Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting Widyawati, Melyana Nurul; Sumarni, Sri; Wijayanti, Krisdianan; Sutomo, Bambang; Windiarti, Sri Endang; Wibowo, Mufti Agung
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 3 (2024): September
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.97336

Abstract

Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia 21,6%. Studi WHO, salah satu penyebab masalah stunting di Indonesia adalah maraknya pernikahan dini. Ada banyak faktor yang mendasari pernikahan dini, dari adat, ekonomi, hingga kehamilan yang tak diinginkan. Fakta lainnya, 43,5% kasus stunting di Indonesia terjadi pada anak berumur di bawah tiga tahun (batita) dengan usia ibu 14-15 tahun, sedangkan 22,4% dengan rentang usia 16-17 tahun. Hal ini meningkatkan risiko perceraian, di Jawa Tengah tercatat pada tahun 2019 sebagai provinsi dengan angka perceraian tertinggi, sebanyak 88,9% dimana pada setiap 10.000 rumah tangga terdapat 89 kasus perceraian. Perceraian menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Dibutuhkan persamaan persepsi terkait aspek kebijakan, kultural religius, kesehatan reproduksi, dan keluarga berencana untuk meminimalisir perkawinan dini dalam upaya pencegahan stunting. Strategi yang diusulkan termasuk penggalangan kemitraan antara Kemenag, Kemenkes dan BKKBN.Tujuan penelitian: mengkaji pola kemitraan Kemenag, Kemenkes dan BKKBN Provinsi Jateng dalam percepatan penurunan prevalensi stunting nasional. Metode penelitian: kualitatif, teknik pengambilan data wwancara dan FGD dari perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, BKKBN Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan kemudian penarikan kesimpulan.Hasil penurunan angka stunting yang signifikan selama 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2021-2023, namun dibutuhkan model kemitraan yang efektif antara Kemenag, BKKBN dan Kemenkes sebagai upaya percepatan penurunan prevalensi stunting. Rencana tindak lanjut membuat tim kemitraan tiga lembaga berbasis teknologi untuk merancang rencana strategis, mengimplementasikan dan memantau program percepatan penurunan stunting dengan pendekatan lintas sektor.
Grief Of Families Left Behind By Family Members Due To Covide-19 In Semarang Windiarti, Sri Endang; Riyadi, Ahmad; Rahayu, Umi Margi; Tangdilintin, Annisa Muliani
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v3i3.616

Abstract

Background: Grieving is a response that arises as a result of an individual experiencing one of which is loss. Not only the grieving phase which includes denial, anger, bargaining, depression, acceptance which describes the condition of grieving but there is also a grieving response which includes cognitive, emotional, behavioral and physiological responses where these responses can be different in each individual, because humans are unique creatures, researchers use observational interview techniques in conducting this study, to find out the grieving response to one person and another. Objective: This study aims to determine the picture of grieving family members left behind by their families due to COVID-19 in Semarang Regency. Method: Qualitative descriptive research design with data analysis using Collaizi method. Results: the description of the participants' grieving response showed the results of cognitive responses including denial and acceptance, emotional: depression, anger, gaining, acceptance. Behavioral: depression, then on physiological responses: depression, gaining, acceptance. Conclusion: the grieving phase was irregular, but all four participants had similar cognitive, emotional, behavioral, physiological responses.
Penerapan Afirmasi Positif dan Hipnotis 5 Jari Pada Gangguan Psikososial Kecemasan Lansia Windiarti, Sri Endang; Windiyanto, Budi; -, Budiati
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12340

Abstract

Memelihara kesehatan mental orang yang lebih tua sangat penting. Risiko gangguan psikologis seperti demensia dan gangguan tidur meningkat dengan bertambahnya usia. Program ini menekankan pencegahan dini dengan memberikan pelatihan praktis untuk mengurangi kecemasan pada orang tua. Metode pengabdian dilakukan pada 52 orang tua di wilayah kelurahan pedalangan, Banyumanik, Semarang, . Afirmasi positif dan hipnotis 5 jari dilatih melalui kegiatan posyandu lansia pengabdi. Dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta senam lansia. Hasil pengabdian ini meliputi hasil pemeriksaan dan evaluasi setelah pelatihan selesai dengan hasil yang sangat memuaskan; hasil pemeriksaan tidak ada keluhan yang menonjol, dan evaluasi pelatihan senior mengatakan sangat senang dan sangat bermanfaat. Kesimpulan pengurus posyandu dan orang tua yang sangat antusias ditunjukkan dengan pelaksanaan berjalan dengan lancar dan baik. Semua peserta bahagia.
TOONATRIC ON REDUCING SYSTOLIC BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION PATIENTS Salsabila, Afifah; Windiarti, Sri Endang; Arwani, Arwani
Jurnal Riset Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrk.v14i1.12392

Abstract

Hypertension is a significant global health concern, contributing to high mortality rates and increased risks of cardiovascular disease. In Indonesia, hypertension prevalence has reached over 33% of the adult population. Non-pharmacological interventions, such as nature sound therapy and isometric handgrip exercises, have shown promise in managing hypertension by reducing systolic blood pressure. This study introduced Tool Nature Sound and Isometric Handgrip (Toonatric), an innovative tool combining nature sound therapy and isometric handgrip exercises. This research employed a quasi-experimental design with 66 elderly hypertensive patients divided into intervention and control groups. The intervention group used Toonatric for 30 minutes daily over 5 days, while the control group continued standard care. Pre and post-intervention blood pressure measurements were analyzed using Wilcoxon and Mann-Whitney tests due to non-normal data distribution. Results indicated a significant reduction in systolic blood pressure in the intervention group (p = 0.000), with an effect size of Cohen’s d = 0.48, demonstrating a moderate clinical effect. Toonatric has the potential as a complementary tool for managing hypertension in elderly, combining psychological and physical benefits. Further research should focus on long-term effects, broader populations, and usability improvements for clinical and home settings.