Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Uji Konsentrasi Cuka Salak (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) sebagai Obat Penurun Kadar Kolesterol dalam Darah Lubis, Jalilah Azizah; Harahap, Fatma Suryani; Tambunan, Muhammad Iqbal H.; Ritonga, Eka Nurwani
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa (In Progress)
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10487

Abstract

Salak Padangsidimpuan (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) memiliki ciri morfologi unik dengan ukuran yang lebih besar, daging berwarna merah, dan rasa asam khas. Kandungan asam ini memungkinkan buah salak diolah menjadi cuka salak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dalam cuka salak yang memiliki potensi sebagai obat herbal penurun kolesterol. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol untuk proses ekstraksi. Hasil ekstraksi kemudian diuji pada mencit hiperkolesterol dengan berbagai konsentrasi. Data hasil uji dianalisis menggunakan uji Anova. Hasilnya menunjukkan bahwa cuka salak mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, saponin, tanin, terpenoid, namun tidak mengandung flavonoid dan steroid. Uji Anova menunjukkan bahwa dosis terbaik cuka salak adalah 0.4 gr/ml, dengan durasi pemberian selama 20 hari sekali sehari, efektif menurunkan kolesterol. Cuka salak mampu menurunkan kolesterol 68.3%esuai dengan dosis yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cuka salak berpotensi digunakan sebagai alternatif penurun kadar kolesterol
Application for Breaking Dormance and Giving Bokashi Salak Steel on the Growth of Salak (Salacca Sumatrana) Seeds Eka, Eka nurwani ritonga
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.673 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v8i2.5439

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of breaking dormancy and giving bokashi bark leaves on the growth of salak ( Salacca Sumatrana ) seedlings. This study used a factorial randomized block design (RBD) with 3 blocks (replications). For the factor is the act of breaking dormancy and giving bokashi bark midrib. The statistical results showed that the treatment of dormancy breaking action had a significant effect, on the treatment of leaf area and plant height, the statistical results on the application of salak plant bokashi fertilizer did not show a significant effect on plant height and leaf area.  
RESPONSE OF ORGANIC FERTILIZER OF BAMBOO BAMBOO AND VEGETABLE COMPOST ON VEGETATIVE GROWTH OF ROBUSTA COFFEE (CoffeaCanephora) Siregar, Elda Sari; Ritonga, Eka Nurwani; Mahmud, Amir; Harahap, Maya Desriyani
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.214 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v9i2.9010

Abstract

This research program aims to determine the responsegiving organic fertilizer to the vegetative growth of robusta coffee plants (CoffeaCanephora). Using a 2 factorial Group Design (RAK), each treatment was given 3 replications. Factor 1 was liquid organic fertilizer for bamboo shoots (P0: control, P1: 200 ml + 1000 ml water, P2: 500 ml + 1000 ml water, and P3: 800 ml + 1000 ml water). Factor 2 is using vegetable compost (K0: control, K1: 10 grams/polybag, K2: 20 grams/polybag), K3: 30 grams/polybag). Parameters observed were plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf width. Based on the data on the response variance of the application of liquid organic fertilizer (POC) for bamboo shoots, it was shown that there was no significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf width at the ages of 2, 4, 6, 8, 10, 12 mst. The results of the response variance data for the application of vegetable compost showed no significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf width at the ages of 2, 4, 6, 8, 10, 12 mst. And the results of the interaction of the two treatments showed no significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, stem diameter, leaf width.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIC CAIR DENGAN BERBAHAN DASAR KEONG MAS DENGAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN LABU MADU (cucurbita Moshata) Suryanto, Suryanto; Ritonga, Eka Nurwani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19785

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobahan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dengan letak geografis 325 mdpl.  Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pupuk organik cair dengan berbahan dasar keong mas dengan pupuk organik cair daun kelor terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman labu madu (cucurbita moschata). Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancangan acak kelompok faktorial, ada dua faktor yaitu pemberian pupuk organik cair keong mas (P) yakni P1 = 40 ml /1 liter air / plot, P2 = 60 ml /1 liter air / plot, P3 = 80 ml / 1 liter air / plot dan perlakuan pemberian pupuk organik cair daun kelor (K) yakni K1 = 30 ml / 1 liter air / plot, K2 = 60 ml / 1 liter air / plot, K3 = 90 ml / 1 liter air / plot, K4 = 120 ml /1 liter air / plot. Maka di dapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 12 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 ulangan dan 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair keong mas menunjukkan tidak adanya pengaruh yang nyata pada parameter jumlah daun umur 3 mst dan berat buah per plot. Namun pada pengamatan parameter panjang tanaman umur 3 , 4, dan 5 mst, jumlah daun umur 5 mst, berat buah per sampel dan berat buah per plot menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata. Perlakuan pemberian pupuk organik cair daun kelor menunjukkan tidak adanya pengaruh yang nyata pada parameter panjang tanaman pada umur 3 dan 4 mst, jumlah daun pada umur 4 mst, dan berat buah per plot. Namun pada parameter pengamatan panjang tanaman umur 5 mst, jumlah daun umur 3 dan 5 mst, berat buah per sampel dan berat buah per plot menunjukkan adanya pengaruh yang nyata. Dan hasil interaksi kedua perlakuan memperlihatkan tidak adanya pengaruh yang nyata pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, berat buah per sampel dan berat buah per plot.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna Radiate L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR JAKABA DAN PUPUK BHOKASI KOTORAN AYAM Ritonga, Eka Nurwani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19119

Abstract

Kacang hijau (Vigna Radiate L) termasuk dalam tanaman polong-polongan (Faaceae) memiliki banyak manfaat seperti protein yang tinggi dan sumber mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Dan kacang hijau pada umumnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industry pakan. Rendahnya kualitas tanah, alih fungsi, dan faktor lingkungan yang kurang mendukung serta penggunaan pupuk kimia yang berlebih yang mengakibatkan penurunan kualitas lahan dan produksi tanaman kacang hijau. Pupuk organik mempunyai peran penting dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik dapat menyuburkan tanah, memacu aktifitas mikroorganisme tanah dan membantu unsur hara ke dalam akar tanaman sehingga ketersediaan unsur hara esensial (makro dan mikro) dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Respon Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiate L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Jakaba Dan Bhokasi Kotoran Ayam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu: a. Faktor pertama adalah dosis POC Jakaba (P) disimbolkan (P) terdiri dari empat taraf yaitu P° tanpa perlakuan, P¹ (200 ml/liter air/plot), P² (400 ml/liter air/plot), P³ (600 ml/liter air/plot). B. Dosis bhokasi kotoran ayam yang disimbolkan dengan (K) dengan 3 taraf : K° (tanpa perlakuan), K¹ (500 g/plot), K² (1000 g/plot ). Dari hasil analisis statistik pemberian POC jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau menunjukkan adanya parameter yang menunjukkan nyata pada parameter tinggi tanaman umur 5 MST dan parameter jumlah polong per tanaman sampel. Pada hasil analisis statistik perlakuan pemberian bhokasi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah polong per tanaman sampel di 5 minggu setelah tanam
Pengolahan Limbah Organik Jadi Pupuk Dan Bio-Pestisida Di Kelurahan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan Elda Sari Siregar; Suryanto Suryanto; Fatma Suryani; Samsinar Harahap; Eka Nurwani Ritonga; Erti Kumala Indah; Jalilah Azizah Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w84yx842

Abstract

Limbah bisa merusak lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar. menanggulanginya yaitu mengolah limbah organik menjadi pupuk dan pestisida alami. Program kemitraan masyarakat berupa pembuatan pupuk organik dengan pemanfaatan limbah dilaksanakan di Kelurahan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan. Kelompok Tani Pardomuan perlu mendapat bantuan pendampingan karena keterbatasan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah menjadi pupuk dan bi pestisida. Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk Organik Cair dan pestisida alami Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair dan mendorong serta menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah limbah yang tidak dimanfaatkan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang potensi limbah yang tidak dimanfaatkan serta pelatihan pembuatan pupuk limbah organik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu menjalin kerja sama dengan kelompok tani setempat, uji pendahuluan pembuatan produk, Sosialisasi dan pendampingan pengolahan produk. Melalui kegiatan ini, diperoleh hasil bahwa kelompok tani memiliki ketertarikan untuk mencoba membuat pupuk organic cair dari limbah dalam kegiatan usaha taninya, tentunya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi mereka. sebagai tindakan efisiensi masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan
INTERAKSI PEMANGKASAN DAN PEMBERIAN GARAM DAPUR TERHADAP KUALITAS PRODUKSI BUAH SALAK (Salacca Sumatrana) DI DESA SITUMBAGA Ritonga, Eka Nurwani; Amanda, Rafiqah; Lubis, Mutiara; Marpaung, Paisal Hamid
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 19 No. 1 (2025): Juni 2025: Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v19i1.14774

Abstract

Salak merupakan buah musiman yang cukup produktif yang dapat menghasilkan buah sepanjang tahun dan sangat melimpah. Salah satu peningkatan produksi tanaman salak adalah dengan cara pemangkasan pada tanaman salak merupakan hal mutlak yang harus dilakukan agar tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga tidak menjadikan lembab, pemangkasan juga membantu menekan penyebaran penyakit, mempermudah munculnya tanda bunga secara produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Interaksi Pemangkasan Dan Pemberian Garam Dapur Terhadap Produksi Tanaman Salak di Desa Situmbaga. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu Faktor pertama perlakuan tindakan pemangkasan disimbolkan (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: P¹ (Pemangkasan 3 pelepah/batang). P² (Pemangkasan 4 pelepah/batang), P³ (Pemangkasan 5 pelepah/batang). Dan Faktor kedua pemberian garam dapur tanaman salak disimbolkan (G) terdiri dari 4 taraf yaitu: Gº (0 gr/ plot), G¹ (750 gr/ plot), G² (1000 gr/ plot), G³ (1500 gr/ plot). Dikarenakan tanaman salak ini sudah lama tinggal atau tidak dipelihara lagi, pada saat penelitian untuk waktu yang dibutuhkan tanaman 4-6 bulan setelah pemangkasan akan terlihat hasil yang optimal.  Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian garam dapur tidak berpengaruh nyata karena garam memiliki tingkat sanitasi yang tinggi, kelembapan diareal kebun salak juga tinggi, menyebabkan garam dapur yang diaplikasikan ke tanaman tidak dapat diserap secara optimal oleh tanaman karena telah cepat tercuci oleh jumlah air yang ada di dalam tanah.
Uji Konsentrasi Cuka Salak (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) sebagai Obat Penurun Kadar Kolesterol dalam Darah Lubis, Jalilah Azizah; Harahap, Fatma Suryani; Tambunan, Muhammad Iqbal H.; Ritonga, Eka Nurwani
Jurnal Jeumpa Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v11i2.10826

