Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 Di SMAN Titian Teras Abdurrahman Sayoeti Kabupaten Muara Jambi M.Ridwan M.Ridwan; Puspita Sari; M. Dody Izhar
Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Salam Sehat Masyarakat
Publisher : Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKIK Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.226 KB) | DOI: 10.22437/jssm.v3i1.15889

Abstract

The spread of Coronavirus disease (COVID-19) is currently increasing, and it is very easy for transmission to occur, especially in an environment that is a center for gatherings. During this pandemic, schools are encouraged to do online learning, but there are some schools that are allowed to do face-to-face learning, one of which is SMA Titian Teras. This becomes very risky for an increase in the transmission of the Covid-19 virus in schools. Efforts that can be made to overcome this are education about the application of the COVID-19 health protocol. This education aims to increase knowledge and practice for teachers, educators, and students at Titian Teras High School in preventing the spread of the Covid-19 disease. This service is carried out at Titian Teras High School with a target number of 20 teachers/students/educational staff offline. This service activity was carried out by 3 lecturers and 5 students.
Kearifan Lokal Suku Anak Dalam (SAD) di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Ridwan; Puspita Sari
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 7 No 2 (2020): DESEMBER 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v7i2.523

Abstract

Suku anak dalam (SAD) mengungsi kehutan di masa pandemik virus covid-19. Fenomena ini terjadi pada saat pemerintah memberlakukan social distancing. SAD di desa pelakar jaya mengungsi kehutan/kebun untuk menghindari penularan virus Covid-19. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang perilaku SAD masuk ke hutan dan kehidupan di masa pandemik virus Covid-19. Bahan dan metode, Jenis penelitian ini Kualitatif dengan desain Studi kasus. Jumlah informan sebanyak 10 orang, sample diambil dengan teknik Purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan dengan Content Analysis. SAD ketika awal pendemic Covid-19, pergi kehutan atau kebun untuk menghindari penyakit, saat ini mereka tinggal di pondok sederhana atau sudung. SAD meninggalkan pemukiman di dasari oleh kebiasaan melangun yaitu meninggalkan rumah untuk menghindar dari suatu bahaya atau kesedihan. Kesimpulan kearifan lokal melangun mendasari perilaku mengasingan dengan pergi kehutan atau kebun disaat pandemic covid-19, untuk menghindar dari penyakit sesuai dengan pesan nenek moyang warga SAD
Efektivitas KALPIN dan Leaflet dalam Meningkatkan Self-Efficacy Penderita Hipertensi Arvida Bar; Kaimuddin Kaimuddin; M. Ridwan
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v4i2.3940

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of KALPIN (Smart Calendar) and leaflets in increasing self-efficacy in hypertensive patients. The method used is a quasi-experimental with a pretest-posttest control group design involving 100 patients undergoing outpatient treatment at the Penyengat Olak Health Center. The results showed that the average value of respondents' self-efficacy before being given intervention in the intervention group was 5.8 with a standard deviation of 4.638, while the average value after being given intervention was 9.89 with a standard deviation of 1.526. Meanwhile, the average self-efficacy before intervention in the control group was 6.37 with a standard deviation of 3.774, while the average value after intervention in the control group was 7.00 with a standard deviation of 3.058. The results of further analysis using the Wilcoxon test obtained a p-value of <0.05. In conclusion, there was an increase in the self-efficacy of hypertension sufferers after giving KALPIN education and leaflets. Keywords: Hypertension, KALPIN, Leaflet, Self-Efficacy
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI PERILAKU MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA SUKU ANAK DALAM DI SEKOLAH HALOM PUTRI TIJAH Puspita Sari; Seli Pitriyanti; Asparian; M. Ridwan; Sri Astuti Siregar
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i1.1859

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi seberapa penting peran guru dalam meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat disekolah suku anak dalam. Dengan pembiasaan yang dilakukan di sekolah, guru berharap agar anak didik dapat menjaga hidup bersih dan sehat dengan mandiri dimanapun mereka berada. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya derajat kesehatan di Indonesia adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang belum baik, termasuk di lingkungan sekolah. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang di praktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang di lakukan bertujuan menjadikan seseorang mampu menolong diri sendiri untuk menjadi sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat melalui perilaku mencuci tangan pada siswa suku anak dalam di sekolah halom putri tijah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah mengetahui (1) gambaran karekteristik informan (2) untuk mengetahui peran guru sebagai fasilitator, pembimbing, penyedia lingkungan, model(contoh), agen perkembangan kognitif, dan manajer dalam meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat melalui perilaku mencuci tangan pakai sabun pada siswa suku anak. Penelitian ini dimaksudkan agar peran guru dapat memotivasi siswa untuk hidup sehat, agar secara mandiri terhindar dari penyakit.
PEMBENTUKAN POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR INSTITUSI DALAM MENDUKUNG KAMPUS SEHAT Helmi Suryani Nasution; M. Ridwan; Evy Wisudariani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13928

