Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Budidaya Ikan Lele untuk Peningkatan Kesehatan Mayarakat di Cibiru Asri 1 Desa Cibiru Wetan, Bandung Elis Susilawati; Iceu Mulyati; Yanyan Mulyani; Yosef Pandai lolan; Widyawati Widyawati; Dhien Novita Sani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 3 (2022): JAMSI - Mei 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.339

Abstract

Budidaya Ikan lele (Clarias sp.) meruapakan produk yang prospektif untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga. Ikan lele memiliki keunggulan dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, yaitu pertumbuhannya yang relatif cepat, toleran terhadap kualitas air yang buruk, relative tahan terhadap penyakit dan dapat di dikembangkan dalam berbagai wadah. Ikan lele juga memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan, tetapi masih banyak orang yang tidak menyadari hal tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut sehingga tim PKM mengusulkan tema tentang upaya pemberdayaan warga dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai budidaya ikan lele. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pelatatihan mengenai tata cara budidaya ikan lele dalam ember menggunakan media promosi kesehatan. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada mitra mengenai pendidikan tatacara pengolahan budidaya ikan lele dalam ember serta pemahaman mengenai kandungan gizi yang tinggi dalam ikan lele dapat meningkatkan animo keluarga dalam konsumsi ikan melalui gemar makan ikan.
Kadar kolesterol pada guru yang menjalani Work From Home (WFH) di saat pandemic Covid-19 Anri Anri; Widyawati Widyawati; Ian Asriani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.8540

Abstract

Background: Currently, at least one person in every province in Indonesia has tested positive for the Covid-19 virus, so the spread of the virus has become very concerning. All work done from home is referred to as "work from home" (WFH). The absence of real work due to lifestyle changes will lead to overweight. In metabolic syndrome disease, physical activity lacks physical activity. Glycerides, very low thickness lipoprotein cholesterol, and LDL levels can generally be reduced with increased action. The level of physical activity of working mothers and society is currently declining.Purpose: To determine the relationship between "work from home" (WFH) during the Corona-19 virus pandemic with cholesterol levels in working mothers.Method: Descriptive correlation research, which used a cross-sectional design and a sample of 30 people. Using sampling quotas, by measuring total cholesterol levels directly, primary data are used in the data collection method. The statistical test used is the chi square test.Results: Showed the relationship between WFH during the COVID-19 pandemic with cholesterol levels in working mothers obtained p-esteem (0.001) < alpha value (0.05) so that Ho was dismissed Ha was stated, so that the relationship between WFH during the COVID-19 pandemic and cholesterol levels was achieved for mothers who worked at the Bhakti Kencana Professional School, Bandung.Conclusion: During the Covid-19 pandemic, there is a strong correlation between working from home (WFH) and cholesterol levels of working mothers.Keywords: Work From Home (WFH); Cholesterol; Covid-19; Pandemic.Pendahuluan: Saat ini, setidaknya satu orang di setiap provinsi di Indonesia telah dinyatakan positif terkena virus Covid-19, sehingga penyebaran virus tersebut menjadi sangat memprihatinkan. Semua pekerjaan yang dilakukan dari rumah disebut sebagai "work from home" (WFH). Tidak adanya pekerjaan nyata karena perubahan gaya hidup akan menyebabkan kelebihan berat badan. Pada penyakit sindrom metabolik, aktivitas fisik kekurangan aktifitas fisik. Gliserida, kolesterol lipoprotein ketebalan sangat rendah, dan kadar LDL umumnya dapat dikurangi dengan peningkatan tindakan.Tingkat aktivitas fisik ibu pekerja dan masyarakat saat ini menurun.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan "work from home" (WFH) selama pandemi virus Corona-19 dengan kadar kolesterol pada ibu bekerja.Metode: Penelitian korelasi deskriptif, yang menggunakan desain cross-sectional dan sampel 30 orang. menggunakan kuota sampling, dengan mengukur kadar kolesterol total secara langsung, digunakan data primer dalam metode pengumpulan data. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.Hasil: Menunjukan hubungan WFH selama pandemi Covid-19 dengan kadar kolesterol pada ibu bekerja didapatkan p-esteem (0,001) < nilai alpha (0,05) sehingga Ho diberhentikan Ha dinyatakan, sehingga tercapai hubungan WFH di masa pandemi COVID-19 dengan kadar kolesterol bagi para ibu yang bekerja di Sekolah Profesi Bhakti Kencana, Bandung.Simpulan: Pada masa pandemi Covid-19 terdapat korelasi yang kuat antara working from home (WFH) dengan kadar kolesterol ibu bekerja.
EDUKASI PENERAPAN PHBS DALAM UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN PADA ANAK DI PANTI ASUHAN Widyawati Widyawati; Winasih Rachmawati; Raihany Sholihatul Mukaromah; Sri Wahyuni; Uum Safari; Manaf Manaf
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15205

