Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Defining and Valuing the Relationship Pattern of Actors’ Involvement on Cattle Farming Systems using Stakeholder Network Analysis in West New Guinea, Indonesia Iyai, Deny Anjelus; Mulyadi, Mulyadi; Wajo, Muhammad Jen; Naibey, Rosdiana; Hayati, Dwi Nur; Noviyanti, Noviyanti; Bajari, Makarius; Koibur, Johan; Syufi, Yafed; Pakage, Stepanus; Inriani, Noveling; Nuhuyanan, Lamberthus E.; Purba, Jublyana; Rahayu, Bernadetha W.I.; Fatem, Hendrik; Widayati, Isti
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol 11 No 3 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Vete
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i3.112

Abstract

Abstrak Sapi merupakan salah satu peternakan prioritas utama di Indonesia. Ternak sapi telah memainkan peran penting dalam aspek ekonomi dari total pendapatan. Sebagai peternakan prioritas karena berbagai keterlibatan dan peran pemangku kepentingan. Studi dilakukan di Manokwari pada bulan April-Juni 2019 dengan menggunakan focus group discussion terhadap dua puluh individu, kelompok dan lembaga massa yang diwakili. Pertanyaan yang dibahas mengenai latar belakang, pengiriman sumber daya, interkonektivitas antar aktor, intervensi dan inovasi. Temuan utama adalah bahwa aktor yang dikelompokkan mendominasi, diikuti oleh aktor hukum, lembaga swasta, peran pemangku kepentingan dan memiliki efek positif karena kepentingan. Namun, ancaman eksis baik secara langsung tetapi tanpa efek balik. Tiga sumber daya bersama teratas adalah akses, kepuasan, dan waktu yang dihabiskan. Aktor dapat memiliki program jangka panjang dengan keberlanjutan menggunakan sumber daya netral hingga kuat. Hubungan aktor ditemukan dalam tiga kelompok, yaitu positif, negatif dan tidak ada hubungan. Intervensi sangat dibutuhkan, yaitu waktu yang dihabiskan, kepuasan, kebijakan, pengetahuan dan akses. Prioritas inovasi akan keterampilan, kebijakan, dan pengetahuan. Kata kunci: Analisis jaringan pemangku kepentingan; Intervensi dan inovasi; Pelaku; Sumber daya bersama; Usaha peternakan sapi. . Abstract Cattle is one of the top priority animal agriculture in Indonesia. It has played significant roles in economical aspect of Total revenues. Those are due to stakeholders’ involvement. Study was done in Manokwari from April to June 2019 by using focus group discussion towards twenty various represented individuals, groups and mass institutions. The queries discussed concerning background, resources delivery, interconnectivity amongst actors, intervention and innovation. The primarily finding is that grouped actors dominated, followed by laws actors, private types institutions, stakeholder role and having positive effect due to importance. However, threat existed directly without turn-back effect. The three top shared resources were access, satisfaction, and time spent. Actors can have long term period program with sustainability using neutral to strong power resource. Relationship of actors found in three groups, i.e. positive, negative and no relationship. Intervention was urgently needed, i.e. time spent, satisfaction, policy, knowledge and access. Priority of innovation will be skills, policy, and knowledge. Keywords: Actors; Cattle farming business; Intervention and innovation; Shared resources; Stakeholder network analysis.
Defining and Valuing the Relationship Pattern of Actors' Involvement on Cattle Farming Systems using Stakeholder Network Analysis in West New Guinea, Indonesia: Pendefinisian dan Penilaian Pola Hubungan Keterlibatan Aktor Pada Sistim Peternkan Sapi dengan Menggunakan Analisis Stakeholder Network di Papua Barat, Indonesia Deny Anjelus Iyai; Mulyadi Mulyadi; Muhammad Jen Wajo; Rosdiana Naibey; Dwi Nur Hayati; Noviyanti Noviyanti; Makarius Bajari; Johan Koibur; Yafed Syufi; Stepanus Pakage; Noveling Inriani; Lamberthus E. Nuhuyanan; Jublyana Purba; Bernadetha W.I. Rahayu; Hendrik Fatem; Isti Widayati
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i3.112

