Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko Pada Proyek FIMO di PT.XYZ Wilayah Bandung Barat Dengan Metode Project Management Maturity Model Nurinda, Ahmad Dhary; Puspita, ka Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen risiko proyekdi PT.XYZ, sebuah perusahaan telekomunikasi dengan fokuspada infrastruktur jaringan dan akses broadband diIndonesia. Meskipun sebagian besar proyek berjalan baik,terdapat kendala yang menghambat proyek. Masalah yangterjadi diakibatkan karena manajemen risiko proyek yangbelum baik secara praktik di lapangan. Penelitian bertujuanuntuk mengukur tingkat kematangan manajemen risikoproyek di PT.XYZ dan menilai proses risiko yang harusmenjadi prioritas dalam perbaikan. Penelitian inimenggunakan metode Project Management Maturity Model(PMMM) untuk mengukur tingkat kematangan danmenggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untukmelakukan pembbobotan terhadap proses risiko. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tingkat kematanganmanajemen risiko proyek secara keseluruhan di PT.XYZberada pada level 1, "initial process,". Proses yang menjadiprioritas untuk perbaikan adalah identify risk. Sebagai hasilpenelitian ini, peneliti mengusulkan pembuatan roadmap yangmencakup perubahan dalam budaya perusahaan, integrasiprosedur risiko, serta pelatihan sumber daya manusia dalammanajemen risiko proyek. Penelitian ini memberikangambaran komprehensif tentang manajemen risiko proyek diPT.XYZ, khususnya dalam tingkat kematangan manajemenrisiko proyek. Kata kunci—Manajemen risiko proyek, ProjectManagement Maturity Model, Kematangan, Proyek, Risiko
Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko Proyek Fiber Menggunakan Metode Kerzner Project Management Maturity Model (Kpm3) Pada Pt Xyz Lokasi Bandung Barat Rahma, Tantika Gusti; Puspita , Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan industritelekomunikasi yang berfokus pada penyediaan layananinstalasi, dan pembangunan infrastruktur jaringan. Besarnyakebutuhan masyarakat akan data akses internet di zamanmodern saat ini, membuat PT XYZ gencar melakukantransformasi layanan jaringan berupa fiberiasi. Fibersiasimerupakan salah satu upaya modernisasi layanan jaringandengan pengalihan sistem radio ke sistem jaringan serat optik,dimana salah satu fiberisasi yang dilaksanakan ialah Fiber ToThe (FTTM). Proyek ini ini merupakan salah satu proyekpembangunan infrastruktur jaringan fiber optik node B yangsedang di lakukan oleh PT XYZ. Pada proyek FTTM terjadimasalah berupa keterlambatan deliverable proyek akibatterjadinya drop dan terlambat on air dibeberapa area lokasiproyek. Selain itu pada kurva s proyek juga menunjukkanadanya gap antara plan dan actual proyek. Hal ini dipicu olehkurangnya persiapan manajemen risiko proyek diawal proyekdimulai. Oleh karena itu untuk mengetahui seberapa siap dansejauh mana kematangan PT XYZ dalam mengelola proyekFTTM dilakukan pendekatan dengan menggunakan metodeKerzner Project Management Maturity Model (KPM3), dengancara menyebarkan kuesioner ke beberapa responden yangterlibat secara langsung dengan proyek. Kemudian hasilpengolahan data kuisioner menunjukkan bahwa pengelolaanproyek oleh PT XYZ berada dalam tingkatan yang tidakoptimal, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan untukpeningkatan pada tiap levelnya. Kata kunci : proyek, kematangan, manajemen risiko, KPM3, PT XYZ
Project Manager Knowledge, Skill, And Competency Measurement Using Project Manager Competency Development Framework (PMCDF®) (Study Case Fronthaul Easy Macro BTS Telkomsel Project) Lestari, Ayu Novita; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ is a subsidiary of TelekomunikasiIndonesia, Tbk which is engaged in construction services, one ofwhich is working on an easy macro project fronthaul accordingto orders from Telkomsel. The Fronthaul Easy MacroTelkomsel BTS development project is a fiber coreinfrastructure provision service as a solution for implementingcellular networks, especially in areas that can only be reachedby micro BTS. The project is known to experience delays pastthe completion date specified in the contract. In the problemformulation, the author gives weight to the 3 largest humanresources, namely the project managers involved in the project.Measuring project manager competency by distributingquestionnaires according to the PMCDF® method, namelyaspects of the project manager's personal competency. By usingthe AHP model as weighting and measuring with a Likert scale.The results on the PMCDF reference obtained the 3rd largestweighting unit, namely Managing an average rating of 64.3%,Leading an average rating of 69%, and Cognitive an averageassessment of 79%. Proposed developments for eachcompetency unit to increase the value of the project managerwill be planned and implemented several types of learningaccording to the results of weak scores. This type of learning isaccompanied by experts in their respective fields. Keywords — Project Manager, Project Manager CompetencyDevelopment Framework (PMCDF®), Personal Aspect, AHP,Skala Likert, and Development Proposal Plan
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN LECTORA INSPIRE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN Kornelia, Putri Kornelia; Yasa, Putu; Rachamawati, Dewi Oktofa
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v4i3.3242

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar menggunakan model project based learning (PjBL) berbantuan lectora inspire dan model direct instruction (DI). Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian one way pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kubutambahan tahun ajaran 2023/2024 dengan total populasi 127 siswa. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random assignment yang terdiri dari 2 kelas yaitu XI I dan XI VI dengan jumlah siswa sebanyak 64 siswa. Data keterampilan berpikir kreatif diukur menggunakan tes soal esai dengan kualifikasi reliabilitas 0,615 tes kategori tinggi. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis ANAKOVA dan uji lanjut LSD taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai keterampilan berpikir kreatif pada kelas model PjBL berbantuan lecora inspire dan model DI masing masing adalah 77,34 dan 63,67 dengan SD 7,09 dan 9,54. Hasil Uji ANAKOVA menunjukan terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran PjBL-Lectora Inspire dengan siswa yang belajar menggunakan model DI . (F*= 67,159; p = 0,001). Hasil Uji LSD menunjukan siswa yang belajar menggunakan model PjBL berbantuan Lectora Inspire memiliki keterampilan berpikir kreatif lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan menggunakan model DI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model PjBL berbantuan lectora inspire berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa.