Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sosialisasi Transaksi Jual Beli Aman Terhadap Covid 19 Memasuki Fase New Normal Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Pawiliyah Pawiliyah; Fernalia Fernalia; Fauzan Adriansyah; Saleh Saleh; Riska Yuliyanti
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3340

Abstract

Semakin melonjaknya angka positif virus corona di Indonesiaberbanding terbalik dengan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pandemi virus corona. Badan Stistik Nasional (2020) melaporkan pada Juni 2020 kasus yang terkonfirmasi diseluruh dunia berjumlah 163.973  kasus. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia melaporkan angka kejadian per 30 juni dilaporkan sebanyak 1293 kasus.  Angka kejadian di provinsi Bengkulu per Juni dilaporkan ada 124 kasus dan 10 orang meninggal dunia dan dari angka kasus tersebut 7 orang terkonfirmasi sebagai pedagang di pasar tradisional Panorama, artinya pasar menjadi cluster baru penyebaran COVID 19 di kota Bengkulu.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mensosialisasi kesiapan dalam bertransaksi aman serta memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 19 pada pedagang dan pembeli di pasar tradisional Panorama dan Pasar Minggu kota Bengkulu. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dengan memberikan informasi tentang transaksi jual beli aman dengan mendatangi tiap pembeli dan penjual  secara langsung, memasang poster pada tempat-tempat yang strategis.   Terdapat perubahan pengetahuan tentang transaksi jual beli aman pada masyarakat pasar tradisional Panorama dan Pasar Minggu terhadap COVID 19 memasuki fase new normal, dengan demikian sosialisasi transaksi jual beli aman terhadap COVID 19 memasuki fase new normal di pasar trasional sangat efektif untuk peningkatan pengetahuan dan merubah pola kebiasaan pedagang dan pembeli untuk mengikuti cara bertransaki yang aman dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran COVID-19.Kata Kunci: sosialisasi, transaksi, COVID 19, pasar trasidional ABSTRACT The increasing number of positive corona viruses in Indonesia is inversely proportional to public awareness of the dangers of the corona virus pandemic. The National Statistics Agency (2020) reported that in June 2020 confirmed cases worldwide totaled 163,973 cases. The Task Force for the Acceleration of Handling COVID-19 Indonesia reported that the number of incidents as of June 30 was reported as 1293 cases. The number of incidents in Bengkulu province as of June was reported to have been 124 cases and 10 people died and from these cases 7 people were confirmed as traders in the Panorama traditional market, meaning the market became a new cluster for the spread of COVID 19 in Bengkulu city. The purpose of this community service is to socialize readiness for safe transactions and break the chain of spreading Corona Virus Disease 19 to traders and buyers in Panorama traditional markets and Pasar Minggu, Bengkulu city in entering the new normal phase, by implementing precautionary measures and preventing the spread of Covid-19 , carry out the dissemination of information about Covid-19 in the form of increasing public awareness of the dangers of COVID 19. Activities carried out are in the form of socialization by providing information about safe buying and selling transactions by visiting each buyer and seller directly, placing posters in strategic places. There is a change in knowledge about safe buying and selling transactions in the community of Panorama traditional markets and Pasar Minggu against COVID 19 entering a new normal phase, thus the socialization of safe buying and selling transactions against COVID 19 entering a new normal phase in the traditional market is very effective for increasing knowledge and changing habitual patterns traders and buyers to follow safe ways of transacting in an effort to prevent and break the chain of the spread of COVID 19. Keywords: socialization, transactions, COVID 19, traditional markets
Sosialisasi Cara Penyelamatan Diri Dari Bencana Banjir Pada Kelompok Warga Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu Pawiliyah Pawiliyah; Fernalia Fernalia; Neni Triana; Rafidaini Sazarni; Devi Listiana; Faizal Alhabib; Vice Elese; Saleh Saleh; Dedi Haryanto
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 3 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i3.4423

