Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN RAD MODEL DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SECARA ONLINE Nurhayati, M. Sinta
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah ingin melakukan perubahan dalam dunia pendidikan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang pintar, cerdas, kreatif, inovatif memiliki akhlak baik, serta moral dan etika yang baik pula. Tidak hanya itu, dunia komputer dengan sistem – sistemnya ikut mendampingi perubahan yang dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kinerja dalam berbagai bidang termasuk lembaga pendidikan. Tetapi kenyataanya masih banyak lembaga pendidikan yang masih menggunakan sistem konvensional khususnya didaerah terpencil yaitu masih menggunakan formulir untuk mendaftar sekolah. Oleh karena itu, sekolah memerlukan pengembangan sistem guna untuk menseleksi penerimaan peserta didik baru agar dalam proses penerimaannya mendapati anak didik yang pintar lagi baik perilakunya. Metode pengembangan sistem pada aplikasi ini menggunakan metode Rapid Aplication Development Model yang terdiri dari beberapa tahapan. Sistem aplikasi program dan database akan menunjang kecepatan pengolahan data sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu informasi yang lebih efektif dan efesien dalam membantu dan memudahkan proses sistem pendaftaran.
Modification of Multi-Attributive Border Approximation Area Comparison (MABAC) to Improve Multi-Criteria Assessment Hariyanto, Hariyanto; Christian, Ade; Nurhayati, M. Sinta; Sudarsono, Bibit
Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Number 1 March 2025
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jatika.v6i1.15

Abstract

Multi-criteria decision making (MCDM) is a field of study in decision-making that focuses on selecting or ranking alternatives based on several competing criteria. Multi-attributive border approximation area comparison (MABAC) is one of the methods in MCDM that is designed to evaluate and select the best alternative based on relevant criteria. The weakness of the MABAC method in the aspect of criterion weighting mainly lies in its dependence on the external weighting method. The data used in the Best Staff Selection case study included staff performance assessments based on several key criteria. The results of this data are then used in MCDM to determine the best staff based on the weight of objectively established criteria. The purpose of this study is to modify the MABAC method by integrating the geometric average method which aims to improve accuracy and objectivity in multi-criteria assessment. The results of the ranking with the MABAC-G method for the selection of the best employees show that employee 5 obtained the highest score of 0.2868 so that it is the best alternative in this assessment. The results of the comparison of the ranking of alternative selection of the best employees using the ranking from the company and the MABAC-G method obtained a Pearson correlation value of 0.9511 which shows that there is a very strong relationship between the two assessment systems. The application of research findings from MABAC-G in the future can be used in various fields that require multi-criteria decision-making with complex and uncertain data.
Analisa Pengembangan Dan Pemanfaatan App Wireless Charging Ong, Danny; Imron, Imron; Nurhayati, M. Sinta; Andriansah, Andriansah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9466

Abstract

Applikasi Wireless Charging merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mendapatkan layanan melakukan proses charging terhadap gadget yang ingin dilakukan, mekanisme wireless charging dapat dikatakan seperti fungsi normal yang ada di pasaran dengan menggunakan sebuah alat untuk melakukan proses charge. Pembeda dari adanya aplikasi ini lebih diutamakan untuk kebutuhan komersial dan menyasar pangsa pasar untuk konsumen yang berada di diluar tempat tinggal seperti Mall, restoran hingga tempat wisata. Prosesnya adalah dilakukan dengan melakukan top-up terlebih dahulu menggunakan e-money yang tersedia dan nantinya dapat dipilih berdasarkan jumlah watt yang diinginkan pada aplikasi selanjutnya aplikasi akan terhubung dengan hardware yang tersedia sehingga secara otomatis ketika gadget diletakan pada tempat charging maka otomatis saldo dan proses charging akan berjalan. Hal ini menjawab permasalahan terkait dengan masyarakat yang ketika berpergian tidak membawa alat charging sehingga ketika dalam keadaan mendesak opsi ini dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat karena seperti dapat diketahui bahwa gadget seperti laptop ataupun smartphone sudah menjadi kebutuhan utama bagi mayoritas masyarakat. Penghambat utama dari pengembangan Apps Wireless Charging ini akan terletak pada ketersediaan infrastruktur seperti jaringan dan listrik khususnya untuk pengembangan di wilayah-wilayah perdesaan tetapi untuk kebutuhan di kota menengah besar terkait hal ini akan dapat diantisipasi karena kelengkapan fasilitas infrastruktur yang sudah tersedia dengan sangat baik.
Analysis of the Development of the Shoe Laundry Application “AHS-CLEAN” Ong, Danny; Imron, Imron; Nurhayati, M. Sinta; Andriansah, Andriansah
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i11.1501

Abstract

The era of digitalization where the majority of people prefer to stay at home and are reluctant to do activities is a problem for manual economic movements but provides benefits from the possibility of maximizing the digital economy. One thing that can still be improved is related to the sale of services, the tendency for online transactions to be more focused on transactions related to physical goods but with the opportunity to see and carry out transactions related to services, this can be done to gain an advantage and related improvements with business opportunities. Obstacles that tend to be found are related to trust because the service process requires someone to come to a location to carry out tasks, this is a challenge for the provision of AHS-Clean applications that provide shoe washing services. This research employs a qualitative approach, with case studies on several leading shoe companies that have implemented digital applications. Data were collected through in-depth interviews with stakeholders, documentation analysis, and direct observation of the business processes involved. The findings indicate that the implementation of digital applications in various operational areas of the shoe business, including digital marketing, e-commerce, and inventory management, has resulted in a positive impact on sales and operational efficiency. However, the primary challenges encountered pertain to the integration of new technologies with existing systems and the necessity to train employees to adapt to these digital changes.