Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Validation of the Indonesian version of the Islamic Well-being Scale Priyadi, Suwanda; A’yyun, Aisyah Qurrota; Harsono, Muhammad Hendri Algilbran; Azmi, Kennasty Sausan
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v5i2.9466

Abstract

The Islamic Well-Being Scale (IWBS) is an instrument developed to assess well-being specifically in Muslims. However, the instrument was developed for the Muslim population in Turkey. Therefore, this study aims to translate the IWBS into Indonesian and validate it on a sample of Muslims in Indonesia. The translation of the IWBS was carried out by two professional Turkish translators and evaluated by a reconciliation team. The Indonesian version of the IWBS was then tested on 175 adult Muslims (54 males and 119 females, mean age = 25.8 years, age range = 18–73 years). Ordinal confirmatory factor analysis showed that the fit indices of the one-factor measurement model of the IWBS fit the data (SRMR = 0.055; CFI = 0.988; TLI = 0.985). Internal consistency reliability analysis using Cronbach's alpha, ordinal alpha, Bollen's omega, Bentler's omega, and McDonald's omega formulas showed satisfactory values, 0.919, 0.959, 0.920, 0.920, and 0.934, respectively. The Indonesian version of the IWBS has good psychometric properties and has the potential to be used as an instrument for measuring Islamic well-being. However, the Indonesian version of the IWBS is recommended to be further tested in a larger sample that represents the entire Indonesian Muslim population.
Pengaruh Malu dan Religiusitas terhadap Self-Disclosure di Media Sosial Melalui Self-Control pada Muslim di Pekanbaru Fitriyani, Eka; Jannah, Putri Miftahul; Cucuani, Hijriyati; Priyadi, Suwanda
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i2.25423

Abstract

Islam mengajarkan pemeluknya untuk mempertimbangkan segala sesuatu sebelum bertindak, termasuk dalam mengungkapkan diri dalam ruang publik. Malu dan religiusitas yang ada pada umat muslim diharapkan mampu menjadi kontrol dalam mengekspresikan diri di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh malu dan religiusitas terhadap self-disclosure di media sosial melalui self-control pada muslim di Pekanbaru dalam sebuah model. Data diperoleh melalui skala Al-Haya’ untuk mengukur malu pada muslim, self-control scale, religiosity scale dan self-disclosure scale. Berdasarkan analisis SEM dari data 533 orang masyarakat pengguna media sosial di Kota Pekanbaru, diketahui bahwa model yang diajukan tidak fit dengan indeks kesesuaian model χ2 (5) = 214, p < 0.05; RMSEA = 0.000; SRMR = 0.000; CFI = 1.000; TLI = 1.000. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh self-control terhadap self-disclosure. Namun, diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan dari malu terhadap self-control dan terhadap self-disclosure secara langsung. Sementara religiusitas tidak berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap self-disclosure, meskipun memengaruhi self-control. Dengan demikian, orang yang memiliki malu dan religiusitas yang tinggi menunjukkan self-control yang lebih baik, namun tidak menentukan self-disclosure-nya di media sosial.
APAKAH BENAR SERING BERMAIN TIKTOK MENURUNKAN ATTENTION SPAN MAHASISWA? Astuti, Cindi Puji; Raafky, Muhammad; Rahmadhani, Gita; Priyadi, Suwanda
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.4081

Abstract

Perkembangan era digital mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan media sosial, termasuk TikTok yang kini menjadi salah satu platform paling populer di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan attention span antara mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok ekstrem atas dan ekstrem bawah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif between-subject. Partisipan berjumlah 24 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik extreme group, terdiri atas 12 mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok ekstrem atas (Kelompok A) dan 12 mahasiswa dengan durasi ekstrem bawah (Kelompok B). Data dikumpulkan melalui kuesioner demografis dan tangkapan layar durasi penggunaan TikTok, sedangkan attention span diukur menggunakan Stroop Task. Analisis data menggunakan independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t = -1.813, p = .084, effect size = -.740). Meskipun demikian, kelompok dengan durasi penggunaan ekstrem atas (M = -54.08, SD = 374.0) menunjukkan kecenderungan memiliki perhatian yang lebih rendah dibandingkan kelompok ekstrem bawah (M = 165.00, SD = 188.1). Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan potensial, alih-alih efek yang terkonfirmasi secara statistik, dari paparan video pendek terhadap attention span mahasiswa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan desain pembelajaran yang mendorong pemrosesan kognitif aktif serta integrasi strategi regulasi digital di lingkungan akademik guna memitigasi dampak atensi yang terfragmentasi.
Sunyi di Tengah Keramaian: Makna Pengalaman Phubbing bagi Mahasiswa dalam Interaksi dengan Teman Sebaya Sinta Puspita Sari; Suwanda Priyadi
Wacana Psikokultural Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v3i1.18026