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan peristiwa terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat dan terjadi karena curah hujan turun terus menerus dan mengakibatkan meluapnya air sungai, danau, laut atau drainase karena jumlah air yang melebihi daya tampung media penopang air dari curah hujan  (BNPB (2019), BNPB (2017). Angka kejadian banjir bandang Bengkulu menuruti peringkat ke 7 secara nasional dengan 28 kali kejadian banjir bandang dan 231 kejadian banjir (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2018), sedangkan kejadian banjir dan tanah longsor di provinsi Bengkulu telah melanda 9 kabupaten dan kota dengan dampak akibat banjir terdapat 30 jiwa meninggal, 6 jiwa hilang, 4 jiwa luka-luka, 12.000 mengungsi dan 13.000 terdampak akibat banjir (BNPB Provinsi Bengkulu, 2019). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok warga di kelurahan Bentiring kota Bengkulu agar dapat menghindari dan mengurangi angka kesakitan dan kematian saat bencana banjir datang. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi secara virtual dengan memberikan informasi tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok warga di kelurahan Bentiring kota Bengkulu. Terdapat perubahan pengetahuan tentang cara penyelamatan diri dari bencana banjir dengan demikian sosialisasi cara penyelamatan diri dari bencana banjir pada kelompok warga di kelurahan Bentiring kota Bengkulu sangat efektif untuk peningkatan pengetahuan kelompok masyarakat tentang cara menyelamatkan diri dalam upaya menghindari dan mengurangi dampak bencana berupak kesakitan dan kematian. Diharapkan dengan melakukan sosialisasi masyarakat semakin mampu dan sadar dalam menghindari risiko terhadap bencana banjir. Kata Kunci: sosialisasi, penyelamatan diri, banjir.  ABSTRACTFlood is an event of submerging an area or land due to increased water volume and occurs due to continuous rainfall and results in overflowing of rivers, lakes, seas or drainage due to the amount of water that exceeds the capacity of the water supporting media from rainfall (BNPB (2019) , BNPB (2017). The incidence of flash floods in Bengkulu ranks 7th nationally with 28 flash floods and 231 flood events (Indonesian Central Statistics Agency, 2018), while floods and landslides in Bengkulu province have hit 9 districts and cities with the impact of flooding. 30 people died, 6 people were missing, 4 people were injured, 12,000 were displaced and 13,000 were affected by the flood (BNPB Bengkulu Province, 2019). The purpose of this community service is to provide understanding and increase public knowledge about how to save themselves from flood disasters to groups of residents in the Bentiring village of Bengkulu city in order to avoid and reduce morbidity and mortality when a flood disaster comes. The activity carried out was in the form of virtual socialization by providing information about how to save themselves from flood disasters to groups of residents in Bentiring village, Bengkulu city. There is a change in knowledge about how to save themselves from flood disasters, thus the socialization of how to save themselves from flood disasters to community groups in the Bentiring village of Bengkulu City is very effective in increasing the knowledge of community groups about how to save themselves in an effort to avoid and reduce the impact of disasters in the form of illness and death. It is hoped that by conducting socialization, the community will be more able and aware in avoiding the risk of floods. Keywords: socialization, rescue, flood.
Sosialisasi Pengunaan Masker Dan Pembagian Masker Kepada Warga Untuk Pencegahan Covid 19 Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Fernalia Fernalia; Pawiliyah Pawiliyah; Ida Rahmawati; Loren Juksen; Sanisahhuri Sanisahhuri; Syamsu Rizal
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.3577

Abstract

ABSTRAKMasker adalah alat pelindung diri yang dirancang untuk melindungi pengguna dari menghirup partikel udara dan melindungi kesehatan saluran pernafasan. Penggunaan masker mengurangi infeksi influenza dan coronavirus pada manusia dengan mencegah penyebaran percikan yang dapat menyebabkan infeksi dari orang yang terinfeksi ke  orang lain dan kemungkinan kontaminasi lingkungan. Badan Stistik Nasional (2020) melaporkan pada Juni 2020 kasus yang terkonfirmasi diseluruh dunia berjumlah 163.973  kasus. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia melaporkan angka kejadian per 30 Juni dilaporkan sebanyak 1293 kasus.  Angka kejadian di provinsi Bengkulu per Juni dilaporkan ada 124 kasus dan 10 orang meninggal dunia dan dari angka kasus tersebut 7 orang terkonfirmasi sebagai pedagang di pasar tradisional, artinya pasar menjadi cluster baru penyebaran COVID 19 di kota Bengkulu.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran masyarakat  tentang manfaat dan pentingnya penggunaan masker. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi dengan memberikan informasi tentang penggunaan masker dan memberikan masker kepada masyarakat di pasar tradisional kota bengkulu.Terdapat perubahan pengetahuan tentang penggunaan masker di masyarakat pasar tradisional kota Bengkulu terhadap COVID 19 dengan demikian sosialisasi penggunaan masker dan pemberian masker di pasar trasional sangat efektif untuk peningkatan pengetahuan dan merubah pola kebiasaan pedagang dan pembeli untuk mengikuti protokol kesehatan  yang aman dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Diharapkan dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi ini masyarakat semakin sadar dan peduli akan pencegahan covid 19 dengan memakai masker dengan menggunakan masker. Kata Kunci: sosialisasi, penggunaan masker, COVID-19 , Pasar Tradisional  ABSTRACT Masks are personal protective equipment designed to protect the wearer from inhaling air particles and protect the health of the respiratory tract. The use of masks reduces influenza and coronavirus infections in humans by preventing the spread of splashes that can cause infection from an infected person to another and possible environmental contamination. The National Statistics Agency (2020) reported that in June 2020 confirmed cases worldwide totaled 163,973 cases. The Task Force Team for the Acceleration of Handling COVID-19 in Indonesia reported that the number of incidents as of June 30 was reported as 1293 cases. The number of incidents in Bengkulu province as of June was reported to have been 124 cases and 10 people died and of these cases 7 people were confirmed as traders in traditional markets, meaning that the market became a new cluster for the spread of COVID 19 in Bengkulu city. The purpose of this activity is; Provide understanding and increase public awareness about the benefits and importance of using masks. Activities carried out in the form of socialization by providing information about the use of masks and giving masks to the community in the traditional markets of the city of Bengkulu. There has been a change in knowledge about the use of masks in the traditional market communities of Bengkulu City against COVID 19 thus socializing the use of masks and giving masks in the traditional market is very effective to increase knowledge and change the habit patterns of traders and buyers to follow safe health protocols in an effort to prevent and break the chain of spread of COVID-19. . It is hoped that by carrying out counseling and socialization, the community will be more aware and concerned about the prevention of Covid 19 by wearing masks Keywords: Socialization, Use of Masks, COVID-19, Traditional Market
Pembentukan Kelompok Masyarakat Terlatih Water Rescue di Kampung Binaan Segana Fernalia Fernalia; Pawiliyah Pawiliyah; Neni Triana; Vellyza Colin; Devi Listiana; Ade Herman; Dian Dwiana; Fatima Nuraini Sasmita; Refwan Refwan; Vice Elese
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.6195

