Welinda Dyah Ayu
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian Pola Pengobatan Penderita Kanker Serviks Pada Pasien Rawat Inap Di Instalasi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Periode 2014-2015 Yuniar Firsty Oktavia Lantika; Rolan Rusli; Welinda Dyah Ayu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i8.89

Abstract

Kanker organ reproduksi termasuk jenis kanker yang banyak terjadi pada wanita, salah satunya yaitu kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan salah satu cara pengobatan kanker yang digunakan adalah pengobatan kemoterapi secara injeksi intravena melalui pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien kanker serviks, pola pengobatan kemoterapi pasien kanker serviks, dan dosis kemoterapi yang digunakan pasien kanker serviks. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat rekam medik pasien (responden) dengan jumlah total sebanyak 22 responden yang memiliki karakteristik yaitu berdasarkan usia terbanyak adalah usia 31-40 tahun sebesar 50%, berdasarkan hubungan antara usia pertama kali menikah dengan jumlah pernikahan terbanyak adalah usia 15-20 tahun dan menikah sekali sebesar 64%, dan berdasarkan metastase terbanyak adalah metastase IIIB sebesar 42%. Adapun pola pengobatan kemoterapi berdasarkan pemilihan jenis dan golongan obat kemoterapi terbanyak adalah kombinasi obat kemoterapi karboplatin-paxus sebesar 86% dan berdasarkan efek samping obat kemoterapi terbanyak adalah efek samping obat mual muntah sebesar 50%. Dosis pengobatan kemoterapi sesuai dengan hasil perhitungan dosis berdasarkan BSA (Body Surface Area) dan ClCr (Creatinine Clearance).
Formulasi Krim Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Herlina Ekapratama Dewi; Welinda Dyah Ayu; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i2.117

Abstract

Ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) mempunyai aktivitas antibakteri yang cukup baik terhadap beberapa bakteri patogen diantaranya bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap beberapa bakteri patogen tersebut untuk kemudian diformulasi menjadi bentuk sediaan krim untuk mempermudah penggunaannya serta mengetahui pengaruh formulasi krim fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E.coli. Krim memiliki konsentrasi fraksi etil 6%, 8% dan 10%. Krim dievaluasi (organoleptis, viskositas, pH dan daya sebar) serta aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus, E. aeruginosa dan E. coli. Hasil pengamatan sifat fisik krim menunjukkan dengan adanya kenaikan konsentrasi fraksi etil asetat akan menyebabkan peningkatan viskositas secara berturut-turut 3,26 Pa.s; 3,34 Pa.s dan 3,58Pa.s, penurunan pH secara berturut-trurut,56; 7,39 dan 7,27 serta penurunan daya sebar krim secara berturut-turut 5,1cm; 4,7cm and 4,0cm. Uji organoleptis (bentuk, warna, bau dan homogenitas) menunjukkan adanya stabilitas pada sediaan krim. Krim memiliki warna hijau dengan kontras warna yang sesuai dengan konsentrasi fraksi etil yang digunakan, berbau khas daun kirinyuh dan memiliki homogenitas yang baik. Krim dengan fraksi etil asetat ekstrak etanol daun kirinyuh memberikan aktivitas daya hambat pada bakteri S.aureus secara berturut-turut 12,52mm; 13,90mm dan 12,42 mm. Pada bakteri E. aeruginosa memberikan aktivitas daya bunuh secara berturut-turut 13.21 mm; 13.70 mm dan 12.49 mm. Pada bakteri E.coli dengan daya bunuh berturut-turut adalah 13.46 mm; 13.30 mm dan 13,18 mm