Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUNJUNGAN ANTENATAL CARE K4 IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINTOR, KABUPATEN MANGGARAI Trisnawati, Reineldis Elsidianastika
Wawasan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Wawasan Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan dan Pertanian Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kunjungan Antenatal Care K4 Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Dintor, Kabupaten Manggarai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kunjungan antenatal care ibu hamil. Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas 42 hari di Wilayah Kerja Puskesmas Dintor sebanyak 56 orang dengan teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan regresi logistic sederhana. Hasil analisis statistic menggunakan regresi logistic sederhana menunjukkan dukungan keluarga berpengaruh terhadap kunjungan antenatal care ibu hamil dengan nilai p value = 0.045. Dengan demikian diharapkan petugas puskesmas sebaiknya mengikutsertakan suami atau keluarga ibu hamil pada kegiatan posyandu dan pada saat kunjungan antenatal care agar ibu mendapat dukungan sepenuhnya dari keluarga.
SOSIALISASI BUDAYA MASYARAKAT YANG MERUGIKAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN BAYI Halu, Silfia Angela N.; Trisnawati, Reineldis Elsidianastika; Manggul, Makrina S.; Minda, Agustina
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1065

Abstract

Nutritional status plays an important role in helping the healing process of perineal wounds and postpartum maternal cesarean section wounds. Poor nutritional status will have an impact on the immune system which provides protection against infectious diseases. The nutritional status of postpartum mothers can be influenced by cultural factors or public beliefs about abstinence in postpartum mothers. The Dintor community still adheres to many beliefs or cultural traditions that are related to postpartum mothers and newborns. In this village, around 13.5% of children have stunting problems. Problems regarding maternal and child nutrition, including stunting, are closely related to myths or cultural traditions of the community such as the culture of abstinence from food, which of course has nutritional content for both mothers and babies. The purpose of this activity is to increase knowledge about culture that is detrimental to the health of postpartum mothers, detrimental to the health of babies and increase public awareness of the importance of maintaining the health of postpartum mothers and babies
DETEKSI ANEMIA REMAJA PUTRI MELALUI PEMERIKSAAN KADAR HAEMOGLOBIN Reineldis Elsidianastika Trisnawati; Imelda R. Dewi; Fransiska N. Nanur; Maria Lourdes
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i2.210

Abstract

Until now anemia in adolescent girls is still the main problem of adolescent health in Indonesia. The problem of anemia in adolescent girls every year continues to increase around 1 in 5 adolescents. In 2013, as many as 32% of adolescents had anemia. Given the magnitude of the impact of anaemia on adolescent girls, various interventions have been made by the government that focus on providing iron tablets, micronutrients, increasing food diversity and food security. This service activity was carried out at Vocational High School Karya Ruteng. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of adolescent girls about anemia and increase the awareness of adolescents to consume iron tablets, especially during menstruation, and to detect early adolescent girls with anemia status through haemoglobin examination. The results of this activity have a positive impact on adolescents, during counseling activities adolescents are very enthusiastic about listening to the material explained and the results of the adolescent posttest about anemia are mostly good knowledge 83% while the results of the Hb level examination are known from 30 adolescents who are examined 33.3% with anemia. The results of this activity are expected to be an input for adolescent women about the importance of consuming blood-boosting tablets, especially during the menstrual period
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI LUKA SECTIO CAESAREA: DETERMINANTS ASSOCIATED WITH THE INCIDENT OF CAESAREA SECTIO WOUND INFECTION Trisnawati, Reineldis Elsidianastika; Manggul, Makrina Sedista; Hamat, Viviana
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 2 (2023): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v17i2.1249

Abstract

Infeksi luka operasi merupakan bagian dari masalah utama dalam praktik kebidanan yang dapat menyebabkan tingginya morbiditas dan mortalitas ibu. Sekitar 7,3% kematian ibu di Indonesia yang disebabkan oleh infeksi post sectio caesarea (SC). Terdapat beberapa factor yang berpengaruh terhadap infeksi luka operasi SC yakni status gizi ibu, mobilisasi dini dan perawatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor determinan yang berhubungan dengan kejadian infeksi luka SC pada ibu postpartum di RSUD Ruteng. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 60 responden, pengambilan sampel secara total sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner yang berisikan daftar pertanyaan untuk mengukur variabel bebas dan terikat. Variabel bebas memuat pertanyaan tentang status gizi ibu, mobilisasi dini dan perawatan luka sedangkan Variabel terikat memuat pertanyaan tentang infeksi luka SC. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 34 responden (56,7%) yang mengalami masalah infeksi luka operasi SC dari 60 respoden yang diteliti. Beberapa factor yang mempengaruhi terhadap infeksi luka operasi SC tersebut diantaranya factor status gizi (p=0.013), mobilisasi dini (p=0.004) dan perawatan luka (p=0.002). dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu, mobilisasi dini dan perawatan luka dengan infeksi luka sectio caesarea (SC). Pentingnya mengedukasikan tentang perawatan luka pasca operasi SC pada pasien, agar mereka dapat mengetahuai cara merawat luka SC yang baik sehingga mencegah terjadinya infeksi. Pasien juga diajarkan cara mobilisasi dini dan menjelaskan pentingnya nutrisi yang baik pasca operasi dengan tujuan membantu mempercepat proses pemulihan ibu. Tenaga kesehatan diharapkan lebih proaktif memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang pencegahan infesksi luka bedah SC, hal ini dilakukan untuk meningkatkat derajat kesehatan ibu dan mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu.
Identifikasi Determinan Tingginya Stunting di Lelak Manggarai Trisnawati, Reineldis Elsidianastika; Manggul, Makrina Sedista; Centis, Maria Conchita Leyla
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1104

