Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Turn Over Intention: Analisis Peran Role Clarity, Psychological Capital dan Engagement Karyawan Poncowidyasari, Gustin; Esterina, Meriam; Kusuma, Patria Jati
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4560

Abstract

Turnover terjadi di berbagai sektor industri padahal turnover dapat memberikan banyak konsekuensi bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh role clarity, psychological capital, dan engagement terhadap turnover intention. Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan PT X dengan teknik sampel random sampling, jumlah sampel sebanyak 247 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS seri 23. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh role clarity, psychological capital, dan engagement terhadap turnover intention pada karyawan PT X baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan nilai thitung role clarity lebih besar dari ttabel (2,095 > 1,651) dengan nilai sig sebesar 0,037 (< 5%), nilai thitung psychological capital lebih besar dari ttabel (2,197 > 1,651) dengan nilai sig sebesar 0,029 (< 5%), dan nilai thitung engagement lebih besar dari ttabel (2,367 > 1,651) dengan nilai sig sebesar 0,019 (< 5%). Nilai Adjusted R square sebesar 0,335. Artinya, role clarity, psychological capital, dan engagement memberikan sumbangan sebesar 33,5% terhadap turnover intention. Implikasi dalam penelitian ini adalah organisasi dapat mampu menyusun program pengembangan karyawan untuk mengurangi adanya turnover tntention pada karyawan. Mengingat terbuktinya hipotesis pada penelitian ini, maka peneliti memberi saran: bagi karyawan untuk senantiasa meningkatkan role clarity, psychological capital, dan engagement yang ada pada dirinya, sehingga hal tersebut dapat menekan terjadinya turnover intention, bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan pembanding mengenai keterkaitan role clarity, psychological capital, dan engagement terhadap turnover intention, bagi perusahaan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menekan timbulnya turnover intention dengan memperhatikan faktor role clarity, psychological capital, dan engagement. Dalam penelitian ini peneliti sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalamnya. Selain itu dalam penggalian data yang ada kemungkinan masih kurang mendalam karena keterbatasan waktu dan data dalam penelitian. Oleh sebab itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan desain penelitian kualitatif atau komparasi, dan melakukan penelitian pada faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, kepercayaan terhadap organisasi, job insecurity, keterlibatan, konflik, kepemimpinan, dan sebagainya.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN BODY IMAGE TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA Faiqoh Nurul Arista; Eko Harianto; Patria Jati Kusuma
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 8 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Agustus)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i8.852

Abstract

This study examines the effect of Instagram social media use and body image on students’ self-confidence at SMA Negeri 9 Purworejo. In the digital era, social media platforms such as Instagram have become a dominant space for adolescents to interact, present themselves, and seek social validation. Excessive exposure to idealized images can shape body image and influence self-confidence. Using a quantitative correlational design, the research involved 170 students selected through purposive sampling. Data were collected via Likert-scale questionnaires measuring Instagram use, body image, and self-confidence. Multiple linear regression analysis revealed that Instagram use and body image simultaneously have a significant positive effect on self-confidence. These findings indicate that healthy Instagram use and a positive body image contribute to greater self-confidence among students, highlighting the importance of social media literacy and self-acceptance in adolescence.
Pengaruh Psychological Capital dan Kejelasan Peran Terhadap Kinerja Karyawan Lembaga BMT Kabupaten Purworejo Satrio, Dito Agung; Hapsari, Widyaning; Patria Jati Kusuma
Abdi Psikonomi Vol 3, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.vi.1221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital dan kejelasan peran terhadap kinerja karyawan lembaga BMT kabupaten purworejo. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Adapun responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan lembaga BMT kabupaten purworejo yang berjumlah 100 orang. Dalam penentuan sampel menggunakan sampel jenuh, dimana sampel diambil keseluruhan dari jumlah populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan cara membagikannya kepada seluruh responden. Peneliti juga melakukan penilaian dari pendapat ahli (expert judgement) dan dilanjutkan dengan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda serta uji t, uji F, dan uji R Square. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: 1) Secara parsial menunjukkan bahwa psycholgical capital (X1) memiliki koefisien regresi sebesar 0,586, dan kejelasan peran (X2) memiliki koefisien regresi sebesar 0,217. Dari kedua variabel mempunyai nilai signifikasi < 0.05, dengan demikian secara parsial menunjukkan adanya pengaruh dari variabel psychological capital (X1), kejelasan peran (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). 2) Secara simultan psycholgical capital (X1) dan kejelasan peran (X2) berpengaruh terhadap kinerja karyawan dengan hasil pengujian diperoleh Fhitung > Ftabel (48,150 > 3,08). 3) Masing-masing variabel (X1 dan X2) memiliki pengaruh sebesar 45,4% dan 20,8% terhadap (Y). Dengan demikian secara parsial dalam hasil uji t maupun uji F menunjukkan adanya pengaruh dari variabel psychological capital (X1), kejelasan peran (X2) terhadap kinerja karyawan (Y) lembaga BMT Kabupaten Purworejo.
PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MENGELOLA PERILAKU FoMO (Fear of Missing Out) PADA REMAJA Siwi, Andis Fadila; Itsna, Iftayani; Jati Kusuma, Patria
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i1.6487

