Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI ULAT PEMAKAN DAUN KELAPA SAWIT PADA BUNGA PUKUL DELAPAN (Turnera subulata) Dibisono, Muhammad Yusuf; Parinduri, Sulthon; Ginting, Makhrani Sari; Nurliana, Nurliana; Sibagariang, Roga Oloan
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v12i2.709

Abstract

Pengendalian hayati yang menekankan penggunaan musuh alami seperti parasitoid dan predator merupakan salah satu metode pengendalian hama yang aman namun tetap mendukung perolehan hasil panen yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman musuh alami ulat pemekan daun kelapa sawit (UPDKS) yang terdapat pada bunga pukul delapan sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk penelitian selanjutnya. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023 di seksi II perkebunan Adolina PT Perkebunan Nusantara IV. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, pengumpulan data primer melalui survei, data sekunder melalui penggunaan jaring serangga. Pengamatan dilakukan dalam 4 blok, dengan 2 titik pengamatan pada setiap blok yang masing-masing berbentuk persegi panjang berukuran 1 meter kali 5 meter. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman [H'] 1,19 termasuk dalam kriteria sedang, jenis-jenis serangga serangga yang ditangkap sebanyak 5 ordo dan 15 famili dengan jumlah serangga yang tertangkap sebanyak 327 serangga, dimana jumlah musuh alami ulat pemakan daun kelapa sawit sebanyak 233 predator dan 21 parasitoid.
Uji Konsentrasi Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Mortalitas Hama Ulat Api (Setothosea asigna) Pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Farida, Aida; Parinduri, Sulthon; Kahar, Abdul; Handoko, Habib
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.9000

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsenterasi ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas hama ulat api (Setothosea asigna), Daun serai (Cimbopogon citratus) berpotensi sebagai insektisida nabati karena kandungan alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang sangat beracun bagi serangga. Penelitian dilaksanakan kebun Praktek Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Waktu penelitian selama Mei sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan jumlah taraf 5, dengan perlakuan S0 (Kontrol), S1 (10%), S2 (20%), S3 (30%), dan S4 (40%). Parameter yang di amati yaitu : Mortalitas ulat api, Intensitas serangan ulat api, dan Kecepatan kematian. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) dapat mengendalikan ulat api, dengan konsentrasi 40% efektif meningkatkan mortalitas ulat api sebesar 100% pada hari ke 5 dan menekan intensitas serangan ulat api sebesar 27.17 % pada daun bibit kelapa sawit dan kecepatan kematian terbesar 3.06 hari
THE INFLUENCE OF THE TIME OF LIGHT TRAP APPLICATION ON THE EFFECTIVENESS OF CAPTURINGMetisa Plana BAGWORM AT PABATU PLANTATION PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV Hasibuan, Henry Budi; Rey Naldi , Lesmana; Sulthon, Parinduri; Maisarah
Agro Estate Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v8i1.234

Abstract

Light traps are a way to detect early pest attacks in the field. A light trap is a device used to catch or attractinsects. Functions to determine the presence or number of insect populations on plantation land. The use oflight traps as an environmentally friendly alternative for pest control, insect attraction to color is one way ofadapting insects in nature. Insect adaptations aim to protect themselves from predators. This research wasconducted at PT. X Kebun Afdeling 4, North Sumatra. This research aims to determine the time and lightintensity in the light trap application that is most effective in controlling bagworm imago. The method used isthe descriptive method, consisting of 3 different times, namely 19.00-21.00 WIB, 23.00-01.00 WIB, and 04.00-06.00 WIB. The parameter observed was the number of trapped bagworm (Metisa plana) imago. From theresearch results, the time for applying light traps at 04.00-06.00 WIB is the time for applying light traps thatis effective in controlling imago of bagworms (Metisa plana) with a total catch of 242 individuals during 10days of research at PT. X Afdeling Gardens 4
Pengaruh Tingkat Ketinggian Fruit Trap terhadap Imago Hama Ulat Api pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Mhd Yusuf Dibisono; Sulthon Parinduri; Hari Muda
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama merupakan binatang perusak tanaman budidaya yang berguna untuk kesejahteraan manusia salah satu jenis hama yang menyerang kelapa sawit adalah hama ulat api yang merupakan ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS) yang utama serta dapat menimbulkan kerugian, dari hasil percobaan simulasi kerusakan daun yang dilakukan pada kelapa sawit berumur 8 tahun diperkirakan penururnan produksi mencapai 30-40 %. Penggunaan Fruit Trap dengan uji tingkat ketinggian diharapkan mampu memutuskan siklus hidup imago hama ulat api dan juga menjadi salah satu metode pengendalian terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ketinggian yang tepat dalam penggunaan Fruit Trap untuk mengendalikan imago hama ulat api. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan empat taraf dan enam ulangan sehingga diperoleh 24 satuan penelitian. Dengan 4 perlakuan yaitu : ketinggian Fruit Trap 1 m (T1), ketinggian Fruit Trap 1,2 m (T2), ketinggian Fruit Trap 1,4 m (T3), ketinggian Fruit Trap 1,6 m (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji tingkat ketinggian Fruit Trap berpengaruh sangat nyata dan ketinggian Fruit Trap 1,6 m sebanyak 526 ekor dengan jenis spesies Birthamula chara Swinhoe dan Darna diducta.
PENGENDALIAN HAMA ULAT KANTONG (Metisa plana Walker) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) YANG MENGHASILKAN (TM) DENGAN SISTEM INJEKSI BATANG DI KEBUN TINJOWAN PTPN IV REGIONAL II AFDELING III Riky Aspandy; Sulthon Parinduri; Muhammad Yusuf Dibisono; Henry Budi Hasibuan
Jurnal Agrofolium Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v5i1.422

