Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Kepadatan Penduduk terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Bali I Gede Made Yudi Antara; I Gede Putu Eka Suryana
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i1.22958

Abstract

Penduduk dalam suatu wilayah sangat menentukan pembangunan di suatu wilayah. Sumber daya manusia yang erat kaitannya kuantitas dan kualitas penduduk harus menjadi perhatian pemerintah demi lancarnya pembangunan. Kuantitas dapat dilihat dari jumlah dan kepadatan penduduk, sedangkan kualitas penduduk suatu wilayah dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai suatu wilayah. Provinsi Bali dengan kepadatan penduduk 743 jiwa/km2  memiliki IPM dengan kategori tinggi berdasarkan klasifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kuantitas penduduk yaitu kepadatan penduduk berpengaruh terhadap kualitas penduduk yang dilihat dari capaian IPM. Data sekunder yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitaif dengan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh dari kepadatan penduduk terhadap capaian IPM dan divisualisasikan dengan pemetaan digital menggunakan Arcview GIS 3.3. Hasil yang diperoleh bahwa kepadatan penduduk berpengaruh secara siginifikan terhadap capaian IPM, sehingga menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang besar harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. 
Relokasi Tanaman Salak Karangasem ke Daerah Yogyakarta I Gede Putu Eka Suryana; I Gede Made Yudi Antara
Media Komunikasi Geografi Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v21i2.27810

Abstract

Kabupaten Karangasem terkenal sebagai daerah penghasil salak. Sejak tahun 1976 perkembangan tanaman salak di tempat ini melonjak pesat. Pada tahun 1976 di Desa  Sibetan, pusat penghasil salak di Karangasem, populasi tanaman salaknya tercatat 2.360.000 pohon. Adapun yang menjadi daerah tujuan relokasi tanaman salak yaitu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode analisis data  menggunakan metode klimograf yaitu metode dalam bidang pertanian yang umumnya digunakan sebagai parameter jika suatu tanaman akan dikembangkan di daerah yang berbeda dengan daerah asalnya dengan melihat persamaan dan perbedaan iklimnya setelah kedua grafik tersebut ditumpangtindihkan satu sama lain. Data dikumpulkan secara sekunder yaitu data parameter iklim di Karangasem dan Yogyakarta. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui suatu wilayah yang sebagai sentra produksi tanaman salak  di wilayah Karangasem Bali, apakah dapat diintroduksikan di wilayah Yogyakarta. Berdasarkan kombinasi parameter iklim dari wilayah asal dengan wilayah tujuan relokasi dengan menggunakan metode klimograf dapat dikatakan sesuai untuk beberapa kondisi dan dapat dilakukan relokasi.
EKSISTENSI OBJEK WISATA LOVINA DESA KALIBUKBUK (TINJAUAN GEOGRAFI PARIWISATA) I Ketut Putrajaya; I Gede Made Yudi Antara
Media Komunikasi FPIPS Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v13i1.22705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang eksistensi objekwisata Pantai Lvina Desa Kalibukbuk yaitu terkait identifikasi karakteristikobjek wisata, karakteristik wisatawan yang berkunjung dan analisis SWOTobjek wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil darikajian tersebut adalah Identifikasi daya tarik wisata dapat ditinjau dariaspek atraksi, variasi bentang alam, dan fasilitas penujang wisata. Dari aspek atraksi, objek wisataLovina menyajikan atraksi lumba-lumba yang menjadi ikon daerah tersebut, kemudian kegiatanskorkeling juga dapat dilakukan di pantai Lovina. Bentang alam Pantai Lovine sering disebutsebagai Segara Gunung yang artinya memiliki perpaduan yang lengkap yaitu perpaduan antarakeindahan alam pegunungan dan laut yang menyajikan panorama yang menyenangan bagiwisatawan yang berkunjung. Fasilitas juga mendukung sepperti terdapat restaurant, hotel, pusatinformasi wisata, keamanan, artshop, dan fasilitas lainnya. Wisatawan yang berkunjung antaralain wisatawan mancanegara, domestik, regional, dan wisatawan lokal.
PENGARUH TERBATASNYA LAHAN TERHADAP INTENSITAS PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI DKI JAKARTA I Ketut Putrajaya; I Gede Made Yudi Antara
Media Komunikasi FPIPS Vol. 14 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v14i1.22715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui faktor-faktor yangmenyebabkan terbatasnya lahan di DKI Jakarta, efektivitaspembangunan rumah susun sebagai tempat tinggal, dan pengaruhkeberadaan rumah susun terhadap kualitas hidup penghuninya. Metodeyang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan deskripsi secara rinci mengenaikarkateristik objek wisata kajian. Hasil dari kajian tersebut adalah faktor-faktor yang menyebabkanterbatasnya lahan di DKI Jakarta adalalah sebagai tempat tujuan pertama penduduk yang inginberurbanisasi di Indonesia, sehingga menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan rumah tinggal,di samping untuk membangun fasilitas-fasilitas kota. Hal inilah yang menyebabkan semakinterbatasnya lahan. Efektivitas pembangunan rumah susun sebagai tempat tinggal yaitu untukmengatasi lahan yang terbatas pembangunan rumah susun untuk menampung penduduk dalamjumlah yang banyak. Akan tetapi, penduduk susah beradaptasi dimana yang dulunya tinggal dilingkungan yang sepi penduduk, kemudian tinggal di rumah susun yang padat penghuni, tempattinggal masyarakat yang pada mulanya memiliki pola bangunan berbentuk horizontal menjadipola bangunan rumah susun yang berbentuk vertikal. Pengaruh keberadaan rumah susunterhadap kualitas hidup penghuninya, dimana untuk mengkur kualitas hidup digunakan indikatorsanitasi, keindahan, keamanan, penataan, sarana dan prasarana.
Multivariat Predict Sales Data Using the Recurrent Neural Network (RNN) Method Ardriani, Ni Nengah Dita; Yastawil, Jamiin Al Yastawil; Erawati, Kadek Nonik; Yudi Antara, I Gede Made; Santiago, Gede Agus
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 18, No 1 (2024): January
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.90165

