Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KESELAMATAN RADIASI BERDASARKAN PERKA BAPETEN NO.04 TAHUN 2020 DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2022 Napitupulu, Rohana; Rizqi Ulla Amaliah; Trisna Dewita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i2.404

Abstract

Departemen Radiologi merupakan salah satu fasilitas penunjang rumah sakit untuk mendiagnosis penyakit dengan menggunakan peralatan sinar-X. Sinar-X adalah jenis radiasi pengion. Sinar-X tidak hanya bermanfaat, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ahli radiologi dan komunitas lingkungan kerja radiasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan proteksi radiasi pada fasilitas radiasi RSUD Kota Tanjung Pinang. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan observasional, wawancara dan checklist pada setiap aktivitas pekerja radiasi. Hasil dari penelitian diperoleh persyaratan managemen dari 34 poin terdapat 32 poin ada dan memenuhi standar,1 poin ada dan belum memenuhi standar, 1 poin tidak ada. Dari persyaratan proteksi radiasi seluruh komponen telah memenuhi standar. Dari persyaratan teknik seluruh komponen memenuhi standar. Untuk persyaratan verifikasi keselamatan terdapat 1 komponen memenuhi standar, 1 komponen ada dan belum memenuhi standar, 1 komponen tidak ada. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari empat variabel penelitian yaitu persyaratan managemen, proteksi radiasi, teknik, dan verifikasi keselamatan dengan total 45 poin terdapat 41 poin telah terpenuhi dan memenuhi standar Perka Bapeten No. 4 Tahun 2020, 2 poin terpenuhi tetapi belum memenuhi standar dan 2 poin tidak ada. Kata kunci : Keselamatan radiasi, radiologi Abstract The Department of Radiology is one of the hospital's supporting facilities for diagnosing diseases using X-ray equipment. X-rays are a type of ionizing radiation. X-rays are not only useful, but can also cause health problems for radiologists and the radiation work environment community. The research method is a qualitative method with an observational approach, interviews and checklists on each radiation worker activity. The results of the study obtained management requirements of 34 points, 32 points exist and meet the standard, 1 point exists and does not meet the standard, 1 point does not exist. From the radiation protection requirements, all components have met the standard. From the technical requirements, all components meet the standards. For safety verification requirements there are 1 component that meets the standard, 1 component exists and does not meet the standard, 1 component does not exist. The conclusion of this study is that of the four research variables, namely management requirements, radiation protection, engineering, and safety verification with a total of 45 points, 41 points have been met and meet the standards of Perka Bapeten No. 4 of 2020, 2 points are met but do not meet the standards and 2 points are missing. Key Word : Radiation safety, radiology
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN 5R PADA KARYAWAN BAGIAN BENGKEL TRAILER DAN WORKSHOP AREA PT. X pramawati, anita; Sarbiah, Andi; Dewita, Trisna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.496

Abstract

Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) adalah proses pembersihan semua kotoran agar dapat menggunakan benda yang diperlukan pada waktu yang diperlukan dalam jumlah yang secukupnya. Pemahaman tentang penerapan 5R yang baik pada karyawan di PT. X Batam bertujuan agar para karyawan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang karyawan bagian bengkel trailer dan workshop area PT.X Batam Tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dan analisis statistic menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan 5R (p-value=0,025), hubungan ketersediaan fasilitas dengan penerapan 5R (p-value=0,024) dan hubungan pelatihan dengan penerapan 5R (p-value=0,003). Disimpulkan dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan fasilitas dan pelatihan dengan penerapan 5R,sehingga disarankan untuk perusahaan agar meningkatkan penerapan program 5R dan melakukan sosialisasi pada karyawan mengenai pentingnya penerapan 5R di tempat kerja, serta mengadakan pelatihan 5R bagi karyawan.
Faktor yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Ruang Rawat Inap Di Rumah Sakit X Dewita, Trisna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i01.505

Abstract

Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang menyebabkan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang berdampak pada perubahan emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang. Dalam menjalankan profesinya, perawat rentan terhadap stres, yang disebabkan oleh beban kerja fisik dan beban kerja mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja, beban kerja, status perkawinan, masa kerja dengan stres kerja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel 24 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Chi-Square dengan α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja (p value 0,03); dan tidak ada hubungan antara shift kerja (p value 0,543); status perkawinan (p value 0,183); masa kerja (p value 0,480) dengan stres kerja. Disarankan manajemen rumah sakit meningkatkan lingkungan kerja yang kondusif untuk kenyamanan dalam bekerja, mengadakan rekreasi, memberikan konseling dalam menghadapi masalah selama bekerja, menganalisis beban kerja.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan darurat kebakaran Kinasih, Lalita Vania; Syuhada, Ambar Dani; Ahmad, Nasir; Dewita, Trisna
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/rs9hp359

Abstract

Latar Belakang: Potensi bahaya kebakaran sangat tinggi pada beberapa area kerja, seperti area produksi, bejana tekan, proses penggorengan, dan warehouse. Kondisi tersebut masih adanya sumber panas, bahan mudah terbakar, serta potensi percikan api yang dapat memicu keadaan darurat apabila tidak diantisipasi dengan kesiapsiagaan yang baik dari pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 73 responden yang dipilih melalui proportional sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil: Menunjukkan adanya hubungan antara kesiapsiagaan kebakaran dengan pengetahuan (p = 0,012), masa kerja (p = 0,001), pendidikan (p = 0,002), jenis kelamin (p = 0,020), sarana prasarana (p = 0,000), dan pelatihan kebakaran (p = 0,000).Kesimpulan: Pekerja di area Plan 1 PT. X umumnya memiliki pengetahuan rendah tentang kesiapsiagaan kebakaran, didominasi oleh laki-laki berpendidikan SMA, masa kerja 0–5 tahun, serta minim pelatihan dan keterbatasan sarana prasarana.
TEMPERATURE PANAS DAN USIA TERHADAP KELELAHAN PADA PEKERJA DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR Dewita, Trisna
IDENTIFIKASI Vol 6 No 1 (2020): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v6i1.116

Abstract

This study aims to determine the relationship of heat temperature and age with work fatigue in the area of Punggur Final Disposal Of 2019. This research uses observational analytic research using a cross-sectional approach using quantitative methods. Is a study that studies the relationship between risk factors (independent) with effect factors (dependent), the number of samples in the study amounted to 30 workers. The study was conducted in the area of Punggur Lake in Batam City. The study was measured by using a questionnaire and measuring instruments using the QUEStempº32 Thermal Environment Monitor (measuring hot work environment) ISBB / WBGT results were obtained. Test analysis using the chi-square test. The results of this study obtained the value of P-value for heat, and age less than 0.05. This means that Ho in Reject there is a significant relationship between the factors of Heat Temperature, Age With Work Fatigue. Conclusion There is a Significant Relationship between Heat Temperature and Age on Work Fatigue in workers in the Telaga Punggur TPA area in Batam City in 2019. Suggestions are expected management of Telaga Punggur TPA Providing adequate drinking water and providing sufficient rest periods for workers pedestrians also try to cross to use sidewalk facilities on the other side that are not used to sell traders who have the risk of conflict between pedestrians and vehicles at the crossing point.
Hubungan Status Gizi, Stres Kerja, dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT. X Kota Batam Tahun 2023 Sukma Hidayati; Agung Sundaru Dwi Hendarta; Trisna Dewita
Journal Occupational Health Hygiene and Safety Vol. 1 No. 1 (2023): JULY 2023
Publisher : Health Science Udinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/johhs.v1i1.8706

Abstract

Kelelahan kerja merupakan penyakit akibat kerja yang sudah umum didunia kerja, faktor penyebabnya yaitu usia, status gizi, beban kerja, stres kerja, lingkungan kerja, dll. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan status gizi, stres kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT. X Kota Batam Tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan pekerja PT.X Kota Batam dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden. Instrumen penelitan ini berupa kuesioner dan pengukuran dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kelelahan pada pekerja (P-value = 0,017), terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja (P-value = 0,024), dan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja (P-value = 0,024). Disimpulkan dimana P-value < ? 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa semua variabel terdapat hubungan signifikan antara status gizi, stres kerja, dan beban kerja dengan kelelahan kerja. Saran untuk perusahaan lebih memperhatikan status gizi pekerja, beban kerja, dan membangun manajemen stres kerja agar terhindar dari kelelahan kerja.
Hubungan Durasi Paparan Fume Pengelasan dan Penggunaan Masker Las Terhadap Fungsi Paru pada Pekerja Las Pt. X Kota Batam Tahun 2026 Alya Angel; Trisna Dewita; Hening Rizky Permata
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cj1fmv28

Abstract

Exposure to welding fumes is a risk factor for impaired lung function commonly found among welders in the shipbuilding industry. This study aims to determine the relationship between the duration of exposure to welding fumes and the use of welding masks on lung function among welders at PT. X in Batam City in 2026. This study is an analytical observational study using a cross-sectional approach. The population consists of welders at PT. X in Batam City, with a sample size of 40 respondents. The research instruments included a questionnaire, an observation sheet, and spirometry tests, with the results analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant association between the duration of welding fume exposure and lung function (p < 0.001) and between the use of welding masks and lung function (p < 0.001). Workers with an exposure duration of >8 hours/day exhibited abnormal lung function in 72.2% of cases, whereas all workers using masks in the “good” category had normal lung function (100%). It is concluded that both variables are significantly associated with the lung function of welding workers. Companies are advised to consistently require the use of NIOSH-standard masks and to limit working hours in accordance with applicable regulations.
Efektivitas Penerapan Hazard Identification Safety (HIS) Dalam Mengendalikan Unsafe Condition Dan Unsafe Action Pada Pekerja Welder Di PT. X Kota Batam Tahun 2026 Ananda Putri Maharani; Trisna Dewita; Jamal Jamal
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12442

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, terutama bagi welder yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan kerja. Salah satu upaya pengendalian risiko adalah penerapan Hazard Identification Safety (HIS) untuk mengidentifikasi bahaya serta mengendalikan unsafe condition dan unsafe action. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan HIS pada pekerja welder di PT. X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one group before-after). Sampel berjumlah 100 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan checklist HIS dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan penerapan HIS berkategori baik sebesar 85,0%. Persentase unsafe action menurun dari 70,0% menjadi 25,0%, sedangkan unsafe condition dari 72,0% menjadi 20,0%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p-value = 0,000; p < 0,05). Disimpulkan bahwa HIS efektif mengendalikan unsafe action dan unsafe condition. Perusahaan disarankan meningkatkan pengawasan, pelaporan bahaya, dan tindak lanjut temuan untuk mendukung budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.