Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Pembukuan Usahatani di Desa Otak Rarangan Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Dudi Septiadi; Rosmilawati Rosmilawati; Abdullah Usman; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Asri Hidayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.038 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.945

Abstract

Penggunaan pembukuan dalam usahatani merupakan jenis teknologi yang efektif dalam mengontrol kebijakan pengelolaan usahatani. Petani sebagai pengelola usahatani dapat mengetahui kelemahan dalam penyusunan perencanaan dan penyelenggaraan usahatani. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk; 1) memberikan pemahaman kepada petani terkait pentingnya pembukuan usahatani; 2) melatih petani untuk membuat catatan pembukuan usahatani. Pengabdian dilaksanakan di Desa Otak Rarangan, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran para petani dari perwakilan kelompok tani sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop. Hasil kegiatan pengabdian ini mampu memberikan pemahaman baru bagi petani terkait pentingnya pencatatan dan pembukuan usahatani. Petani bisa membedakan antara sumber penerimaan dan sumber pengeluaran kegiatan usahatani. Berdasarkan hasil simulasi pada workshop pencatatan dan pembukuan usahatani, petani mengetahui kondisi keuangan usahataninya selama satu musim tanam sebelumnya. Petani bisa menggunakan buku catatan usahatani yang telah dibuat untuk kegiatan musim tanam berikutnya secara berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Aplikasi Inovasi Teknologi Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Pertanian Di Desa Otak Rarangan Kabupaten Lombok Timur Dudi Septiadi; Rosmilawati; Abdullah Usman; I Gusti Lanang Parta Tanaya; Asri Hidayati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.186 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2161

Abstract

Aplikasi inovasi teknologi pembuatan pupuk organik cair berbasis limbah pertanian merupakan upaya untuk mengubah paradigma pembangunan pertanian yang selama ini sangat tergantung dengan penggunaan pupuk kimiawi, menjadi pembangunan pertanian yang ramah lingkungan, efisien dan berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk; 1) memberikan pemahaman kepada petani terkait pentingnya penggunaan pupuk organik cair berbasis limbah pertanian; 2) membekali keterampilan kepada petani dalam pembuatan pupuk organik cair berbasis limbah pertanian. Pengabdian dilaksanakan di Desa Otak Rarangan, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran para petani dari perwakilan kelompok tani sebanyak 20 orang. Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah anggota kelompok tani yang ada di Desa Otak Rarangan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini, para peserta terbukti memiliki peningkatan pemahaman terkait pentingnya penggunaan pupuk organik cair berbasis limbah pertanian. Petani terbukti bisa mempraktikkan pembuatan pupuk organik cair berbasis limbah pertanian. Berdasarkan hasil praktik, pembuatan pupuk organik cair yang dihasilkan berkualitas baik, hal ini dicirkan dengan produk memiliki aroma khas asam fermentasi dengan cairan berwarna coklat muda, tidak ada belatung atau sejenis cacing, pada permukaan larutan terdapat endapan berwarna putih sert aroma yang tercium seperti aroma tape (aroma kecut dan segar), dan tidak berbau busuk. Petani diharapkan bisa mengaplikasikan inovasi teknologi pupuk organik cair berbasis limbah pertanian secara berkelanjutan.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rizqia Ayu Sucita; Candra Ayu; Abdullah Usman
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Agrimansion Agustus 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i2.1463

Abstract

The area of farmers land in Praya District has decreased by 9 ha or 0.0027% in 2021. This means that the carrying capacity of agricultural land will be smaller. Prior to land conversion, most of the land belonged to farmers used to grow food crops. This study aims to (1) analyze the carrying capacity of agricultural land for food crops in Praya District; (2) Analyze the income of food crop farming and its contribution to the household income of farmers in Praya District; (3) Analyze the level of economic welfare of food crop farmer households in Praya District; and (4) Knowing the problems and obstacles faced by farmers in carrying out food crop farming in Praya District. The method used in this research is descriptive method. The research area was determined by purposive sampling. Determination of the number of respondents was determined using the slovin method as many as 42 respondents. The results of the analysis show that (1) The CCR value of food crop farming in Praya District to the number of farmer family members is 2,98. (2) The average income of rice farming in MT I was IDR Rp13.954.756,85/ha, rice farming income in MT II was IDR Rp12.132.750,54/ha, corn, green bean, and soybean farming income in MT III amounted to IDR 13.792.449,43/ha, this income contributed 31,28% to farmer household income. (3) The average income of farmers from farming activities, farming outside of their own farming, from outside of farming, and other sources is still classified as not prosperous. (4) The problems and obstacles faced by farmers are: low productivity, pest attack, and marketing
Penguatan Kapasitas Petani melalui Penyuluhan Pupuk Organik Padat dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Mertak Kabupaten Lombok Tengah Hidayati, Asri; Abdullah Usman; Muhamad Siddik; Candra Ayu; Mutiara Mita Kasia; Mardiana; Dudi Septiadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12823