Abstract

ABSTRAKAnak merupakan aset bangsa yang harus dirawat dan dijaga serta berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang sesuai harkat dan martabat kemanusiaan. Termasuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi di panti asuhan adalah penyakit menular yang disebabkan kebiasaaan menggunakan alat secara bersama dan kurangnya personal hygiene seperti mandi dan gosok gigi. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak-anak di panti asuhan YAMUTI Banjaran Kabupaten Bandung sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan. Kegiatan ini juga diikuti dengan pemberian peralatan personal hygiene dan pembuatan fasilitas hand hygiene agar dapat memenuhi kebutuhan anak dalam menerapkan PHBS. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah ceramah dan demontrasi. Edukasi yang diberikan adalah hand hygiene (cuci tangan), kesehatan gigi dan mulut, pencegahan penyakit menular dan pengobatannya.  Media yang digunakan antara lain infocus, poster,  dan flyer. Kegiatan diikuti dengan antusias dimana peserta terlibat diskusi serta mau mencoba peragaan mencuci tangan dan menyikat gigi dengan benar. Evaluasi dilakukan dengan memberikan angket sebelum dan sesudah kegiatan edukasi untuk melihat perbedaan pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan dibuktikan dengan presentasi sebelum edukasi sebesar 22% meningkat menjadi 87.5%. Kata kunci:  edukasi; PHBS ; panti asuhan. ABSTRACTChildren are national assets that must be cared for and cared for and have the right to live, grow and develop according to human dignity and worth. This includes children living in orphanages. Health problems that often occur in orphanages are infectious diseases caused by the habit of using tools together and lack of personal hygiene such as bathing and brushing teeth. The purpose of the activity is to provide education on the application of clean and healthy living behavior (PHBS) to children at the YAMUTI Banjaran orphanage in Bandung Regency as an effort to improve health status. This activity was also followed by providing personal hygiene equipment and making hand hygiene facilities so that they could meet the needs of children in implementing PHBS. The methods used in education are lectures and demonstrations. The education provided is hand hygiene (washing hands), dental and oral health, prevention of infectious diseases and their treatment. The media used include infocus, posters, and flyers. The activity was followed enthusiastically where the participants were involved in the discussion and wanted to try a demonstration of washing their hands and brushing their teeth properly. Evaluation is carried out by giving questionnaires before and after educational activities to see differences in knowledge after education. The results of the activity show that the education provided can increase knowledge as evidenced by the presentation before education of 22% increasing to 87.5%. Keywords: education; PHBS; orphanage.
Terapi Modalitas Berkebun terhadap Kesepian pada Lansia Lia Nurlianawati; Widyawati Widyawati; Tini Kurniasih
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 3 (2023): Agustus 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i3.1727

Abstract

Kesepian disebut juga sebagai sifat subjektif dimana seseorang merasa sendiri dan sepi, Kesepian terjadi pada masa tua yang terjadi pada lansia yang memiliki keinginan untuk tetap bisa berkumpul dengan anak dan keluarganya, tetapi sering berjalannya waktu lansia akan hidup Bersama pasangan atau sendiri setalah ditinggal oleh pasangan hidupnya, sehingga lansia sering mengalami kehilangan, stress, penurunan fungsi tubuh hingga ketidakmampuan untuk beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh terapi berkebun terhadap kesepian pada lansia. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental One grup pre dan post Test. Populasi penelitian ini adalah 36 lansia. Sample dari penelitian ini adalah 15 lansia dengan tehnik purposive sampling. Variabel Independen dari penelitian ini adalah terapi berkebun sedangkan variable dependen penelitian ini adalah kesepian pada lansia. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Paired Test dengan signifikasinya yaitu a= 0,05. Uji ini menunjukan hasil a= 0,01 yang berarti ada pengaruh terapi berkebun terhadap kesepian pada lansia. Pengaruh terapi berkebun terhadap kesepian dapat dijadikan alternative untuk menurunkan kesepian pada lansia, karena dengan berkebun dapat menjadikan lansia lebih produktif, lansia juga adapat menjadi stimulasi untuk lansia dapat bersosialisasi dan menjadikan harga diri lansia meningkat. Peneliti juga dapat menggunakan terapi berkebun untuk mensupport dan membantu kesepian lansia agar menghasilkan lansia yang sehat dan bahagia.
IMPLEMENTASI PROMOSI KESEHATAN MELALUI LATIHAN FISIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA PADA MASA PANDEMI COVID 19 Denni Fransiska Helena M; Eki Pratidina; Ade Tika Herawati; Widyawati Widyawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v1i2.644

