Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus) Indri Verrananda M; Victoria Yulita Fitriani; Lizma Febrina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.987 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.176

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus rosus) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid, sedangkan fraksi n-heksan mengandung tanin, fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan tanin, serta fraksi n-butanol mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin dan terpenoid. Sementara, nilai IC50 yang diperoleh dari metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara memiliki potensi antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 142,914 ppm, fraksi n-heksan dengan nilai IC50 sebesar 503,037 ppm, fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 50,069 ppm, dan fraksi n-butanol dengan nilai IC50 sebesar 170,122 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara berpotensi sebagai antioksidan, hal ini ditandai dengan nilai IC50 yang diperoleh dan dengan adanya senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antioksidan.
Kajian Penggunaan Leaflet Terhadap Kepatuhan pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di RSUD Islam Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Nur Rohmah Noviati Budiarto; Victoria Yulita Fitriani; Hanggara Arifian; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.099 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.190

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu kontributor paling penting untuk penyakit jantung dan stroke yang keduanya menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor satu di dunia. Berdasarkan survei dari WHO hipertensi memberi kontribusi 9,4 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari intervensi berupa leaflet yang telah dimodifikasi pada pasien penyakit hipertensi yang dirawat diinstalasi rawat jalan RSUD Islam Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, pada priode bulan September - Oktober 2016. Analisis data selanjutnya dilakukan secara deskriptif dari data kuisioner morisky dan data tekanan darah pada rekam medik. Penelitian ini merupakan pre dan post eksperiment sebelum dan sesudah pemberian leaflet. Hasil Penelitian menunjukkan kepatuhan pasien baik yang diberikan intervensi leaflet meningkat dari 25,92% menjadi 44,44%. Tekanan darah menurun dengan rata-rata dari 142/85 mmHg menjadi 134/84 mmHg pada lntervensi leaflet.
Pengaruh Pemberian Leaflet dan Reminder Terhadap Outcome Terapi dan Kepatuhan Pasien Hipertensi Geriatrik di RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda Rinda Aulia Utami; Nurul Annisa; Victoria Yulita Fitriani; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.017 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.196

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia yang merupakan penyakit degeneratif yang berakibat polifarmasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian leaflet dan reminder terhadap ketercapaian outcome terapi dan kepatuhan pasien. Pemberian leaflet dan reminder merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efektifitas terapi dan kepatuhan pada pasien geriatrik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental prospektif dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian leaflet dan reminder pada rata-rata perbandingan tekanan darah sistol sebelum dan sesudah dengan nilai p value yaitu 0,020 sedangkan pada rata-rata perbandingan tekanan darah diastol sebelum dan sesudah tidak terdapat pengaruh yang signifikan dengan nilai p value yaitu 0,173 dan tidak ada pengaruh yang signifikan dari pemberian leaflet dan reminder terhadap kepatuhan responden hipertensi geriatrik dengan p value yaitu 0,915. Pengontrolan gaya hidup pada pasien hipertensi geriatrik dengan pengaruh pemberian konseling tambahan dari apoteker diharapkan untuk dapat di teliti lebih lanjut.
Isolasi dan Karakterisasi Jamur Endofit Akar Merung (Captosapelta tomentosa) Yunaedi Yunaedi; Victoria Yulita Fitriani; Lisna Meylina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.264 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.210

Abstract

Jamur endofit merupakan sekelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan inangnya. Tumbuhan merung (Coptosapelta tomentosa) oleh masyarakat kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sudah digunakan sebagai obat encok atau sakit pinggang, menambah stamina, obat hipertensi, diabetes melitus, afrodisiaka, serta antikanker. Jamur endofit diisolasi dari akar merung dan menghasilkan 5 isolat yang diberi kode isolat JE1, JE2, JE3, JE4, dan JE5. Isolat jamur endofit JE1, JE2, JE3, JE4, dan JE5 memiliki karakteristik berturut-turut adalah hitam, hijau tua dengan tepi orange, merah kehitaman, hijau kekuningan, dan hijau dengan tepi putih.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Pasien DM Tipe II dalam Penggunaan Insulin Secara Mandiri di Instalasi Rawat Jalan RSUD A.W Sjahranie Samarinda Anjanie Medyawati Utami; Welinda Dyah Ayu; Victoria Yulita Fitriani; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.523 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.216

