Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Komunikasi Kebijakan Dalam Pengelolaan Sampah Studi Kasus Implementasi Retribusi Pelayanan Persampahan di Kabupaten Bandung Soleh Hadisutisna; Nantia Rena Dewi Munggaran; Akhmad Basuni
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2536

Abstract

 Abstract Waste management is a major challenge in urban areas in Indonesia, including Bandung Regency. Waste management is a shared responsibility of all levels of society and the local government. Waste management services are a regional government responsibility, and their implementation requires costs and budgets, not all of which can be funded by the local government. Public contributions are essential to financing waste management through the payment of waste service fees. This study aims to analyze how policy communication between local governments and the public influences the successful implementation of waste service fees. Using a sociology of communication approach and qualitative analysis methods, this article examines the role of communication in mediating the interests of the state and citizens. The study's results indicate that participatory, adaptive, and education-based communication is key to building legitimacy and citizen compliance with waste levy policies.   Keywords: policy communication, garbage collection fees   Abstrak Pengelolaan sampah menjadi tantangan besar di wilayah urban Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung. Masalah persampahan menjadi tanggung jawab bersama dari seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah Daerah. Pelayanan persampahan merupakan tugas Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya dan anggaran yang tidak semua pembiayaannya dapat didanai oleh Pemerintah Daerah. Kontribusi masyarakat diperlukan dalam pembiayaan pengelolaan sampah ini melalui pembayaran retribusi pelayanan persampahan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi kebijakan antara pemerintah daerah dan masyarakat mempengaruhi keberhasilan implementasi retribusi pelayanan persampahan. Menggunakan pendekatan sosiologi komunikasi dan metode analisis kualitatif terhadap dokumen Background Study Peraturan Bupati No. 288 Tahun 2023 Tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi Daerah, artikel ini mengkaji peran komunikasi dalam memediasi kepentingan negara dan warga. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang bersifat partisipatif, adaptif, dan berbasis edukasi menjadi kunci dalam membangun legitimasi dan kepatuhan warga terhadap kebijakan retribusi sampah.   Kata Kunci: komunikasi kebijakan, retribusi sampah  
Komunikasi Internal Pengelola Program di Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat dalam Membangun Partisipasi Pegawai pada Program Poe Ibu Zahra Kartika Fauziyah; Nantia Rena Dewi Munggaran; Rezsa Yushar Diansyah
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Voluntary participatory programs in government organizations depend heavily on the quality of internal communication to sustain employee engagement without administrative mandates. This study examined the internal communication of program administrators at the General Bureau (Biro Umum) of the Regional Secretariat of West Java Province in building employee participation in the Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu Program (Poe Ibu), a voluntary daily donation initiative launched through Governor's Circular Number 149/PMD.03.04/KESRA on 1 October 2025. The study aimed to describe how internal communication operated across four goals of the Welch and Jackson (2007) Internal Communication Model: sense of belonging, employee voice, line management communication, and corporate integrity. A descriptive qualitative approach was employed within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving seven purposively selected informants, comprising three program administrators, two participating employees, and two non-participating employees. The findings revealed that sense of belonging was built through voluntary framing grounded in gotong royong values and Sundanese local wisdom, yet did not automatically lead to active participation. Barriers to employee voice stemmed from hierarchical culture creating psychological pressure to remain silent, not from the absence of channels. Department heads proved more influential than all formal communication channels in sustaining participation consistency. Layered transparency-built employee trust, yet trust was found to be a necessary but not sufficient condition for participation. Overall, the success of internal communication in voluntary bureaucratic programs was not determined by the number of available channels, but by the organization's ability to build meaning that touches employees' identity, psychological safety to speak, and trust grounded in consistency. The study recommended strengthening an inclusive communication climate, standardizing line management roles, and enhancing transparency reporting quality.
Deteksi Dini dan Penanganan Nyeri Lutut pada Lansia: Upaya Optimalisasi Kualitas Hidup di Panti Jompo feda anisah makkiyah; Nantia Rena Dewi Munggaran; ayunita ajengtyas; Yani tandyana
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Vol. 4 No. 1 (2026) SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.13267

Abstract

Pendahuluan. Nyeri lutut, terutama akibat osteoarthritis, merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya meningkat pada kelompok usia lanjut dan berdampak signifikan terhadap fungsi fisik, psikologis, serta kualitas hidup. Kondisi ini dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan seperti obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan gangguan mental. Oleh karena itu, diperlukan upaya skrining, edukasi, dan intervensi yang tepat untuk menurunkan nyeri serta mempertahankan kemandirian lansia, khususnya yang tinggal di panti jompo. Metode. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Jompo wilayah Cibinong, Jawa Barat, pada tanggal 4 Desember 2025. Kegiatan diawali dengan senam otak dan edukasi interaktif untuk meningkatkan partisipasi aktif lansia. Selanjutnya dilakukan skrining nyeri lutut melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik oleh mahasiswa dengan pendampingan caregiver. Peserta yang terindikasi mengalami nyeri lutut menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan ultrasonografi oleh dokter, kemudian diberikan tatalaksana berupa injeksi intraartikular lutut dengan panduan ultrasound menggunakan obat antiinflamasi dan lidokain.Hasil dan Pembahasan.Sebanyak 22 lansia mengikuti kegiatan skrining, dan 5 orang dengan nyeri lutut signifikan mendapatkan injeksi intraartikular. Seluruh peserta yang mendapat injeksi melaporkan penurunan nyeri yang bermakna, ditunjukkan oleh penurunan skor Visual Analog Scale dari rata-rata 8 menjadi 2. Satu peserta yang mendapatkan injeksi pada bahu juga melaporkan penurunan kekakuan sendi. Kesimpulan.Kegiatan skrining dan pengobatan nyeri lutut pada lansia di panti jompo efektif menurunkan nyeri dan berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional serta kualitas hidup.