Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN, LINGKUNGAN DAN MESIN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PADA PENGOPERASIAN CRANE DI PT X KOTA BATAM Dewita, Trisna; Hurit, Blasius Ricky
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS) Volume 2 Nomor 1 Januari 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v2i01.116

Abstract

Crane merupakan seperangkat alat yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan serta menurunkan suatu benda ketempat lain dengan jangkauan terbatas dan memiliki potensi bahaya yang sering disebabkan oleh perilaku tidak aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pengoperasian crane di PT. X Kota Batam Tahun 2020. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah operartor crane pada PT. X dengan jumlah sampel 32 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total sampling dan uji statistic menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 32 responden yang menjadi sampel penelitian terdapat perilaku tidak aman yang dilakukan pekerja di area PT. X pada pekerja operator crane. Hasil penelitian diperoleh bahwa Faktor yang menyebabkan pekerja berperilaku tidak aman yaitu dikarenakan dari 32 orang mayoritas responden berpengetahuan tidak baik sebanyak 25 orang (78.1%), mayoritas responden yang menyatakan mesin tidak layak sebanyak 19 orang (59.4%), mayoritas responden menyatakan lingkungan tidak kondusif sebanyak 20 orang (62.5%) sedangkan untuk responden yang berperilaku tidak aman sebanyak 24 responden (75.0%). Kesimpulan ada hubungan faktor pengetahuan dengan perilaku tidak aman yaitu p value = 0.000 , ada hubungan faktor mesin dengan perilaku tidak aman yaitu p value = 0.003 dan ada hubungan faktor lingkungan dengan perilaku tidak aman yaitu p value = 0.030 dimana ɑ<0.05.
HUBUNGAN INDIKATOR PROMOSI KE DENGAN PERILAKU AMAN PADA PENGEMUDI MOTOR SANGKUT DI BELAKANG PADANG KOTA BATAM TAHUN 2021 Dewita, Trisna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v3i2.354

Abstract

Transportasi laut berperan penting untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau lainya, namun terdapat hazard dalam pekerjaannya sehingga dapat menimbulkan risiko kecelakaan. Penyebab kecelakaan di laut dapat diakibatkan oleh beberapa factor antara lain adalah perilaku tidak aman saat bekerja. Promosi K3 merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendorong serta menambah kesadaran dan perilaku aman agar terhindar dari kecelakaan kerja. Promosi K3 memiliki lima indikator yaitu pengetahuan, komunikasi K3, ketersediaan APD, pengawasan, rambu-rambu K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, komunikasi K3 dan ketersediaan APD dengan perilaku aman pada pengemudi motor sangkut. Penelitian ini dilakukan di pelabuhan belakan padang. Jenis penelitaan yang dgunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 orang yang didapat dengan teknik insidental sampling. Analisis statistik menggunakan chi square. Pada penelitian ini diperoleh hasil P-value pengetahuan, komunikasi K3 dan etersediaan APD dibawah 0,5 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan, komunikasi K3, ketersediaan APD dan pengawasan dengan perilaku aman pada pengemudi motor sangkut
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI BERDASARKAN PERKA BAPETEN NO.04 TAHUN 2020 DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KOTA TANJUNGPINANG TAHUN 2022 Napitupulu, Rohana; Rizqi Ulla Amaliah; Trisna Dewita
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i2.404

