Articles
Bibliometric Analysis of International Publications Trend on The Taliban
Anisa Indraningtyas;
Gonda Yumitro
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 6, No 1 (2022): June
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/pustabiblia.v6i1.103-124
This research aims to navigate the result of international publication trends regarding the Taliban for 27 years, starting from 1994 to 2021, utilizing a bibliometric analysis study that analyzed trends in international publications based on quantitative data sources obtained through one of the Scopus data search engines. In addition, bibliometric analysis in this study employed a data visualization software VOSviewer to analyze keywords that often appear in research data regarding the trend of international publications of the Taliban. The findings in this bibliometric analysis study indicated three outcomes. Firstly, numerous international publications on the Taliban as a research topic were navigated, accounting for 1,538 publication documents based on the Scopus data search engine with the keyword "Taliban". Secondly, the results of data visualization on VOSviewer show that the largest keywords visualization are Afghanistan and the Taliban. Lastly, the trend of international publications regarding the Taliban indicated that the highest trend of international publications was in 2010-2011 with publication documents are mainly conducted by researchers in western countries, along with the most funding sponsors were the United States and the United Kingdom. This study concluded that the results of international publication trends regarding the Taliban were influenced by the activities executed by the Taliban receiving global attention throughout time. Hence, the novelty of this study lies in the implementation of bibliometric analysis, presenting a dynamic topic about the Taliban and the data search tools used.
Religion and Diplomacy: The Dynamics of Indonesian-Afghanistan Relations During President Joko Widodo Government
Fatimatuzzahro Fatimatuzzahro;
Gonda Yumitro
Al-Albab Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Graduate Program of Pontianak Institute of Islamic Studies
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24260/alalbab.v11i1.2168
This study aims to analyze the dynamics of relations between Indonesia and Afghanistan during the reign of Joko Widodo before and after the Afghan coup by the transnational Islamic movement of the Taliban. Even though the Taliban is back in power in Afghanistan, relations between Indonesia and the Afghan government are still going well. This research is a qualitative descriptive study using the concept of multitrack diplomacy to answer the problem of this research. The method to collect data by literature study, the journals used as references are reputable journals randomly obtained from several publishers such as Taylor Francis Online and Sage. In addition, researchers also use Harzing publish or Perish. When searching for articles, the primary key used by the authors in Harzing is Indonesia Afghanistan, Indonesia-Afghanistan relations, Jokowi Afghanistan, Indonesia’s response to Afghanistan. The authors also used an open knowledge map from 2014-to 2021 to complete the data source. The authors imported the article into Mendeley in the next stage and then used Vosviewer software to determine clusters and research gaps. The authors found that Indonesia and Afghanistan have an excellent relationship, as seen by the contribution of Indonesia, which is actively involved in responding to Afghanistan’s internal conflict with the Taliban in efforts to handle Afghan refugees and the involvement of non-governmental organizations. The was also a shift in the focus of issues in Indonesia’s relations with Afghanistan. Before the Taliban coup in Afghanistan, the Indonesian government was more focused on the topic of refugees.
Strategi Alevi Sebagai Kelompok Kepentingan Pasca Penolakan Masyarakat Turki
Shifa Melinda Naf'an;
Gonda Yumitro
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 3 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.69 KB)
|
DOI: 10.35326/pencerah.v8i3.2432
Penolakan Alevi di Turki tidak lepas dari bentuk framing ottoman pada masa lalu. Masyarakat turki masih menilai ketidaksucian Alevi dan ritual yang dianggap sesat. Dalam artikel ini penulis berusaha mengkaji strategi yang dilakukan oleh Alevi selaku kelompok kepentingan pasca penolakan masyarakat di Turki dalam mendapatkan rekognisi. Dalam menjawab permasalahan tersebut penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penjabaran data yang telah dikumpulkan dan kemudian disusun berdasarkan sistematika pembahasan. Penelitian ini menggunakan konsep kelompok kepentingan beserta parameter keberhasilan tindakan kolektif. Temuan artikel ini menunjukan bahwa Alevi melakukan dua strategi, yaitu eksternal dan internal dalam menghadapi penolakan masyarakat Turki. Strategi internal dilakukan melalui DRSA, Alevi opening yang diprakarsai oleh partai AKP, dan asosiasi Alevi. Strategi internal yang dilakukan oleh kelompok kepentingan Alevi di Turki dinilai tidak berhasil dalam membentuk tindakan kolektif. Adapun strategi eksternal berupa aktvitas dilakukan oleh AABF selaku organisasi Alevi di Jerman seperti Alevilerim Sesi, mengadakan dialog antar agama, berpartisipasi dalam German Islam Conference. Strategi eksternal dinilai berhasil membentuk tindakan kolektif.