Abstract

Hingga saat ini, permasalahan stunting masih menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara global, pada tahun 2020 terdapat sekitar 149 juta anak yang mengalami stunting, dengan prevalensi tertinggi terjadi di benua Asia menyumbang 55% dari total kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dari Riskesdas 2018 diketahui prevalensi stunting secara nasional mencapai 30,8%, dari data tersebut Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan Provinsi yang memiliki prevalensi stunting tertinggi yaitu 42,6%. Prevalensi stunting di Lelak 38,1%. Tingginya prevalensi balita stunting di Kecamatan lelak Kabupaten Manggarai, menjadi salah satu yang melatarbelakangi bahwa penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisi faktor determinan yang menyebabkan tingginya masalah stunting di Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai. Penelitian ini termasuk dalam analitik observasional dengan desain case control study. Jumlah sampel penelitian sebanyak 58 balita yang terdiri kelompok kasus 29 balita dan kelompok control 29 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ibu dengan status gizi KEK saat hamil sebagian besar anaknya mengalami stunting (66,7%), balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebagian besar mengalami stunting (67,9%), balita yang diberikan MP-ASI <6 bulan sebagian besar mengalami stunting (70,4%), status ekonomi rendah sebagian besar anaknya mengalami stunting (64,7%). Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diketahui ada hubungan KEK (p=0,013), pemberian ASI (0,007), pemberian MP-ASI (0,003), pendapatan (0,006) dengan kejadian stunting.
SELF-EFFICACY PADA IBU HAMIL DENGAN TINGKAT KECEMASAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUTENG Padeng, Eufrasia Prinata; Senudin, Putriatri Krimasusini; Laput, Dionesia Octaviani; Trisnawati, Reineldis Elsidianastika
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2022): EDITION JULY 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i2.2691

Abstract

Kecemasan yang dialami ibu hamil disebabkan oleh berbagai faktor. Hal ini akan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Efek yang akan terjadi pada ibu hamil yang mengalami kecemasan selama masa kehamilan akan terjadi prematur dan depresi pasca persalinan. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh kecemasan saat kehamilan dan juga mengatasi dampak yang terjadi akibat kecemasan baik bagi janin maupun bagi ibu. Dalam Penelitian ini penulis  menggunakan rancangan penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik pendekatan  cross sectional. Populasinya adalah seluruh ibu hamil sejumlah 52 orang. sampel dalam penelitian dimaksud adalah sebesar 30 orang dan teknik pengambilan samplingnya Purposive Sampling. Uji Statistik yang digunakan adalah Chi Square.Pada penelitian ini instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner data Demografi, kuesioner General Self Efficacy dan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa selama masa pandemi COVID-19 sebagian besar ibu hamil mengalami kecemasan Berat dan self efficacy tingkat  sedang  yaitu sebesar 11 orang (55%). Terdapat pengaruh self efficacy yang sedang terhadap kecemasan ibu hamil selama masa pandemi COVID 19 dengan nilai p valuenya adalah   0.05. Semakin kurangnya percaya diri dari ibu hamil maka kecemasan juga akan selalu dialaminya selama masa pandemi. Kecemasan yang terjadi bisa menyebabkan kondisi ibu maupun janin menurun.. Saran dalam penelitian ini adalah bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggali lebih dalam lagi terkait pencegahan kecemasan dalam kehamilan serta ditambahkan variabel penelitian.
The Empowerment of Cadres to Improve the Health Quality of Infants and Toddlers Through Education About Infant Massage in the Working Area of ​​Watu Alo Health Center, Wae Ri'i District, Manggarai Regency Laput, Dionesia; Padeng, Eufrasia Prinata; Elsidianastika Trisnawati, Reineldis; Daiman Gasul, Fransiska
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2021): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.393 KB) | DOI: 10.32832/abdidos.v5i4.936