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit mematikan nomor 3 di dunia, dan Indonesia merupakan negara tertinggi ke 4 pengidap penyakit ini. Seiring dengan semakin bertambahnya penderita DM penggunaan insulin sebagai salah satu terapinya juga semakin meningkat, namun kesalahan terapi insulin cukup sering ditemukan dan menjadi masalah klinis yang penting. Bahkan terapi insulin termasuk dalam lima besar pengobatan beresiko tinggi (high-risk medication) bagi pasien di rumah sakit. Sehingga pengetahuan dan perilaku pasien harus mendapat perhatian lebih terhadap penggunaan terapi insulin agar optimalisasi terapi dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin, mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku pasien, serta mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien dalam penggunaan insulin secara mandiri. Jenis penelitian ini bersifat prospektif. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah pasien yang berobat di instalasi rawat jalan bagian poli penyakit dalam RSUD A.W Sjahranie Samarinda dengan banyak sampel 43 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM tipe 2 di dominas oleh perempuan 51,16%, pasien pada kelompok usia 46-55 39,53%, pendidikan terakhir adalah SD 51,16%, pekerjaan Ibu rumah tangga 41,86%, serta pasien dengan riwayat keluarga yg mengidap DM sebanyak 76,74%. Pengetahuan dan perilaku pasien dalam penggunaan insulin didominasi pada tingkat yang cukup baik yakni pengetahuan sebesar 72.09%, dan perilaku sebesar 72,10%. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien yang signifikan, dimana semakin tinggi pengetahuan pasien maka perilaku pasien dalam menggunakan insulin akan semakin baik pula, hasil tersebut dibuktikan dengan didapatkannya nilai signifikansi (p) sebesar 0,000.
Pegaruh Konsentrasi HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) Sebagai Gelling Agent dengan Kombinasi Humektan Terhadap Karakteristik Fisik Basis Gel Indri Pramita R; Victoria Yulita Fitriani; Nur Mita; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.173 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.230

Abstract

Sediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara memformulasikan beberapa jenis bahan pembentuk gel, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) merupakan gelling agent yang sering digunakan dalam produksi kosmetik dan obat karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dan toksisitasnya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi HPMC sebagai gelling agent dengan kombinasi humektan yaitu gliserin dan propilen glikol, yang memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan. Formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 3%, 5% dan 7%, selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik yang meliputi viskositas, pH, daya sebar, organoleptis, homogenitas. Evaluasi fisik dilakukan selama 4 minggu pada suhu kamar. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa basis gel dengan konsentrasi HPMC 3% memenuhi persyaratan dengan nilai viskositas yaitu 4,69 ± 0,14 Pa., nilai pH yaitu 5,17 ± 0,02, daya sebar yaitu 32,98 ± 0,85 cm, organoleptis yaitu berwarna bening, tidak memiliki bau dan berbentuk agak cair, serta homogen.
Studi Efek Samping Obat pada Pasien Neonatus yang Menjalani Rawat Inap Di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya Victoria Yulita Fitriani; Widyati Widyati; Azis Huibeis; Retno Wisanti
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i1.11