Abstract

Abstrak: Salah satu area promosi kesehatan dalam Health Promoting University (HPU) yang perlu mendapatkan perhatian adalah Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal ini disebabkan karena trend PTM yang semakin meningkat dan merupakan penyebab dominan kematian. Kampus merupakan salah satu institusi yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanggulangan PTM. Untuk memperluas kegiatan kampus sehat yang telah terbentuk di Universitas Jambi serta mencegah serta menurunkan PTM maka dilakukanlah kegiatan Pembentukan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) PTM Institusi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta civitas akademika Universitas Jambi kampus Pondok Meja dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Rangkaian kegiatan terdiri dari sosialisasi, pembentukan dan pelatihan kader, serta kegiatan perdana Posbindu PTM. Kegiatan dilakukan bersama antara tim pengabdian masyarakat, anggota HPU Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Puskesmas Pondok Meja pada 21 September - 7 Oktober 2022 di Universitas Jambi kampus Pondok Meja. Telah terbentuk Posbindu PTM di Universitas Jambi kampus Pondok Meja dengan kader berasal dari mahasiswa. Dari 79 orang (terdiri dari dosen, mahasiswa, tenaga pendidik, dan staf lainnya) yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM perdana, diketahui bahwa proporsi obesitas sebesar 25,31%. Angka ini sedikit lebih besar jika dibandingkan rata-rata prevalensi nasional. Sementara itu, proporsi obesitas sentral (25,32%), hipertensi (21,52%), dan diabetes melitus (1,54%) berada di bawah rata-rata prevalensi nasional. Posbindu PTM ini perlu terus dilaksanakan sebagai upaya mencegah dan menurunkan faktor risiko PTM di Provinsi Jambi. Kegiatan ini perlu didukung dengan komitmen dari berbagai pihak, pembinaan, dan pendanaan yang berkelanjutan.Abstract: One area of health promotion in the Health Promoting University (HPU) that needs attention is non-communicable diseases (NCDs) since the NCDs have an increasing trend and are the leading cause of death. A campus is one of the institutions that needs attention for NCDs. In order to expand the healthy campus activities and prevent and reduce the NCDs, establishment of the integrated guidance post for non-communicable diseases (Posbindu PTM) was carried out. The series of activities consisted of socialization, formation and training of the cadres, and implementation of Posbindu PTM. This activity was carried out on September 21th - October 7th 2022 at Universitas Jambi in Pondok Meja. Posbindu PTM at Universitas Jambi in Pondok Meja has been established. Cadres are students. Out of 79 people participated in this activity, the proportion of obesity is 25.31%. This figure is slightly higher than the national prevalence. However, the proportions of central obesity (25.32%), hypertension (21.52%), and diabetes mellitus (1.54%) were below the national prevalence. Continuously establishment of Posbindu PTM is required in order to prevent and reduce NCDs risk factors in Jambi Province. This activity needs support and commitment from various parties, guidance, and sustainable funding. 
Faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pelaksanaan Posyandu selama Masa Pandemi Covid-19 Cindy Amini; M. Ridwan; Vinna Rahayu Ningsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.950

