Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Dexamethason dalam Jamu Pegal Linu yang Beredar di Cilacap dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) Chamidah, Siti; Yuliastuti, Definingsih; Ramadhan, Muhamad Fauzi
Pharmaqueous: Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 3 No. 1 (2021): Volume 3, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v3i1.176

Abstract

Jamu pegal linu banyak diminati oleh masyarakat kota Cilacap. Produsen jamu banyak yang menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) ke dalam jamu untuk meraih keuntungan. Dexamethasone merupakan salah satu contoh obat kortikosteroid yang sering ditambahkan pada jamu pegal linu. Efek samping dari dexamethasone dapat menyebabkan moon face, penimbunan cairan, gangguan pertumbuhan, dan pengeroposan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan dexamethasone dalam jamu pegal linu yang beredar di Cilacap. Metode yang digunakan eksperimental menggunakan uji kromatografi lapis tipis (KLT). Sampel diambil dari toko jamu di Cilacap sejumlah 10 sampel jamu pegal linu dengan merk yang berbeda. Metode KLT menggunakan kloroform:aseton dengan perbandingan 4:1 sebagai fase gerak dan plat KLT silika gel GF254 sebagai fase diam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Rf dexamethasone 0,31 dan Rf sepuluh sampel jamu pegal linu 0,21, 0,37, 0,38, 0,81, dan 0,85. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tidak terdapat sampel jamu pegal linu yang diduga positif mengandung dexamethasone.
Penyuluhan Cara Penggunaan Obat Kardiovaskuler Saat Berpuasa di Desa Jarum, Klaten Yuliastuti, Definingsih; Dessy Ratna Sari; Indrawati Kurnia Setyani
Jurnal Dimas Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v7i2.110

Abstract

Terdapat banyak kasus penderita penyakit kardiovaskuler di Kabupaten Klaten. Penderita penyakit kardiovaskuler perlu mengkonsumsi obat-obatan dan cenderung rutin. Dibulan Ramadhan, masyarakat banyak yang belum mengetahui bagaimana cara penggunaan obat saat berpuasa. Pengetahuan tentang cara penggunaan obat yang benar terutama saat berpuasa sangat diperlukan untuk menjaga keberhasilan terapi pengobatan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat yang benar terutama bagi penderita penyakit kardiovaskuler saat berpuasa di Desa Jarum, Kabupaten Klaten. Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan tanya jawab dengan masyarakat. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan meminta masyarakat untuk mengisi kuesioner tentang evaluasi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat yang sebelum diberikan penyuluhan sebesar 66,95% (kategori cukup) menjadi 100% (kategori baik).
Edukasi Hipertensi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Desa Ngalas, Klaten Selatan Habibah, Nur; Rahmadani, Najma Meutya; Agustina, Praditya Ayu; Nugraheni, Clarissa Maheswari Setyo Laily; Yuliastuti, Definingsih; Subadra, Oemeria Shitta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v7i1.266

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Desa Ngalas, Klaten Selatan, dengan risiko tinggi pada kelompok usia produktif dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan skrining. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya pencegahan hipertensi. Tahapan kegiatan terdiri koordinasi, pre-test, edukasi, post-test, serta demonstrasi pembuatan minuman herbal berbahan jahe, kunyit, dan serai kepada 22 khalayak sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas peserta mencapai kategori pengetahuan baik dengan perbedaan skor pre-test dan post-test yang bermakna. Dengan demikian, edukasi hipertensi berbasis TOGA berpotensi mendukung upaya pencegahan hipertensi di tingkat keluarga dan memerlukan pendampingan berkelanjutan.