Abstract

Aktifitas fisik merupakan upaya menjaga kebugaran, meningkatkan kardio respirasi dan mencegah penyakit (Wu et al.,2019). Olahraga sangat bermanfaat untuk lansia karena menyehatkan jantung, otot, tulang, menjaga kemandirian lansia dan mengurangi kecemasan serta depresi. Selama pandemi aktifitas fisik lansia menjadi terbatas, sehingga perlu peran perawat dalam melakukan promosi aktifitas fisik lansia yang sesuai selama masa pandemi. Penelitian Aung.et al.(2020) menemukan bahwa promosi aktifitas fisik dapat dilakukan menggunakan video sebagai media dalam melakukan latihan fisik di rumah selama pandemi covid-19. Aktifitas fisik berkontribusi pada upaya mencegah penyakit dan menjaga lansia untuk tetap sehat. Selama pandemi, aktifitas fisik lansia menjadi terbatas, sehingga perlu peran perawat dalam melakukan promosi aktifitas fisik lansia yang sesuai selama masa pandemi. Permasalahan muncul, dimana selama pandemi kegiatan Posbindu yang biasa berjalan terhenti sejak pandemi. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan latihan fisik lansia sebagai upaya meningkatkan kesehatan di masa pandemi covid 19. Metode pelaksanaan dengan metode ceramah (pemberian edukasi) dan pembentukan kader pojok lansia yang melibatkan warga sekitar dengan tujuan pemberdayaan masyarakat. Pembentukan pojok lansia melalui Pelatihan Kader diharapkan dapat menggerakkan kader dalam upaya meningkatkan kesehatan warga. Pelatihan kader berisi materi pelatihan kader, pembekalan mengenai kesehatan lansia, gizi lansia selama pandemi dan teknik aktifitas fisik yang dilakukan lansia dimasa pandemi.
Upaya Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Dampak Diabetes Mellitus Vina Vitniawati; Novitasari Tsamrotul Fuadah; Widyawati Widyawati; Santi Puspitasari; Dedep Nugraha
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 1 MARET 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i1.20277

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. DM merupakan penyakit yang dapat dicegah dan dapat dikendalikan, pencegahan dilakukan bagi masyarakat terutama untuk yang belum teridentifikasi DM sedangkan pengendalian dampak terutama ditujukan bagi yang sudah menderita DM. Skrining dan edukasi DM  diperlukan untuk meningkatkan kesadaran terhadap resiko adanya DM serta diharapkan adanya perubahan perilaku masyarakat terkait DM. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan dampak DM di wilayah Desa Cileunyi Kulon. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Cileunyi Kulon. Metode pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan melakukan skrining Diabetes melitus dan edukasi dengan media power point  dan leaflet. Kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari skrining, hasilnya didapatkan 57% masyarakat memiliki kadar gula darah normal, 9% hiperglikemia, dan 34% hipoglikemia. Terjadi peningkatan pengetahuan dari sebelumnya 12,8 %  menjadi 25,6%. Diharapkan masyarakat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk penegakan diagnosis agar dapat dilakukan pengobatan yang tepat serta kader mengaktifkan program Posyandu Lansia (Posbindu) di RW 08 sebagai upaya pencegahan DM dan komplikasi DM bagi warga yang sudah menderita DM.
Edukasi Gizi Remaja dan Pencegahan Stunting Anggi Jamiyanti; Widyawati; Sri Mulyati Rahayu; Irisanna Tambunan; Eki Pratidina
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1680

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke remaja. Trend masalah kesehatan pada remaja antara lain kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan, kurang energi kronis dan obesitas. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita dengan ditandai tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Penyebab stunting multidimensi dimana salah satunya adalah gizi ibu mulai dari masa remaja. Gizi Remaja putri yang buruk menyebabkan peningkatan kejadian stunting. Pengetahuan tentang gizi pada remaja sangat penting karena akan berdampak pada jangka panjang terhadap derajat kesehatan. Pengetahuan remaja yang baik tentang gizi berkolerasi dengan kesehatan dilihat dari status gizi yang juga baik. Untuk membekali remaja dalam pengetahuan gizi dan pencegahan stunting maka pengabdian masyarakat perlu dilakukan. Kegiatan bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran dalam menerapkan gizi seimbang pada remaja dan pencegahan stunting di Pesantren Yayasan Lima Menara. Pemberian edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi. Evaluasi pre dan post-test dilakukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Hasil yang diperoleh adanya peningkatan pengetahuan sebagian besar (70%) cukup, dengan nilai rata-rata 71,8. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi/penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan para peserta. Adolescent Nutrition Education and Stunting Prevention Adolescence is a transition period from children to teenagers. Trends in health problems in adolescents include iron deficiency (anemia), lack of height, chronic lack of energy and obesity. Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers characterized by shorter body height compared to children their age. The causes of stunting are multidimensional, one of which is maternal nutrition starting from adolescence. Poor nutrition among young women causes an increase in the incidence of stunting. Knowledge about nutrition in adolescents is very important because it will have a long-term impact on health status. Adolescents' good knowledge about nutrition is correlated with health as seen from their good nutritional status. To equip teenagers with nutritional knowledge and stunting prevention, community service needs to be carried out. The activity aims to increase knowledge and awareness in implementing balanced nutrition for teenagers and preventing stunting at the Lima Menara Foundation Islamic Boarding School. Education is provided using lecture and discussion methods. Pre and post-test evaluations are carried out to determine increases in knowledge. The results obtained were that the majority (70%) had a sufficient increase in knowledge, with an average value of 71.8. This shows that education/counseling can increase the knowledge of participants.
Peran Keluarga terhadap Penyembuhan Luka Diabetes Mellius di Klinik Rumat Kota Bandung Widyawati Widyawati; Asep Aep Indarna; Eki Pratidina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.413