Hubungan China dan Taliban dalam Konflik Bersenjata Di Afghanistan
Sisilia Putri Syafira;
Gonda Yumitro
MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 11 No 1 (2022): May 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STI. Blambangan Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29062/mmt.v11i1.150
Artikel ini mendiskusikan mengenai bagaimana hubungan Taliban dan China dalam konflik Afghanistan Penelitian ini adalah jenis kualitatif, referensi yang digunakan dari berita, artikel jurnal, website resmi pemerintah, dan Mendeley library. Dalam mengumpulkan data, penulis akan menggunakan aplikasi Harzing Publish atau Perish, yang kemudian dioalah menggunakan Vosviewer. Peneletian ini menemukan bahwa kehadiran China di Afghanistan setelah pemerintahan Taliban yang tampaknya lebih menonjol daripada negara lainnya. China saat ini sangat ambisius sebagai kekuatan ekonomi global untuk memperluas pengaruhnya atas perjuangan politik global ke setiap sudut dunia, termasuk Afghanistan. Pada konflik bersenjata di Afghanistan. China berupaya memperluas legitimasi kepada Taliban sebagai kepemimpinan baru Afghanistan. Dalam mengantisipasi konflik berkepanjangan di Afghanistan, China berusaha menyeimbangkan diplomasinya terhdap pemerintah Afghanistan dan Taliban
Pengaruh Gerakan Gulen Turki Terhadap Sistem Pendidikan di Jerman
Nabila Safitri;
Gonda Yumitro
MOMENTUM : Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 11 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STI. Blambangan Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58472/mmt.v11i2.152
Abstrak Artikel ini mendiskusikan mengenai pengaruh Gerakan Gulen terhadap sistem pendidikan di Jerman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan suatu fenomena. Penelitian ini termasuk teknik penelitian kualitatif yang menganalisa data berdasarkan dengan teks dan gambar. Pengumpulan data menggunakan teknik library research atau studi kepustakaan dari berbagai sumber yaitu jurnal, buku, dan portal berita. Pengumpulan data atau jurnal menggunakan Publish or Perish. Gerakan gulen tersebar di banyak Negara dalam penelitian ini berfokus kepada Jerman dan pengaruhnya terhadap sistem pendidikan di Jerman. Hasil dari penelitian ini adalah Sekolah berbasis Gulen di Jerman tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap sistem pendidikan di Jerman hanya saja mereka mudah diterima karena memiliki kesamaan nilai pendidikan. Abstract This article discusses the influence of the Gulen Movement toward the education system in Germany. This research used a descriptive method to describe a phenomenon. This study was a qualitative research technique that analyzes data based on text and images. Data collection uses library research techniques or literature studies from various sources, namely journals, books, and news portals. Data or journals collection used Publish or Perish. The Gulen movement is spread across many countries. This research focuses on Germany and its influence on the education system in Germany. The results of this study are Gulen-based schools in Germany do not fully influence the education system in Germany, but they are easily accepted because they have the same educational value.
Women Terrorist Interests in the ISIS Movement: A Case Study in Indonesia
Sabrina Malia Rohali;
Gonda Yumitro
Jurnal Studi Sosial dan Politik Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Studi Sosial dan Politik
Publisher : FISIP Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jssp.v6i1.11141
This article aims to find out the interest of women's terrorism in the ISIS movement. This research is explanatory research with data collection through library research or literature study through Google Scholar, Harzing's Publish or Perish, and other journals to publish data from 2012 to August 2021. There are several reasons for female terrorism's involvement in the ISIS political movement in Indonesia, which include family reasons, efforts to create equal rights for men and women, the existence of narcissistic personality forms, psychopathology, and religious fanatics. Even in the interests of the movement, women's terrorism is an easy target in acts of terrorism. It can be seen from how women are difficult to suspect in terrorist acts, thus making the officers and the public careless in monitoring. Sometimes they even involve their children in tricking the security forces. In this article, the authors used a feminist approach to understand the interests of women in the ISIS political movement in Indonesia.
Peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam Penguatan Diplomasi Islam
Cantika Niscala Puri;
Gonda Yumitro
Sospol : Jurnal Sosial Politik Vol. 8 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22219/jurnalsospol.v8i1.19717
Diplomacy is commonly understood as a country's art, practice, and negotiation activity to advance that country's interests. Currently, conventional diplomacy is being practised, which is seen as having many flaws. Conventional diplomacy appears relatively unclean, so it is necessary to build and strengthen clean diplomacy based on an Islamic perspective, also known as Islamic Diplomacy. The OIC's Islamic diplomacy is very different from conventional diplomacy, which has flaws and is relatively dirty in its execution. This article attempts to analyze the role of the Organization of Islamic Cooperation in strengthening Islamic diplomacy using a descriptive qualitative approach. Islamic diplomacy, which prioritizes peace and cooperation to solve problems, is deemed appropriate to protect and defend Muslims' vital interests and to find solutions to conflicts. The authors also found that the OIC plays two essential roles in strengthening Islamic diplomacy. First, by prioritizing cooperation and peace, the OIC optimizes diplomacy. Second, diplomacy focuses on conflict prevention and resolution. This finding could be an alternative to developing Islamic diplomacy as another way of international relations.
Deradicalization programs in Indonesia: Bibliometric analysis of international publication trends from 1980 to 2022
Gonda Yumitro;
Rizki Febriani;
Ali Roziqin;
Nurdiana Abiyogha
Communications in Humanities and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2022): CHSS
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21924/chss.2.1.2022.31
This study discusses about deradicalization in Indonesia with a bibliometric approach. The data presented in this study used the Scopus database and were visualized using the VOSviewer. The data collected were obtained by searching with the keywords "(TITLE-ABS-KEY (deradicalization) OR TITLE-ABS-KEY (deradicalisation) OR TITLE-ABS-KEY (counter-terrorism") AND TITLE-ABS-KEY (Indonesia)". This study aims to determine: (1) the number of documents; (2) the number of documents by the author; (3) the number of documents by affiliation; (4) the number of documents by country; (5) documents based on the subject area, (6) documentation based on the type of research, (7) co-occurrence and (8) co-author. The results of this study indicated that there were 262 documents discussing deradicalization in Indonesia from 1980 to 2022. The Islamic University of Indonesia became the most dominating university in writing articles on deradicalization and efforts to prevent the acts of terrorism. This showed that scholars actively study the theorizing and deradicalization issues in Indonesia. The highest publication was found in 2021 with 38 documents. Gunaratna, R became the author who has mostly discussed the deradicalization program in Indonesia with six documents. Most authors published articles; 68.7% of them do so, and 48.4% do so in the study of social science and political science.
KONSEP WIZARAH AL-MAWARDI SERTA RELEVANSINYA TERHADAP KEMENTERIAN KABINET INDONESIA MAJU
Sabrina Pattra Luckyto;
Gonda Yumitro
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25217/jf.v7i2.2639
Jurnal ini mendiskusikan adanya relevansi konsep wizarah Al-Mawardi terhadap Kementerian Kabinet Indonesia Maju. Topik ini menarik untuk dibahas karena Kementerian Kabinet Indonesia Maju menjadi sorotan publik di tengah masyarakat Indonesia saat ini, terlebih ditemukan relevansi antara konsep wizarah Al-Mawardi dengan kementerian di Indonesia. Hal menarik lainnya adalah presiden dapat melakukan reshuffle dalam kabinetnya sebagai wujud dari kebebasan presiden memilih menterinya. Jurnal ini meneliti menggunakan kualitatif deskriptif serta pengumpulan data melalui aplikasi Publish or Perish dan artikel pada media massa yang terkait. Data tersebut pada akhirnya dicari benang merahnya, kemudian ditarik kesimpulan, dan dikembangkan terkait dengan topik yang ada. Penulis menemukan bahwa adanya relevansi antara konsep wizarah dengan Kementerian Kabinet Indonesia Maju yaitu tentang adanya multikuluralisme dalam kabinet ini. Temuan dari artikel ini dapat menjadi sumbangsih bagi Ilmu Hubungan Internasional serta mengingatkan adanya keharmonisan antar agama di Indonesia.
Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Mengatasi Pengaruh Ideologi Transnasional Radikal di Media Sosial
Ihsanul Religy Utami;
Gonda Yumitro
Resolusi: Jurnal Sosial Politik Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Department of Political Science - Universitas Sains Al-Qur’an
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32699/resolusi.v6i1.3956
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah Indonesia dalam mengatasi pengaruh ideologi transnasional radikal di media sosial. Hal ini penting dan menarik karena media sosial merupakan sarana yang strategis digunakan oleh kelompok radikal dalam menyebarkan pemahamannya dalam ranah transnasional. Penulis menggunakan pendekatan penelitian yang bersifat kualitatif dan metode studi kepustakaan (library research) melalui perangkat lunak Harzing Publish or Perish untuk membantu mengumpulkan data sekunder yang relevan berupa jurnal, artikel ilmiah, dan surat kabar online yang kredibel. Teknik analisis data yang dilakukan yakni dengan literature review untuk menganalisis data-data sekunder yang telah diperoleh, kemudian dikumpulkan dan dilakukan analisa yang menghasilkan bentuk penelitian secara deskriptif. Penulis menemukan bahwa dalam mengatasi pengaruh ideologi transnasional radikal di media sosial, pemerintah melakukan tiga strategi penting. Pertama Cyber Security Strategy sebagai upaya mengambil kebijakan, sebagai instrument, sebagai shock terapy, dan penyelesaian sengketa. Strategi yang kedua yakni Strategi Edukasi dengan cara memberikan edukasi kepada publik akan bahaya radikalisme dengan konten positif maupun penyebaran narasi damai melalui media sosial. Ketiga yakni Strategi Penegakan Hukum UU ITE NO 19 Tahun 2016 Atas Tindak Pidana Cyber Radikalsme.