Abstract

Sales is an activity or business selling a product or service. In this study, I took a case study on Kaggle. Sales problems at the company cause inventory to be very high or vice versa, causing a loss of sales because there are no items to sell. Inventory that is too high results in increased costs due to existing resources being inefficient. In the opposite condition, it will cause a product vacancy in the market. Using the Recurrent Neural Network (RNN) Algorithm, this study predicts sales. The data used is sales data in 2020 with the parameter Number of sales per day in the last four months. The results obtained through testing several training scenarios and testing the implementation of the algorithm, in this case, is the highest accuracy value of 96.92% in the network architecture of three input neuron layers, three hidden layer neurons, one output, division of training, and test data 70: 30, learning value rate of 0.9 and a maximum of 9000000 epochs
Analisis Quality of Service Protokol MQTT, HTTP, dan CoAP dalam Pengiriman Data ke Thingsboard Kurniawan, I Kadek Yogi; Andika, I Gede; Antara, I Gede Made Yudi; Desnanjaya, I Gusti Made Ngurah; Ekayana, Anak Agung Gde
INFORMAL: Informatics Journal Vol 9 No 1 (2024): INFORMATICS JOURNAL (INFORMAL)
Publisher : Faculty of Computer Science, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/isj.v9i1.43986

Abstract

The Internet of Things allows a sensor node to collect data from a place and send it to the Internet of Things platform. In its application, the Internet of Things has several protocols for sending data such as Message Queue Telemetry Transport (MQTT), Hyper Text Transport Protocol (HTTP), and Constrained Application Protocol (CoAP). These three protocols have their own characteristics and differences. For this reason, it is necessary to analyze the performance of these three protocols. This research focuses on analyzing the comparison of the Quality of Service of these three protocols in terms of packet loss, delay, and jitter parameters with the object used is sending temperature data to Thingsboard. The result shows that MQTT excels in sending data with short time intervals and CoAP excels in sending data with long time intervals.
Pengenalan Coding Untuk Siswa SD Pelangi Jimbaran Dewi, Ni Wayan Jeri Kusuma; Antara, I Gede Made Yudi; Kusuma, Aniek Suryanti
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v6i1.6782

Abstract

Keterampilan pemrograman atau coding pada jenjang pendidikan dasar di Indonesia masih belum memperoleh perhatian yang memadai dan belum terintegrasi dalam kurikulum formal, berbeda dengan negara maju yang telah menerapkan pendekatan Computational Thinking sejak dini. Merespons tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SD Pelangi Jimbaran dengan tujuan meningkatkan literasi digital siswa melalui pelatihan bertema “Pengenalan Dampak Teknologi Informasi, Internet, dan Coding” menggunakan pendekatan berbasis aljabar dan bahasa pemrograman Python. Pelatihan diberikan kepada siswa kelas IV hingga VI dengan metode kombinatif berupa ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung yang dirancang secara bertahap dan kontekstual. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata pemahaman siswa, yaitu dari 43,6 menjadi 75,1 untuk materi TI, dari 45,4 menjadi 77,6 untuk pemanfaatan internet, serta dari 41,7 menjadi 76,4 untuk kemampuan dasar coding. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga mendorong kepercayaan diri, rasa ingin tahu, dan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Temuan ini memperkuat bukti bahwa pendekatan edukatif yang interaktif dan berbasis praktik efektif dalam membentuk pola pikir logis, kritis, dan sistematis sejak usia sekolah dasar. Oleh karena itu, kegiatan ini berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif.
Optimizing Chili Price Prediction Using Machine Learning Classification Antara, I Gede Made Yudi; Sugiartawan, Putu; Ardriani, Ni Nengah Dita; Dewa, Hari Putra Maha; Widya Dharma, I Gusti Ngurah Adi; Satya, I Putu Adnya
Jurnal Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI) Vol 8 No 1 (2025): September
Publisher : INFOTEKS (Information Technology, Computer and Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33173/jsikti.214

