Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Ekstrak Daun Binahong terhadap Penyembuhan Luka Penderita Ulkus Diabetikum: Literature Review Laili Nur Azizah; Dwi Ochta Pebriyanti; Riza Dwi Wulansari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.034 KB)

Abstract

Ulkus diabetikum termasuk ke dalam komponen yang mampu merusak perkembangan diabetes dengan persentase sebesar 15% selama perjalanan penyakit mereka. Penyembuhan ulkus diabetikum dapat menggunakan terapi komplementer, salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan ulkus diabetikum adalah binahong (Anredera cordifolia). Literature review ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses penyembuhan luka dengan ekstrak daun binahong terhadap ulkus diabetikum. Metode penelitian yang digunakan adalah Literature review dengan metode PRISMA checklist. Database yang digunakan dalam pencarian literature ini adalah pubmed, google scholar dan jurnal garuda dengan terbitan 5 tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan ialah ALL “Anredera Cordifolia” AND “Diabetic foot” OR “Ulcer Diabetic” OR “Diabetes Mellitus” AND “Wound Healing” dan “Anredera Cordifolia”. Hasil pencarian didapatkan 11 artikel yang ditelaah. Hasil literature review menunjukkan penggunaan ekstrak daun binahong dapat digunakan bentuk sediaan salep dan juga gel, frekuensi perawatan luka dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari, dan pembuatan ekstrak dapat dilakukan dengan metode ekstraksi. konsentrasi ekstrak daun binahong pada 11 artikel menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil uji statistik keseluruhan menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan ekstrak daun binahong terhadap ulkus diabetikum. Kesimpulan menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun binahong efektif diberikan terhadap proses penyembuhan luka pada penderita ulkus diabetikum.
Edukasi Pencegahan Ulkus Diabetik pada Petani Diabetisi di Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i1.73

Abstract

Petani yang menderita diabetes mellitus beresiko terjadinya ulkus diabetik karena aktifitas petani diawali dengan menyiapkan media tanam dengan proses persiapan mengolah tanah sampai dengan membajak tanah. Biasanya kegiatan ini dilakukan petani tanpa menggunakan alas kaki. Hal ini yang perlu diwaspadai karena beresiko terjadi cedera pada kaki yang disebabkan karena gigitan binatang, cidera alat pertanian, tidak menggunakan alas kaki/sepatu, membiarkan kaki terbakar matahari, atau terendam air/lumpur dalam waktu yg lama. Salah satu bentuk pencegahan salah satunya adalah dengan meningkatkan pemahaman petani tentang pencegahan ulkus diabetik yang dapat dilakukan dengan pemberian edukasi. Tujuan kegiatan ini adalah petani diabetisi memahami tentang pencegahan ulkus diabetik serta mengetahui tentang cara deteksi awal risiko ulkus diabetik. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan/pemberian edukasi dengan tahapan sebagai berikut: 1)Ceramah dengan media Power Point Presentation (PPT) dan list deteksi risiko ulkus diabetik, 2)Melatih petani diabetisi untuk melakukan deteksi awal risiko kaki diabetik menggunakan list, 3)Evaluasi pemahaman petani diabetisi tentang materi pencegahan ulkus diabetik dan deteksi awal risiko ulkus diabetik. Hasil dari kegiatan ini adalah pada tahap evaluasi, 69 % petani memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan ulkus diabetik. Tingkat pengetahuan cukup terjadi pada 31% petani yang umumnya belum terdiagnosis DM. Hal ini terjadi karena pada petani yang belum terdiagnosis DM belum memahami tentang penyakit yang mendasari ulkus diabetik, seperti diabetes mellitus. Kemudian pada tahapan evaluasi praktik, sebanyak 76% petani cukup mampu melakukan deteksi awal risiko ulkus diabetik. Kata kunci: edukasi; ulkus diabetik; petani diabetesi EDUCATION OF DIABETIK ULTIMATE PREVENTION IN DIABETITAN FARMERS IN KUNIR DISTRICT, LUMAJANG DISTRICT ABSTRACT Farmers who suffer from diabetes mellitus are at risk of diabetik ulcers because the farmer's activities begin with preparing the planting media with the process of preparing to cultivate the land up to plowing the land. Usually this activity is carried out by farmers without using footwear. This should be watched out for the risk of injury to the feet caused by animal bites, injury to agricultural tools, not using footwear / shoes, leaving the feet sunburned, or submerged in water / mud for a long time. One form of prevention is to increase farmers' understanding of the prevention of diabetik ulcers that can be done by providing education. The purpose of this activity is for farmers with diabetes to understand about the prevention of diabetik ulcers and know about how to detect the risk of diabetik ulcers early. The activities carried out are counseling / providing education with the following stages: 1) Lectures with Power Point Presentation (PPT) media and diabetik ulcer risk detection list, 2) Training diabetik farmers to conduct early detection of diabetik foot risk using a list, 3) Evaluation of understanding diabetik farmers regarding material for prevention of diabetik ulcers and early detection of the risk of diabetik ulcers. The results of this activity are at the evaluation stage, 69% of farmers have good knowledge about the prevention of diabetik ulcers. This level of knowledge is sufficient for 31% of farmers who generally have not been diagnosed with DM. This happens because farmers who have not been diagnosed with diabetes do not understand the underlying diseases of diabetik ulcers, such as diabetes mellitus. Then in the practice evaluation stage, as many as 76% of farmers are quite capable of early detection of the risk of diabetik ulcers. Keywords: education; diabetik ulcer; diabetik farmers
Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa SMAN Yosowilangun Kabupaten Lumajang Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2019
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v1i1.79