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu yang rawan mengalami fenomena FoMO ( Fear of Missing Out ), yaitu rasa cemas kehilangan pengalaman atau informasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul psikoedukasi untuk membantu remaja usia 12–18 tahun memahami dan mengelola FoMO secara efektif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasarkan model Borg and Gall yang dimodifikasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 85 siswa SMP Negeri 31 Purworejo dan wawancara singkat dengan 3 siswa. Analisis kuantitatif menunjukkan 25,9% siswa memiliki tingkat FoMO tinggi, sedangkan wawancara mengungkapkan sebagian remaja belum memahami makna FoMO meskipun sering mendengar istilah tersebut. Modul yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli materi dengan skor 91%, ahli media sebesar 83%, dan praktisi (guru) dengan skor 92%, yang menunjukkan modul sangat layak digunakan. Modul ini dilengkapi dengan langkah praktis dan media menarik yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan strategi sehat dalam mengelola FoMO. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah pembuatan variasi permainan edukatif yang lebih inovatif dan modul efektivitas evaluasi secara menyeluruh.
PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MENGELOLA PERILAKU FoMO (Fear of Missing Out) PADA REMAJA Siwi, Andis Fadila; Itsna, Iftayani; Jati Kusuma, Patria
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i1.6487

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu yang rawan mengalami fenomena FoMO ( Fear of Missing Out ), yaitu rasa cemas kehilangan pengalaman atau informasi sosial. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul psikoedukasi untuk membantu remaja usia 12–18 tahun memahami dan mengelola FoMO secara efektif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif berdasarkan model Borg and Gall yang dimodifikasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 85 siswa SMP Negeri 31 Purworejo dan wawancara singkat dengan 3 siswa. Analisis kuantitatif menunjukkan 25,9% siswa memiliki tingkat FoMO tinggi, sedangkan wawancara mengungkapkan sebagian remaja belum memahami makna FoMO meskipun sering mendengar istilah tersebut. Modul yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh ahli materi dengan skor 91%, ahli media sebesar 83%, dan praktisi (guru) dengan skor 92%, yang menunjukkan modul sangat layak digunakan. Modul ini dilengkapi dengan langkah praktis dan media menarik yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan strategi sehat dalam mengelola FoMO. Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah pembuatan variasi permainan edukatif yang lebih inovatif dan modul efektivitas evaluasi secara menyeluruh.
Turn Over Intention: Analisis Peran Role Clarity, Psychological Capital dan Engagement Karyawan Gustin Poncowidyasari; Meriam Esterina; Patria Jati Kusuma
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4560