Abstract

Abstrak Sapi merupakan salah satu peternakan prioritas utama di Indonesia. Ternak sapi telah memainkan peran penting dalam aspek ekonomi dari total pendapatan. Sebagai peternakan prioritas karena berbagai keterlibatan dan peran pemangku kepentingan. Studi dilakukan di Manokwari pada bulan April-Juni 2019 dengan menggunakan focus group discussion terhadap dua puluh individu, kelompok dan lembaga massa yang diwakili. Pertanyaan yang dibahas mengenai latar belakang, pengiriman sumber daya, interkonektivitas antar aktor, intervensi dan inovasi. Temuan utama adalah bahwa aktor yang dikelompokkan mendominasi, diikuti oleh aktor hukum, lembaga swasta, peran pemangku kepentingan dan memiliki efek positif karena kepentingan. Namun, ancaman eksis baik secara langsung tetapi tanpa efek balik. Tiga sumber daya bersama teratas adalah akses, kepuasan, dan waktu yang dihabiskan. Aktor dapat memiliki program jangka panjang dengan keberlanjutan menggunakan sumber daya netral hingga kuat. Hubungan aktor ditemukan dalam tiga kelompok, yaitu positif, negatif dan tidak ada hubungan. Intervensi sangat dibutuhkan, yaitu waktu yang dihabiskan, kepuasan, kebijakan, pengetahuan dan akses. Prioritas inovasi akan keterampilan, kebijakan, dan pengetahuan. Kata kunci: Analisis jaringan pemangku kepentingan; Intervensi dan inovasi; Pelaku; Sumber daya bersama; Usaha peternakan sapi. . Abstract Cattle is one of the top priority animal agriculture in Indonesia. It has played significant roles in economical aspect of Total revenues. Those are due to stakeholders’ involvement. Study was done in Manokwari from April to June 2019 by using focus group discussion towards twenty various represented individuals, groups and mass institutions. The queries discussed concerning background, resources delivery, interconnectivity amongst actors, intervention and innovation. The primarily finding is that grouped actors dominated, followed by laws actors, private types institutions, stakeholder role and having positive effect due to importance. However, threat existed directly without turn-back effect. The three top shared resources were access, satisfaction, and time spent. Actors can have long term period program with sustainability using neutral to strong power resource. Relationship of actors found in three groups, i.e. positive, negative and no relationship. Intervention was urgently needed, i.e. time spent, satisfaction, policy, knowledge and access. Priority of innovation will be skills, policy, and knowledge. Keywords: Actors; Cattle farming business; Intervention and innovation; Shared resources; Stakeholder network analysis.
PENDAMPINGAN PROSES PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN PADA IDUL ADHA 1442 DI KABUPATEN MANOKWARI: Asisstancy in the Slaughtering Process of Animals for 1442 Eid Al-Adha in the Manokwari Regency Elfira Kariane Suawa; Noveling Inriani; Dwi Noerhayati; Isti Widayati; Sientje D. Rumetor
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v3i2.302

Abstract

ABSTRACT  The aim of slaughtering of sacrificial animals on Eid al-Adha worship in Manokwary Regency is to provide a good quality of meat before distribution and as follows as health protocols for COVID-19 .  The slaughtering was done in 2 locations in Manokwari Regency.  The observation methode was for antemortem examination (one day) before slauthering to observe the general conditions of animal and postmortem examination to evaluate the carcasses are eatable. Data was analyse as descriptive and presented in table and pictures. 22 catles were slautered under health protocols for Covid-19. Generally, the results of antemortem examination indicated that all catles were suitable and in good condition for slaughter. For postmortem showed 4 livers(18%) were infected by worms with one liver had to be removed due to highly fasciolosis. Other organs and carcass showed in good performace and eatable. All process during this activity, from slauter to distribution was going under the health protocols for Covid-19, and were hygene to fullfill the ASUH meat (safe,healthy, compact and Halal, and the gathering procedure has followed the health protocols during pandemic COVID-19.  Keywords: Eid Al-Adha; Sacrifiying animals; slautering   ABSTRAK  Pemeriksaan hewan kurban di Kabupaten Manokwari bertujuan untuk memastikan daging kurban yang didistribusikan ke masyarakat merupakan daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), serta mengikuti dengan protocol kesehatan yang telah ditetapkan dimasa Pandemic Covid 19. Penyembelihan dilakukan di 2 lokasi, di Kabupaten Manokwari. Metode pemeriksaan dilakukan secara langsung dengan melakukan pemeriksaan secara antemortem dan postmortem. Selanjutnya data di analisis secara deskriptif dan disajikan dalam betuk table dan gambar. Sebanyak 22 ekor sapi yang disembelih, dimana proses dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam  Situasi Wabah  Bencana  Non  Alam  Corona  Virus Disease  (COVID-19) sesuai arahan pemerintah. Pemeriksaan antemortem memperlihatkan bahwa ke 22 ekor sapi yang dikurbankan layak dan dalam kondisi yang baik untuk disembelih. Sedangkan pada pemeriksaan postmortem ditemukan 4 organ hati yang terinfeksi cacing, dimana satu organ hati harus dimusnahkan karena terinfeksi parah fasciolosis. Organ lain dan daging berada dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Manokwari telah memenuhi aspek higienis dan sanitasi agar diperoleh daging kurban yang ASUH, dan prosedur pemotongan telah mengikuti protocol kesehatan selama masa pandemic COVID-19. Kata kunci: Hewan kurban; Idul-adha; Penyembelihan
Identifikasi cacing nematoda pada saluran pencernaan babi di Makassar: Identification of nematode worms in the pig digestive tract in Makassar Noveling Inriani; Priyo Sambodo
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 12 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v12i3.247