Abstract

Meningkatnya jumlah remaja penderita HIV dan AIDS dimungkinkan karena keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan yang berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang HIV dan AIDS yang benar. Pemahaman remaja tentang HIV dan AIDS masih sangat minim, padahal remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko. Meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan cara pemberian pendidikan kesehatan/edukasi khususnya pada siswa SMAN Yosowilangun. Tujuan kegiatan ini adalah seluruh siswa SMAN Yosowilangun Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang menjadi lebih memahami tentang pencegahan HIV/AIDS. Beberapa faktor yang sangat menunjang atas keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah koordinasi yang baik antara pemateri dengan pihak sekolah, Penyampaian materi berupa Video yang cukup menarik bagi siswa SMA yang tergolong usia remaja, adanya diskusi dan tanya jawab yang tidak dibatasi waktu, serta adanya hadiah bagi peserta yang berani bertanya. Beberapa faktor penghambat pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pemateri (yang dalam hal ini adalah beberapa mahasiswa) membutuhkan penguasaan terhadap sasaran penyuluhan yang berjumlah lebih dari 100 peserta serta dalam usia yang tidak beda jauh. Tetapi hal ini bisa diatasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena 93% siswa mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang pencegahan HIV/AIDS setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hal ini dapat diamati pada tingkat kehadiran, keaktifan peserta, Kata kunci: audio visual; edukasi; HIV/AIDS HIV/AIDS PREVENTION EDUCATION USING AUDIO VISUAL MEDIA IN YOSOWILANGUN STUDENTS, LUMAJANG DISTRICT ABSTRACT The increasing number of adolescents with HIV and AIDS is possible because of limited access to information and health services which has an impact on the lack of true knowledge about HIV and AIDS. Understanding adolescents about HIV and AIDS is still very minimal, even though adolescents, including age groups are vulnerable to risk behavior. Increasing adolescent understanding about HIV / AIDS prevention can be done by providing health education / education especially for high school students Yosowilangun. The purpose of this activity is that all students of Yosowilangun High School, Yosowilangun District Lumajang Regency become more understanding about HIV / AIDS prevention. Some factors that are very supportive of the success of this community service activity are good coordination between the speaker and the school, Submission of material in the form of a video that is quite interesting for high school students classified as teenagers, there are discussions and questions and answers that are not limited by time, as well as prizes for participants who dare to ask. Some inhibiting factors in this community service activity are presenters (which in this case are a few students) need mastery of counseling targets totaling more than 100 participants and in the age that is not much different. But this can be overcome. The results of these community service activities can be said to be successful because 93% of students have good knowledge and understanding of HIV / AIDS prevention after being given health education. This can be observed at the level of attendance, participant activity, Keywords: audio visual; education; HIV / AIDS
Yoga Therapy for Improving the Quality of Life among Breast Cancer Patients: Literature Review Rizeki Dwi Fibriansari; Laili Nur Azizah
Health and Technology Journal (HTechJ) Vol. 1 No. 2 (2022): April 2023
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.252 KB) | DOI: 10.53713/htechj.v1i2.20

