Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Antioxidant Activity Test of Langsat (Lansium domesticum) Bark Extract with DPPH Nur, Amran; Saleh, Rahmat Dian; Rahman, Ismail; Fiskia, Ermalyanti; Rahman, Safriani
SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2025): SAINTIFIK@: Jurnal Pendidikan MIPA EDISI MARET 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/saintifik.v10i1.9831

Abstract

Background: The langsat plant is a traditional plant that has long been used as an alternative to treat various health problems. Langsat bark apparently has extraordinary benefits and is closely related to its ability to fight free radicals. The bad effects caused by free radicals on the body can be prevented by using a substance called an antioxidant. The benefits of antioxidants for the body include protecting body cells from damage caused by free radicals. Langsat bark has extraordinary benefits, one of which is that it contains compounds that are antioxidant, anti-inflammatory, anti-diabetic and anti-cancer. Where langsat bark is known to contain several secondary metabolites, namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids. Objective: This study aims to determine the antioxidant activity of langsat (Lansium domesticum) bark extract. Method: Determination of antioxidant activity using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrihidrazyl) method. Results: The antioxidant value of vitamin C and langsat bark extract are included in the very strong antioxidant category because both have IC50 values 50 ppm. Where the IC50 value 50 ppm is classified as a very strong antioxidant. In testing vitamin C, an average IC50 value of 6,378 μg/mL was obtained, while for langsat bark extract an average IC50 value was 10,654 μg/mL.Conclusion: Langsat bark extract has an IC50 value of 10,654 μg/mL so it is categorized as a very strong antioxidant.
Pengaruh Ekstrak Etanol Daging Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Pada Histopatologi Jantung Tikus Wistar Hiperglikemik Nur, Amran; Fiskia, Ermalyanti; Hi Yusuf, Muhammad Fakhrur Rajih; A. Disi, Muhammad Zulfian; Mursin, Nita
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.517

Abstract

The heart is an organ significantly impacted by diabetes mellitus problems, as elevated free radical generation and oxidative stress from hyperglycemia activate the apoptosis and necrosis pathways in cardiac myocytes. This study aimed to ascertain the histological characteristics of the cardiac tissue in rats subjected to hyperglycemia following the administration of ethanol extract from nutmeg fruit flesh (Myristica fragrans Houtt). This study employed rice as a diabetes inducer in 25 rats, categorized into 5 treatment groups: group 1 received Na-CMC, group 2 received metformin, group 3 received a dosage of 100 mg/KgBW, group 4 received a dosage of 200 mg/KgBW, and group 5 received a dosage of 300 mg/KgBW. The detected data included alterations in body weight, blood glucose levels, organ mass, and cardiac histology. The data were evaluated employing the One-Way ANOVA test at a 95% confidence level (p<0.05). The findings indicated that all groups treated with nutmeg fruit flesh ethanol extract exhibited a substantial enhancement in the histopathology of rat hearts compared to the negative control group 0,03 (p<0.05). The administration of nutmeg fruit flesh extract can ameliorate histopathological damage to the hearts of hyperglycemic rats at doses of 100 mg/KgBW, 200 mg/KgBW, and 300 mg/KgBW, indicating that nutmeg fruit flesh may serve as a cardioprotective drug in diabetic subjects.
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Loto Dengan Pembuatan Kapsul Keloro (Kombinasi Daun Kelor dan Bunga Telang Biru) Nur, Amran; Fiskia, Ermalyanti
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) dan telang biru (Clitoria ternatea) adalah salah satu jenis tanaman tropis yang mudah dibiakkan dan sangat tahan terhadap kekeringan. Mereka juga memiliki banyak manfaat, termasuk sumber vitamin dan antioksidan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi tentang berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman kelor dan bunga telang biru, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Salah satu cara pemanfaatan adalah dengan membuat sediaan yang lebih praktis sehingga masyarakat dapat mengonsumsinya. Sediaan ini dapat berupa kapsul yang disebut Keloro Kombinasi Daun Kelor dan Bunga Telang Biru. Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan kelompok, yaitu dengan memberikan sosialisasi kepada kelompok masyarakat di kelurahan Loto, di mana dijelaskan manfaat utama Daun Kelor dan Bunga Telang Biru, dan kemudian ditunjukkan cara membuat kapsul. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Loto tentang manfaat Daun Kelor dan Bunga Telang Biru terutama bagi kesehatan. Mereka juga belajar bahwa sediaan kelor tidak hanya dapat dibuat dalam bentuk sayuran dan tanaman hisas, tetapi juga dapat dibuat dalam bentuk kapsul yang lebih praktis. Diharapkan hasil dari kegiatan ini akan memberi masyarakat kelurahan Loto informasi tentang cara mengolah daun kelor dan bunga telang biru menjadi sediaan yang jauh lebih efisien tanpa menghilangkan manfaat utama dari daun kelor dan bunga telang biru itu sendiri.
RASIONALITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRIK COMMUNITY-ACQUIRED PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT KOTA TERNATE A. Sibadu, Muhammad Subhan; Meswara, Arfani Nuruladha; Fiskia, Ermalyanti
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i2.730