Abstract

ABSTRAK Nematoda merupakan jenis endoparasit yang hidup dalam tubuh inang, ciriciri tubuhnya tidak bersegmen dan biasanya berbentuk silinder yang memanjang serta meruncing pada kedua ujungnya. Cacing Nematoda mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap jaringan inang sehingga umumnya tidak menimbulkan kerusakan serta gejala klinis yang berat tetapi dapat pula menjadi pathogen karena inang menderita malnutrisi atau terjadi penurunan daya imunitas tubuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacing Nematoda pada saluran pencernaan babi yang ada di Makassar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2015. Sampel diambil dari 50 ekor ternak babi di peternakan Panaikang, Makassar. Sampel diperiksa dengan metode Uji Apung selanjutnya jika positif ditemukan telur cacing Nematoda maka dilakukan Uji Mc Master untuk menghitung jumlah telur cacing per gram tinja. Hasil penelitian ini menunjukkan 18 sampel ditemukan positif telur Ascaris suum (36%) dan satu sampel ditemukan positif telur Oesophagustomum dentatum (2%), berdasarkan tingkat derajat keparahannya termasuk infeksi ringan Kata Kunci : Babi; Makassar; Nematoda; saluran pencernaan; ABSTRACT Nematodes are the types of endoparasites that live in the body of the host, the characteristics of the body is not segmented and usually cylindrical elongated and tapered at both ends. Nematode worms have the ability to adapt to the host tissue that generally do not cause damage and severe clinical symptoms, but can also be pathogenic for the host suffering from malnutrition or decreased immunity power. The aims of this non-experimental research were to identify Nematode worms in the digestive tract of pigs in Makassar. This research was conducted in June 2015. Samples were taken from 50 pigs on farms Panaikang, Makassar. Samples examined using the floating method furthermore if found positive Nematode worm eggs Mc Master then conducted tests to count the number of worm eggs per gram of feces. The results showed 18 samples found positive for eggs of Ascaris suum (36%), one sample was found positive Oesophagustomum dentatum egg (2%), based on the level of severity including mild infection. Keywords : digestive tract; Nematoda; Pig; Makassar
Pemeriksaan hewan kurban di Kota Manokwari, zona hijau wabah penyakit mulut dan kuku: Inspection of sacrificial animal in Manokwari City, green zone of outbreak of foot and mouth disease Priyo Sambodo; Isti Widayati; Dwi Nurhayati; Alnita Baaka; Purwaningsih; John A. Palulungan; Rizki Arizona; Noviyanti; Noveling Inriani; Elfira K. Suawa; Sientje D. Rumetor; Muhammad J. Wajo
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v3i3.316