Abstract

ABSTRAK Banjir merupakan peristiwa terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat dan terjadi karena curah hujan turun terus menerus dan mengakibatkan meluapnya air sungai, danau, laut atau drainase karena jumlah air yang melebihi daya tampung media penopang air dari curah hujan (BNPB (2019), BNPB (2017). Angka kejadian banjir bandang Bengkulu menuruti peringkat ke 7 secara nasional dengan 28 kali kejadian banjir bandang dan 231 kejadian banjir (Badan Pusat Statistik Indonesia, 2018), sedangkan kejadian banjir dan tanah longsor di provinsi Bengkulu telah melanda 9 kabupaten dan kota dengan dampak akibat banjir terdapat 30 jiwa meninggal, 6 jiwa hilang, 4 jiwa luka-luka, 12.000 mengungsi dan 13.000 terdampak akibat banjir (BNPB Provinsi Bengkulu, 2019). Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk membentuk kelompok masyarakat yang terlatih tentang cara melakukan pertolongan di air saat bencana disebabkan oleh banjir, kecelakaan pada saat nelayan sedang mencari ikan di laut atau sungai atau kejadian tenggelam. Diharapkan dengan terbentuknya kelompok masyarakat yang terlatih dalam penyelamatan di air di Kampung Binaan Jenggalu 3 Rt 8 Kel Lingkar Barat Kota Bengkulu, masyarakat dapat menghindari dan mengurangi angka kesakitan dan kematian saat bencana banjir datang. Kata Kunci:kelompok, terlatih, Water rescue ABSTRACT Flood is an event of submerging an area or land due to increased water volume and occurs due to continuous rainfall and results in overflowing of rivers, lakes, seas or drainage due to the amount of water that exceeds the capacity of the water supporting media from rainfall (BNPB (2019) , BNPB (2017). The incidence of flash floods in Bengkulu ranks 7th nationally with 28 flash floods and 231 flood events (Indonesian Central Statistics Agency, 2018), while floods and landslides in Bengkulu province have hit 9 districts and cities with the impact of flooding. 30 people died, 6 people were missing, 4 people were injured, 12,000 were displaced and 13,000 were affected by the flood (BNPB Bengkulu Province, 2019). The purpose of this Community Service is to create community organizations that are trained to offer aid in the water in the case of calamities such as floods, accidents when fishing in the sea or rivers, or drownings. In the fostered hamlet of Jenggalu 3 Rt 8 Kel  Lingkar Barat Bengkulu City, it is envisaged that by forming community organizations trained in water rescue, the community would be able to avoid and minimize morbidity and death when the flood disaster occur. Keywords:group, trained, water rescue
Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Kader Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Karangnanding Kabupaten Bengkulu Tengah Vike Pebri Giena; Pawiliyah Pawiliyah; Erwin Efrianto
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 7 No. 01 (2021): April : Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.682 KB) | DOI: 10.47859/jmu.v7i01.7

Abstract

Background: Population. To realize healthy and quality elderly, health promotion must be carried out as early as possible, one of them through the formation and development of elderly posyandu groups. Purpose: This study aims to study the relationship of family support and the role of health volunteer with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center, Karang Tinggi District, Bengkulu Tengah Regency. Methods: This research uses analytic survey design with cross sectional approach. The population in the study were all elderly people who participated in the Posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center as many as 53 people. Sampling in this study using a total sampling technique. Data collection in this study uses primary and secondary data. Data analysis was performed univariately and bivariately. Results: The results obtained: (1) There is a relationship of family support with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karang Nanding Health Center, with a moderate relationship category; (2) There is a relationship between the role of health volunteer and the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karangnanding Health Center, with the category of moderate relationship; (3) There is a relationship between the role of health volunteer and family support with the use of posyandu for the elderly in the working area of ??Karang Nanding Health Center, with a very close relationship category. Conclusion: The role of health volunteer and family support are factors related to the utilization of posyandu for the elderly. With the support from their families, the elderly tend to be more active in participating in posyandu activities for the elderly. Latar Belakang: Indonesia termasuk negara yang akan masuk ke penduduk struktur tua dengan persentase penduduk lansia mencapai 7,6% dari total penduduk. Untuk mewujudkan lansia sehat dan berkualitas, harus dilakukan pembinaan kesehatan sedini mungkin salah satu melalui pembentukan dan pembinaan kelompok posyandu lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan dukungan keluarga dan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karangnanding Kecamatan Karang Tinggi  Kabupaten Bengkulu Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain  survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia yang mengikuti posyandu lansia di wilayah kerja wilayah kerja Puskesmas Karangnanding sebanyak 53 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan: Ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karang Nanding, dengan kategori hubungan sedang;  Ada hubungan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karangnanding, dengan kategori hubungan sedang; Ada hubungan kategori peran kader sedang dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia lansia  di wilayah kerja Puskesmas Karang Nanding, dengan kategori hubungan sangat erat. Simpulan: Peran Kader dan Dukungan keluarga adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Dengan dukungan dari keluarga para lansia cenderung lebih aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk TNI, Polri, PMI, Timsar, Dan Masyarakat Umum Fernalia Fernalia; Pawiliyah Pawiliyah; Iwan Sahri; Dadang Supriadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.7040

Abstract

ABSTRAK Penyakit henti jantung mendadak merupakan pembunuh terbesar nomor satu di dunia. Kondisi kegawatdaruratan ini dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan sudah menjadi tugas dari petugas kesehatan untuk menangani masalah tersebut. Angka kematian dunia akibat penyakit jantung koroner berkisar 7,4 juta pada tahun 2012. Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah penanganan awal pada pasien yang mengalami henti jantung, henti napas, atau obstruksi jalan napas. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota TNI, POLRI, PMI, TIMSAR, dan Masyarakat Umum dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai pertolongan pertama henti jantung. Kegiatan dilakukan berupa pelatihan dengan memberikan materi dan memsimulasikan cara melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada anggota TNI, POLRI, PMI, TIMSAR, dan Masyarakat Umum setelah diberikan pelatihan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD). Disimpulkan bahwa pelatihan yang dilakukan pada anggota TNI, POLRI, PMI, TIMSAR, dan Masyarakat Umum dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD), Kegawatdaruratan, Pelatihan  ABSTRACT Cardiac arrest is the number one killer in the world. This emergency condition can occur anywhere, anytime and it is the duty of health workers to deal with these problems. The world death rate due to coronary heart disease was around 7.4 million in 2012. Basic Life Support (BLS) is the initial treatment for patients experiencing cardiac arrest, respiratory arrest, or airway obstruction. The purpose of this Community Service is to improve the knowledge and skills of members of the TNI, POLRI, PMI, TIMSAR, and the general public in performing Basic Life Support (BLS) as first aid for cardiac arrest. Activities carried out in the form of training by providing materials and simulating how to do Basic Life Support (BLS). There was an increase in knowledge and skills among members of the TNI, POLRI, PMI, TIMSAR, and the general public after being given training on Basic Life Support (BLS). It is concluded that the training carried out for members of the TNI, POLRI, PMI, TIMSAR, and the general public can improve knowledge and skills in conducting Basic Life Support (BLS). Keywords: Basic Life Support (BLS), Emergency, Training 
Pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan Stunting Balita di Wilayah Puskesmas Betungan Kota Bengkulu Elsi Rahmadani; Pawiliyah Pawiliyah; Suryani Suryani; Novi Ade Suryani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 5 No. 1 (2023): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v5i1.323

Abstract

Background : Stunting is a problem because it can cause morbidity, death, slow down the process of motor development and hinder the mental growth process of sufferers. Stunting not only interferes with physical growth but also in other growth such as mental, cognitive and intellectual children. The purpose of this community service is to conduct socialization and counseling in an effort to prevent stunting in the Betungan Health Center work area, Bengkulu City. The implementation method is by counseling about stunting in children. This Community Service activity was carried out at the Betungan Bengkulu Health Center. The time for implementation is in November 2022. The participants in this community service activity are mothers who have toddlers at the Bentungan Health Center in Bengkulu City with a total of 20 people. Activities are carried out in stages (1) providing an explanation of the material to be provided and the purpose of the activity; (2) provide knowledge about child stunting and its prevention. The results of this activity show that there is an increase in public understanding of what stunting is, the causes of stunting, the dangers of stunting for the short and long term as well as growing awareness in overcoming the effects of stunting so as to minimize the occurrence of stunting in children. Keywords: Children, Stunting, Health Education
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Di SMPN 5 Bengkulu pawiliyah
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol. 7, No. 2
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v7i2.114

Abstract

Health reproduce is a complete physical, mental and social well-being and not only has no disease or weakness in everything related to the reproductive system and its function and processes. The purpose of this study was is to the effect of counseling on the level of adolescent knowledge about reproductive health in Junior High School 5 in Bengkulu. The study used pre-experimental with a one group pretest posttes design. Population in this study were students in class VIII C and D as many as 60 people. Sampling technique was Total Sampling. The data collection technique used in this study was to fill reproductive health questionnaire. Data analysis techniques were performed by univariate and bivariate analysis by Paired Sample T-Test. The results of the study obtained a significance (sig) 0,000 (p<0,05). There was a significant influence on the level of adolescent knowledge about reproductive health in SMPN 5 Bengkulu. It was expected Junior High School 5 in Bengkulu can work together with health centers so that the level of knowledge of adolescent on reproductive health can be better
Pengaruh Massase Menggunakan Olive Oil Terhadap Nyeri Dismenore pada Mahasiswi Jurusan Keperawatan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu Pawiliyah Pawiliyah
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i2.10693

