Claim Missing Document
Check
Articles

SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF MAGNETITE NANOMATERIALS IN TIANYAR IRON SAND USING CO-PRECIPITATION METHOD Kristina, Ni Putu Devi; Arjana, I Gede; Yasa, Putu
Indonesian Physical Review Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v7i3.328

Abstract

In the current era of scientific and technological progress, nanomaterials have emerged as a deeply fascinating and significant field of research. This paper presents a case study on the synthesis and characterization of Fe₃O₄ nanomaterials derived from the iron sand of the Tianyar, utilizing the co-precipitation method with modifications made to the pH values during synthesis. The research encompasses three primary stages: extraction of iron sand, synthesis of Fe3O4 nanomaterials, and subsequent characterization of these nanomaterials. The iron sand extraction phase involved passing it through a permanent magnet ten times to remove impurities. Subsequent synthesis produced a dark black magnetite nanomaterial powder displaying magnetic properties, rendering it responsive to magnet attraction. Analysis of these nanomaterials using X-ray diffraction (XRD) unveiled discernible peaks in the diffraction pattern, suggesting that the magnetite nanomaterials possess a cubic crystal structure. The size of the Fe3O4 nanomaterials decreases as the pH of precipitation increases, with respective sizes of approximately 18.00 nm for pH 9, 14.69 nm for pH 10, and around 13.68 nm for pH 11, as determined using Scherrer’s formula. The lattice parameters observed for samples synthesized at pH 9, 10, and 11 are sequentially measured as a = 8.59 Å, 8.81 Å, and 8.80 Å. Analysis using SEM-EDS revealed that the sample morphology appears rough, with evidence of particle agglomeration leading to uneven particle distribution. There are additional trace elements present, including C, Al, S, Ti, and Cl, albeit in smaller quantities. Nevertheless, the primary elements crucial for forming Fe3O4 nanomaterials, namely Fe and O, exhibit the highest percentages in composition analysis.
Perancangan Risk Assessment dengan Metode Kualitatif dan Kuantitatif pada Proyek Pembangunan Ruko di PT XYZ Djatmiko, Jagad; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 3 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i3.5062

Abstract

PT XYZ, a contractor company in the construction sector, is currently working on a project to build 24 shop houses on Jl. Hospital, Bandung City, with a duration of 21 weeks from June to November 2024. This project is divided into several works, including preparation, structure, installation, plumber installation, electrical installation, and wall painting. The project faced challenges such as work accidents, material delays, and conflicts between foremen and subcontractor workers. Due to the lack of effective risk assessment, PT XYZ has difficulty providing a significant response to this problem. Research was conducted to design a risk assessment that includes qualitative and quantitative risk analysis. Qualitative methods are used to create probability impact matrices, risk watch lists and priority risks, while quantitative methods are used to calculate sensitivity analysis related to risk costs. From the research, 186 negative risks and 5 positive risks were found with classifications ranging from insignificant to catastrophic, with the largest risk cost reaching IDR 851,529,000. Researchers also designed contingency plans, checklist forms, material quality checks, and risk reporting to assist PT XYZ in handling project risks.
Perancangan Risk Register dan Risk Response pada Proyek Feeder Resiliency Menggunakan Metode Kualitatif di PT. XYZ Fadhilah, Syailsa; Tripiawan, Wawan; Yasa, Putu
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i4.21019