Abstract

ABSTRACT  This activity aims to determine the health status of the sacrificial animals in the Manokwari City Region with the status of a green zone for the FMD outbreak based on antemortem and postmortem examinations. The activity was carried out on 93 Bali Cattle which were divided into 6 mosques in Manokwari Regency. The examination consists of antemortem and postmortem examination by inspection, palpation and incision. The data obtained were analyzed descriptively and presented in percentages and figures. In 2021-2022, there will be no cattle traffic entering the West Papua Region. The percentage of BCS of sacrificial animals slaughtered this year is as follows: #2: 8.82%; #3: 11.76%; #4: 64.71; #5: 14.71%. Body temperature: 36.10oC – 37.50oC. The locomotion, facial expressions, respiration, eye mucosa and anus condition as well as muzzle and mouth conditions, hoof conditions and body surfaces in all the sacrificial animals did not change. Carcasses and organs did not change or were normal, except for the liver (32.53% had fasciolosis) and the rumen (35.09% had paramphistomosis) and there were no symptoms of FMD. Conclusion: all sacrificial animals deserve to be slaughtered and their meat consumed, except for some of the liver and rumen and not infected with FMD.  Keywords: Fasciolosis; Manokwari; Paramphistomosis; PMK; Sacrificial   ABSTRAK  Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan hewan kurban di Wilayah Kota Manokwari yang berstatus zona hijau wabah PMK berdasarkan pemeriksaan antemortem dan postmortem. Kegiatan dilakukan pada 93 ekor Sapi Bali yang terbagi di 6 masjid di Kabupaten Manokwari. Pemeriksaan terdiri atas pemeriksaan antemortem dan postmortem dengan cara inspeksi, palpasi dan sayatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam persen dan gambar. Pada tahun 2021-2022, tidak ada lalu lintas ternak sapi masuk ke Wilayah Papua Barat. Persentase BCS hewan kurban yang disembelih pada tahun ini adalah sebagai berikut: #2: 8,82%; #3: 11,76%; #4: 64,71; #5: 14,71%. Suhu tubuh: 36,10oC – 37,50 oC. Alat gerak, ekspresi muka, pernafasan, mukosa mata dan keadaan anus serta kondisi moncong dan mulut, kondisi tracak dan permukaan tubuh pada semua hewan kurban tidak terdapat perubahan. Karkas dan organ-organ tidak mengalami perubahan atau normal, kecuali pada organ hati (32,53% mengalami fasciolosis) dan rumen (35,09% mengalami paramphistomosis) serta tidak terdapat gejala PMK. Kesimpulan: seluruh hewan kurban layak dipotong dan dikonsumsi dagingnya, kecuali sebagian hati dan rumen serta tidak terjangkit PMK. Kata kunci: Fasciolosis; Kurban; Manokwari; Paramphistomosis; PMK
Nugget daging kelinci sebagai alternatif protein hewani masyarakat Sekitar Cagar Alam Pegunungan Arfak: Rabbit meat nuggets as an alternative animal protein for Communities Around The Arfak Mountain Reserve Hotlan Manik; Fransiska R. V. Sitanggang; Freddy Pattiselanno; John Arnold Palulungan; Alnita Baaka; Angelina N. Tethool; Evi W. Saragih; Noviyanti Noviyanti; Noveling Inriani; Muhammad Junaidi; Merlyn N. Lekitoo
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v4i2.381

Abstract

ABSTRACT  Sigim and Sinaytousi Village communities are indigenous Papuans who live in buffer zones adjacent to Arfak Mountains Nature Reserve (CAPA). People with low of education, especially the economy, encourage community members close to the CAPA area to exploit forests to obtain animal food through poaching. Efforts to solve the problem using participative sociocultural approaches with transfer methods of science and technology, in the form of training and assistance in the production and processing of rabbit as an alternative animal protein. (2) Group partners have been able to implement a good rabbit breeding system through increased management and population capability through natural breeding systems, (3) nugget products rabbit meat has been accepted by the villagers. The activity is expected to be able to socialize the group's partners to the village area around the buffer area of arfak mountain nature reserve.  Keywords: Meat; Nuggets; Protein; Rabbit   ABSTRAK Masyarakat Kampung Sigim dan Sinaytousi merupakan suku asli Papua yang mendiami daerah penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak (CAPA). Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah terutama ekonomi sehingga mendorong anggota masyarakat yang berdekatan dengan areal CAPA untuk mengeksploitasi hutan untuk mendapatkan pangan hewani melalui perburuan liar. Upaya pemecahan masalah tersebut menggunakan pendekatan sosiokultural partisipatif dengan metode transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, berupa pelatihan dan pendampingan dalam produksi dan pengolahan hasil ternak kelinci sebagai alternatif protein hewani. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut diantaranya adalah (1) Mitra kelompok telah mampu memproduksi nugget daging kelinci secara mandiri (2) Mitra kelompok telah mampu menerapkan sistim beternak kelinci yang baik melaui peningkatan kemampuan manajemen dan populasi melalui sistim perkawinan alami, (3) Produk nugget daging kelinci telah diterima oleh masyarakat kampung. Kegiatan diharapkan mampu disosialisasikan mitra kelompok ke daerah kampung sekitar kawasan penyangga cagar alam pegunungan arfak. Kata kunci: Daging; Kelinci; Nugget; Protein
Distribution, Development, Stabilizer, and Consumers Areas of Livestock and Forages-Based Crops; An Emperical Status of Bordered Keerom Regency, West New Guinea-Indonesia Mulyadi, Mulyadi; Gusbager, Piter; Sagrim, Meky; Runtuboi, Yubelince Yustencin; Iyai, Deny Anjelus; Inriani, Noveling; Baaka, Alnita; Pakage, Stepanus
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.03.5