Abstract

Turnover terjadi di berbagai sektor industri padahal turnover dapat memberikan banyak konsekuensi bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh role clarity, psychological capital, dan engagement terhadap turnover intention. Penelitian ini dilakukan terhadap karyawan PT X dengan teknik sampel random sampling, jumlah sampel sebanyak 247 orang. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS seri 23. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh role clarity, psychological capital, dan engagement terhadap turnover intention pada karyawan PT X baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan nilai thitung role clarity lebih besar dari ttabel (2,095 > 1,651) dengan nilai sig sebesar 0,037 (< 5%), nilai thitung psychological capital lebih besar dari ttabel (2,197 > 1,651) dengan nilai sig sebesar 0,029 (< 5%), dan nilai thitung engagement lebih besar dari ttabel (2,367 > 1,651) dengan nilai sig sebesar 0,019 (< 5%). Nilai Adjusted R square sebesar 0,335. Artinya, role clarity, psychological capital, dan engagement memberikan sumbangan sebesar 33,5% terhadap turnover intention. Implikasi dalam penelitian ini adalah organisasi dapat mampu menyusun program pengembangan karyawan untuk mengurangi adanya turnover tntention pada karyawan. Mengingat terbuktinya hipotesis pada penelitian ini, maka peneliti memberi saran: bagi karyawan untuk senantiasa meningkatkan role clarity, psychological capital, dan engagement yang ada pada dirinya, sehingga hal tersebut dapat menekan terjadinya turnover intention, bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan pembanding mengenai keterkaitan role clarity, psychological capital, dan engagement terhadap turnover intention, bagi perusahaan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menekan timbulnya turnover intention dengan memperhatikan faktor role clarity, psychological capital, dan engagement. Dalam penelitian ini peneliti sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan di dalamnya. Selain itu dalam penggalian data yang ada kemungkinan masih kurang mendalam karena keterbatasan waktu dan data dalam penelitian. Oleh sebab itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan desain penelitian kualitatif atau komparasi, dan melakukan penelitian pada faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, kepercayaan terhadap organisasi, job insecurity, keterlibatan, konflik, kepemimpinan, dan sebagainya.
Psychological Services in Immoral Cases: Psychological Recovery Efforts Through a Trauma-Focused Cognitive Behavior Therapy Approach Kusumastuti, Wanodya; Kusuma, Patria Jati
Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmat Islamiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56114/maslahah.v7i1.13154

Abstract

This service activity aims to provide psychological recovery services based on Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT) that is structured and integrated with spiritual education, as well as strengthening the service capacity of the Integrated Service Center for the Protection of Women and Children (PPA) of Purworejo Regency. The method used is a participatory-collaborative approach based on community-based intervention, including initial psychological assessment, the implementation of individual counseling at least three sessions per client, and monitoring and evaluation of pre- and post-intervention conditions. Participants consisted of adolescent girls and adult women who were victims of sexual violence referred by the PPA. The results of the activity showed a decrease in the intensity of anxiety, emotional distress, and trauma symptoms, accompanied by an increase in the ability to regulate emotions, adaptive coping, and the recovery of self-concept and hope for the future. The program also produces spiritually integrated TF-CBT intervention modules and educational materials for partners. Thus, TF-CBT is effective as a contextual and sustainable community-based model of psychological recovery. Keywords: Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT), Sexual Violence, Psychological Recovery.
Gaya Pengasuhan Orang Tua dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa: Tinjauan Literatur Elly Ermawati; Itsna Iftayani; Patria Jati Kusuma
Jurnal Psikologi Perseptual Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas of Psychology, Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v11i1.16721