Abstract

Di era digital yang semakin terhubung, banyak individu justru merasa terputus karena kehadiran digantikan oleh layar ponsel. Penelitian ini mengkaji fenomena phubbing, yaitu tindakan mengabaikan interaksi tatap muka karena fokus pada ponsel, dalam konteks relasi sosial mahasiswa dengan teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi perilaku phubbing dalam interaksi mahasiswa. Partisipan terdiri dari empat mahasiswi Fakultas Psikologi di Surakarta berusia 18–23 tahun, pengguna aktif media sosial, dan menggunakan ponsel lebih dari lima jam per hari. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan observasi, serta analisis data menggunakan DPA (Descriptive Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menghasilkan lima tema utama: makna kehadiran penuh, kebutuhan akan lingkungan sosial yang nyaman, penggunaan ponsel sebagai regulasi emosi dalam interaksi sosial, kesadaran akan dampak penggunaan ponsel, dan refleksi diri serta empati sebagai penggerak perubahan sikap. Phubbing tidak hanya mengganggu komunikasi verbal, tetapi juga menimbulkan luka emosional seperti perasaan tidak dihargai dan terputusnya koneksi sosial. Kesadaran dan empati mendorong partisipan untuk membangun interaksi yang lebih hangat dan bermakna. Temuan ini berkontribusi dalam mendorong budaya komunikasi digital yang lebih sehat di lingkungan pendidikan tinggi.
RolePlay Lintas Gender: Dampaknya terhadap Kesehatan Mental dan Identitas Diri Remaja Grania Sulthanah Asri; Alya Syifa Nur Rahma; Almas Zarqok Fahriyyah; Nabila Zahra Afrilyatika; Sintya; Suwanda Priyadi
Jurnal Lintas Karsa Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lintas Karsa (November 2025)
Publisher : S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lintaskarsa.v2i01.73290

Abstract

Fenomena RolePlay lintas gender melalui media sosial berperan sebagai wadah baru bagi remaja dalam mengeksplor dan memahami identitas diri di era digital. Aktivitas ini memungkinkan remaja untuk mengekspresikan identitas yang berbeda dari gender biologisnya. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperluas wawasan siswa mengenai dampak RolePlay lintas gender terhadap kesehatan mental dan pembentukan identitas diri. Pendekatan psiko edukatif dipilih karena berfokus pada pemberian edukasi dan pengukuran perubahan pengetahuan serta kesadaran siswa sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP X PK Surakarta yang melibatkan 52 siswa berusia antara 12 hingga 15 tahun. Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimen-kuasi one-group pretest-posttest design. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap dampak RolePlay lintas gender terhadap kesehatan mental dan pembentukan identitas diri (p < .001), yang menunjukkan adanya perbedaan antara skor sebelum dan sesudah psikoedukasi. Dengan demikian bahwa penyampaian materi dampak positif dan negatif RolePlay lintas gender di media sosial.
Hubungan antara Resiliensi, Dukungan Sosial, dan Kecemasan pada Mahasiswa Akhir dalam Mengerjakan Skripsi Sela Inka Selwana; Suwanda Priyadi
Jurnal Riset Psikologi Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Psikologi
Publisher : Departemen Psikologi, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jrp.v9.i1.41

Abstract

Masa akhir perkuliahan, sering menjadi periode penuh tantangan bagi mahasiswa, khususnya proses mengerjakan skripsi yang berpotensi memicu kecemasan. Resiliensi dan dukungan sosial adalah dua faktor yang diduga mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi, dukungan sosial, dan kecemasan pada mahasiswa akhir. Penelitian ini melibatkan 190 mahasiswa Sarjana Psikologi yang sedang mengambil mata kuliah skripsi (33 laki-laki, 157 perempuan), dipilih melalui teknik non-probability sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Resilience Evaluation Scale (α = 0,907), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (subskala orang penting lainnya α = 0,930, subskala keluarga α = 0,912, dan subskala teman sebaya α = 0,891), dan Subskala Kecemasan dari Depression Anxiety Stress Scale-42 (α = 0,889). Analisis data menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan statistik yang signifikan antara resiliensi, dukungan sosial, dan kecemasan. Dengan demikian, implikasi penelitian ini adalah mahasiswa akhir yang mengalami kecemasan dalam mengerjakan skripsi dapat terbantu dengan penguatan aspek psikologis, melalui resiliensi dan dukungan sosial, khususnya dukungan sosial keluarga.
Pengembangan Awal Skala Keyakinan Teori Konspirasi Cina di Indonesia Priyadi, Suwanda; Rikardi, Audi Ahmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v10i1.106378

Abstract

The Chinese-Indonesian ethnic group is one of the minority communities in Indonesia that frequently faces negative attitudes from other ethnic groups. One possible explanation for this phenomenon is the belief in conspiracy theories. Therefore, the aim of this study was to develop and validate the Belief in Chinese Conspiracy Theory Scale in the Indonesian context. A total of 117 university students participated in this study, with 77.7% identifying as female. Exploratory factor analysis revealed that the 27 items measuring belief in conspiracies involving China formed three main factors: Factor 1 (economic involvement, seven items), Factor 2 (Covid-19 involvement, four items), and Factor 3 (political involvement, four items). Internal consistency reliability analysis showed Cronbach’s alpha values of 0.850, 0.826, and 0.707 for each respective factor. Further confirmatory factor analysis and validation using additional sources of evidence are recommended to support the interpretation of scores on the Belief in Chinese Conspiracy Theory Scale.