Abstract

Optimizing chili price prediction is critical for agricultural stakeholders, enabling better decision-making in supply chain management, market strategies, and farming practices. This research focuses on leveraging machine learning classification models to improve the accuracy and reliability of chili price predictions. The research addresses the challenges of class imbalance, which often occurs due to the uneven representation of price fluctuations in datasets. Resampling techniques, including oversampling the minority class with Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) and undersampling the majority class, were employed to balance the dataset and enhance the model's sensitivity to less frequent price drops. Key predictive features such as weather conditions, market demand, transportation costs, and economic indicators were integrated into the models. Advanced classification algorithms like Random Forests and Gradient Boosted Trees were utilized, demonstrating their effectiveness in handling non-linear relationships and class imbalance. Regularization techniques and k-fold cross-validation were applied to prevent overfitting and ensure robust model performance across different data subsets.The results show significant improvements in precision, recall, and overall model accuracy, making the approach suitable for real-world applications. By optimizing machine learning models, this research provides actionable insights for stakeholders to manage price volatility effectively, supporting sustainable agricultural practices and market stability.
Pengembangan Teknologi Informasi Geografi sebagai Media Eksplorasi Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) di Indonesia Suryana, I Putu Gede Eka; Antara, I Gede Made Yudi
Jurnal Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI) Vol 3 No 4 (2021): June
Publisher : INFOTEKS (Information Technology, Computer and Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.294 KB) | DOI: 10.33173/jsikti.117

Abstract

Indonesia is a country with the second-highest terrestrial biodiversity wealth in the world. When combined with marine biodiversity, Indonesia is the first (source). The loss of biodiversity will have profound implications not only for the environment. The key to the development of the Indonesian nation and state in the future lies in efforts to advance science and technology and make it the backbone of sustainable development. Sustainable development is all efforts to improve the quality of human life. One form of technology that can support the preservation of biodiversity or biodiversity is a geographic information technology (TIG). The use of TIG applications can be in the form of mapping the distribution biodiversity or as a form of monitoring so the condition of the biodiversity can be seen from time to time. The forms of TIG are Remote Sensing, Geographic Information Systems, and GPS. Therefore, this research method is carried out by reviewing or interpreting written materials based on the context. The material can be published notes, textbooks, articles, and the like related to the TIG. An example of a TIG study for biodiversity exploration is knowing the existence of forest resources. Utilization of remote sensing for forest monitoring with satellite remote sensing (Spaceborne Sensing). Satellite remote sensing uses satellites as vehicles to carry sensors for earth sensing.
Analisis Spasial dari Kebutuhan Luas Lahan Pertanian dan Permukiman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Antara, I Gede Made Yudi
Jurnal Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI) Vol 4 No 2 (2021): December
Publisher : INFOTEKS (Information Technology, Computer and Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33173/jsikti.143

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk akan dikaitkan dengan daya dukung ruang dan daya tampungnya. Semakin banyak penduduk maka akan membutuhkan tempat untuk tinggal, pada saat yang bersamaan kita tinggal akan tetap memenuhi syarat hidup dan hal ini diterjemahkan dalam daya dukungnya Hal ini, sangat terkait dengan tata ruang untuk langkah awal dalam mengatur, mengendalikan unsur dinamis tersebut. Topik yang luas ini, diterjemahkan dalam bentuk subtopik yang khusus yakni mencermati kebutuhan lahan pertanian yang sifatnya berkelanjutan sebagai turunan dari daya dukung terhadap kebutuhan dasar manusia dan luas permukiman sebagai turunan dari daya tampungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan lahan pertanian dan permukiman masing-masing wilayah kabupaten DIY dan menganalisis dengan pendekatan keruangan dari sebaran kebutuhan luas lahan pertanian dan permukiman Provinsi DIY. Metode yang digunakan adalah perhitungan kuantitatif menggunakan metode geometrik untuk memprediksikan kebutuhan luas lahan pertanian dan permukiman di Provinsi Yogyakarta hingga tahun 2032 maka, kabupaten yang masih dapat memenuhi kebutuhan akan lahan pertanian seimbang dengan pemenuhan kebutuhan permukiman dan pemenuhan terhadap ruang terbuka hijau pada tahun tersebut adalah Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul.