Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Model Pelacakan Digital untuk Memantau Status Kesehatan Balita di Posyandu Desa Kadugenep Kartini Kartini; Malabay Malabay; Ria Saraswati; Budi Tjahjono; Riya Widayanti; Yuliati Yuliati; Ahmad Fuad
IKRA-ITH Informatika : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 9 No. 3 (2025): IKRAITH-INFORMATIKA Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-informatika.v9i3.5253

Abstract

Kemajuan Teknologi Informasi (TI) telah membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan data dan peningkatan layanan publik, termasuk kesehatan anak usia dini. Di pedesaan, sistem digital menjadi solusi strategis untuk memastikan pencatatan data kesehatan yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Penelitian ini mengembangkan model pelacakan digital untuk memantau status kesehatan balita di Posyandu Desa Kadugenep, sekitar 18 km dari ibu kota Provinsi Banten, menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumentasi dan observasi sistem operasional. Prototipe berbasis web dirancang dengan Unified Modeling Language (UML) untuk menghasilkan struktur data terorganisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelacakan digital meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi data kesehatan, dan mendukung pengambilan keputusan di tingkat desa, serta dapat diadaptasi di wilayah pedesaan lain untuk memperkuat tata kelola kesehatan berbasis masyarakat dan literasi digital desa.
Intercultural Communication And Working Women's Health In Balaraja Ummanah; Yuliati; Jatayu Hadi Prakoso; Bayquni
Journal of Communication and Social Sciences Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Communication and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jcss.v4i2.2236

Abstract

Working women in industrial areas such as Balaraja District, Tangerang Regency, face intercultural communication challenges in the domestic sphere because labor mobility brings together spouses from different cultural backgrounds. These differences may intensify role conflict and affect reproductive health management and mental health in the digital era. This study examined the effects of intercultural communication, digital literacy, and domestic workload on working women’s health. A quantitative explanatory survey involved 50 married working women selected through purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistics, instrument validity and reliability tests, correlation analysis, and multiple regression. Intercultural communication positively affected mental health (β = 0.42; p = 0.003) and reproductive health management (β = 0.35; p = 0.011). Digital literacy also had a positive effect (β = 0.29; p = 0.027), whereas domestic workload negatively affected mental health (β = -0.38; p = 0.005). Supportive intercultural family communication, equitable domestic role negotiation, and effective digital health literacy are therefore important for improving working women’s well-being in industrial communities. However, the smaller digital-literacy coefficient indicates that access to digital technology or health information alone is insufficient unless it is supported by healthy communication negotiation, partner responsiveness, and equitable household arrangements.
Gambaran Tingkat Self-Efficacy dan Tingkat Motivasi Pulih pada Klien Penyalahguna Narkotika di BNNP DKI Jakarta Bona Fatmawati; Mira Asmirajanti; Antia Antia; Yuliati Yuliati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkotika masih menjadi masalah kesehatan yang serius, dengan angka drop out dan relapse pascarehabilitasi yang tinggi. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas medis, tetapi juga oleh kondisi psikologis klien, terutama self-efficacy dan motivasi pulih. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat self-efficacy dan tingkat motivasi pulih pada klien penyalahguna narkotika yang menjalani rehabilitasi di BNNP DKI Jakarta. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 27 klien aktif yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, modifikasi Drug Avoidance Self-Efficacy Scale (DASES), dan modifikasi Stages of Change Readiness and Treatment Eagerness Scale (SOCRATES 8D), kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-efficacy tinggi (51,9%), sedangkan pada motivasi pulih, kategori tinggi mendominasi ketiga subskala, yaitu Recognition (74,1%), Ambivalence (70,4%), dan Taking Steps (88,9%). Tingginya Ambivalence perlu dimaknai sebagai keragu-raguan terhadap perubahan, bukan motivasi yang lebih baik. Hasil penelitian dapat menjadi data dasar bagi perawat dalam merancang asuhan keperawatan yang menguatkan self-efficacy dan mengeksplorasi ambivalensi klien selama proses rehabilitasi.