Abstract

Cancer is a chronic disease that affects emotional states and changes in daily life, causing physiological and psychological problems. This condition can also affect the quality of life. This literature review aims to determine the effect of yoga therapy on improving the quality of life of breast cancer patients. The method used is by searching several published studies through databases through PubMed, Sage Journal, SpringerLink, and Science Direct. Research questions are designed using the PICO principle. Selected studies were published from 2018-2022. This yoga therapy can affect the improvement of the quality of life of breast cancer patients. Yoga can reduce depressing symptoms in patients undergoing cancer treatment and is beneficial in reducing treatment side effects, emotional improvement, and quality of life. The duration of yoga therapy, which is an average of 60 minutes, will improve the quality of life of breast cancer patients. Yoga shows significant results in improving the quality of life of breast cancer patients. Yoga can majorly affect the patient's high quality of life, namely physical function, role, emotional, cognitive, and social. Yoga interventions can relieve pain symptoms of patients undergoing cancer treatment and positively impact treatment side effects, improve emotions, and reduce the quality of life.
RISK FAKTORS FOR DIABETIK FOOT IN FARMERS WITH DIABETES MELLITUS Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah
UNEJ e-Proceeding 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a progressive chronic disease that requires constant medical supervision and patient education for self-care. Diabetes is associated with an increased risk of neuropathy which causes loss of touch and perception of pain. High agricultural work area (in some places) and constant risk of injury (animal bites, injuries from farming tools, not wearing footwear/shoes, feet exposed to sunlight). Farmers experiences who have to prepare planting media starting from the process of preparing the soil to plowing the land (either using a hoe, cow or tractor, and barefoot). Examination of the feet is necessary to prevent foot ulcers from occurring. The purpose of this study is to identify risk faktors for diabetik foot in farmers with diabetes mellitus in Lumajang. Methods: The research method is quantitative descriptive research. The population of this study were 141 farmers with purposive sampling technique. The data collection technique used was observation, using the 2009 Diabetes Care Program of Nova Scotia (DCPNS) foot risk assessment form. Includes skin assessment, assessment of the bone structure of the foot, assessment of blood vessels, sensation, and movement of the foot. Results: The results found that the majority of respondents were female and in the early elderly age category. While the results of observations of risk faktors for diabetik foot, almost half of the respondents have a high risk of diabetik foot. Conclusions: This study concluded that several actions need to prevent an increased risk of diabetik foot. Therefore it is necessary to have an integrated diabetik ulcer prevention management strategy, sharing consultations and optimizing effective resources to get quality care.
Pemanfaatan Teh sebagai Hasil Pertanian untuk Pencegahan Penyakit Kronis pada Masyarakat di Wilayah Gunung Gambir Jember Laili Nur Azizah; Indriana Noor Istiqomah; Mashuri Mashuri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh merupakan suatu tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat herbal. Teh kaya akan senyawa polifenol, kafein, serta asam amino. Senyawa yang terkandung di dalam teh banyak digunakan dalam pengobatan penyakit, diantaranya menurunkan kadar tekanan darah, anti kanker, anti mikroba, menurunkan kolesterol darah, mengurangi gula darah dan sebagai antibakterial. Perlunya dilakukan penyuluhan pada masyarakat di Gunung Gambir, sebagai masyarakat yang berdomisili di wilayah agrowisata perkebunan teh Gunung Gambir Jember. Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan teh untuk pencegahan penyakit kronis. Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Sasaran peserta adalah masyarakat petani petik teh. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan dan pelaksanaan. Peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kader kesehatan setempat diarahkan untuk selalu memantau kesehatan masyarakat dan melakukan penyelesaian masalah kesehatan.
Potensi Tanaman Ganjan (Artemisia vulgaris) dalam Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus (Sprague Dawley): The Potential of Ganjan (Artemisia vulgaris) in Wound Healing in Rats (Sprague Dawley) Istiqomah, Indriana Noor; Mashuri; Abdillah, Achlish; Azizah, Laili Nur
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 17 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v17i1.1159