Abstract

Kader posyandu menjadi pilar utama dalam pembangunan khususnya di bidang kesehatan. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir banyak pelayanan kesehatan di posyandu mengalami hambatan karena kondisi sosial masyarakat yang tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang juga mengakibatkan turunnya tingkat keaktifan kader posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  faktor-faktor  apa  saja  yang  berhubungan  dengan  keaktifan  kader dalam pelaksanaan posyandu selama masa pandemic Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Semurup. Metode penelitian ini yaitu penelitian  kuantitatif dengan pendekatan cross Sectional.   Pengambilan   sampel   yang   digunakan   adalah probability sampling dan didapatkan 55 orang responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis  univariat  dan  bivariat  dengan  uji chi  square. Hasil diperoleh  bahwa faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan posyandu selama masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Semurup adalah  pendidikan  (p=  0,021),  pengetahuan  (p=  0,000), kecemasan (p= 0,025), sarana dan prasarana (p=0,048), dan peran petugas kesehatan (p=0,009), sedangkan terdapat satu faktor yang tidak berhubungan yaitu faktor motivasi (p= 0,058). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, tingkat kecemasan kader, sarana dan prasarana, serta peran petugas kesehatan dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan posyandu selama masa pandemi Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Semurup.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Puskesmas Paal X Kota Jambi Nazrina Safitri; M. Ridwan; Vinna Rahayu Ningsih; Guspianto Guspianto; Sri Astuti Siregar
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 7 No. 1 (2023): Vol. 7 No. 1 - Maret Tahun 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v7i1.20843

Abstract

Exclusive breastfeeding is the only good nutrition for the growth and development of infants aged 0-6 months. Based on data from the Central Statistics Agency, the coverage of exclusive breastfeeding in Jambi Province in 2021 is 71.37%. The achievement of exclusive breastfeeding at the Puskesmas Paal X Jambi City in 2019 was 52, 80%, so it was considered still less than the local government target. This is caused by several factors, namely limited knowledge, attitudes, education, duration of work and maternal age, which greatly affect exclusive breastfeeding. This research is a quantitative research with a cross sectional design. The sample was selected by accidental sampling and obtained 63 respondents. Data obtained from filling out questionnaires and interviews were analyzed using univariate and bivariate with chi-square test or Fisher exact. The results of statistical tests obtained several variables related to the behavior of exclusive breastfeeding to infants at the Puskesmas Paal X Jambi City, namely knowledge, attitudes, education, work with p value <0.05. There is no relationship between maternal age and exclusive breastfeeding at the Puskesmas Paal X Jambi City. Factors related to exclusive breastfeeding behavior at Puskesmas Paal X Jambi City are knowledge, attitude, education, work. Meanwhile, the age factor was not associated with exclusive breastfeeding. Keywords: exclusive breastfeeding, knowledge, attitudes, and characteristics of mothers.
Determinan tingginya unmet need Keluarga Berencana; Studi kasus di Kecamatan Kumun Debai Provinsi Jambi Guspianto Guspianto; Nursafira Rianita; Asparian Asparian; M. Ridwan
Riset Informasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2021): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.478 KB) | DOI: 10.30644/rik.v10i2.536

Abstract

Abstrak LatarBelakang:Angka Unmet need KB adalah persentase wanita menikah yang tidak menginginkan anak lagi atau ingin menjarangkan kelahirannya, namun tidak memakai alat kontrasepsi. Angka unmet need KB di kota Sungai Penuh Provinsi Jambi tahun 2019 masih tinggi sebesar 16,7%, dan salah satu kecamatan yang berkontribusi adalah kecamatan Kumun Debai sebesar 20,96%. Tujuan:Menganalisis faktor determinan tingginya angka unmet need di Kecamatan Kumun Debai. Metode:Penelitiankuantitatifdesaincross sectionaldilakukan terhadap 149 responden yaitu pasangan usia subur (PUS) yang terpilih secara proportional random sampling. Variabel terikat adalah kejadian unmet need, sedangkan variabel bebas adalah usia, pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil:Proporsi kejadian unmet need KB sebesar 55% dan faktor yang berhubungan adalah usia (p= 0,010), pendidikan (p= 0,000), pengetahuan (p= 0,010), dan dukungan suami (p= 0,002), sedangkan paritas tidak berhubungan dengan kejadian unmet needKB. Kesimpulan:Puskesmas perlu meningkatkan upaya KIE KB terhadap PUS dan membentuk kader KB di setiap desa. bagi PUS disarankan untuk aktif mencariinformasi tentang KB dan kontrasepsi, serta meningkatkan peran suami dalam mendukung istri ber-KB.
Supporting Factors in Searching for Childbirth Assistance for the Anak Dalam Tribe (SAD) Community in Bungo Regency, Indonesia Ridwan, M; Sari, Puspita; Ningsih, Vinna Rahayu
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.915 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.813