Abstract

Infeksi adalah gangguan kesehatan akibat masuk dan berkembangnya mikroorganisme di dalam tubuh, termasuk pneumonia. Community Acquired Pneumonia (CAP) merupakan jenis penyakit infeksi pernapasan yang didapatkan di masyarakat dan menyebabkan kematian. Pemberian antibiotik merupakan terapi utama pada pneumonia dan perlu dilakukan secara rasional, untuk meningkatkan efektivitas terapeutik secara klinis. Rasionalitas penggunaan antibiotik dapat dinilai berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2021 dan Pedoman Dosis Pediatri IDAI Tahun 2016. Penelitian ini merupakan deskriptif observasional jenis case studies dengan menggunakan pendekatan cross sectional diambil secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan CAP paling banyak ditemukan pada pasien rentang usia 12-59 bulan (43,33%) dan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (57,77%). Rasionalitas penggunaan antibiotik di Rumah Sakit di Kota Ternate didapatkan tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat pemilihan obat (21,11%), tepat dosis (76,66%), tepat cara pemberian (100%), tepat interval (97,77%), dan tepat lama pemberian (100%). Efektivitas penggunaan antibiotik di Rumah Sakit di Kota Ternate didapatkan perbedaan bermakna yang dilihat secara statistik dan diperoleh nilai p 0,000 (<0,05).
Formulation And Evaluation Of Black Glutinous Rice Clay Mask (Oryza sativa L. Var Glutinosa) Using Bentonite And Kaolin Variations Fiskia, Ermalyanti; Nur, Amran; Cindhany Darmaria Faridha Utami Mala
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i1.3064

Abstract

Black glutinous rice is a staple cuisine consumed frequently by Indonesians. Black glutinous rice's high anthocyanin content can stimulate collagen production. This study seeks to determine the effects of the kaolin and bentonite combination on different concentrations as a clay mask and obtain the optimal composition formula. Optimizing the clay mask formula using the factorial design procedure. The evaluation of a formula includes organoleptic, homogeneity, pH, irritation, and drying time tests. The research findings indicated that all preparations satisfied the evaluation criteria before the pH test. The results showed that kaolin can elevate the pH level, while bentonite can lower the pH. Preparations F1 and F2 satisfy the requirements, whereas F3 fails to fulfil the standards following the pH test. F1 (5 % bentonite and 15 % kaolin) and F2 (3 % bentonite and 25 % kaolin) were optimal clay mask formulas for black glutinous rice.
Pemberdayaan Masyarakat dalam BIMAGUNA (Bijak Masyarakat Gunakan Antibiotik) pada Kelurahan Kastela Kota Ternate Nur, Amran; Fiskia, Ermalyanti
Journal Of Khairun Community Services Vol 4, No 1 (2024): Journal Of Khairun Community Services
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v4i1.7968