Abstract

ABSTRACT Rational drug treatments to avoid adverse drug reactions in neonates are depend on physiologic immaturity and age-related changes in pharmacokinetic and pharmacodynamic factor. This condition lead neonates more prone to adverse drug reaction than adults.The aim of this study was to estimate the prevalence of adverse drug reactions that occured at Dr. Ramelan Navy Hospital's NICU observed in November 26th 2007 to January 26th 2008. It was also to analyze kind of medication that caused adverse drug reactions.The study employed 94 patients (5 premature neonates and 89 term neonates) who were observed perspectively from November 26th 2007 to January 26th 2008. Demographic data, drug therapy, relevant medical histories, laboratory data were recorded in this study. The study result was assessed by literature study. The study result were analysed with Descriptive analysis. The most common adverse drug reaction occurred in this population was potential adverse drug reaction (99.5%). The most adverse drug reaction generated from this study was come from the use of ampicillin sulbactam (42.7%), gentamisin (31.4%), ceftriaxone (16.2 %), amikacin (7.6 %), aminofilin (1.1 %), ampicillin (0.5 %), and dexamethasone (0.5 %). The study showed that almost all of adverse drug reaction occurred in this study was potential adverse drug reaction (99.5%). Keywords: neonates; adverse drug reactions; NICU ABSTRAK Terapi obat yang rasional untuk menghindari efek samping dari obat pada neonatus bergantung pada ketidakmatangan fisiologik dan perubahan faktor farmakokinetika dan farmakodinamika yang terkait usia. Kondisi ini membawa neonatus lebih mudah terpapar efek samping obat daripada orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan angka kejadian efek samping obat yang terjadi di NICU Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya diamati secara prospektif sejak 26 November 2007 hingga 26 Januari 2008. Penelitian ini juga menganalisa jenis obat yang menyebabkan efek samping obat. Penelitian ini melibatkan 94 pasien (5 neonatus premature dan 89 neonatus term) yang diamati secara prospektif sejak 26 November 2007 hingga 26 Januari 2008. Penelitian ini mencatat data demografi, terapi obat, sejarah penyakit yang terkait, dan data laboratorium. Data tersebut dianalisa melalui studi literatur. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan analisis deskriptif. Efek samping obat yang sering muncul pada penelitian ini adalah efek samping potensial (99.5%). Efek samping yang terjadi pada penelitian ini terjadi akibat penggunaan ampisilin sulbaktam (42.7%), gentamisin (31.4%), ceftriaxon (16.2%), amikasin (7.6%), aminofilin (1.1%), ampisilin (0.5%), dan deksametason (0.5%). Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar efek samping obat yang terjadi pada penelitian ini adalah efek samping obat potensial. Kata kunci: neonatus; efek samping obat; NICU
Studi Penggunaan Antibiotika pada Neonatus Di NICU RSAL Dr. Ramelan Surabaya Victoria Yulita Fitriani
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v1i2.24

Abstract

ABSTRACT Neonatal sepsis and nosocomial infection are the most common diagnosis of neonatal infections. Selections of antibiotics in neonatal infection should be based on type of bacteria, antibiotics dose and safety in neonates. The aim of this study was to explored type of antibiotics used in Neonatal Intensive Care Unit. Researchers conducted a prospective study of antibiotics used at Dr. Ramelan Navy Hospital neonatal intensive care unit Surabaya. From November 26th 2007 to January 26th 2008, 94 patients (5 preterm neonates and 89 term neonates) were included in this study. Demographic data, antibiotics used, relevant medical histories, laboratory data was recorded prospectively at the wards. Charts for all cases were reviewed. Early antibiotic use was defined as therapy within 72 hours of life. The most frequently used empiric antibiotic regimens were ampicillin sulbactam with gentamicin (60.2%), ampicillin sulbactam (30.1%), ceftriaxone (6.5%), ampicillin sulbactam with amikacin (1.1%), ampicillin sulbactam with ceftriaxone (1.1%), gentamicin with ceftriaxone (1.1%). Late antibiotic events also occurred in neonates. Fourty eight point four percent of late antibiotics events were used of ceftriaxone. Antibiotics are prescribed appropriately but earlier discontinuation or switches, which may be complicated either by the inability to confirm causative organism or patient’s condition that showed no improvement, should be practiced. Key words: Neonatus, antibiotic ABSTRAK Diagnosa infeksi pada neonatus umumnya berupa sepsis neonatorum dan infeksi nosokomial. Pemilihan antibiotika pada kondisi tersebut perlu didasarkan kepada jenis bakteri yang umumnya terlibat, dosis antibiotika dan tingkat keamanan pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis antibiotika yang digunakan pada pasien neonatus. Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan melakukan pengamatan secara langsung selama 3 bulan di NICU RSAL Dr. Ramelan Surabaya. Peneliti mengobservasi pasien secara langsung dan mengambil data pemakaian antibiotika melalui rekam medik. Semua pasien neonatus yang menjalani rawat inap di NICU periode (Oktober – Desember 2007) disertakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian di dapat antibiotika untuk penanganan tahap awal yang sering digunakan adalah kombinasi ampisilin sulbaktam dengan gentamisin (60.2%), ampisilin sulbaktam (30.1%), ceftriaxonee (6.5%), kombinasi ampisilin sulbaktam dengan amikasin (1.1%), kombinasi ampisilin sulbaktam dengan ceftriaxonee (1.1%), kombinasi gentamisin dengan cetriaxone (1.1%). Antibiotika untuk penanganan tahap akhir adalah ceftriaxonee (48.4%), kombinasi ceftriaxone dengan amikasin (25.6%), amikasin (9.3%), ampisilin sulbaktam (4.7%), kombinasi ceftriaxone dengan gentamisin (4.7%), kombinasi ampisilin sulbaktam dengan gentamisin (4.7%), kombinasi ampisilin dengan amikasin (4.7%), kombinasi ampisilin sulbaktam dengan amikasin (4.7%), kombinasi ceftriaxone dengan amikasin (4.7%). Kata Kunci: neonatus, antibiotika
Stabilitas Fisik dan Kimia Minyak Biji Ketapang (Terminalia catappa L.) Selama Penyimpanan Delima Saputri; Victoria Yulita Fitriani; Muhammad Amir Masruhim
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.59