Abstract

The feeder resilience project is a network development project in the form of feeders that can be restored effectively and efficiently by PT XYZ. The project has risks that can have an impact on several factors, namely productivity, performance, quality and changes in costs on the project. With this, there is a need for further risk analysis and design (risk register) to find out what risks will occur and know how to respond to risks (risk response) using a probability & impact matrix to determine the priority of risks that will occur. The method used is a qualitative method because it can create subjective design results based on real phenomena according to events in the field on projects by performing qualitative risk analysis. The risk identification that has been obtained will be assessed based on the probability of the risk occurring and the resulting impact including time, cost, quality, safety & security, and scope by relevant stakeholders and continued with determining the risk response that will be carried out. It was found that there were 175 risks that had been identified in the risk register with two types of risks, namely positive risks/opportunities and negative risks/threats and risk responses were determined to handle the risks.
Perancangan Jadwal Ulang Proyek Additional Bag Filter Bin#3 Menggunakan Metode Critical Path Method (CPM) Pada PT XYZ Widyaningrum, Firda Amalia; Tripiawan, Wawan; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Bag Filter adalah tempat penyaringan residu udara yang terdapat pada bin fine coal yang akan dilepaskan ke lingkungan. Proyek additional bag filter bin#3 diadakan untuk memperbaiki kapasitas hisapan bag filter. Proyek yang telah berjalan mengalami keterlambatan pada tahap fabrikasi yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan sehingga perlu dilakukan perancangan jadwal ulang. Dalam perancangan jadwal ulang proyek dilakukan dengan menggunakan metode Earn Value Analysis (EVA) dan Critical Path Method (CPM). Analisis EVA yang telah dilakukan menghasilkan bahwa proyek mengalami keterlambatan mulai dari hari ke-20 berdasarkan analisis varian dan hari ke-39 berdasarkan analisis SPI dan CPI. Perhitungan estimasi waktu keterlambatan proyek, proyek akan selesai dalam waktu 143 hari dengan durasi normal 134 hari, sehingga terjadi keterlambatan selama 9 hari dengan biaya yang dikeluarkan dengan asumsi CPI adalah Rp 209.570.593,26. Analisa lintasan kritis yang dilakukan dengan metode CPM menghasilkan lima aktivitas kritis pada tahap fabrikasi yang dapat dilakukan perubahan jadwal. Perubahan jadwal disesuaikan dengan status material siap pakai dan sumbe rdaya manusia yang akan bekerja. Pada jadwal eksisting, tahap fabrikasi akan selesai pada tanggal 18 Februari 2021 dan terjadi keterlabatan selama 9 hari. Setelah dilakukan prancangan jadwal ulang, tahap fabrikasi akan selesai pada tanggal 04 Februari 2022.Kata kunci— bag filter, critical path method, earn value analysis.
Perancangan Quality Metric Untuk Pengendalian Kualitas Proyek Sttf Di Desa Selacau Batujajar Menggunakan Metode Internal Control Pada PT XYZ Suryanegara, Mochammad Sinatriyya; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan pengadaan jaringan fiber optic. Saat ini, PT XYZ sedang menjalankan program STTF (Shift to the Front). Salah satu proyek STTF yang sedang berjalan berlokasi di STO Batujajar, tepatnya berada di Desa Selacau. Proyek ini berfokus pada penarikan kabel fiber optic sejauh 5,320 meter. Proyek ini direncanakan rampung dalam 46 hari. Seiring berjalannya pembangunan pada proyek terdapat beberapa kesalahan pemasangan yang membuat kualitas proyek STTF ini tidak sesuai dengan standar kualitas PT XYZ. Solusi yang diberikan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada proyek adalah perancangan quality metric menggunakan metode internal control. Dengan perancangan quality metric diharapkan seluruh aktivitas pekerjaan yang ada dalam proyek dapat selesai sesuai dengan standar kualitas perusahaan dan tidak terjadi keterlambatan. Perancangan quality metric menghasilkan 107 possible error dan critical success criteria untuk 21 aktivitas pekerjaan di proyek STTF Desa Selacau Batujajar. Selanjutnya dirancang dokumen quality checklist sebagai alat ukur yang untuk menerapkan seluruh critical success criteria yang sudah terindentifikasi. Hasil penerapan quality checklist terhadap proyek STTF Desa Selacau menghasilkan 84 quality item berstatus OK dan 23 quality item berstatus NOK. kemudian dilakukan perancangan corrective and preventive action plan untuk 23 quality item yang tidak tercapai.Kata Kunci — quality metric, internal control, quality checklist, critical success criteria, corrective action plan
