Desi Yoanita
Department of Communication Science, Faculty of Communication Science, Petra Christian University Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

WHICH IS MORE TRUSTWORTHY: GOOGLE OR DOCTOR? A RECEPTION ANALYSIS OF MEDIA AS HEALTH EDUCATOR Yoanita, Desi; Lesmana, Fanny; Primasanti, Kartika B.
Scriptura Vol 5, No 1 (2015): JULY 2015
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.687 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.5.1.1-7

Abstract

As media develops as a primary source of health information, two questions remains: How people receive online media as a source of health education? and what group of people will tend to use online media intensively than others? Although government has provided various ways to fulfill people’s health needs has been considered a development on health policy in Indonesia, examining contemporary situation and current online media development reveals a need for exploring how people receive online media as health educator. This research study depicted how people from a certain background receive online media as health educator. Using a reception analysis, the research study has conducted through several processes of interview and observation with some selected informants. The research study revealed that different people from different background would receive online media as their health educator from different levels. From this research study, the researchers concluded that the three informants receive online media as their primary health educator. However, because of their educational, motivational, social and technological access, they performed different approach of receiving online media as their health educator.
AKURASI DALAM JURNALISME WARGA PADA RADIO SUARA SURABAYA Yoanita, Desi; Lesmana, Fanny
Scriptura Vol 4, No 2 (2014): DECEMBER 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.449 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.2.47-53

Abstract

Accuracy is a very significant concept for mass media, particularly the mass media that provides space for citizen journalism. Radio Suara Surabaya maintain accuracy in the delivery of information by citizen journalists by way of clarification, lowering the SS reporter alone and have gatekeepers. The pattern of information filtering which is done by gatekeepers make citizen journalists learn how to report the information to the proper journalistic standards.This research was conducted using the case study method and data collection techniques such as interviews and observations. The result of this research found that Radio Suara Surabaya do three ways to maintain the accuracy of information from citizen journalists, namely: clarify to the competent sources, assigning reporters to the field, and create a gatekeeper team to be the filter.
DILEMA REPORTER TELEVISI SAAT MELAKUKAN KEGIATAN JURNALISTIK DALAM KEBERADAAN KONGLOMERASI MEDIA Reno N.S.R., Josua; Yoanita, Desi; Wijayanti, Chory Angela
Scriptura Vol 7, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.409 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.7.2.63-70

Abstract

Dalam melakukan kegiatan jurnalistik, seorang reporter televisi diharuskan untuk memberitakan sesuatu yang bersifat objektif dan ia harus bersifat independen. Hal ini diatur dalam kode etik jurnalistik yang selama ini menjadi pedoman bagi jurnalis Indonesia dalam melaksanakan tugasnya. Namun peneliti menemukan, keberadaan konglomerasi media di Indonesia rupanya berdampak pada keobjektifan sebuah berita. Pada kenyataannya, ideologi perusahaan pers rupanya kadang-kadang tidak sama dengan ideologi jurnalis yang tertuang dalam kode etik jurnalistik. Hal ini cenderung membuat seorang seorang reporter televisi merasa bingung dengan posisinya. Kondisi seperti ini menimbulkan dilema dalam diri reporter. Untuk mengetahui pengalaman dilema tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi
STEREOTYPING RISMA : PEMBINGKAIAN SOSOK TRI RISMAHARINI DI MAJALAH DETIK DAN TEMPO Burnama, Glandy; Krisdinanto, Nanang; Yoanita, Desi
Scriptura Vol 4, No 1 (2014): JULY 2014
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.375 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.4.1.1-9