Abstract

Departemen Radiologi merupakan salah satu fasilitas penunjang rumah sakit untuk mendiagnosis penyakit dengan menggunakan peralatan sinar-X. Sinar-X adalah jenis radiasi pengion. Sinar-X tidak hanya bermanfaat, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ahli radiologi dan komunitas lingkungan kerja radiasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan proteksi radiasi pada fasilitas radiasi RSUD Kota Tanjung Pinang. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan observasional, wawancara dan checklist pada setiap aktivitas pekerja radiasi. Hasil dari penelitian diperoleh persyaratan managemen dari 34 poin terdapat 32 poin ada dan memenuhi standar,1 poin ada dan belum memenuhi standar, 1 poin tidak ada. Dari persyaratan proteksi radiasi seluruh komponen telah memenuhi standar. Dari persyaratan teknik seluruh komponen memenuhi standar. Untuk persyaratan verifikasi keselamatan terdapat 1 komponen memenuhi standar, 1 komponen ada dan belum memenuhi standar, 1 komponen tidak ada. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari empat variabel penelitian yaitu persyaratan managemen, proteksi radiasi, teknik, dan verifikasi keselamatan dengan total 45 poin terdapat 41 poin telah terpenuhi dan memenuhi standar Perka Bapeten No. 4 Tahun 2020, 2 poin terpenuhi tetapi belum memenuhi standar dan 2 poin tidak ada. Kata kunci : Keselamatan radiasi, radiologi Abstract The Department of Radiology is one of the hospital's supporting facilities for diagnosing diseases using X-ray equipment. X-rays are a type of ionizing radiation. X-rays are not only useful, but can also cause health problems for radiologists and the radiation work environment community. The research method is a qualitative method with an observational approach, interviews and checklists on each radiation worker activity. The results of the study obtained management requirements of 34 points, 32 points exist and meet the standard, 1 point exists and does not meet the standard, 1 point does not exist. From the radiation protection requirements, all components have met the standard. From the technical requirements, all components meet the standards. For safety verification requirements there are 1 component that meets the standard, 1 component exists and does not meet the standard, 1 component does not exist. The conclusion of this study is that of the four research variables, namely management requirements, radiation protection, engineering, and safety verification with a total of 45 points, 41 points have been met and meet the standards of Perka Bapeten No. 4 of 2020, 2 points are met but do not meet the standards and 2 points are missing. Key Word : Radiation safety, radiology
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN 5R PADA KARYAWAN BAGIAN BENGKEL TRAILER DAN WORKSHOP AREA PT. X pramawati, anita; Sarbiah, Andi; Dewita, Trisna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v1i02.496

Abstract

Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) adalah proses pembersihan semua kotoran agar dapat menggunakan benda yang diperlukan pada waktu yang diperlukan dalam jumlah yang secukupnya. Pemahaman tentang penerapan 5R yang baik pada karyawan di PT. X Batam bertujuan agar para karyawan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional yang bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang karyawan bagian bengkel trailer dan workshop area PT.X Batam Tahun 2020. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dan analisis statistic menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan 5R (p-value=0,025), hubungan ketersediaan fasilitas dengan penerapan 5R (p-value=0,024) dan hubungan pelatihan dengan penerapan 5R (p-value=0,003). Disimpulkan dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara pengetahuan, ketersediaan fasilitas dan pelatihan dengan penerapan 5R,sehingga disarankan untuk perusahaan agar meningkatkan penerapan program 5R dan melakukan sosialisasi pada karyawan mengenai pentingnya penerapan 5R di tempat kerja, serta mengadakan pelatihan 5R bagi karyawan.
Faktor yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Ruang Rawat Inap Di Rumah Sakit X Dewita, Trisna
Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (j-kis) Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/j-kis.v4i01.505

Abstract

Stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang menyebabkan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis, yang berdampak pada perubahan emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang. Dalam menjalankan profesinya, perawat rentan terhadap stres, yang disebabkan oleh beban kerja fisik dan beban kerja mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja, beban kerja, status perkawinan, masa kerja dengan stres kerja. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel 24 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Chi-Square dengan α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan stres kerja (p value 0,03); dan tidak ada hubungan antara shift kerja (p value 0,543); status perkawinan (p value 0,183); masa kerja (p value 0,480) dengan stres kerja. Disarankan manajemen rumah sakit meningkatkan lingkungan kerja yang kondusif untuk kenyamanan dalam bekerja, mengadakan rekreasi, memberikan konseling dalam menghadapi masalah selama bekerja, menganalisis beban kerja.