Perancangan Quality Metrics Pada Proyek Pembangunan Sistematika Monitoring And Controlling PT. ABC Menggunakan Metode Internal Control Haedar, Reggie Nuravianta; Pratami, Devi; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT ABC sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri baja, perkakas, dan jasa civil mechanical engineering (CME) yang memproduksi prasarana pendukung di bidang telekomunikasi. PT. ABC melakukan kerjasama dengan PT XYZ untuk membangun sebuah sistematika monitoring and controlling di bidang Managed Services. Selama proyek berlangsung, terdapat permasalahan tidak adanya dokumen acuan pengerjaan proyek yang mengakibatkan tim proyek yang bekerja kesulitan dalam mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan seperti data, fitur ataupun spesifikasi yang diinginkan oleh project owner. Oleh karena itu, tugas akhir ini merancang quality metrics untuk membantu memudahkan pekerjaan tim proyek dalam mengetahui spesifikasi beserta kriteria capaian diseluruh aktivitas pengerjaan proyek. Perancangan quality metrics dilakukan menggunakan metode internal control yang membantu perancangan dalam mengindetifikasi possible error beserta critical success criteria. Didalam perancangan ini, akan didefinisikan resources serta specification/goals sebagai acuan keberhasilan pengerjaan proyek. Setelah quality metrics berhasil disusun, rancangan tersebut akan diverifikasi dan menjadi dasar dalam perancangan quality checklist yang dapat membantu PT ABC dalam melakukan managed quality. Hasil rancangan quality metrics menghasilkan 82 critical success criteria yang menjadi dasar dalam penyusunan quality checklist. Setelah dilakukan implementasi, terdapat 57 critical success criteria yang tidak memenuhi spesifikasi, 13 critical success criteria yang memenuhi spesifikasi dan 12 critical success criteria yang spesifikasi tidak sampai/belum. Terdapat juga 53 critical success criteria dengan status approved dan 17 critical success criteria dengan status not approved.Kata Kunci— Proyek, Quality Metrics, Internal Control, Managed Quality, Quality Checklist
Perancangan Dashboard untuk Pengukuran Performansi Kinerja Menggunakan Metode User Centered Design pada Proyek STTF Selacau Batujajar di PT XYZ Nurwahyudin, Azzahra Putri; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi telekomunikasi. Perusahaan ini merupakan penyedia layanan jaringan telekomunikasi. PT XYZ sedang melaksanakan proyek STTF (Shit To The Front) yaitu proyek penambahan jaringan FTTH (Fiber to the Home) pada daerah yang berpotensi memiliki demand pelanggan yang tinggi. Salah satu lokasi pengerjaan proyek STTF di Selacau, Batujajar yang dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang telah disetujui sebelumnya. Dalam pelaksanaannya mengalami penundaan yang menyebabkan terhambatnya pelaksanaan proyek. Saat ini proyek masih belum memiliki tool informasi monitoring dan controlling untuk memantau kondisi proyek, dikarenakan laporan progress proyek hanya menggunakan Microsoft Excel dan belum terdapat perhitungan kinerja proyek untuk menentukan perhitungan estimasi jadwal dan biaya, maka pada tugas akhir akan melakukan perancangan dashboard menggunakan Google Studio untuk mengukur kinerja proyek menggunakan metode User Centered Design (UCD). Pada tugas akhir ini menunjukkan keterlambatan dan biaya proyek yang dikeluarkan lebih besar dari yang direncanakan pada minggu ke-5, diperoleh hasil perhitungan nilai SPI sebesar 0.92 dan nilai CPI sebesar 0.88. Dilakukan estimasi untuk menyelesaikan proyek (EAC) dengan nilai sebesar Rp 344.548.504, nilai tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan nilai BAC sebesar Rp 310.554.290 dan memperoleh hasil estimasi penyelesaian proyek pada minggu ke-8, sehingga membutuhkan penambahan waktu satu minggu untuk menyelesaikan proyek.Kata Kunci-dashboard, google studio, earned value management, monitoring, controlling, performansi kinerja proyek
Perancangan Jadwal dan Biaya untuk Proyek Pengembangan Aplikasi Core System di PT. XYZ Menggunakan Metode Crashing Feriansyah, Shidqi Rizqullah; Pratami, Devi; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT. LMN merupakan perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi PT. YXZ mempercayakan PT. LMN untuk mengerjakan proyek tahap 3 Jasa Pengembangan PT. YXZ Core System. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perancanngan percepatan proyek sebagai acuan untuk PT. LMN dalam pembuatan proyek pengembangan core system application tahap 3 guna mengantisipasi terjadinya denda yang membengkak. Pada perancangan ini dilakukan perhitungan menggunakan metode Crashing Project dan Perhitungan Rekapitulasi Biaya Setelah Crashing Project. Metode Crashing Project dilakukan agar memperoleh Crash Duration dan Crash Cost dari suatu aktivitas proyek yang terkena lintasan ktitis. Dan analisis Perhitungan Rekapitulasi Biaya Setelah Proyek digunakan untuk memperlihatkan Direct Cost, Indirect Cost, dan Total Cost suatu proyek di setiap aktivitasnya. Percepatan jadwal ini dilakukan menggunakan dua alternatif yaitu penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja. Melalui perancangan ini, dihasilkan sebuah jadwal dan biaya optimal yang dapat bermanfaat dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang terkait dengan proyek ini. Perancangan ini disajikan dalam bentuk Microsoft excel agar memudahkan seluruh pihak apabila ingin menggunakannya. Dengan dihasilkannya perancangan ini, proyek mengalami percepatan jadwal dari segi durasi dan sesuai dengan kontrak yang disepakati. Kata kunci-project scheduling, jadwal percepatan, critical path method, crashing project, direct cost, indirect cost.
Perancangan Risk Register dan Stakeholder Engagement untuk Percepatan Durasi Proyek Pembangunan STTF (Shift To The Front) untuk Penambahan Jaringan FTTH (Fiber To The Home) Dengan Pendekatan Metode Crashing di PT. XDZ Husni, Muhammad Ihsan; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XDZ adalah salah satu perusahaan telekomunikasi yang ada di Indonesia. Perusahaan tersebut akan melakukan pembangunan sebuah proyek STTF (shit to the front) pembangunan FTTH (Fiber to the home) di suatu daerah yang dibantu oleh PT. PRX yang berfokus pada kontruksi pembangunan dan service terhadap infrasturktur jaringan. Proyek pembangunan penambahan jaringan FTTH dilakukan di lokasi perumahan Tajur Kota Tasikmalaya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan proyek ini terlambat sehingga dilakukan identifikasi risiko setiap aktivitas menggunakan risk register dan mengidentfikasi stakeholder yang memiliki kepentingan pada proyek menggunakan stakeholder engagement. Untuk mengoptimalisasi durasi dan biaya yang paling optimal menggunakan metode crashing. Metode ini bertujuan untuk optimalisasi waktu kerja untuk pemadatan durasi pekerjaan dengan pertimbangan biaya tambahan yang paling minimum yang berada dalam lintasan kritis. Sebelum masuk ke perhitungan Crashing, diperlukan untuk mengidentifikasi biaya proyek terlebih dahulu yaitu direct cost dan Indirect cost. Selain itu dalam pengumpulan data dilakukan perincian aktivitas proyek serta mengestimasi durasi dan anggaran dari setiap aktivitas. Hal ini berguna untuk perancangan WBS (Work Breakdown Structure) sehingga proses pekerjaan lebih detail dan perencaan proyek akan jauh lebih baik.Kata kunci- demand, crashing, direct cost, indirect cost, work breakdown structure, Risk Register, Stakeholder, Stakeholder engagement.
[1] D. Sunyoto, Dasar-dasar Manajemen Pemasaran: Konsep, Strategi dan Kaus, Yogayakarta: CAPS (Center of academic Publishing Service), 2014. [2] Suliyanto, Studi Kelayakan Bisnis Pendekatan Praktis, Yogayakarta: Andi Offset, 2010. [3] B. Alma, Manajemen P Anggadewi, Bella; Puspita, Ika Arum; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yangbergerak dalam bisnis penyediaan layanan instalasi jaringanakses, pembangunan infrastruktur jaringan, pengelola NetworkTerminal Equipment, serta operasi dan pemeliharaan jaringanakses. Saat ini PT XYZ sedang menjalankan pembangunanproyek konstruksi Fiber to The Mobile yang berada di lokasiBTS BDS777 Site Sukamaju. Berdasarkan kurva-s proyek,dapat diketahui bahwa proyek mengalami keterlambatan.Sampai dengan minggu ke-9, status proyek masih berada diangka 45%. Berdasarkan permasalahan tersebut, akandilakukan analisis terhadap keterlambatan proyek, adapunmetode yang digunakan adalah Metode Earned ValueManagement. Metode EVM digunakan untuk membandingkannilai yang direncanakan dengan nilai yang sebenarnya,sehingga dapat diketahui perbedaan di antara dua nilaitersebut. Hasil akhir dari metode tersebut adalah perhitunganforecasting waktu dan biaya yang digunakan untukmenyelesaikan proyek. Berdasarkan hasil perhitungan,diketahui bahwa nilai CV dan SV proyek sebesar -Rp77,265,500dan -Rp66,186,500. Sedangkan nilai CPI dan SPI proyeksebesar 0.411624277 dan 0.449551318. Adapun nilai dari EACproyek sebesar Rp269,089,500 dan nilai ETC proyek sebesarRp137,769,500. Adapun nilai dari TCPI proyek sebesar 1, halini berarti bahwa proyek dapat diselesaikan dengan mudah.Selain itu, dibutuhkan tambahan waktu sebanyak 93 harikalender untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang masihtersisa dan 156 hari kalender untuk menyelesaikan seluruhpekerjaan proyek. Kata kunci — Keterlambatan Proyek, Fiber to The Mobile,Base Transceiver Station, Earned Value Management,Forecasting