Abstract

 Masalah kesehatan reproduksi seperti dismenore adalah masalah yang berhubungan dengan menstruasi. Berdasarkan hasil survei pendahuluan dari peneliti pada 10 mahasiswa Keperawatan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu yang mengalami dismenore yang didapat semuanya mengatakan mereka tidak mengerti bagaimana cara mengatasi rasa sakit dismenorea dan hanya mengonsumsi obat-obatan yang dipercepat untuk mengurangi rasa sakit. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang efek penggunaan minyak zaitun pada nyeri dismenore. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pijat menggunakan minyak zaitun untuk nyeri dismenore pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Eksperimen dengan Desain One Group Pretest Postest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Keperawatan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui studi langsung pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan uji Wilcoxon Match Pair Test diperoleh nilai Z = 2,781 dengan p = 0,005 <0,05 berarti signifikan, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada efek pengaruh massase menggunakan olive oil terhadap nyeri Dismenore pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Pentingnya meningkatkan sumber informasi bagi siswa yang mengalami dismenore untuk dapat melakukan pijatan menggunakan olive oil ketika mengalami dismenore untuk mengurangi dan mengelola nyeri dismenore sebagai langkah utama untuk mengatasi nyeri dismenore dan mengurangi penggunaan obat-obatan menstruasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENANGANAN ISPA DI RUMAH PADA BALITA DI PUKESMAS TUMBUAN Pawiliyah Pawiliyah; Neni Triana; Dora Romita
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 3 No. 1 (2020): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v3i1.11382

Abstract

Kejadian ISPA erat terkait dengan pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penanganan ISPA, karena orang tua sebagai penanggung jawab utama dalam pemeliharaan kesejahteraan anak. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Penanganan ISPA Di Rumah Pada Balita Di Puskesmas Tumbuan tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dengan penekatan cross sectional menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dengan menggunakan uji statistik yaitu chi square. Besaran sampel sebanyak 41 responden yang terdiri dari ibu yang balitanya menderita ISPA yang di bawah berobat di Puskesmas Tumbuan tahun 2018. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Pearson chi-square didapatkan nilai (P = 0,007<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan penanganan ISPA di rumah pada balita. Untuk sikap dengan penanganan ISPA pada balita di rumah, dimana nilai p value 0,014 < Alpha 0,05 berarti signifikan. Jadi Ada hubungan Sikap ibu dengan penanganan ISPA di rumah pada balita di Puskesmas Tumbuan. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, penanganan ISPA, Ibu balita, di rumah  ABSTRACT The incidence of acute respiratory infections is closely related to the knowledge and attitudes of parents towards the handling of acute respiratory infections, because parents are the main responsibility in maintaining children's welfare. This study intends to determine the relationship between knowledge and attitude of mothers with the handling of acute respiratory infections at home in toddlers at health center in 2018. This study uses accidental sampling method with a cross sectional approach using a questionnaire as a means of data collection using statistical tests, namely chi squares. The sample size of 41 respondents consisting of mot] hers whose babies suffered from ARI under treatment at the Tumbuan Health Center in 2018. The results of the study based on Pearson chi-square statistical tests obtained values (P = 0.007 <0.05) it can be concluded that there is a relationship of maternal knowledge with ARI handling at home in infants. For attitudes with ARI handling in infants at home, where the p value is 0.014 <Alpha 0.05 means significant. So there is a relationship between the attitude of the mother and the handling of ARI at home in children under five at the Tumbuan Health Center. Keywords: Knowledge, attitude, handling ARI, mother under five, at home