Abstract

Saat ini, dunia politik dan pemerintahan tidak hanya menjadi milik laki – laki, tapi juga perempuan. Banyak perempuan yang terjun ke dalam dunia politik, menjadi politisi, atau bahkan pemimpin pemerintahan. Namun, stereotip yang merujuk pada keraguan publik masih ada. Perempuan dianggap tidak cocok menjadi pemimpin pemerintahan karena dianggap tidak mampu dan feminin. Media massa juga berperan dalam pengukuhan anggapan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media massa, memberitakan atau membingkai sosok pemimpin perempuan, yakni Tri Rismaharini (Walikota Surabaya). Majalah Digital Detik menerbitkan edisi “Risma Super Wali”, sedangkan Majalah Tempo menerbitkan edisi “Bukan Bupati Biasa”. Setelah dianalisis dengan perangkat framing Pan – Kosicki (sintaksis, skrip, tematik, dan retoris), peneliti menemukan masih adanya stereotip berbau gender pada berita – berita tentang sosok Risma, yakni feminin, domestik, emosional, dan tidak memiliki kemampuan politik. Sifat feminin dan emosional Risma terlihat dari berita tentang kepeduliannya kepada warganya dan kecenderungannya menggunakan hati saat bekerja. Adapun sifat domestik Risma terlihat dari berita mengenai kinerjanya dalam merawat dan menjaga kebersihan serta taman – taman di Surabaya. Terakhir, penjelasan mengenai ketidakmampuan Risma dalam hal politik memperkuat stereotip gender bahwa perempuan tidak pantas menjadi pemimpin pemerintahan.
BINGKAI PEMBERITAAN PEREMPUAN DI MAJALAH TEMPO EDISI KHUSUS “PEREMPUAN-PEREMPUAN PENEMBUS BATAS” Mandiriani, Natalia; Lesmana, Fanny; Yoanita, Desi
Scriptura Vol 8, No 2 (2018): DECEMBER 2018
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.454 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.8.2.56-63

