limbah cangkang sama sekali (dibuang atau dibakar). Sebagai salah satu upaya pemanfaatan limbah ini dengan memberikan pelatihan pembuatan lulur kecantikan berbahan dasar limbah cangkang biji pala, beras dan kunyit putih. Lulur merupakan salah satu jenis kosmetika tradisonal yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit tubuh untuk mempertahankan kesehatan, mencerahkan dan mengangkat sel kulit mati. Cangkang biji buah pala, beras dan kunyit putih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dan bahan aktif lulur tradisional karena mengandung senyawa seperti gamma oryzanol dan antioksidan yang berfungsi untuk memperbaharui pembentukan pigmen melanin, mencerahkan, melembabkan kulit dan dapat memudarkan bekas luka pada kulit.  Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara penyuluhan dan pelatihan langsung. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari observasi, identifikasi masalah, perumusan masalah, kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dievaluasi menggunakan kuesioner pretest dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta mengenai materi deksripsi produk, manfaat, cara pembuatan, dan cara penggunaan produk lulur.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER GEL PEEL OFF DARI SERBUK SISIK IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) Mutmainnah, Mutmainnah; Abdullah, Abulkhair; Syawie, Muvida
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i3.290

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit yang dapat memutihkan, mengecilkan pori-pori, melembabkan dan menutrisi kulit. Salah satu bahan yang dapat dijadikan bahan utama masker gel peel off adalah sisik ikan mujair (Oreochromis mossambicus). Sisik ikan mujair mengandung kolagen yang bermanfaat sebagai antiaging. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula masker gel peel off dari sisik ikan yang terbaik dengan memvariasikan konsentrasi PVA (5% dan 10%) dan HPMC (2% dan 4%). Dalam penelitian ini dibuat 4 formula yang berbeda. Pada sediaan dilakukan pengujian karakteristik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat sudah memenuhi kriteria. Semua formula memiliki tekstur semi padat, beraroma jeruk, dan berwarna abu-abu dan semua formula menunjukkan homogenitas yang baik. Hasil uji pH diperoleh: F1 (5,0), F2 (5,6), F3 (5,5), dan F4 (5,4). Hasil uji daya lekat diperoleh: F1 (400 g : 5,2 cm), F2 (600 g : 5,2 cm), F3 (600 g : 5,4 cm), dan F4 (600 g : 5,4 cm). hasil uji waktu mengering: F1 (55 menit), F2 (33 menit), F3 (33,3 menit), F4 (56,3 menit). Dapat disimpulkan bahwa serbuk sisik ikan mujair dapat dijadikan sediaan masker gel peel off. Formula 2 menjadi formula terbaik dengan konsentrasi PVA 10% dan HPMC 2%.
Enhancing Students’ Knowledge of Clean and Healthy Living Practices at MTs Darul Ulum Sasa, Ternate City Mutmainnah Mutmainnah; Muhammad Subhan A. Sibadu; Rufaidah Azzahrah; Nurul Izzah H. L. Pasi
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v6i1.28051

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a promotive and preventive effort that plays a crucial role in preventing environment-based diseases, particularly among school-aged children in coastal areas. MTs Darul Ulum Sasa, located in the coastal area of Ternate City, is a school where the implementation of PHBS remains relatively low. This community service activity aimed to improve students' knowledge regarding PHBS through health education. A participatory approach was employed, consisting of pre-test, interactive educational sessions, discussions, and post-test. The activity was conducted on April 11, 2025, involving 18 students of MTs Darul Ulum Sasa. A multiple-choice questionnaire was used as the evaluation instrument to measure students' knowledge before and after the educational intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in the mean knowledge score from 59.09 ± 29.10 in the pre-test to 79.55 ± 15.27 in the post-test, with a statistically significant difference (p < 0.05). These findings indicate that PHBS education was effective in enhancing students' understanding of the importance of personal and environmental hygiene.
Isolasi dan Karakterisasi Fisikokimia Microcrystalline Cellulose Tandan Pisang Mulu Bebe Abulkhair Abdullah; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v12i1.997