Abstract

The high levels of academic procrastination among students today pose a serious challenge to the quality of graduates and the education system, making it crucial to evaluate the role of parenting styles as a determining factor. This procrastination has a negative impact on academic performance and is significantly influenced by parental parenting styles. This literature review aims to explore the relationship between parenting styles and procrastination through an analysis of studies from 2020–2025. Following the PRISMA guidelines, articles were selected from the Scopus, Web of Science, Semantic Scholar, and Google Scholar databases using the Rayyan platform with strict criteria. Eight articles were selected for in-depth analysis. The findings indicate that democratic parenting reduces procrastination through open dialogue, independence, and self-discipline. Conversely, permissive and authoritarian parenting styles trigger increased procrastination due to weak self-control or psychological pressure. These findings provide scientific insights into the specific influence of parenting styles as a foundation for self-regulation interventions among students in the digital age. Parents are advised to adopt a parenting style that balances warmth and responsibility. Further research is needed to examine the effectiveness of modern parenting models, such as digital and mindful parenting, in reducing procrastination. Tingginya prokrastinasi akademik mahasiswa saat ini menjadi tantangan serius bagi kualitas lulusan dan sistem pendidikan, sehingga evaluasi peran pola asuh sebagai faktor penentu sangat penting dilakukan. Penundaan ini berdampak negatif pada prestasi belajar dan dipengaruhi secara signifikan oleh gaya pengasuhan orang tua. Tinjauan literatur ini bertujuan mengeksplorasi hubungan pola asuh dan prokrastinasi melalui analisis studi tahun 2020–2025. Mengikuti pedoman PRISMA, artikel diseleksi melalui basis data Scopus, Web of Science, Semantic Scholar, dan Google Scholar menggunakan platform Rayyan dengan kriteria ketat. Delapan artikel dipilih untuk analisis mendalam. Temuan menunjukkan bahwa pola asuh demokratis mengurangi prokrastinasi melalui dialog terbuka, kemandirian, dan disiplin diri. Sebaliknya, pola asuh permisif dan otoriter memicu peningkatan prokrastinasi akibat lemahnya kontrol diri atau tekanan psikologis. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah mengenai pengaruh spesifik gaya pengasuhan sebagai landasan intervensi regulasi diri mahasiswa di era digital. Orang tua disarankan menerapkan pola asuh yang seimbang antara kehangatan dan tanggung jawab. Peneliti selanjutnya perlu mengkaji efektivitas model pengasuhan modern, seperti digital dan mindful parenting dalam mengurangi prokrastinasi.
Pengembangan Modul Interaktif Pencegahan Bullying Siswa Remaja dengan Model RnD Hajar Mukarromah; Itsna Iftayani; Patria Jati Kusuma
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.6052

Abstract

This study aims to develop a bullying prevention intervention module for adolescent students in junior high schools equipped with a game called "Si CeBul" which functions to provide an understanding of bullying, a chat card called "Titik Temu" which functions to guide interactive communication sessions, and a "stop bullying" puzzle. The approach of this study is Borg & Gall's research and development which is limited to five main stages, namely (1) Identification of Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation, and (5) Design Revision. The study was conducted in Purworejo involving students who had been victims, perpetrators, witnesses of bullying. Data analysis techniques, researchers used qualitative and quantitative descriptive whose results became the basis for developing the resulting product. The level of feasibility of the bullying prevention intervention module was assessed through validation of materials and media by experts. The overall average of material validation was 80.83% classified as "Good", with the statement that it was appropriate and did not need to be revised, media validation 79.39 ... "Good", with the statement that the module was appropriate and did not need to be revised. However, there were input and suggestions from validators that required revision. The conclusion of the media and material validation is that this intervention module is suitable for use as an intervention module for adolescent bullying for teachers and guidance and counseling facilitators. The contribution of this research is the development of  bullying intervention module for teachers and guidance and counseling facilitators.
Pengaruh Intensitas Bermain Mobile Legends terhadap Toxic Behavior pada Remaja Awal di Jawa Tengah dengan Anonimitas Sebagai Moderator Alvin Afrian; Patria Jati Kusuma; Meriam Esterina
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2405

Abstract

This study aimed to examine the effect of Mobile Legends gaming intensity on toxic behavior among early adolescents in Central Java and to investigate the moderating role of anonymity. This study employed a quantitative approach using a moderated correlational research design. The population consisted of early adolescents aged 13–16 years in Central Java who actively played Mobile Legends. A total of 160 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires measuring gaming intensity, toxic behavior, and anonymity. The data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) with JASP software. The results showed that gaming intensity had a significant effect on toxic behavior (p < 0.001). Anonymity did not have a significant direct effect on toxic behavior (p = 0.771), but it significantly moderated the relationship between gaming intensity and toxic behavior (p = 0.006). The negative interaction coefficient (B = -0.058) indicated that anonymity tended to weaken the effect of gaming intensity on toxic behavior. The coefficient of determination (R² = 0.382) showed that gaming intensity, anonymity, and their interaction explained 38.2% of the variance in toxic behavior, while the remaining 61.8% was influenced by other factors outside the scope of this study. These findings suggest that efforts to prevent toxic behavior among adolescents should focus not only on regulating gaming intensity but also on strengthening digital literacy, managing online interactions, and promoting positive communication within online gaming environments.