Abstract

Maternal mortality in Jambi Province has increased from 46 cases in 2018 to 59 cases in 2019. Childbirth out in health facilities is a specific problem in this province, especially in districts with Anak Dalam Tribe (SAD) communities, one of which is a district of Bungo. SAD residents rely more on delivery assistance and general medical treatment of their citizens to someone passed down from generation to generation called Kepaco'an, a term that residents more accept than traditional midwives. This study aims to analyse supporting factors to search for childbirth assistance in this community. The results showed that there had been a division of roles between Kepaco'an and health workers (midwives), but the midwife’s roles between Kepaco’an and health workers (midwives), but the midwife’s role was trivial.  The main supporting factor is trust, where kepaco'an is passed down from generation to generation, while midwives are considered very young and inexperienced. Childbirth procedure with “jampe-jampe” makes to mother and family become calm is the next supporting factor. In addition, the cost of childbirth is cheaper and the distance to health facilities is quite far also factor in childbirth to Kepaco'an. Increasing trust in health workers is essential and cannot be ignored through a partnership pattern by assigning more experienced health workers. Continuous mentoring of SAD families with the involvement of tumenggung and Kepaco'an and shaping internal changes through midwifery education for SAD residents is an effective step in increasing childbirth with health workers, which has an impact on reducing maternal mortality in this district.  Kematian ibu di Provinsi Jambi mengalami peningkatan dari 46 kasus di tahun 2018 ke 59 kasus di tahun 2019. Persalinan yang tidak dilaksanakan di fasilitas kesehatan menjadi permasalahan spesifik di provinsi ini, terutama di kabupaten yang memiliki komunitas Suku Anak Dalam (SAD), salah satunya Kabupaten Bungo. Warga SAD lebih memercayakan pertolongan persalinan dan pengobatan umum warganya kepada seseorang yang terpilih secara turun temurun yang dipanggil Kepaco’an, sebuah istilah yang lebih diterima oleh warga daripada dukun bayi. Penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam faktor pendukung pencarian pertolongan persalinan pada komunitas ini. Hasil penelitian menunjukkan telah terdapat pembagian peran antara kepaco’an dan tenaga kesehatan (bidan), akan tetapi peran bidan sangat kecil. Faktor pendukung utama adalah kepercayaan, dimana kepaco’an terpilih secara turun temurun, sedangkan bidan dianggap masih sangat muda dan belum berpengalaman. Prosedur persalinan dengan jampe-jampe sehingga ibu dan keluarga menjadi tenang adalah faktor pendukung selanjutnya. Selain itu, biaya persalinan yang lebih murah dan jarak tempuh ke fasilitas kesehatan yang cukup jauh juga menjadi faktor persalinan dilakukan kepada kepaco’an. Meningkatkan kepercayaan kepada tenaga kesehatan menjadi hal penting yang tidak dapat diabaikan melalui pola kemitraan, tentunya dengan menugaskan tenaga kesehatan yang lebih berpengalaman. Pendampingan keluarga SAD secara kontinue dengan keterlibatan tumenggung dan kepaco’an serta membentuk perubahan internal melalui pemberian pendidikan kebidanan bagi warga SAD merupakan langkah efektif dalam peningkatan persalinan ke petugas kesehatan yang tentunya berdampak pada penurunan angka kematian ibu di kabupaten ini.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Depresi pada Penderita Tuberkulosis Paru Kurnia Gusti Nanda Nanda; M. Ridwan; Helmi Suryani Nasution; M. Dody Izhar
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1245

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah yang ditimbulkan oleh meningkatnya prevalensi tuberkulosis di negara berkembang, khususnya Indonesia. Dibandingkan dengan populasi umum, pasien tuberkulosis lebih cenderung mengalami depresi. Karena resikonya yang tinggi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian depresi pada penderita tuberkulosis. Metode penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 847 orang dan sampel yang dipilih secara random dengan metode Stratified Proportional Random Sampling sehingga mendapatkan sampel berjumlah 150 orang dengan instrumen kuesioner PHQ-9 (Patient Health Questionnare) yang telah teruji validitas dan reliabilitas oleh peneliti sebelumnya. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square, menggunakan software SPSS versi 25. Hasil penelitian diketahui sebagian besar penderita tuberkulosis yang mengalami depresi sebanyak 53,3% dan ada hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,002), pendidikan (p-value = 0,000) dan pendapatan (p-value = 0,048) dengan kejadian depresi pada penderita tuberkulosis. Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian depresi pada penderita tuberkulosis paru di Kota Jambi berhubungan signifikan dengan umur, pendidikan, dan pendapatan.