Abstract

Distribution, development, stabilizer, and consumer areas status of livestock development become the objective of this research. Little is known concerning the portrait of livestock production in the neighborhood region of Indonesia and Papua New Guinea such as Keerom Regency in Papua Province. The descriptive method employed was using desk study. The measured parameters were population structure, carrying capacity, regional development, and suitability commodity using LQ. The finding shows that Skanto and Arso Timur hold the first two districts with a high population of the goat. The 2 districts out of 11 districts have no swine recorded. The Skanto District has the highest cattle population recorded, i.e. 4136,38 AU, followed by Arso Timur, Arso, and Arso Barat. Production of fodder from crop yields is harvested from Senggi and Arso, followed by Skanto, Web, Arso Barat, Yaffi, and Arso Timur. Corn is the highest production of crops. Senggi can be a central of livestock development, followed by Arso, Skanto, Web, and Arso Barat. The KPPTR calculation for Keerom regency shows Web district has the highest value of 379.31 ST, while the lowest is Skanto. The goat sector from the point of agribusiness density shows optimum values reached by the Skanto district. The cattle sector from the point of regional density is dominantly shown by Arso Barat. The cattle sector from the point of economic density is dominantly shown by the Skanto district. The criterion found commonly is very dense compared to dense, medium, and rare. The total values of this finding range from 6 to 12 for EU, EW, and UW. In the EU, the WK (CA) of the three commodities is greater found, i.e.  18 areas compared to WPP (DDA) only found 13 areas. The figures for cattle are under 0,50, not achieving 1,00 and greater than that of 1,00. Only in the Skanto district, the LQ mark of the goat reached 0,539. However, swine is the common livestock raised by farmers in Keerom Regency.
Peran juleha dalam pemantauan qurban di Masjid Darul Ulum Amban Manowari: The role of certified halal slaughterers (Juleha) in monitoring qurban slaughter at Darul Ulum Mosque, Amban, Manokwari Wajo, Mohamad Jen; Widayati , Trisiwi W.; Widayati, Isti; Nurhayati, Dwi; Tethool, Angelina N.; Baaka, Alnita; Purwaningsih, Purwaningsih; Noviyanti, Noviyanti; Inriani, Noveling; Arizona, Rizki; Palulungan, John A.; Sumpe, Iriani; Rumetor, Sientje D.; Saragih , Evi W.; Lekitoo, Merlyn N.; Manik, Hotlan
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v6i2.549

Abstract

ABSTRACT  This community service activity aimed to improve the technical compliance of qurban animal slaughter based on halal principles and animal welfare standards at Darul Ulum Mosque, Amban Village, West Manokwari District, Manokwari Regency. A case study approach with participatory techniques was employed, involving certified Halal Slaughterers (Juleha), qurban committees, university students, and experts. The activities covered antemortem inspection, slaughtering, postmortem examination, and meat distribution. The results showed that the slaughtering process was conducted in accordance with Islamic Sharia principles, ensuring the proper severance of the three main channels efficiently and swiftly. Postmortem inspection revealed parasitic infestations (fasciola hepatica and parampistomon) in several organs, which were handled appropriately following established protocols. Improvements are still needed in animal holding facilities, particularly regarding feed, water supply, and sanitation prior to slaughter. This program significantly enhanced the technical capacity of Juleha and the qurban committee, strengthening the implementation of halalan thayyiban and animal welfare principles at the mosque community level. Keywords: Animal welfare; halal slaughter; Juleha; postmortem inspection; qurban   ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan teknis penyembelihan hewan qurban sesuai prinsip halal dan kesejahteraan hewan (animal welfare) di Masjid Darul Ulum, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik partisipatif, melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha), panitia qurban, mahasiswa, dan tenaga ahli. Kegiatan dimulai dari pemeriksaan antemortem, penyembelihan, pemeriksaan postmortem, hingga distribusi daging. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh proses penyembelihan telah dilakukan sesuai prinsip syariat Islam, dengan memastikan pemotongan tiga saluran utama secara cepat dan efisien. Pemeriksaan postmortem menemukan infestasi parasit (fasciola hepatica dan parampistomon) pada beberapa organ, yang ditangani sesuai protokol. Faktor sanitasi dan ketersediaan pakan serta air di penampungan ternak sebelum pemotongan masih perlu ditingkatkan. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas teknis Juleha dan panitia qurban serta memperkuat implementasi prinsip halalan thayyiban dan animal welfare di tingkat komunitas masjid. Kata kunci: Juleha; kesejahteraan hewan; pemeriksaan postmortem; penyembelihan halal; qurban
Analisis cemaran mikrobiologis pangan asal ternak pada jajanan anak sekolah dasar: Microbiological analysis contamination of children’s snacks elementary school Inriani, Noveling; Rumetor, Sientje Daisy; Tethool, Angelina Novita
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i2.477

Abstract

Abstract This study examined the microbiological contamination of street food that consumed by children at primary. The study, specifically focused on the detection of total microorganisms such as Escherichia coli, and Salmonella sp. Microbiological analyses is one way to determine the level of hygiene of snack foods. Presence of microbes determined by using Total Plate Count (TPC), detection test was applied to detect E.coli and Salmonella sp test applied detect present of Salmonella sp. Quantitatif and qualitatif methods have been sed with sampel snacks collection were obtained street food at primary schools. TPC test results showed that 6 samples of snacks have been contaminated with microbes with the threshold of the maximum limit. Those snacks, namely G1 (batagor) 2.6 x 10-5 cfu/gr, K1 (batagor) 1.3 x 10-5 cfu/gr, L2(egg meat ball) 2.3 x 10-5 cfu/gr, M1 (egg roll) 3.8 x 10-5 cfu/gr, N (meatball) 1.1 x 10-5 cfu/gr and Q1 (batagor) 1.1 x 10-5 cfu/gr. Results Salmonella sp test indicated that there were 9 samples positively contaminated with salmonella sp bacteria. Those are D2 (chicken sausage), E1 (egg roll), E2 (chicken meat ball), F2 (chicken meat ball), G1 (batagor), G2 (fried sausage), N (meatball), P1 (nuggets), P2 (chicken meat ball). Escherchia coli detection test results all samples were declared negative. There were 6 school locations (G, K, L, M, N, Q) different snack samples contaminated with microbes, 6 school locations (D, E, F, G ,N, P) snack samples were contaminated with Salmonella sp. Those snacks were declared not recommended for consumption. Keywords: Contamination; E. coli; Microbes; Salmonella sp; Snacks Abstrak Penelitian ini meneliti kontaminasi mikrobiologi pada jajanan yang ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar di distrik Manokwari Barat, dengan fokus khusus pada deteksi mikroorganisme total, E. coli, dan Salmonella sp. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat higienitas dari pangan jajanan adalah dengan analisis mikrobiologi berupa uji keberadaan mikroba dengan Total Plate Count (TPC), uji deteksi E.coli dan uji Salmonella sp. Sampel jajanan hasil olahan ternak diperoleh dari jajanan yang ada di Sekolah Dasar di wilayah distrik Manokwari Barat. Penelitian ini menggunakan gabungan metode kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil uji TPC pada jajanan pangan hasil ternak di Sekolah Dasar distrik Manokwari Barat terdapat 6 sampel yang berada diambang batas maksimum yaitu sampel G1 (batagor) 2.6 x 10-5 cfu/gr, K1 (batagor) 1.3 x 10-5cfu/gr L2 (pentol telur) 2.3 x 10-5 cfu/gr. M1 (telur gulung) 3.8 x 10-5 cfu/gr, N (pentol bakso) 1.1 x 10-5 cfu/gr dan Q1 (batagor) 1.1 x 10-5 cfu/gr. Hasil pengujian deteksi Salmonella sp terdapat 9 sampel yang positif tercemar bakteri Salmonella sp. D2 (sosis ayam), E1 (telur gulung), E2 (pentol ayam), F2 (pentol ayam), G1 (batagor), G2 (sosis goreng), N (pentol bakso), P1 (nugget), P2 (pentol ayam) sedangkan untuk hasil uji deteksi E. coli semua sampel dinyatakan negatif. Dari hasil penelitian ini dinyatakan bahwa ada 6 lokasi (G, K, L, M, N, Q) telah terkontaminasi mikroba diambang batas dan tidak layak untuk dikonsumsi dan 6 lokasi (D, E, F, G, N, P) telah terkontaminasi Salmonella sp dan dinyatakan tidak layak untuk dikonsumsi. Kata kunci: E. coli; Mikroba; Pangan jajanan; Salmonella sp; Total plate count