Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Validation of the Indonesian version of the Islamic Well-being Scale Priyadi, Suwanda; A’yyun, Aisyah Qurrota; Harsono, Muhammad Hendri Algilbran; Azmi, Kennasty Sausan
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 5 No 2 (2024): Vol. 5 No. 2 December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v5i2.9466

Abstract

The Islamic Well-Being Scale (IWBS) is an instrument developed to assess well-being specifically in Muslims. However, the instrument was developed for the Muslim population in Turkey. Therefore, this study aims to translate the IWBS into Indonesian and validate it on a sample of Muslims in Indonesia. The translation of the IWBS was carried out by two professional Turkish translators and evaluated by a reconciliation team. The Indonesian version of the IWBS was then tested on 175 adult Muslims (54 males and 119 females, mean age = 25.8 years, age range = 18–73 years). Ordinal confirmatory factor analysis showed that the fit indices of the one-factor measurement model of the IWBS fit the data (SRMR = 0.055; CFI = 0.988; TLI = 0.985). Internal consistency reliability analysis using Cronbach's alpha, ordinal alpha, Bollen's omega, Bentler's omega, and McDonald's omega formulas showed satisfactory values, 0.919, 0.959, 0.920, 0.920, and 0.934, respectively. The Indonesian version of the IWBS has good psychometric properties and has the potential to be used as an instrument for measuring Islamic well-being. However, the Indonesian version of the IWBS is recommended to be further tested in a larger sample that represents the entire Indonesian Muslim population.
Pengaruh Malu dan Religiusitas terhadap Self-Disclosure di Media Sosial Melalui Self-Control pada Muslim di Pekanbaru Fitriyani, Eka; Jannah, Putri Miftahul; Cucuani, Hijriyati; Priyadi, Suwanda
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 2 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i2.25423

Abstract

Islam mengajarkan pemeluknya untuk mempertimbangkan segala sesuatu sebelum bertindak, termasuk dalam mengungkapkan diri dalam ruang publik. Malu dan religiusitas yang ada pada umat muslim diharapkan mampu menjadi kontrol dalam mengekspresikan diri di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh malu dan religiusitas terhadap self-disclosure di media sosial melalui self-control pada muslim di Pekanbaru dalam sebuah model. Data diperoleh melalui skala Al-Haya’ untuk mengukur malu pada muslim, self-control scale, religiosity scale dan self-disclosure scale. Berdasarkan analisis SEM dari data 533 orang masyarakat pengguna media sosial di Kota Pekanbaru, diketahui bahwa model yang diajukan tidak fit dengan indeks kesesuaian model χ2 (5) = 214, p < 0.05; RMSEA = 0.000; SRMR = 0.000; CFI = 1.000; TLI = 1.000. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh self-control terhadap self-disclosure. Namun, diketahui bahwa terdapat pengaruh signifikan dari malu terhadap self-control dan terhadap self-disclosure secara langsung. Sementara religiusitas tidak berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap self-disclosure, meskipun memengaruhi self-control. Dengan demikian, orang yang memiliki malu dan religiusitas yang tinggi menunjukkan self-control yang lebih baik, namun tidak menentukan self-disclosure-nya di media sosial.
APAKAH BENAR SERING BERMAIN TIKTOK MENURUNKAN ATTENTION SPAN MAHASISWA? Astuti, Cindi Puji; Raafky, Muhammad; Rahmadhani, Gita; Priyadi, Suwanda
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v8i1.4081

Abstract

Perkembangan era digital mendorong peningkatan signifikan dalam penggunaan media sosial, termasuk TikTok yang kini menjadi salah satu platform paling populer di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan attention span antara mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok ekstrem atas dan ekstrem bawah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif between-subject. Partisipan berjumlah 24 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik extreme group, terdiri atas 12 mahasiswa dengan durasi penggunaan TikTok ekstrem atas (Kelompok A) dan 12 mahasiswa dengan durasi ekstrem bawah (Kelompok B). Data dikumpulkan melalui kuesioner demografis dan tangkapan layar durasi penggunaan TikTok, sedangkan attention span diukur menggunakan Stroop Task. Analisis data menggunakan independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (t = -1.813, p = .084, effect size = -.740). Meskipun demikian, kelompok dengan durasi penggunaan ekstrem atas (M = -54.08, SD = 374.0) menunjukkan kecenderungan memiliki perhatian yang lebih rendah dibandingkan kelompok ekstrem bawah (M = 165.00, SD = 188.1). Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan potensial, alih-alih efek yang terkonfirmasi secara statistik, dari paparan video pendek terhadap attention span mahasiswa. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penerapan desain pembelajaran yang mendorong pemrosesan kognitif aktif serta integrasi strategi regulasi digital di lingkungan akademik guna memitigasi dampak atensi yang terfragmentasi.