Abstract

Fenomena perempuan yang bekerja di bidang publik biasanya mendapat stereotipe yang merugikan. Pandangan budaya ketimuran menempatkan perempuan seharusnya berada di wilayah domestik untuk mengurus rumah tangga, melayani suami dan merawat anak. Pandangan yang merugikan perempuan ini terjadi salah satunya karena media yang mengukuhkannya. Majalah Tempo pada April 2016 mengeluarkan sebuah edisi khusus yang membahas mengenai perempuan yang bekerja. Melalui analisis framing Pan&Kosicki, ditemukan bahwa Majalah Tempo membingkai perempuan dari pandangan feminisme liberal, dengan menonjolkan perempuan sebagai agen perubahan, sosok pejuang, membutuhkan dukungan, memiliki kemampuan bekerja yang baik, dan terlibat dalam kemajuan bangsa
Representasi Patriarki dalam Film “A Star Is Born” Anita, Diana; Yoanita, Desi; Wahjudianata, Megawati
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam film terdapat sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak penonton, salah satunya adalah pesan terkait patriarki. Fenomena patriarki tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat sosial yang hidup di lingkungan majemuk, multikultural, dan heterogen karena pandangan dan budaya dalam masyarakat. Media massa ikut ambil bagian dalam penyebaran pandangan patriarki. Film “A Star Is Born” bercerita mengenai beberapa tokoh pria yang berada disekitar kehidupan seorang tokoh wanita dan para pria tersebut menguasai serta mendikte kehidupan dari sang wanita. Terdapat pesan terkait ideologi patriarki yang ingin disampaikan dalam film tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi patriarki dalam film “A Star Is Born”. Metode yang digunakan adalah metode semiotika milik Charles Sanders Pierce. Peneliti menemukan terdapat empat aspek yang didapatkan, yaitu dependensi perempuan, pemberian beban ganda pada perempuan, pembatasan terhadap ruang gerak perempuan, dan laki-laki memiliki status superior.
Faktor-Faktor Penyebab Pengguna Instagram Stories Melakukan Public Self-Disclosure Purmiasa, Shella Eunice; Yoanita, Desi; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pengguna Instagram stories pada lima kota terbesar di Indonesia melakukan public self-disclosure. Peneliti menggunakan teori Communication Privacy Management dengan tujuh indikator yaitu  “perceived control”, “privacy awareness”, “privacy concern”, “privacy invasion experience”, “privacy risk”, “interaction” dan “tie strength” yang diadaptasi dari jurnal milik Ampong et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna Instagram stories di Indonesia sangat mempertimbangkan faktor “privacy concern” dan tidak terlalu mempertimbangkan faktor “privacy invasion experience” ketika melakukan public self-disclosure. Selain itu, peneliti menemukan bahwa jenis kelamin dan latar belakang pendidikan menunjukkan perbedaan pertimbangan di kalangan responden. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukan pengguna Instagram stories di Indonesia telah melakukan pengolahan informasi sesuai dengan teori Communication Privacy Management.
Penilaian Remaja Terhadap Efektivitas Komunikasi Interpersonal Orang Tua Tentang Pendidikan Seks di desa Hative Kecil kota Ambon Rahabav, Victor; Hadi, Ido Prijana; Yoanita, Desi
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penilaian remaja terhadap efektivitas komunikasi interpersonal orang tua tentang pendidikan seks, di desa Hative Kecil, kota Ambon. Dalam pelaksanaannya, komunikasi interpersonal yang dilakukan bisa sangat efektif dan tidak efektif. Keefektifan komunikasi interpersonal ditinjau berdasarkan lima kualitas umum yaitu : keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode penelitian survei. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi interpersonal orang tua terhadap remaja tentang pendidikan seks meliputi 3 materi yaitu: mengenalkan fungsi dan beda organ seks, mengenalkan risiko penyalahgunaan organ seks dan pemberian bekal keagamaan terkait seks di desa Hative Kecil, kota Ambon dinyatakan efektif. Orang tua secara efektif melakukan kelima kualitas efektivitas komunikasi interpersonal mengenai pendidikan seks kepada remaja.
Representasi Posfeminisme dalam Video Musik “Ddu-Du Ddu-Du” milik Blackpink Rahardjo, Lydia Angelita; Yoanita, Desi; Wahjudianata, Megawati
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Ddu-Du Ddu-Du” merupakan video musik milik girlband asal Korea Selatan, Blackpink yang berhasil mengalahkan jumlah penonton dalam 24 jam pertama dari Psy “Gentleman” dan BTS “Fake Love”. Beberapa Youtuber berpendapat bahwa “Ddu-Du Ddu-Du” mempunyai pesan girl power di dalamnya. Hal ini didukung dengan kemunculan video musik yang bertepatan dengan adanya gerakan #MeToo, berupa ‘escape the corset’ di Korea Selatan pada tahun 2018 lalu. Gerakan tersebut merupakan bentuk perjuangan dari perempuan posfeminis, yang dapat mengubah dunia dengan menulis apa yang dipikirkan dan dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Representasi posfeminisme dalam video musik “Ddu-Du Ddu-Du” milik Blackpink. Metode yang digunakan adalah semiotika milik John Fiske dengan tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dengan hasil perempuan posfeminisme yang digambarkan Blackpink dalam video musik ini adalah; Pertama, perempuan yang aktif dan berani bersuara, Kedua, perempuan yang berpendidikan, Ketiga, perempuan yang ambisius, dan Keempat, perempuan yang tetap menunjukkan sisi femininnya.
Komunikasi Keluarga Yang Terjadi Antara Orang Tua Dengan Anak Remajanya Dalam Hal Mengelola Kebiasaan Bermain Game Online Widiyanto, Yosua Andre; Yoanita, Desi; Aritonang, Agusly Irawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): VOL 7, NO 2 AUGUST 2019
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti ingin melihat bagaimana komunikasi keluarga yang terjadi antara orang tua dengan anak remajanya dalam hal mengelola kebiasaan bermain game online. Peneliti memilih dua keluarga yang menjadi informan peneliti yang terdiri dari keluarga yang anggota keluarganya yaitu sang anak kecanduan bermain game online dan keluarga yang anggota keluarganya yaitu sang anak tidak kecanduan bermain game online. Peneliti melihat komunikasi keluarga tersebut melalui sebuah peraturan keluarga. Teori yang diapakai adalah teori dari Vangelisti&Fitzpatrick yaitu cara penyampaian peraturan keluarga, negosiasi peraturan keluarga, dan hukuman apabila melanggar peraturan keluarga. Peneliti juga melihat dari temuan tambahan seperti melaui penguasaan teknologi oleh orang tua, support dari orang tua, jumlah anak dalam keluarga, dan juga waktu bersama keluarga. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti memilih informan dengan teknik purposif. Hasil penelitian melihat bahwa peraturan keluarga yang disampaikan secara jelas, peraturan keluarga yang tidak bisa dinegosiasi dengan sembarangan, hukuman keras apabila melanggar peraturan keluarga dapat membuat anak remaja tidak kecanduan bermain game online. Disisi lain, support orang tua yang lebih, penguasaan teknologi oleh orang tua, jumlah anak yang lebih dari satu, dan waktu bersama keluarga yang berkualitas membuat orang tua dapat melakukan komunikasi keluarga tentang mengelola kebiasaan bermain game online kepada anak remajanya dengan baik, sehingga anak tidak kecanduan bermain game online.