Abstract

Antibiotik merupakan golongan obat keras yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengobati infeksi mikroorganisme. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan bijak akan meningkatkan frekuensi terjadinya resistensi obat antibiotik, oleh sebab itu perlu pemberian informasi yang tepat kepada masyakarat agar bijak dalam menggunakan obat antibiotik. Kegiatan ini  dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarak kelurahan Kastela Kota Ternate, agar dapat lebih bijak menggunakan obat antibiotik sehingga mengurangi kemungkinan resistensi antimikroba terhadap penyakit infeksi yang dapat terjadi dimasyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan. Pelaksanaan dimulai dengan kunjungan lapangan yang diizinkan oleh lurah Kastela. Setelah kegiatan ini selesai, masyarakat diajarkan tentang jenis sediaan, cara mendapatkan dan menggunakan antibiotik. Kemudian, ada diskusi dan brosur tentang antibiotik dibagikan sebagai panduan dan bahan bacaan. Dengan melakukan kegiatan ini, masyarakat setempat mulai memahami resiko resistensi antibiotik dan resistensi bakteri terhadap penyakit infeksi.
SKRINING FITOKIMIA SPONS LAUT (Forcepia Sp) SEBAGAI SUMBER POTENSIAL SENYAWA ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK KESEHATAN DAN KOSMETIK Febrianty, Marisca; Fiskia, Ermalyanti; A. Disi, Muhammad Zulfian; Sadik, Fahmi; Nur, Amran
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.9090

Abstract

Indonesia, dikenal sebagai negara dengan banyak kepulauan dan juga sumber daya alam yang kaya, memiliki ekosistem terumbu karang yang mendukung keberagaman hayati laut. Spons laut, khususnya dari genus Forcepia, menjadi fokus penelitian ini karena potensi bioaktifnya yang belum dioptimalkan pemanfaatannya. Penelitian ini ditujukan guna mengidentifikasi senyawa bioaktif, khususnya senyawa antioksidan, melalui uji fitokimia. Metode yang diterapkan adalah ekstraksi maserasi bersama pelarut etanol 96%, diikuti dengan pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil uji menunjukkan keberadaan alkaloid (ditandai dengan endapan positif pada pereaksi Mayer, Bouchardat, dan Dragendorf), flavonoid (perubahan warna ungu dengan pereaksi FeCl₃), saponin (terbentuknya busa stabil), dan tanin (warna biru-hitam dengan FeCl₃). Temuan ini mengindikasikan bahwa Spons laut (Forcepia sp) mengandung senyawa bioaktif yang dapat menjadi sumber antioksidan alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi aktivitas antioksidan dan mekanisme kerja senyawa- senyawa ini dalam sistem biologi.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Telang Biru (Clitoria ternatea L.) terhadap Escherichia coli P.H, Dian Pramana; Nur, Amran; Rajih, Muhammad Fakhrur; Fiskia, Ermalyanti
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8530

