Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Matemar Jurnal

Implikasi Pembatasan Global Pada Jaringan Transportasi Laut dan Logistik Dalam Perdagangan Internasional di Indonesia: Implications of Global Restrictions on Maritime Transport and Logistics Networks in International Trade in Indonesia Kwartama, Agung; Paiman; Sumiyatiningsih; Sopani, Akhmad
Jurnal Matemar (Manajemen dan Teknologi Maritim) Vol. 4 No. 2 (2023): Matemar Desember 2023
Publisher : LPPM Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59225/6a0yk933

Abstract

Artikel ini membahas implikasi pembatasan global terhadap jaringan transportasi laut dan logistik dalam perdagangan internasional di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, pembatasan yang diberlakukan oleh berbagai negara, baik itu terkait dengan kebijakan perdagangan, lingkungan, maupun kesehatan, telah mempengaruhi arus barang dan layanan di seluruh dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporan pemerintah, data statistik perdagangan, dan studi kasus dari sektor logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan global berpotensi meningkatkan biaya logistik, memperlambat waktu pengiriman, dan mempengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Pembatasan yang dimaksud mencakup kebijakan perdagangan, regulasi lingkungan, dan situasi geopolitik yang mempengaruhi arus barang secara global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaku industri, survei terhadap perusahaan logistik, serta analisis dokumen terkait kebijakan perdagangan dan laporan industri. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya strategi adaptasi yang lebih baik dari pemerintah dan pelaku industri untuk menghadapi tantangan ini.
Analisis Peraturan Pencegahan Pencemaran Lingkungan Laut Dalam Hubungannya Dengan Tingkat Kesadaran Hukum Masyarakat Pesisir: Analysis of Regulations for Preventing Marine Environmental Pollution in Relation to the Level of Legal Awareness of Coastal Communities Abdul Rasyid As’ad; Indah Sulita; Paiman
Jurnal Matemar (Manajemen dan Teknologi Maritim) Vol. 4 No. 1 (2023): Matemar Juni 2023
Publisher : LPPM Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59225/e0yrke25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis regulasi yang dirumuskan guna membangun kesadaran hukum masyarakat dalam menjaga lingkungan wilayah pesisir dan laut dan nilai-nilai lokal kesadaran hukum masyarakat pesisir terhadap peraturan pencegahan pencemaran lingkungan wilayah pesisir dan laut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian hukum empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan regulasi yang terkait dengan peraturan pencegahan pencemaran lingkungan laut terdiri dari peraturan internasional dan nasional. Peraturan internasional diantaranya adalah: United Nation Covention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS), Convention on the Prevention of Marine Pollution by Dumping of Wastes and Other Matter 1972 (London Dumping Conventio, dan International Convention for the Prevention of Pollution from Ships 1973 (Marine Pollution). Sedangkan peraturan nasinal diantaranya adalah: Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-undang Nomor 32 Tahun 2014 Tentang Kelautan, Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Perlindungan Lingkungan Maritim dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP. 10/MEN/2002 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengelolaan Pesisir Terpadu. Tingkat kesadarn hukum masyarakat wilayah pesisir Kalibaru Cilincing Jakarta Utara dalam melaksanakan peraturan pencegahan pencemaran lingkungan laut masih tergolong rendah. Strategi yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan wilayah pesisir dan laut Kalibari Cilincing Jakarta Utara masih pada level sosialisasi dan himbauan, belum menyentuh level penindakan.