Abstract

Monitoring populasi adalah langkah awal didalam sistem PHT terhadap UPDKS dan merupakan dasar untuk memutuskan perlu atau tidaknya dilakukan tindakan pengendalian. Populasi UPDKS adalah berupa kelompok –kelompok kecil, kemudian akan berkembang semakin membesar pada generasi berikutnya, dan akhirnya kelompok–kelompok hama tersebut akan saling menyatu dan memenuhi hamparan tanaman kelapa sawit yang luas. Kerugian akibat serangan hama yang cukup berat (explosive) dapat menurunkan produksi sampai 40%. Pengamatan (sensus) adanya serangan hama dan penekanan populasi pada saat akan melampaui “batas kritis”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari pengendalian hama ulat kantong dengan metode injeksi batang pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang menghasilkan (TM). Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara IV Kebun Tinjowan Afdeling III. Waktu penelitian mulai dari April - Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Statistika deskriptif yang bertujuan memberikan uraian, gambaran dan deskripsi objek penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu pengambilan sampel (sampel tanaman) dilakukan dengan metode sensus Global Telling, sensus Efektif Telling dan Netelling/ sensus mortalitas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sebelum pengendalian pada sensus global populasi hama ulat kantong dengan rata-rata ulat menyerang sebanyak 16,6 ulat per pelepah yang termasuk kriteria serangan berat dengan intensitas serangan hama tiap lokasi 44 %, dan pada sensus efektif populasi hama ulat kantong dengan rata-rata menyerang sebanyak 24.94 ulat per pelepah termasuk kriteria serangan berat dengan intensitas serangan hama tiap lokasi 29 %. Hasil sensus netelling sesudah pengendalian hama ulat kantong jumlah rata-rata ulat per pelepah 1.03 dengan mortalitas kematian 96.91 %.
K KELIMPAHAN JAMUR PADA DAUN KARET BERGEJALA PENYAKIT GUGUR DAUN KARET (GDK) Syahdan, Muhammad; Nurliana; Parinduri, Sulthon; M. Yusuf Dibisono; Sari Ginting, Makharani
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.6549

Abstract

Penyakit gugur daun tanaman karet disebabkan oleh jamur patogen yang menginfeksi jaringan pada daun tanaman karet, gejala yang timbul pada daun memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis jamur patogen yang menginfeksi daun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam jamur patogen yang diisolasi dari daun tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisiologi Unit Riset Sungei Putih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil isolasi daun bergejala gugur daun karet didapatkan 11 isolat jamur diantaranya 8 isolat yang telah teridentifikasi jamur patogen yaitu jamur Colletotrichum gloeosporidaes (1 isolat), Pestalotiopsis sp. (3 isolat), dan Corynespora cassiicola (4 isolat), dan yang teridentifikasi jamur antagonis yaitu jamur Penicillium sp. (2 isolat). Serta 1 isolat yang belum dapat teridentifikasi.
The Effect Of Harvest Insentives On The Performance Of Harvester Employees Kanopan Ulu Estate PT. MP Leidong West Indonesia Lubis, Fadli Akbar; Dibisono, Muhammad Yusuf; Parinduri, Sulthon; Maulana, Imron
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.03.10

Abstract

Premi as harvest incentives for employees on oil palm plantations are an important element in improving employee performance. Management in oil palm plantations is faced with production targets and also the capabilities of employees achieve production targets. In the palm oil plantation industry in Indonesia, the role of harvest employees is very important in the production process. The expertise of a harvester is an added value for the company to obtain maximum production results, both in quantity and quality. It's not just about being able to harvest, but it must be accompanied by techniques and compliance with the Standard Operating Procedure (SOP) in company. This research aims to analyze how the harvest premi system applies at PT. MP Leidong West Indonesia, Sialang Taji Village, South Kualuh District, North Labuhanbatu Regency, North Sumatra Province. This research analyzes how the harvest premi affects employee performance. The types of data used are primary data and secondary data. The data analysis method used in this research is quantitative descriptive using a likert scale, instrument test, regression test, partial test and determinant test. Before carrying out a simple linear regression test, instrument tests such as validity and reliability tests are first carried out by distributing questionnaires to respondents. The results of the research show that there is a positive effect of the variable (X), that is harvest premi, on the variable (Y), that is employee performance. The determinant coefficient test (R2) shows that the harvest premi has an effect on employee performance variables is 72.9%.
Reaksi Tanah Akibat Perbedaan Perlakuan Lingkungan Irham, Wardatul Husna; Saragih, Sri Wahyuna; Parinduri, Sulthon; Sitepu, Maichal Timoty; Tua, Siswo Nelson Purba
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/tabela.v2i1.445

Abstract

Tanah merupakan salah satu media yang sangat penting bagi tumbuhan. Tanaman dapat tumbuh di beberapa tempat seperti di tanah gambut, tanah salin, dan tanah pasang surut yang mana tanah tersebut digolongkan sebagai lahan marginal yang memiliki karakteristik fisik dan kimia tanah yang secara langsung mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Tanah sebagai sumberdaya alam yang dipergunakan untuk kelangsungan hidup manusia, hewan maupun tumbuhan, tentu memberikan dampak terhadap kualitas tanah. Penggunaan tanah menjadi lahan pertanian, pemukiman maupun perkebunan tentu mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda dari lingkungannya yang dalam hal ini dimungkinkan mempengaruhi reaksi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi reaksi tanah akibat perlakuan lingkungan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, reaksi tanah diamati dari pH tanah yang diambil dari dari beberapa lokasi. Metode pada penelitian ini meliputi pengumpulan sampel tanah dan penetapan pH tanah dengan cara elektrometri yang menggunakan alat pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah vegetasi 6,2; pH tanah bakaran 7,8; pH tanah sawah 5,8; pH tanah organik 6,4; pH tanah pantai 6,2 dengan rentang kriteria pH sedang hingga tinggi dengan reaksi agak masam hingga agak alkalis.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN FRUIT TRAP BERBAHAN NANAS DAN BERBAGAI WARNA LAMPU SEBAGAI PERANGKAP KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA TANAMAN BELUM MENGHASILKAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Hikmah Sejati; Sulthon Parinduri; Tuty Ningsih; Ridho Hidayatullah Margolang
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.99

Abstract

Oil palm plantations are often damaged by pests, especially the horn beetle (Oryctes rhinoceros) The damage caused can potentially suffer losses, either directly or indirectly. This study aims to determine the effectiveness and intensity of the horn beetle catch obtained by combining fruit traps with various colors of lights in the Immature Plants (TBM) area, the lights used are 18 watt emergency lights. This study used a non- factorial Randomized Block Design (RAK) research method with five levels of treatment, namely: P0 (white light + pineapple), P1 (yellow light + pineapple), P2 (blue light + pineapple), P3 (green light + pineapple). . light + pineapple). light + pineapple). , P4 (red light + pineapple) with four replications to obtain 20 treatment samples. The parameter observed was the number of beetles (O. rhinoceros) trapped. The results of this study showed that P1 was significantly different from treatment P2, P3 and P4 but not significantly different from treatment P0, in general, treatment P1 was the most effective treatment with the acquisition of horn beetles trapped as many as 146 tails. This is because yellow light has a color spectrum length of 560-590 nm which best corresponds to the wavelength of the color spectrum that is acceptable to insects, which is 300-650 nm. In addition, yellow light is more unified and gives a more dominant light reflection in the dark.
Uji Konsentrasi Ekstrak Daun Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Mortalitas Hama Ulat Api (Setothosea asigna) Pada Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Farida, Aida; Parinduri, Sulthon; Kahar, Abdul; Handoko, Habib
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 3 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i3.9000

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsenterasi ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) terhadap mortalitas hama ulat api (Setothosea asigna), Daun serai (Cimbopogon citratus) berpotensi sebagai insektisida nabati karena kandungan alkaloid, terpenoid dan flavonoid yang sangat beracun bagi serangga. Penelitian dilaksanakan kebun Praktek Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan. Waktu penelitian selama Mei sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan jumlah taraf 5, dengan perlakuan S0 (Kontrol), S1 (10%), S2 (20%), S3 (30%), dan S4 (40%). Parameter yang di amati yaitu : Mortalitas ulat api, Intensitas serangan ulat api, dan Kecepatan kematian. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) dapat mengendalikan ulat api, dengan konsentrasi 40% efektif meningkatkan mortalitas ulat api sebesar 100% pada hari ke 5 dan menekan intensitas serangan ulat api sebesar 27.17 % pada daun bibit kelapa sawit dan kecepatan kematian terbesar 3.06 hari