Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Narasi Masyarakat Lokal Tentang Perubahan Mata Pencaharian Akibat Pengembangan Ekowisata Di Lombok NTB Wiranto, Wiranto
JURNAL ECONOMINA Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL ECONOMINA, April 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v4i4.1548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi masyarakat lokal mengenai perubahan mata pencaharian akibat pengembangan ekowisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan menggunakan metode kuantitatif. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena transformasi ekonomi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan tradisional, kini beralih ke sektor jasa wisata seperti pemandu wisata, penyedia homestay, dan perdagangan kerajinan tangan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 150 responden yang dipilih dengan teknik stratified random sampling, yang mencakup masyarakat di kawasan ekowisata Sembalun, Tetebatu, dan Desa Wisata Bayan. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert untuk mengukur persepsi, tingkat partisipasi, serta dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara intensitas pengembangan ekowisata dengan pergeseran mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pengembangan ekowisata terhadap perubahan pola pekerjaan masyarakat lokal, dengan kontribusi terbesar pada peningkatan pendapatan dan diversifikasi usaha. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa 68% responden merasa lebih sejahtera setelah beralih ke sektor ekowisata, meskipun sebagian kecil masih menghadapi kendala keterampilan dan akses modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekowisata berperan penting dalam membentuk dinamika sosial-ekonomi baru di Lombok, namun tetap diperlukan intervensi pemerintah dalam bentuk pelatihan dan dukungan kebijakan agar perubahan yang terjadi lebih berkelanjutan serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Braja: Briket Daun Jati Solusi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Ramadhani, Oktavia Putri Jati; Putri, Lutfiana Bella Amanda; Cahyani, Anggi Indah; Wiranto, Wiranto; Solchan, Ari
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket daun jati adalah salah satu alternatif energi yang ramah lingkungan. Briket ini dibuat dari daun jati yang telah dikeringkan dan dipadatkan menjadi bentuk yang lebih mudah untuk dibakar. Penerapan briket daun jati pada masyarakat dapat membawa banyak manfaat, di antaranya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, hemat biaya dan mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Untuk mempromosikan penerapan briket daun jati pada masyarakat, diperlukan beberapa upaya seperti sosialisasi dan edukasi, penyediaan briket daun jati yang mudah diakses, pelatihan penggunaan briket daun jati, dan kerjasama dengan lembaga pendidikan. Dengan penerapan briket daun jati pada masyarakat, diharapkan dapat membawa banyak manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengaruh Metode Part and Whole (PnW) terhadap Hasil Latihan Renang Gaya Bebas Januar Abdilah Santoso; Wiranto, Wiranto; Jeane Betty Kurnia Jusuf
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i2.1682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) tingkat kemampuan renang gaya bebas siswa SMP IT BBS. 2) apakah metode part and whole berpengaruh secara signifikan terhadap hasil latihan renang gaya bebas siswa SMP IT BBS. 3) seberapa besar sumbangan efektif metode part and whole terhadap hasil latihan renang gaya bebas siswa SMP IT BBS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMP IT BBS sebanyak 231 siswa. Teknik pengambilan sampling menggunakan teknik purposive yaitu dengan kriteria tertentu sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 32 siswa SMP IT BBS. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan pretest dan posttest. Pengambilan data yang dilakukan mengunakan instrument tes renang gaya bebas 25 meter dengan item-item tes yang ditentukan serta menggunakan bantuan dua expert judgment. Metode PnW efektif dalam meningkatkan hasil belajar renang gaya bebas dengan membagi keterampilan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dipelajari. Dari perspektif kognitif, metode ini mengurangi beban kognitif dan memfasilitasi pembelajaran bertahap. Dari perspektif motorik, metode ini memperkuat keterampilan dasar sebelum digabungkan. Diketahui bahwa mean pretest mendapat nilai 11,5938, mean postest dengan nilai 25,9375, nilai minimum pretest 06,00 dan nilai minimum posttest 20,00, berdasarkan dari hasil analisis terdapat signifikansi 0,000, yang artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest, data dinyatakan signifikan bila hasil lebih kecil dari 0,05. Pada hasil latihan renang gaya bebas peningkatan dibuktikan dengan perhitungan persentase 76%. Secara keseluruhan, PnW memberikan peningkatan signifikan pada keterampilan renang siswa SMP dibandingkan siswa SD.
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKBERHASILAN HAKIM MEDIATOR DALAM MELAKUKAN MEDIASI PERKARA PERCERAIAN Wiranto, Wiranto; Muchtar, Henni; Isnarmi, Isnarmi; Bakhtiar, Yusnanik
Jurnal Ideologi dan Konstitusi PKP UNP Vol 3 No 2 (2023): Jikons
Publisher : Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jikons.v3i2.111

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka perceraian dari tahun-ketahun dan rendahnya keberhasilan mediasi di Pengadilan Agama Talu Kabupaten Pasaman Barat. Faktor penyebab utama berasal dari hakim mediator yang hanya menjalankan tugas secara prosedur saja serta para pihak yang sudah bulat keputusan untuk bercerai sehingga sulit didamaikan oleh hakim mediator. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Teknik pengabsahan data yang digunakan: triagulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab ketidakberhasilan hakim mediator dalam mediasi penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Talu Kabupaten Pasaman Barat yaitu: (1) keinginan kuat para pihak untuk bercerai, (2) konflik yang berkepanjangan, (3) psikologi atau kejiwaan dan rendahnya pertisipasi para pihak untuk hadir dalam mediasi perceraian. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan hakim mediator sulit untuk memediasi para pihak yang bercerai. Upaya hakim mediator meminimalisir ketidakberhasilan mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Talu Kabupaten Pasaman Barat yaitu: (1) keahlian mediator, (2) Pendekatan kerohanian : a. Mengingatkan para pihak akan tujuan dari perkawinan, b. Memberikan nasehat bagi para pihak untuk tidak bercerai, c. Mengingatkan para pihak akibat yang timbul setelah terjadi perceraian. Upaya tersebut telah dilakukan oleh pengadilan agama talu dengan lebih memperhatikan hakim mediator, karna tidak semua hakim mediator memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mediasi perkara perceraian.
BLS Training and Welders’ Knowledge and Attitudes Toward Workplace Emergency Management: A Study in the Erection Area at PT X, Karimun Regency Amaliah, Rizqi Ulla; Parisma, Wan Intan; Wiranto, Wiranto
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 5 (2026): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i5.580

Abstract

Introduction: Welding work in the construction sector carries a high risk of workplace accidents that may require emergency response, including sudden cardiac arrest. Basic life support is a vital skill to sustain victims until medical assistance arrives. Objective: This study analyzed the relationship between basic life support training and welders’ knowledge and attitudes toward managing workplace accidents in the erection area of PT X, Karimun Regency. Method: This quantitative study used a cross-sectional design and involved 32 welders recruited through total sampling. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a significance level of 0.05. Result and Discussion: A significant association was found between basic life support training and workers’ knowledge (p < 0.001); 94.4% of trained workers demonstrated a high level of knowledge. However, no significant association was identified between training and workers’ attitudes (p = 0.145), although a tendency toward more positive attitudes was observed among trained workers. Conclusions: Basic life support training plays an important role in improving welders’ knowledge, whereas developing positive attitudes may require additional strategies such as simulation-based practice, habituation, and reinforcement of a safety culture