Abstract

Latar belakang Diabetes Melitus (DM) masih menjadi masalah kesehatan global Kesadaran pasien dan keluarga dalam mendukung perawatan luka sangat diperlukan untuk penyembuhan luka. Hal yang harus diperhatikan oleh keluarga dalam mendukung penyembuhan luka antara lain pengendalian kadar glukosa darah, membantu mengurangi tekanan pada tungkai dan meningkatkan sirkulasi. Keterlibatan keluarga dalam perawatan luka DM bertujuan membantu kecepatan penyembuhan luka Metode menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelas imenggunakan pendekatan cross sectional study, dengan jumlah sampel 20 responden. Hasil sebagian besar yaitu 65 % peran keluarga kategori baik, dan 50 persen luka mengalami penyembuhan dengan kategori cepat dan terdapat hubungan antara peran keluarga terhadap penyembuhan luka diabetes mellitus yaitu 10 (76 %) dengan nilai P value = 0,002 Kesimpulan Penyembuhan luka pada pasien luka DM pada kategori cepat dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga terhadap kecepatan penyembuhan luka.
Optimalisasi Peran Kader PKK dan Posyandu dalam Pencegahan Kegawatdaruratan Hipertensi Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Agus Mi&#039;raj Darajat; Widyawati Widyawati; Tri Nur Jayanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24097

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi kegawatdaruratan hipertensi kerap muncul tanpa gejala awal yang jelas, sehingga masyarakat sering kali tidak menyadari ancaman yang ada. Situasi ini menuntut adanya deteksi dini serta peningkatan kesiapsiagaan komunitas sebagai langkah preventif untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas. Tingginya prevalensi hipertensi di RW 10 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, belum diimbangi dengan sistem penanganan darurat yang terstruktur. Kader PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi serta menangani kondisi darurat hipertensi. Metode: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan intensif yang mencakup edukasi kesehatan, simulasi penanganan darurat, diskusi kelompok terarah, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader (p = 0,000; uji Wilcoxon), dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56 menjadi 88. Selain itu, terbentuk prosedur operasional penanganan darurat hipertensi yang aplikatif dan dapat diterapkan di tingkat komunitas. Kesimpulan: Intervensi ini menghasilkan kader yang lebih responsif dalam memberikan pertolongan pertama, sehingga berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kata Kunci: Hipertensi, Kegawatdaruratan, Kader PKK Posyandu, Edukasi, Simulasi.  ABSTRACT Introduction: Hypertension is a major public health issue that can lead to serious complications if not properly managed. Hypertensive emergencies often occur without clear initial symptoms, making communities less aware of the potential risks. This situation highlights the need for early detection and improved community preparedness as preventive measures to reduce morbidity and mortality. The high prevalence of hypertension in RW 10, Binong Village, Batununggal District, has not been supported by a structured emergency response system. PKK and Posyandu cadres, as the frontline of community health services, still face limitations in knowledge and skills to detect and manage hypertensive emergencies. Methods: This community service program aimed to strengthen cadre capacity through intensive training, including health education, emergency response simulations, focused group discussions, and regular monitoring and evaluation. Results: The program demonstrated a significant improvement in cadre knowledge (p = 0.000; Wilcoxon test), with the average knowledge score increasing from 56 to 88. In addition, an applicable standard operating procedure for hypertensive emergency management was successfully developed. Conclusion: This intervention produced cadres who are more responsive in providing first aid, thereby contributing to reduced risk of complications and improved community quality of life. Keywords: Hypertension, Emergency, PKK Posyandu Cadres, Education, Simulation.