Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluasi Model Akselerasi Swasembada Kedelai di Lahan Kering Kabupaten Lombok Tengah Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Andi Iva Mundiyah
Media Agribisnis Vol 6 No 1 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v6i1.2106

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah yang didominasi pertanian lahan kering menjadi sentra produksi kedelai kedua di tingkat provinsi, namun, petani di Lombok Tengah kurang berminat menanam kedelai karena merugikan. Kondisi ini menurunkan jumlah produksi kedelai dan menguatkan ketergantungan terhadap kedelai impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model akselerasi swasembada kedelai di wilayah pertanian lahan kering Kabupaten Lombok Tengah. Uji coba model pada kelompok masyarakat binaan bertujuan menilai ketepatan peran dan interaksi komponen-komponen model untuk mempercepat pencapaian swasembada kedelai di Lombok Tengah. Sentra uji coba model adalah pengembangan agroindustri berbasis kedelai karena menciptakan nilai tambah yang mensejahterakan keluarga petani menjadi insentif kuat bagi petani sehingga menimbulkan minat berusahatani kedelai. Pengembangan model dapat membuka lapangan kerja baru di bidang pemasaran input-output usahatani dan agroindustry dan diperolehnya pendapatan sepanjang tahun. Manfaat ekonomi tersebut semakin menguatkan kualitas pengelolaan usahatani kedelai oleh petani sehingga terjadi akselerasi swasembada kedelai khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.
Pemberdayaan Ekonomi Petani Lahan Kering Melalui Pengembangan Agroindustri Tempe Di Desa Segala Anyar Lombok Tengah Candra Ayu; Wuryantoro; Ibrahim; Nurtaji Wathoni; Andi Iva Mundiyah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.939 KB)

Abstract

All Anyar Village-Pujut District is one of the centers for soybean production in Central Lombok Regency. All Anyar Village in 2018 became the second certified soybean seed breeding ground in NTB after Sukarara Village - Jonggat Subdistrict in 2017. However, the amount of production at the farmer level is only 0.57 tonnes / ha even though the average at the provincial level is 1.3 ton / ha. The low production results in low income from soybean farming. The purpose of this service activity is to motivate and build the participants' self-confidence in the use of free time for productive activities as well as to increase knowledge and skills, participants in service activities in the development of the soybean agro-industry, especially the making of tempe. The results of this service activity show that the participants in the service activities respond positively and participate actively in all programmed activities. The transfer of science and technology can run well where the community service participants have been able to make tempe and its processed products. What is even more important is that the extension participants realize that the use of spare time and work potential in making tempe can be used as a source of food and additional family income.
LUAS LAHAN MINIMAL DAN DAYA DUKUNG PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Nurtaji Wathoni; Ibrahim Ibrahim; Andi Iva Mundiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i1.724

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan sentra produksi pangan kedua di NTB namun mengalami penyusutan lahan pertanian yang cukup tinggi akibat aktivitas pembangunan dan pengembangan kawasan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui jumlah produksi tanaman pangan dan luas lahan minimal per kapita untuk sejahtera di Kabupaten Lombok Tengah, menganalisis daya dukung lahan pertanian tanaman pangan serta kontribusinya terhadap kesejahteraan keluarga petani. Hasil penelitian menunjukkan jumlah produksi tanaman pangan Kabupaten Lombok Tengah setara beras 613.558,70 kg atau setara kalori 2,20881133 x 1012 Kkal dan luas lahan minimal per kapita untuk sejahtera sebesar 0,057 ha/kapita/tahun. Kemampuan daya dukung lahan pertanian tanaman pangan sebesar 2,67 (tergolong tinggi) dan memberi kontribusi terhadap kesejahteraan petani sebesar 3,8 kali nilai Kebutuhan Fisik Minimum.
Analisis Tingkat Potensi Berswasembada Pangan Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Muhammad Nursan
Media Agribisnis Vol 5 No 2 (2021): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v5i2.1622