Abstract

Tumbuh kembang pada bayi tidak terlepas dari konsep pertumbuhan dan perkembangan. Orang tua dapat memberikan stimulasi atau rangsangan yang baik untuk perkembangan potensinya secara maksimal. Tumbuh kembang sangat dipengaruhi oleh faktor nutrisi yang tercukupi, lingkungan keluarga yang mendukung, saah satunya adalah dengan melakukan pijat bayi. Berdasarkan hasil survey didapatkan bahwa kader dan ibu –ibu didaerah ini belum pernah mendapat penyuluhan ataupun pelatihan tentang tata cara memijat bayi yang baik dan benar. Masyarakat setempat biasanya membawa bayinya pada pijat tradisional yang dilakukan oleh dukun ataupun dipijat sendiri dirumah dengan metode sepengetahuannya mereka saja. Solusi awal yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah memberikan memberikan pengetahuan kepada kader tentang teori dasar pijat bayi untuk meningkatkan kesehatan bayi dan praktik pijat bayi agar kader lebih paham dan mengerti cara memijat bayi yang baik dan benar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman pada kader, ibu-ibu yang memiliki balita dan bidan sehingga dapat memberikan informasi dan menyebarluaskan ilmu yag diperoleh kepada teman, kerabat dan masyarakat disekitar tempat tinggal, sehingga informasi ini dapat meluas pada masyarakat Kata Kunci : Pijat, Bayi, tumbuh,kembang
OPTIMIZATION OF BREASTFEEDING DURING THE COVID-19 PANDEMIC Elsidianastika Trisnawati, Reineldis; Sedista Manggul, Makrina; Nova Nanur, Fransiska; Florentin Bebok, Christin; Wahyuningsih, Sri
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1333

Abstract

The covid-19 pandemic is a serious problem that is facing the whole world. The pandemic has caused social restrictions that cause concern and stress for many people. The results of preliminary studies conducted on several breastfeeding mothers stated that during the Covid-19 pandemic, there were many mothers' concerns about continuing the process of breastfeeding babies directly. According to global data, the rate of exclusive breastfeeding is quite low, which is only 41 percent. In Indonesia itself, based on Basic Health Research data in 2018, shows that the rate of exclusive breastfeeding only reaches 30.2 percent. The number of exclusive breastfeeding rates, which are small globally and in Indonesia, has worsened with the COVID-19 pandemic. To overcome this, people need to be given health education about the importance of breastfeeding during a pandemic and explain that the COVID-19 virus is not infected through breastfeeding. This community service activity has been carried out from February to April 2021. The results of this activity have a positive impact on the community, especially on breastfeeding mothers.
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH HEALTH EDUCATION ON HEPATITIS B TRANSMISSION IN PREGNANT MOTHERS AND NEWBORN BABIES Elsidianastika Trisnawati, Reineldis; S. Banul, Maria; T. Dalmini, Priska
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1509

Abstract

Pregnant women with a positive HBsAg risk are very dangerous to the fetus in the mother's womb because it can threaten the safety of the mother and her baby. This assistance to babies is a key step in creating a new generation that is free of Hepatitis B. At the Wae Mbeleng Health Center, the number of cases of pregnant women with hepatitis B in 2020 was 40 cases, compared to the 2019 data, which was 35 cases. The high cases of hepatitis B infection in pregnant women at the Wae Mbeleng Public Health Center is a big concern for the public to be more aware of the dangers of this infection, both for mothers and their children. Therefore, the community needs to be given education about HBV, to break the chain of transmission of this infectious disease. The purpose of this activity is to increase public knowledge about the hepatitis B virus and increase awareness for screening. This service activity was carried out for 3 months. The participants of this activity were 30 pregnant women. The method of implementing the activity is through counseling, as a promotive and preventive effort in controlling hepatitis B virus infection. The results of this activity are an increase in public knowledge seen from the posttest. The ability of participants in mastering the material after the counseling activity can be said to be good (83.3%).
EDUCATION OF SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES IN ADOLESCENTS AT SMKS KARYA RUTENG Sriana Banul, Maria; Elsidianastika Trisnawati, Reineldis; Octaviani Laput, Dionesia; Sedista Manggul, Makrina; Angela Norce Halu, Silfia; Bening, Isabela
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v6i4.1549

Abstract

The phenomenon of free sex has spread among teenagers, and has an impact on the increase in sexually transmitted diseases, so education on reproductive health, especially Sexually Transmitted Diseases (STD), should be informed to children, especially teenagers, both through formal and informal education. The activity was carried out at Vocational High School Karya Ruteng. The number of participants is 61 people. This activity aims to increase adolescents' knowledge at Vocational High School Karya Ruteng about Sexually Transmitted Diseases (STD) in the good, enough, and fewer categories. The method is to provide counseling, question and answer, and discussion with the participants. The level of adolescent knowledge at Vocational High School Karya Ruteng was assessed through the results of filling out questionnaires filled out by participants before and after the activity as well as the results of questions and answers at the end of the activities. The knowledge of participants after participating in this activity has increased. The increase in knowledge expecting to shape adolescent behavior to avoid free sex among adolescents so that unwanted pregnancies and increased transmission of sexually transmitted diseases do not occur.