Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

WEBINAR “CEGAH KECANDUAN DENGAN BIJAK BERINTERNET” Diannita, Catharina Guinda; Ayu Florensa, Maria Veronika; Paula, Veronica; Watania, Lani Natalia; Fangidae, Erniyati; Susilawati Barus, Novita; Sakti, Erivita; Hapsari, Kristina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1967

Abstract

Media sosial dan internet of things (IoT) saat ini merupakan komponen yang lekat dengan kebutuhan sehari-hari. Teknologi terus mengalami perkembangan, sehingga teknologi banyak digunakan dalam berbagai bidang, karena memberikan begitu banyak kemudahan dan keuntungan. Digitalisasi global memberikan peluang yang lebih baik untuk pendidikan, komunikasi, perbankan, bisnis, industri, kesehatan dan interaksi socsal. Dibalik keuntungan yang diberikan internet, internet dapat menyebabkan kecanduan apabila tidak digunakan dengan bijak. Penurunan kualitas tidur, ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), depresi, kecemasan, perundungan baik secara langsung maupun secara online/ cyberbullying, merupakan beberapa contoh dampak dari kecanduan internet. Pendampingan dan arahan tentang penggunaan internet dengan bijak perlu diberikan, agar manfaat lebih banyak didapatkan oleh pengguna dibandingkan dampak negatifnya. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melakukan pencegahan kecanduan dengan bijak berinternet. Kegiatan dilakukan secara daring, agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Peserta kegiatan berasal dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan New York. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan rerata nilai pretest dan post test pada kedua sesi. Evaluasi pada sesi 1 mengenai “Gadget, I’m in love” mengalami rerata peningkatan sebesar 2,13 poin, dan pada sesi 2 mengenai “Etika berinternet” mengalami rerata peningkatan sebesar 4,89 poin. Kegiatan edukasi perlu dilaksanakan secara berkesinambungan, agar makin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai masalah kecanduan internet dan pentingnya membangun relasi sosial yang sehat di platform digital.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN EDUKASI: KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Watania, Lani Natalia; Rumerung, Christie Lidya; Tompunu, Marianna; Rumambi, Magda Fiske
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2307

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbentuk kegiatan edukasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja pada Remaja di Desa Suluun, Minahasa Selatan. Pengetahuan yang lebih baik tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dapat menurunkan resiko masalah kesehatan reproduksi seperti penyakit menular seksual, HIV/AIDS, kehamilan dini, serta berkontribusi untuk menurunkan angka stunting. Salah satu intervensi sederhana untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah dengan memberikan edukasi secara langsung dan kegiatan monitoring. Kebutuhan untuk meningkatkan public awareness atau kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kesehatan ini dinilai sangat kritikal dan penting untuk mengatasi kesenjangan informasi dimasyarakat. Oleh karena itu, tujuan utama dari PKM ini adalah peningkatan pengetahuan terkait Kesehatan Reproduksi Remaja terutama pada komunitas Remaja. Total peserta remaja yang berpartisipasi dalam kegiatan edukasi ini sebanyak 103 orang. Setelah diberikan edukasi dilakukan evaluasi kegiatan berupa Pre-Post Quiz dan terdapat peningkatan nilai rerata Quiz sebanyak 35.8%. Kegiatan PkM Edukasi ini memberikan peningkatan pengetahuan pada remaja dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam memelihara kesehatan reproduksi.
The Spiritual Caregiving Scale (SCGS) – Translation and Adaptation dalam Bahasa Indonesia Fangidae, Erniyati; Watania, Lani Natalia; Togatorop, Lina Berliana
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5584

Abstract

Asuhan spiritual yang optimal membutuhkan perawat yang memiliki persepsi yang baik mengenai asuhan spiritual. Meningkatkan kesadaran spiritual dibutuhkan pendidikan spiritual sehingga mahasiswa keperawatan memiliki pandangan yang lebih luas terkait spiritualitas dan asuhan spiritual. Instrumen yang valid dan reliabel versi bahasa Indonesia dibutuhkan untuk mengukur persepsi mahasiswa keperawatan mengenai spiritualitas dan asuhan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan translasi dan adaptasi instrumen Spiritual Care-Giving Scale (SCGS) kedalam Bahasa Indonesia. Proses translasi dilakukan sesuai dengan World Health Organization (WHO) guideline yang dimulai dari tahap forward translation, backward translation, panel expert, pretesting dan cognitive interview. Selanjutnya, penilaian I-CVI, S-CVI/Ave, dan uji validitas dan reliabilitas dilakukan. Beberapa pertanyaan pada tahap panel expert dan tahap pretesting dan cognitive interview perlu dimodifikasi. Skor I-CVI untuk 39 pertanyaan adalah 1,00, satu pertanyaan adalah 0,8 dan nilai S-CVI/Ave adalah 0,99 yang berarti kuesioner SCGS memiliki excellent content validity. Uji validitas menunjukan nilai r hitung antara 0,413-0,774 (> r tabel 0,361) dan Cronbach’s alpha 0,892 > 0,6 yang berarti kuesioner ini valid dan reliabel. 40 item pernyataan kuesioner SCGS versi Bahasa Indonesia yang telah di translasi dan di adaptasi dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur persepsi mahasiswa keperawatan di Indonesia terkait spiritualitas dan asuhan spiritual.
Efektivitas Mirror Therapy terhadap Peningkatan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke: Kajian Literatur Tamba, Daud Halomoan; Iswoyo, Grace Vika; Koanak, Yohana Diana; Watania, Lani Natalia; Fangidae, Erniyati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.029 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10477