Abstract

Recent studies have focused on exploring natural remedies to accelerate wound healing. One such herbal plant is the Ganjan plant (Artemisia vulgaris), which contains essential oils, coumarins, flavonoids, triterpenoids, and phenolic acids, which make it a good candidate for natural remedies. This study analyzed the wound-healing potential of the Ganjan plant using a true experimental research design on 16 male Sprague Dawley rats. The rats were divided into four groups and subjected to different treatments, including a negative control group without treatment (K1), a 10% Ganjan herbal extract ointment group (K2), a 30% Ganjan herbal extract ointment group (K3), and a positive control group with 10% betadine ointment (K4). The ointments were applied once daily for 21 days or until the wounds healed, and wound area measurements were taken every three days. The results showed that the 10% and 30% Ganjan ointments effectively reduced the wound area, and there was no difference in wound contraction between 10% and 30% Ganjan ointment and 10% Betadine. The study concludes that Ganjan plant extract ointment is an effective natural remedy for wound healing and that the best results are seen in the 30% Ganjan extract ointment group.
Pengembangan Aplikasi Risiko Kaki Diabetik (Si RiDa) sebagai Alat Deteksi yang Efektif Azizah, Laili Nur; Noor, Istiqomah Indriana; Abdillah, Achlish; Mashuri, Mashuri; Rondhianto, Rondhianto
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1795

Abstract

Ulkus kaki diabetik adalah merupakan komplikasi kronik Diabetes Mellitus. Penyakit inilah yang merupakan penyebab amputasi terbesar dan seringkali meningkatkan angka mortalitas.. Angka ini dapat diturunkan dengan deteksi risiko kaki diabetik. Terdapat 5 parameter yang dikaji mengikuti form pengkajian Nova Scotia 2009, antara lain mengkaji kulit dan kuku, struktur kaki, pembuluh darah, sensasi, dan pergerakan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi deteksi risiko kaki diabetik (Si RiDa). Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimental, Software diujicobakan pada 70 sampel. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diuji tingkat akurasi, presisi, recall dan F1-scorenya menggunakan rumus metrik. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari KEPK Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Hasil penelitian didapatkan tingkatan risiko kaki diabetik yang dihasilkan dari aplikasi ini adalah sebagian besar responden uji memiliki tingkat risiko sedang. Hasil uji menunjukkan bahwa aplikasi Si RiDa memiliki kemampuan 97% benar dalam mendeteksi risiko kaki diabetik pada semua subyek, memiliki kemampuan 94% dalam mendeteksi dengan benar dan konsisten bahkan jika pendeteksian dilakukan berulang kali, mampu mengidentifikasi 100% dengan benar dari yang benar-benar memiliki risiko kaki diabetik, serta memiliki nilai F1-score 97% yang artinya mempunyai kinerja yang baik dalam mendeteksi risiko kaki diabetik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi Si RiDa ini memiliki akurasi dan presisi yang tinggi sehingga dapat diterapkan sebagai alat deteksi cepat risiko kaki diabetik di fasilitas kesehatan demi mencegah terjadinya luka dan amputasi.
PENGUATAN EDUKASI NUTRISI DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PASKA KHITAN PADA ANAK KHITAN DI DESA SUKORENO KEC. KALISAT JEMBER Achlish Abdillah; Laili Nur Azizah
Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jember
Publisher : LP2M Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpmunej.v1i2.177