Abstract

Salak Padangsidimpuan (Salacca sumatrana (Becc) Mogea) memiliki ciri morfologi unik dengan ukuran yang lebih besar, daging berwarna merah, dan rasa asam khas. Kandungan asam ini memungkinkan buah salak diolah menjadi cuka salak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dalam cuka salak yang memiliki potensi sebagai obat herbal penurun kolesterol. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol untuk proses ekstraksi. Hasil ekstraksi kemudian diuji pada mencit hiperkolesterol dengan berbagai konsentrasi. Data hasil uji dianalisis menggunakan uji Anova. Hasilnya menunjukkan bahwa cuka salak mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, saponin, tanin, terpenoid, namun tidak mengandung flavonoid dan steroid. Uji Anova menunjukkan bahwa dosis terbaik cuka salak adalah 0.4 gr/ml, dengan durasi pemberian selama 20 hari sekali sehari, efektif menurunkan kolesterol. Cuka salak mampu menurunkan kolesterol 68.3%esuai dengan dosis yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cuka salak berpotensi digunakan sebagai alternatif penurun kadar kolesterol.
Pengolahan Limbah Organik Jadi Pupuk Dan Bio-Pestisida Di Kelurahan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan Siregar, Elda Sari; Suryanto, Suryanto; Suryani, Fatma; Harahap, Samsinar; Ritonga, Eka Nurwani; Indah, Erti Kumala; Lubis, Jalilah Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w84yx842

Abstract

Limbah bisa merusak lingkungan apabila tidak dikelola dengan benar. menanggulanginya yaitu mengolah limbah organik menjadi pupuk dan pestisida alami. Program kemitraan masyarakat berupa pembuatan pupuk organik dengan pemanfaatan limbah dilaksanakan di Kelurahan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan. Kelompok Tani Pardomuan perlu mendapat bantuan pendampingan karena keterbatasan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah menjadi pupuk dan bi pestisida. Melalui kegiatan ini masyarakat dapat memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk Organik Cair dan pestisida alami Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair dan mendorong serta menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah limbah yang tidak dimanfaatkan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang potensi limbah yang tidak dimanfaatkan serta pelatihan pembuatan pupuk limbah organik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu menjalin kerja sama dengan kelompok tani setempat, uji pendahuluan pembuatan produk, Sosialisasi dan pendampingan pengolahan produk. Melalui kegiatan ini, diperoleh hasil bahwa kelompok tani memiliki ketertarikan untuk mencoba membuat pupuk organic cair dari limbah dalam kegiatan usaha taninya, tentunya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi mereka. sebagai tindakan efisiensi masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH BUAH SALAK (Salacca edulis var sumatrana) DI DESA AEK NABARA Siregar, Elda Sari; Harahap, Samsinar; Ritonga, Eka Nurwani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.691-695

Abstract

Program kemitraan masyarakat berupa pembuatan pupuk organik dengan pemanfaatan limbah buah salak (Salacca edulis var Sumatrana) dilaksanakan di Desa Aek Nabara Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan. Kelompok Tani Martunas perlu mendapat bantuan pendampingan karena keterbatasan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan limbah dari sumber daya alam lokal, khususnya limbah buah salak dimana limbah tersebut diolah menjadi pupuk organic cair. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair dan mendorong serta menumbuhkan minat masyarakat untuk mengolah limbah salak yang tidak dimanfaatkan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang potensi limbah salak yang tidak dimanfaatkan serta pelatihan pembuatan pupuk limbah buah salak. Hasil dari kegiatan ini, diperoleh bahwa kelompok tani mempunyai ketertarikan dalam hal membuat pupuk organik cair dari limbah salak untuk kegiatan usaha taninya, sehingga dapat memberikan tambahan kebutuhan sehari-hari mereka. Dari kegiatan ini juga membuat kegiatan pelatihan dan fasilitas menjadi lebih dinamis, mereka lebih aktif mempelajari proses pembuatan pupuk organik cair agar bisa mereka terapkan dalam usaha tani mereka.