Abstract

Pupuk organik padat merupakan alternatif yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Dalam pengabdian masyarakat ini, dilakukan penyuluhan tentang pembuatan pupuk organik padat berbahan dasar limbah pertanian, seperti kotoran sapi, dedak, dan sekam. Tujuan dari kegiatan ini adalah; 1) memberikan pengetahuan, dan pemahaman kepada petani terkait urgensi memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik padat, sehingga mendukung pertanian berkelanjutan; serta 2) memberikan keterampilan kepada petani melalui penyuluhan pembuatan pupuk organik padat yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya bagi petani. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Peserta penyuluhan dan pelatihan sebanyak 20 petani. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas petani melalui tambahan wawasan dan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik padat dan manfaatnya bagi pertanian. Petani memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang sumberdaya lokal yang dapat dimanfaatkan, seperti kotoran sapi, dedak, dan sekam, sebagai bahan baku pupuk organik padat. Petani juga mampu mempraktikkan pembuatan pupuk organik padat secara mandiri setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan pembuatan pupuk organik padat berbahan dasar limbah pertanian merupakan langkah penting dalam memperkenalkan praktik pertanian yang berkelanjutan kepada petani. Diharapkan bahwa pengabdian masyarakat ini dapat memberikan dampak positif dalam penggunaan sumberdaya lokal, peningkatan produktivitas pertanian, dan keberlanjutan lingkungan.
Penyuluhan Inovasi Pupuk Organik Cair Berbasis Ekonomi Sirkular Melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian di Daerah Penyangga KEK Mandalika Asri Hidayati; Abdullah Usman; Mardiana; Candra Ayu; Ibrahim; Dudi Septiadi; Fikri Firmansah; Lira Meilia Nasir
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16287

Abstract

Potensi penerapan pupuk organik cair melalui konsep ekonomi sirkular pada kegiatan pertanian sangat membantu dalam peningkatan efisiensi produksi dan peningkatan pendapatan rumahtangga petani. Penerapan inovasi teknologi pupuk organik cair merupakan upaya untuk mengubah paradigma pembangunan pertanian yang selama ini sangat bergantung pada penggunaan input kimia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk; 1) memberikan pemahaman kepada petani terkait praktik pembuatan pupuk organik cair; 2) memberikan keterampilan kepada petani untuk membuat pupuk organik cair. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode sosialisasi dan pelatihan. Pengabdian dilaksanakan di Desa Mertak, Daerah Penyangga KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Peserta kegiatan ini adalah 20 orang petani. Lokasi kegiatan di Kantor Desa Mertak. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, serta manfaat pemanfaatan sumber daya lokal dalam menekan biaya produksi usahatani. Selain itu, kegiatan ini berhasil memperkenalkan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh petani. Pemanfaatan bahan baku lokal seperti air kelapa, air cucian beras, bonggol pisang, hijauan, dan limbah organik lainnya membuka peluang pengembangan pupuk organik cair sebagai alternatif input produksi yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi kelompok tani. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mitra teknis, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Pengembangan Produk Abon Nangka sebagai Upaya Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melati di Desa Suranadi Kabupaten Lombok Barat Rifani Nur Sindy Setiawan; Abdullah Usman; Asri Hidayanti; Eka Nurminda Dewi Mandalika; Farah Ainun jamil
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 3 (2026): Juli-September 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i3.16323

Abstract

Suranadi Village, located in Narmada District, West Lombok Regency, is part of the Rinjani–Lombok Geopark area and has considerable natural, cultural, and tourism potential. In addition to the tourism sector, the village has a valuable local resource in the form of jackfruit, which has been utilized by the community through home-based industries to produce processed products such as jackfruit dodol and chips. One of the key groups involved in these processing activities is the Melati Women Farmers Group (Kelompok Wanita Tani/KWT Melati). Several community empowerment programs have previously been implemented to improve the capacity of KWT Melati, including product diversification, e-commerce-based marketing, and business legalization, supported by DRTPM in 2023. However, evaluation results indicated the need for a follow-up program to expand the market through product development, particularly the production of jackfruit floss. KWT Melati still faced limited knowledge and skills in producing jackfruit floss. Therefore, the community service team conducted training on jackfruit floss production using the Participatory Demonstrative Training method. The results showed an improvement in the partners' skills in producing jackfruit floss and presenting it in attractive packaging. Future training programs should be extended to the utilization of jackfruit by-products, particularly jackfruit seeds, locally known as beton, to create additional economic value.