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa L.) is each one potentialy to producting of nabati oil. The research is purposes to determine effect of storage period on room and extreme temperature of ketapang seeds oil’s physical and chemical stability. Ketapang seeds oil was getted from ketapang seeds extraction by n-hexana with soxhletasi method. Ketapang seeds oil stability evaluation on room temperature 27 – 30 °C as long as 50 days and extreme temperature 65 °C as long as 10 days. Physical stability that color, aroma, and flavor use organolepticly, pH use pH-meter, density use piknometer, and viscosity use Oswald viscometer. Chemical stability that acid value, peroxide value, and soap value by titration method, and amount of tocopherol compound by spectrometry method. The result data was analyzed with linier regretion. The analyzed result of aroma, flavor, pH, density, soap value, and tocopherol compound showed descend linier, viscosity, acid value, and peroxide value showed ascend linier, and color of ketapang seeds oil is stabil as long as storage on room and extreme temperature. Storage period on extreme temperature more significant than room temperature to effect evaluation result of ketapang seeds oil’s physical and chemical parameters. Key Words: Terminalia catappa L., Storage Period, Physical and Chemical Stability. Abstrak Ketapang (Terminalia catappa L.) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai penghasil minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan pada suhu ruang dan ekstrim terhadap stabilitas fisik dan kimia minyak biji ketapang. Minyak biji ketapang diperoleh dari ekstraksi biji ketapang dengan pelarut n-heksana menggunakan metode soxhletasi. Penentuan stabilitas fisik minyak meliputi warna, bau, dan rasa, pH, bobot jenis, dan viskositas. Penentuan stabilitas kimia meliputi penentuan angka asam, angka peroksida, dan angka penyabunan, serta kandungan tokoferol. Hasil pengujian dianalisis menggunakan regresi linier. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa pada parameter bau, rasa, pH, bobot jenis, angka penyabunan, dan kandungan tokoferol menunjukkan hubungan linier dengan kecenderungan turun, pengujian terhadap parameter viskositas, angka asam, dan angka peroksida menunjukkan hubungan linier dengan kecenderungan naik, sedangkan parameter warna minyak biji ketapang cenderung stabil selama penyimpanan pada suhu ruang maupun suhu ekstrim. Lama penyimpanan pada suhu ekstrim lebih signifikan mempengaruhi hasil pengujian pada parameter fisik dan kimia minyak biji ketapang dibandingkan pada suhu ruang. Kata Kunci : Terminalia catappa L., Lama Penyimpanan, Stabilitas Fisik dan Kimia.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Daun Cempedak (Artocarpus champedan) dan Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) Fauziah Halimatussa’diah; Victoria Yulita Fitriani; Laode Rijai
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.71

Abstract

Research has been conducted with a purpose to find out the potential of the extracts of leaves Ageratum conyzoides and Artocarpus champedan as an antioxidant compared with vitamin C. Research was done by infused extraction method, and combination both of them with a partition 1:1, 1:2, 2:1. Keywords: Ageratum conyzoides L, Artocarpus champeden, DPPH, antioxidant ABSTRAK Kombinasi ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) dan daun cempedak (Artocarpus champeden) memiliki aktivitas antioksidan harga IC50 yang kuat dengan menggunakan kombinasi daun bandotan : daun cempedak perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Kata kunci: daun bandotan (Ageratum conyzoides L), daun cempedak (Artocarpus champeden), DPPH, antioksidan