Abstract

Microcrystalline Cellulose (MCC) merupakan salah satu eksipien yang banyak dimanfaatkan di industri farmasi, khususnya pada produksi tablet dengan kempa langsung. MCC sering digunakan sebagai pengisi, pengikat, dan penghancur. Dengan demikian, ketersediaan MCC sangat diperlukan. Pisang menjadi salah satu sumber MCC yang menjanjikan dikarenakan mengandung 63-64% selulosa. Tandan buahnya sering kali tidak dimanfaatkan sehingga terbuang menjadi limbah. Pada penelitian ini digunakan tandan pisang mulu bebe. Pisang mulu bebe merupakan salah satu buah budidaya yang ada di Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tandan pisang mulu bebe menjadi sumber MCC. MCC dihasilkan dengan beberapa tahapan, yakni pengeringan, delignifikasi dengan larutan alkali, dan hidrolisis dengan asam mineral. Karakterisasi MCC meliputi organoleptik, kadar air, susut pengeringan, dan kelarutan. Kemurnian dari MCC diidentifikasi menggunakan SEM dan FTIR.
Optimasi Konsentrasi Minyak Atsiri Biji Pala (Myristica fragrans) Dan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) Sebagai Sediaan Repellent Patch Dengan Metode Simplex Lattice Design Ananda Natasya; Mutmainnah; Amran Nur
Media Farmasi Vol 22 No 1 (2026): Media Farmasi Edisi April 2026
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v22i1.1612

Abstract

Introduction: Mosquitoes can transmit various diseases such as dengue fever, malaria, and filariasis. DEET (N,N-Diethyl-meta-Toluamide) is commonly used as a repellent, but it has the potential to cause irritation. Essential oils from various plants have high efficacy as mosquito repellents, such as nutmeg essential oil(Myristica fragrans) with 20% efficacy and lemongrass essential oil (Cymbopogon nardus L.) with 10% efficacy. Both of these essential oils can be formulated into repellent patches, a practical adhesive formulation that slowly releases the active ingredients. Formula optimization was conducted using the Simplex Lattice Design (SLD) method to obtainthe best combination. Objectives: To investigate the optimum concentration of nutmeg and citronella essential oil as repellent patch preparation using Simplex Lattice Design method. Method: This study is an experimental study. Samples were obtained from the market and then formulated using the SLD method, where the concentration of essential oils ranged from 0-20%. After that, patch preparations were made, and the resulting preparations were then evaluated to assess characteristics including organoleptic testing, pH, effectiveness, weight uniformity, patch thickness, fold resistance, moisture content, irritation test, and hedonic test. The responses were then re-entered into the SLD, and the optimal value was determined based on the desirability value obtained. Results: The test results meet the requirements, with the following data obtained: in the organoleptic test, it has a yellowish-white color, with an essential oil aroma and smooth texture, pH 5.7-6.86, weight uniformity 0.342-0.459 g, thickness of 0.6–1.00 mm, fold resistance >200, moisture content of 5.88–8.33%, irritation (–), the most preferred hedonic formulas being 1 and 3, and a reaction time ranging from 3.5 to 4 hours. Conclusion: The repellency result obtained was 4 hours and the optimum concentration in formula 1 (0:20%) with a desirability value of 0.872.
Edukasi Dampak Pemanis Buatan Dalam Minuman Kemasan Bagi Pelajar di MTs Darul Ulum Sasa Kota Ternate Muhammad Subhan A. Sibadu; Muh Danial Fajri; Mutmainnah Mutmainnah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2189

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk memberi pengetahuan kepada siswa  di Mts Darul Ulum Sasa Kota Ternate mengenai efek merugikan yang bisa ditimbulkan dikemudian hari sebagai akibat berlebihan dalam mengkonsumsi minuman mengandung pemanis buatan yang beredar dipasaran saat ini. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari dua kegiatan yakni penyuluhan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian ini mencakup penyuluhan minuman kemasan, macam-macam pemanis buatan, efek yang ditimbulkan oleh pemanis buatan jika dikonsumsi berlebihan, kandungan dan jenis gula yang aman dikonsumsi, durasi dan jumlah minuman kemasan yang boleh dikonsumsi. Pendampingan diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pelajar dalam melakukan skrining kandungan/komposisi pemanis buatan pada minuman kemasan yang beredar terkait nilai gizi dan batas asupan gula harian. Luaran yang dihasilkan berupa  brosur dan leaflet informatif dan hasil kegiatan dipublikasikan pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, diharapkan para pelajar di kota Ternate umumnya dan di MTs Darul Ulum Sasa Kota Ternate khususnya bisa memilih konsumsi jajanan sehat dan terhindar dari penggunaan zat aditif pada makanan serta dapat meningkatkan kesehatan pelajar dan masyarakat pada umumnya.