Abstract

ABSTRACT Stroke or Cerebrovascular disease is a disease caused by impaired brain function related to rupture or blockage of blood vessels that supply blood to the brain. Every year there are 13.7 million new cases of stroke and around 5.5 million deaths due to stroke. In Indonesia, it is estimated that around 2,129,326 people > 15 years have a stroke. Clinical manifestations that are often experienced by stroke patients are hemiparesis and hemiplegia so medical rehabilitation is needed. Mirror therapy is one of the non-pharmacological therapies that uses mirrors as a therapeutic medium. This literature review aims to describe the effectiveness of mirror therapy in increasing muscle strength in stroke patients. The method used was Thematic analysis: a simplified approach, with article searches using three databases namely Google Scholar, Medline, and JSTOR. Quality analysis of research methods has been carried out using PRISMA Flow Diagram and JBI Critical Appraisal Checklist.  The keywords used in the article search were "Effectiveness" AND "mirror therapy" AND "stroke patients" AND "Randomized Controlled Trial" and "Effectiveness" AND "mirror therapy" AND "stroke patients" AND "Randomized Controlled Trial". Four themes were obtained from the results of the analysis, namely, mirror therapy is effective for increasing muscle strength in stroke patients, the relationship between the characteristics of stroke patients and mirror therapy in increasing muscle strength, mirror therapy procedures in increasing muscle strength in stroke patients, the effectiveness of the combination of mirror therapy with conventional stroke rehabilitation therapy in increasing muscle strength. Mirror therapy as one of the non-pharmacological therapies that can be used in helping functional recovery of upper and lower extremity motor control in stroke patients. Keywords: Stroke, Muscle strength, and Mirror Therapy   ABSTRAK Stroke atau Cerebrovaskular disease merupakan penyakit yang disebabkan akibat gangguan fungsi otak yang berkaitan dengan pecah atau tersumbatnya pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Setiap tahunnya tercatat 13,7 juta kasus baru stroke dan sekitar 5,5 juta kematian akibat penyakit stroke. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 2.129.326 penduduk > 15 tahun mengidap stroke. Manifestasi klinis yang sering di alami oleh pasien stroke ialah hemiparesis dan hemiplegia sehingga diperlukan suatu rehabilitasi medis. Mirror therapy merupakan salah satu terapi non-farmakologi yang menggunakan cermin sebagai media terapi.Tujuan kajian literatur ini adalah menganalisa efektivitas mirror therapy dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode yang digunakan adalah Thematic analisis: a simplified approach, dengan pencarian artikel menggunakan tiga database yaitu Google Scholar, Medline, dan JSTOR. Analisis kualitas metode penelitian telah dilakukan menggunakan Flow Diagram PRISMA dan JBI Critical Appraisal Checklist.  Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah “Effectiveness” AND “mirror therapy” AND “stroke patients” AND “Randomized Controlled Trial” dan “Efektivitas” AND “terapi cermin” AND “pasien stroke” AND “Randomized Controlled Trial. Empat tema didapatkan dari dari hasil analisa yaitu; Mirror therapy efektif untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke, hubungan karakteristik pasien stroke dengan Mirror therapy dalam meningkatkan kekuatan otot, prosedur Mirror therapy dalam meningkatkan kekuatan otor pada pasien stroke, efektifitas kombinasi Mirror therapy dengan terapi rehabilitasi stroke konvensional dalam meningkatkan kekuatan otot. Mirror therapy sebagai salah satu terapi non- farmakologi yang dapat digunakan dalam membantu pemulihan fungsional kontrol motorik ekstremitas atas dan bawah pada pasien stroke. Kata kunci: Stroke, Kekuatan Otot dan Mirror Therapy