Abstract

Abstract. Infectious diseases are still the main cause of death in several developing countries, one of which is Indonesia. One of the bacteria that causes infections in humans is Escherichia coli . Butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.) contain various secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, and terpenoids. Flavonoids are secondary metabolites that have the potential as antibacterials. This study aims to determine the antibacterial power and optimal concentration of ethanol extract of blue butterfly pea leaves that can inhibit the growth of Escherichia coli  bacteria. The extraction method used was soxhletation with 70% ethanol solvent and antibacterial testing used the disc diffusion method with several variations in the concentration of blue butterfly pea leaf extract, namely 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%.. Amoxicillin was used as a positive control while DMSO was used for the negative control. Antibacterial activity is indicated by the diameter of the inhibition zone which is then measured and grouped according to the categories very strong, strong, moderate, and weak. Research data on 70% ethanol extract of blue butterfly pea leaves has antibacterial activity against Escherichia coli  bacteria which is included in the weak category. The optimum concentration of ethanol extract of blue butterfly pea leaves that can inhibit Escherichia coli  bacteria is at a concentration of 50% with an inhibition zone diameter of 3.33 mm. Abstrak. Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kematian di sejumlah negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi pada manusia adalah Escherichia coli. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung berbagai metabolit sekunder termasuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya antibakteri serta konsentrasi optimal dari ekstrak etanol daun telang biru yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.. Metode ekstraksi yang digunakan secara soxhletasi dengan pelaur etanol 70% serta pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan beberapa variasi konsentrasi ekstrak daun telang biru yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Sebagai kontrol positif digunakan Amoxicillin sedangan untuk kontrol negatif digunakan DMSO. Aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan diameter zona hambat kemudian diukur dan dikelompokkan berdasarkan kategori sangat kuat, kuat, sedang, dan lemah. Data penelitian ekstrak etanol 70% daun telang biru memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli yang termasuk dalam kategori lemah. Konsentrasi optimum ekstrak etanol daun telang biru yang mampu menghambat bakteri Escherichia coli yaitu pada konsentrasi 50% dengan diameter zona hambat sebesar 3,33 mm.
Gerakan Sehat Pesisir: Upaya Meningkatkan Pengetahuan Terapi Penyakit Tidak Menular di Kota Ternate Fiskia, Ermalyanti; Hi Yusuf, Muhammad Fakhrur Rajih; Nur, Amran; Azzahra, Rufaidah
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v8i1.1133

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada 27 Juli 2025 dengan tema “Penatalaksanaan Terapi Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Pesisir Kota Ternate”. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Kelurahan Loto, Kecamatan Ternate Barat, terkait penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan asam urat, mengingat rendahnya literasi kesehatan dan terbatasnya fasilitas pemeriksaan gratis. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif dan sesi tanya jawab, dibantu mahasiswa dari Program Studi Farmasi, Kedokteran, dan Psikologi. Materi disampaikan melalui PowerPoint dan brosur bergambar. Sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 7,29 meningkat menjadi 8,47 pada post-test. Analisis statistik menggunakan Wilcoxon T-Test menunjukkan 11 peserta mengalami peningkatan pemahaman (positif rank), 4 peserta tidak mengalami perubahan (ties), dan tidak ada penurunan. Nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa edukasi memberikan pengaruh signifikan terhadap pemahaman masyarakat mengenai penatalaksanaan PTM. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas dengan pendekatan interaktif efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat pesisir. Selain itu, program ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat dan penguatan kesehatan komunitas di Ternate Barat.
Pharmacokinetic Interaction Between Bay Leaves (Syzygium polyanthum) Infusion and Captopril in Rats Nur, Amran; Rahmat, Septian Dwi; Fiskia, Ermalyanti; Marhamah, Marhamah
Journal of Pharmascience Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v13i1.23772

Abstract

Captopril, an ACE inhibitor, is commonly prescribed as first-line therapy for hypertension. In practice, patients often combine synthetic drugs with herbal remedies such as bay leaves (Syzygium polyanthum), raising concerns about potential interactions. This study investigated the effect of bay leaves infusion on the pharmacokinetic profile of captopril in white rats (Rattus norvegicus). Ten rats were divided into two groups: group 1 received 25 mg of captopril, while group 2 received the same dose in combination with bay leaves infusion. Blood samples were collected via the tail vein at 0; 0.5; 1; 2; 4; 6; 12 and 24 hours, and analyzed using a UV-VIS spectrophotometer (205 nm). Pharmacokinetic parameters assessed included absorption rate constant (Ka), elimination rate constant (Ke), half-life (t½), peak time (tmax), maximum concentration (Cpmax), and area under the curve (AUC). Results showed that bay leaves infusion increased Cpmax (2.646 → 3.105 µg/ml), prolonged t½ (3.347 → 16.116 h), and elevated AUC (23.382 → 56.479 µg.h/ml). These findings indicate that bay leaves infusion significantly alters the pharmacokinetic profile of captopril.