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan sentra produksi pangan, khususnya beras di Propinsi NTB. Namun potensi untuk berswasembada pangan tersebut terancam akibat alih fungsi lahan untuk aktivitas di luar pertanian. Penelitian ini menggunakan data sekunder terakhir yang tersedia (tahun 2019 dan 2020) untuk menganalisis di tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten (Kabupaten Lombok Tengah) tentang: luas tanam tanaman pangan/kapita/tahun, luas lahan minimal/kapita/tahun untuk mencapai swasembada pangan; jumlah produksi tanaman pangan dan menentukan tingkat potensi berswasembada pangan setiap kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas tanam tanaman pangan per kapita tahun 2020 di Kabupaten Lombok Tengah sebesar 216,67 % dari lahan minimal untuk berswasembada pangan (minimal 0,06 ha/kapita/tahun); tersempit di Kecamatan Praya dan terluas di Kecamatan Praya Barat Daya. Jumlah produksi tanaman pangan setara kalori 2.208.837.325.200 Kilo kalori atau setara 613.565.924 kg beras/tahun. Kecamatan dengan potensi daya dukung berswasembada pangan tinggi (mampu berswasembada pangan dan memberi kehidupan layak) adalah Praya Barat Daya, Pujut, Praya Timur dan Praya Barat; sedangkan yang berdaya dukung sedang (mampu berswasembada minimal sejumlah Kebutuhan Fisik Minimum tapi kehidupan belum layak) adalah kecamatan: Jonggat, Janapria, Praya Tengah, Kopang, Batukliang Utara, Pringgarata, Batukliang, dan Praya. Kecamatan Praya merupakan wilayah yang paling rawan mengalami penurunan potensi berswasembada pangan menjadi rendah akibat dari tingginya laju pembangunan ekonomi dan pertambahan penduduk yang mengkonversi lahan pertanian produktif.
PENINGKATAN DAYA DUKUNG USAHATANI LAHAN MARJINAL DAN SINERGITAS PEMANFAATANNYA DENGAN POTENSI KELOMPOK PEREMPUAN DI KAWASAN BEKAS TAMBANG BATU APUNG LOMBOK TENGAH Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Asri Hidayati
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marjinalitas lahan pasca penambangan batu apung mengakibatkan hanya tanaman tertentu yang mampu bertahan dan umumnya bernilai ekonomi rendah serta gap periodnya lama. Hal ini menciptakan pengangguran musiman serta ketidakberlanjutan dan rendahnya perolehan pendapatan. Dengan demikian, tujuan kegiatan ini membangun jiwa kewirausahawan masyarakat untuk pengembangan agroindustri berbasis hasil usahatani di lahan bekas tambang batu apung. Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan selama 45 hari di Dusun Cerorong Selatan dan Dusun Cerorong Utara Desa Pemepek-Kecamatan Pringgarata- Kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan praktek kerja lapang yang diikuti dengan metode pelatihan manajemen usaha, Focus Group Discussion terhadap kelompok petani dan kelompok perempuan/ibu rumahtangga serta transfer teknologi pembuatan pupuk organik serta pengolahan pangan berbasis produk pertanian unggulan lokal. Hasil pelaksanaan Program KKN-PPM ini adalah dibentuk Kelompok Petani beranggotakan 20 orang untuk peningkatan daya dukung lahan bekas tambang dengan pupuk organik yang dibuat petani; serta dibentuk Kelompok Usaha Bersama beranggotakan 20 orang perempuan dari keluarga binaan. Pembentukan KUB tersebut dapat memanfaatkan potensi kerja perempuan yang sebelumnya menganggur untuk mengolah ubi kayu menjadi keripik rasa original dan rasa bumbu balado, tape ubi kayu dan dodolnya, serta mengolah talas menjadi stik talas dan keripik talas masing-masing rasa original dan rasa bumbu balado. Peningkatan nilai tambah setelah diolah menjadi berbagai bahan pangan serta akibat pendampingan mahasiswa yang dikoordinasi Dosen Pembimbing Lapangan mampu meningkatkan jiwa kewirausahaan kelompok binaan dan tanggap menangkap peluang bisnis terkait program yang diaposi.
IMPLEMENTASI MODEL PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT PETANI PESERTA USAHATANI KONSERVASI BERBASIS REVITALISASI POTENSI SISTEM AGRIBISNIS LAHAN KERING-MARJINAL ZONA TAMBANG EMAS PULAU LOMBOK Wuryantoro Wuryantoro; Candra Ayu; Asri Hidayati
Jurnal Abdi Insani Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ini secara umum adalah membangun jiwa kewirausahawan masyarakat lahan keringan-marjinal di zona tambang emas di Desa Taman Baru Sekotong untuk mengembangkan sistem agribisnis berbasis hasil usahatani unggulan lokal. Tujuan tersebut diwujudkan melalui 4 pendekatan, yaitu a. melalui perbaikan produktivitas lahan, b.pengolahan pangan berbasis komoditi unggulan lokal yang dapat memberi nilai tambah dan berdaya saing, d). Meningkatkan kemampuan petani dan wanita tani dalam melakukan pemasaran produk olahan yang telah diproduksi. Hasil pelaksanaan Program KKN-PPM ini adalah dibentuk Kelompok Petani binaan beranggotakan 17 petani yang bersedia melakukan perbaikan lahan melalui pemanfaatan pupuk organik yang dihasilkan petani; serta dibentuk Kelompok Usaha Bersama beranggotakan 17 orang perempuan tani yang mampu menghasilkan produk agroindustri berbasis bahan baku unggulan lokal, yakni mengolah pisang menjadi keripik rasa original dan rasa manis, mengolah talas menjadi stik talas dan keripik talas masing-masing rasa original dan rasa bumbu balado, serta mampu menghasilkan tempe. Dengan demikian terjadi peningkatan nilai tambah atas produk yang diolah menjadi produk agroindustri yang lebih bermanfaat dan memiliki peluang pasar yang cukup besar. Pembentukan KUB tersebut secara tidak langsung dapat memanfaatkan potensi kerja perempuan yang sebelumnya menganggur menjadi tenagakerja yang lebih produktif. Di sisi lain, mahasiswa menjadi peka terhadap permasalahan masyarakat binaan dan lebih terampil secara teknis dan pengelolaan untuk membantu memberdayakan kelompok binaan.
NILAI TUKAR DAN KESEJAHTERAAN RUMAHTANGGA PETANI DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Wuryantoro Wuryantoro; Candra Ayu
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i1.1349

Abstract

Pembangunan pertanian suatu daerah tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, namun juga mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup petani serta peningkatan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui struktur pendapatan rumahtangga petani; (2) Mengetahui struktur pengeluaran rumah tangga petani; (3) Mengetahui nilai tukar dan kesejahteraan rumah tangga petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pringgasela dengan mewawancarai 30 responden. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Pringgasela di dominasi pendapatan yang diperoleh dari luar sektor pertanian (off farm), yang berkontribusi sebesar 63%, sedangkan sektor pertanian (on farm) berkontribusi sebesar 37%. Sementara itu struktur pengeluaran rumah tangga petani, selain pengeluaran untuk biaya usahatani, terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, dimana besarnya pengeluaran rumah tangga untuk pangan sebesar 57 % sedangkan non pangan adalah 43%. Dengan NTRP 1,17 menunjukkan bahwa rumah tangga petani telah cukup sejahtera dan mampu memenuhi kebutuhan hidup hidupnya sehari-hari. Namun jika dilihat dari NTP, maka sumber pendapatan yang diperoleh dari sektor pertanian belum mampu mensejahterakan keluarga petani.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA DAGANG SAYUR KELILING DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI PELAKU USAHANYA DI KOTA MATARAM Asri Hidayati; Candra Ayu; Luthfiana Safhira Avanda
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i1.1409

