Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berbasis Kearifan Lokal Antara, I Gede Made Yudi
Jurnal Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI) Vol 4 No 2 (2021): December
Publisher : INFOTEKS (Information Technology, Computer and Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33173/jsikti.144

Abstract

Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di dalamnya. Sumberdaya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Sumberdaya air harus dikelola dengan memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup dan ekonomi secara selaras sehingga terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dan kebutuhan air di saat ini dan masa mendatang. Berdasarkan hal tersebut, yang menyangkut cara, solusi untuk mengatasi krisis ini penting kiranya bersama memikirkan. Diperlukan penanganan dan pengawasan yang intensif yakni salah satunya dengan melibatkan masyarakat serta kearifan lokal yang dimiliki secara aktif untuk dapat diterapkan pada unit analisis berupa DAS. Adanya hubungan pengelolaan yang terpadu antar satu wilayah dengan wilayah lain diharapkan memperkuat kekeluargaan, bukannya semakin menimbulkan perselisihan dengan ketentuan harus menggunakan pendekatan yang benar dan fleksibel untuk mengajak bersama-sama mengatasi masalah tanpa masalah .system SISDA akan melengkapi dalam memberikan informasi untuk dapat lebih akurat dilengkapi atau dipadu dengan aplikasi teknologi nyata seperti pipa gravitasi, penyaringan multi filtrasi dan sebagainya, yang diterapkan di masyarakat agar dapat secara langsung meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga dapat lebih mudah memasukkan ide-ide dalam pengembangan pengelolaan demi kesejahteraan bersama.
Tinjauan Efektivitas Stasiun Pencatat Curah Hujan dengan Uji Statistik Korelasi di Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Antara, I Gede Made Yudi
Jurnal Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI) Vol 4 No 4 (2022): June
Publisher : INFOTEKS (Information Technology, Computer and Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33173/jsikti.155

Abstract

Curah hujan merupakan unsur yang terjadinya dapat dihitung dan diperkirakan menggunakan metode kuantitatif serta kualitatif. Perangkat-perangkat dipergunakan untuk menginput data curah hujan yang dipantau oleh stasiun guna menyiapkan data agar dapat diolah menjadi informasi yang terjadi per satuan waktu. Sebaran stasiun pencatat curah hujan pada suatu tempat melibatkan fungsi untuk mewakili wilayah pengamatan dalam melakukan input data curah hujan secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ataupun mengevaluasi terhadap efektivitasnya yang dikaitkan dengan arahan penambahan ataupun pengurangan jumlah stasiun yang ada di wilayah pengamatan, sehingga lebih efektif dan efisien dalam pengelolaannya. Melihat variasi lokasi eksisting dari stasiun curah hujan untuk dikaji berdasarkan korelasi dari hasil pengukuran antar stasiun. Berdasarkan hal tersebut, kemudian hasil dianalisis menggunakan parameter yang telah ditentukan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan suatu gagasan menyangkut pengambilan keputusan sementara, menggunakan tinjauan hasil dari pencatatan yang ada selama kurun waktu 10 tahun. Berdasarkan angka koefisien korelasi yang diperoleh menyatakan tidak adanya hubungan antar stasiun sehingga perlu direkomendasikan penambahan stasiun dengan mempertimbangkan faktor lain sebagai dasarnya sehingga dapat mewakili wilayah dalam memperoleh data yang akurat. Walaupun topografi relatif sama namun belum menjamin adanya kesamaan kuantitas curah hujan dari wilayah yang diwakili ini.
Balinese Statue Image Classification Using Transfer Learning: A Comparative Study of MobileNetV3 and EfficientNetV2 Wulandari, Dwi; Iswara, Ida Bagus Ary Indra; Yudi Antara, I Gede Made; Putra Asana, I Made Dwi; Gandika Supartha, I Kadek Dwi
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 2 (2026): JUTIF Volume 7, Number 2, April 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.2.5556

Abstract

Balinese sculpture is an important form of cultural heritage that exhibits high visual diversity in terms of shape, structure, and carving style, which makes manual identification and documentation challenging. Previous studies on automated statue classification have generally focused on limited sculpture categories and therefore do not fully represent the visual diversity of Balinese sculptures. This study aims to develop an automatic image classification model capable of recognizing multiple Balinese statue categories using transfer learning and fine-tuning strategies. The proposed approach compares two convolutional neural network architectures, MobileNetV3 and EfficientNetV2, across eight statue classes: Dewa, Dewi, Mitologi, Penabuh, Pengapit, Punakawan, Raksasa, and Wanara. A dataset of 8,400 images was constructed from three-dimensional video documentation to capture multiple viewing angles of each statue. The images were processed through frame extraction, resizing, normalization, data augmentation, and dataset splitting. Model training was conducted in two stages, consisting of transfer learning followed by fine-tuning using reduced learning rates. Experimental results indicate that both models achieve high classification performance on the test dataset. MobileNetV3 obtained the highest test accuracy of 99.64% with a loss value of 0.0119, while EfficientNetV2 achieved an accuracy of 98.56% with a loss of 0.0613. These findings demonstrate that lightweight architectures can deliver competitive performance when supported by appropriate training strategies. This study provides a comparative evaluation of efficient deep learning models for cultural heritage image classification and supports the development of more reliable and systematic digital documentation of Balinese sculptures.