Abstract

Alasan tindakan khitan pada anak laki-laki antara lain karena faktor sosial,budaya, agama dan medis. Normal penyembuhan khitan terlihat baik secara kosmetik dimulai hari ke 7-10 dan tanpa terjadinya komplikasi. Di masyarakat masih ditemukan mitos yang salah makanan yang  dikonsumsi pada anak pasca khitan sesuai  hasil penelitian dari Darma, Zaimy dan Idaman, menyatakan hambatan yang sering penyembuhan luka pasca khitan justru dari persepsi orang tua yang keliru terhadap pengetahuan yang diterima,  kepercayaan yang berpantang terhadap makan makanan tertentu. Si Anak tidak diberikan makanan jenis protein  seperti telur, ikan daging dengan kepercayaan menyebabkan luka tidak sembuh, terjadi gatal. Orang tua belum paham  jenis nutrisi yang tepat dikonsumsi pada  luka pasca khitan sehingga diperlukan pemberian pemahaman pengetahuan secara tepat, interaktif untuk meluruskan persepsi, mengatasi keluhan dan  komplikasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peserta mengerti, memahami jenis nutrisi yang tepat dikonsumsi untuk membantu mempercepat penyembuhan luka anak pasca khitan serta mengembalikan mitos yang salah  makanan pada luka pasca khitan. Metode telah dilakukan berupa pemberian edukasi langsung pada 21 orang tua Si Anak yang dikhitan selama 30 menit menggunakan media poster, leaflet, tanya jawab serta contoh konkrit nutrisi yang sesuai dan telah dibagikan kepada Si Anak berupa telur matang kaya protein, minuman juz apel yang mengandung mineral zing. Dampak kegiatan pengabdian telah menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman orang tua dan Si anak Serta ada perubahan komitmen sikap tingkah  laku dalam upaya memberikan nutrisi yang sesuai pada Si Anak paska khitan.
Implementation of Tomato Juice in Hypertension with Readiness to Improve Health Management in Farmers: Case Report: Case Report Khotijah; Istiqomah, Indriana Noor; Fibriansari, Rizeki Dwi; Azizah, Laili Nur
D'Nursing and Health Journal (DNHJ) Vol. 6 No. 1 (2025): Community-Based Health Management Procedures
Publisher : Universitas Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61595/dnursing.v6i1.1035

Abstract

ABSTRACT Introduction: Hypertension is a major concern in global health due to its high incidence rate. To overcome this problem, there needs to be a strong desire to manage the problem of readiness to improve health management. Efforts that can be made by maintaining a lifestyle in this case are strengthened by providing foods high in potassium, one of which is tomato juice. The purpose of this final project report is to describe the implementation of tomato juice in hypertensive. Method: This report uses a case study design, with participants including 1 member of the farmer group who has hypertension, is 45 years old, has no complications, meets 80% of the symptoms, and has major signs of readiness to improve health management. The study was conducted on June 1-7, 2024 using interview, observation, and documentation techniques. Result: Tomato juice was given for 7 days with a dose of 1 time a day, after meals. The results of the case study showed a decrease in systolic blood pressure of 5.3 mmHg and diastolic blood pressure of 4.8 mmHg and the evaluation criteria for readiness to improve health management increased with participants being able to take action to reduce risk factors, implementing care programs, fulfilling daily activities, not experiencing difficulties in implementing health programs and receiving family support.   Conclusion: Providing tomato juice can be educational material for farmer groups and health management in the community can improve healthy eating patterns by providing tomato juice to control blood pressure.