Abstract

Usaha dagang sayur keliling merupakan salah satu kegiatan perdagangan di sektor informal yang berkembang pesat di wilayah Kota Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya dan keuntungan usaha dagang sayur keliling di Kota Mataram, serta menganalisis tingkat kesejahteraan ekonomi pelaku usaha tersebut. Metode penelitian ini yaitu deskriptif, unit analisis yaitu usaha dagang sayur keliling di tiga kecamatan terpadat penduduknyadi Kota Mataram, yakni Kecamatan Ampenan, Sandubaya dan Kecamatan Mataram. Total responden 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: biaya usaha dagang sayur keliling sebesar Rp 1.369.710,91/hari dan 93,30 %-nya untuk barang dagangan, dan keuntungannya sebesar Rp 132.108,69/hari atau Rp 41.217.911,28/tahun. Keluarga pelaku usaha dagang sayur keliling tergolong sejahtera berdasarkan Kriteria Kemiskinan Sajogyo dan Kriteria Bank Dunia dengan pendapatan per kapita setara beras 1.489,39 kg/kapita/tahun dan setara $2,73 USD/kapita/hari.
ANALISIS KEMISKINAN PETANI LAHAN KERING DAN MODEL PENGENTASANNYA BERBASIS AKTUALISASI POTENSI PRODUKTIF KELOMPOK PEREMPUAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.844

Abstract

Internalisasi budaya patriarkhi dalam masyarakat petani lahan kering di Kabupaten Lombok Tengah menghilangkan kesempatan kelompok perempuan berkontribusi untuk mensejahterakan keluarganya. Penelitian ini merupakan Grounded Research di Kecamatan Pujut (kecamatan terluas lahan keringnya) dan pengambilan responden di Desa Tanaq Awu (40 ibu rumahtangga dan 23 anak perempuan). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kerja kelompok perempuan, menganalisis kemiskinan dan merancang model pengentasannya berbasis aktualisasi potensi produktif kelompok perempuan yang selaras tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tergolong miskin dengan pendapatan per kapita setara beras 162,42 kg/tahun atau senilai US $104,14/tahun. Penyebab utama kemiskinan adalah rendahnya produktivitas dan pendapatan usahatani serta kukungan tradisi patriarkhi untuk perempuan. Model pengentasan kemiskinannya harus selaras tradisi dan berbasis aktualisasi potensi produktif ekonomi kelompok perempuan karena baru berkontribusi 8 % sedangkan potensi kerjanya 672,95 HKO/tahun. Inti model adalah pengembangan unit pengolahan pangan untuk kelompok perempuan di rumah penduduk. Pendukung model: tersedia waktu banyak kelompok perempuan, potensi peran domestik kelompok laki-laki, tersedia produk pertanian lokal, akses pasar, motivasi untuk sejahtera, ikatan bathin dengan kampung halaman sehingga menolak bekerja di luar. Implementasi model dapat mewujudkan “dual earner families” antar kelompok perempuan dan laki-laki, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumberdaya manusia serta terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah.
ANALISIS KELAYAKAN DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TAHU DI KOTA MATARAM Wuryantoro Wuryantoro; Candra Ayu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.843

Abstract

Kedelai tergolong tanaman pangan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Kedelai dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan salah satu yang banyak diminati oleh masyarakat adalah tahu. Dalam proses transformasi suatu bahan baku menjadi produk olahan, sangat ditentukan dengan kinerja agroindustri, apabila kinerja agroindustri baik maka agroindustri akan memperolah nilai tambah dan pendapatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis kelayakan ekonomi dan menganalisis nilai tambah agroindustri tahu di Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis. Penilitian ini dilaksnakan di Kota Mataram tepatnya di Kelurahan Kekalik Jaya dan Abian Tubuh dengan mewawancari 20 pengusaha tahu sebagai responden. Hasil Penelitian menunjukkan usaha tahu di Kota Mataram layak diusahakan karena menghasilkan pendapatan sebesar Rp 517.457, menghasilkan R/C-ratio lebih besar dari serta menghasilkan produktivitas modal atau B/C-ratio yang cukup tinggi yaitu 39%. Selain itu kegiatan agroindustri juga mampu menghasilkan nilai tambah sebesar 37,69 %, Sedangkan keuntungan bersih yang diperoleh pengusaha dari usaha tahu adalah sebesar Rp 4 757,- untuk setiap 1 kilogram bahan baku yang digunakan