Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Aceh Anthropological Journal

Kehidupan Rumah Tangga Pasangan yang Menikah Dini di Desa Koto Tengah Nabila, Hanifah Putri; Setiawati, Sri; Yunarti, Yunarti
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i1.15801

Abstract

This research was motivated by early marriages that occurred in Koto Tengah Village. Early marriage in this study includes the age at which marriage is stated in the marriage law, the mental and physical readiness of the couple, as well as the domestic life of the couple who entered into the early marriage. The Marriage Law states that marriages can be carried out when they are aged 19 years and over, but in one of Koto Tengah Villages every year there are residents who marry under the age of 19 years. Based on this, this research aims to identify the factors that cause couples to marry early and analyze how socio-economic life occurs in the households of early married couples in Koto Tengah Village. This research uses a descriptive qualitative method, using data collection techniques in the form of observation, interviews, literature study and documentation. Meanwhile, the selection of informants was carried out using purposive sampling. This research uses the concepts of marriage, early marriage, family, household and socio-economics and Radclift Browm's functional structural theory. The results of this research explain that the factors that cause couples to marry early are factors community habits, factors MBA (marriage by accident), factors of parents economic condition, and factors quit or drop out of school. Socio-economic life in the households of early married couples is not running properly because they still live in the house of the woman's parents, meaning that in one house there is more than 1 household where their parents still help fulfill their daily needs..Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernikahan dini yang terjadi di Desa Koto Tengah. Pernikahan dini dalam penelitian ini meliputi usia pernikahan yang tertera dalam undang-undang perkawinan, kesiapan mental dan fisik pasangan, serta kehidupan rumah tangga pasangan yang melangsungkan pernikahan dini tersebut. Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa pernikahan dapat dilakukan ketika sudah berusia 19 tahun ke atas, namun di salah satu Desa Koto Tengah setiap tahunnya terdapat warga yang menikah di bawah usia 19 tahun. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan pasangan menikah dini dan menganalisis bagaimana kehidupan sosial ekonomi yang terjadi pada rumah tangga pasangan yang menikah dini di Desa Koto Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sementara itu, pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan konsep pernikahan, pernikahan dini, keluarga, rumah tangga dan sosial ekonomi serta teori struktural fungsional Radclift Browm. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pasangan menikah dini adalah faktor kebiasaan masyarakat, faktor MBA (marriage by accident), faktor kondisi ekonomi orang tua, dan faktor berhenti atau putus sekolah. Kehidupan sosial ekonomi dalam rumah tangga pasangan pernikahan dini tidak berjalan sebagaimana mestinya karena mereka masih tinggal di rumah orang tua pihak perempuan, artinya dalam satu rumah terdapat lebih dari 1 kepala keluarga yang mana orang tua mereka masih membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Senjata Kurambik Sebagai Atribut dalam Silat pada Sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi, Nagari Sungai Pua Ravika, Nadila; Yunarti, Yunarti; Arifin, Zainal
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.18407

Abstract

The kurambik weapon is an original Minangkabau handheld weapon, curved in shape on the blade and has a hollow handle and is used as a secret weapon in silat. The use and inheritance of kurambik weapons in West Sumatra is not much and not just anyone can use this weapon. Kurambik weapons are usually associated with the silek harimau genre in Minangkabau. However, data was obtained that there are also silek tuo genre that use and inherit kurambik weapons. The sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi in Sungai Pua Nagari, Agam Regency is an silek tuo genre that was found to use and pass on kurambik weapons and make them an attribute in silat. This study aims to describe what is the reason for using kurambik weapons and explain how the fighter's knowledge of kurambik weapons in the sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi in Nagari Sungai Pua. This qualitative research uses descriptive analysis with observation, interview, literature study, and documentation methods. Informants were selected purposively, consisting of actors and observers of kurambik weapons. The results showed that there are two reasons for the use of kurambik weapons in the sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. The first reason is because the kurambik weapon is a legacy and the second reason is because the kurambik weapon is an identity. The fighter's knowledge of the form, function, value and use of kurambik weapons is knowledge or understanding gained while learning to use kurambik at sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. This knowledge is certainly connected to their behavior towards the kurambik weapon, one of which is shown through how carefully they use this weapon when practicing.Abstrak: Senjata kurambik merupakan suatu senjata genggam asli Minangkabau, berbentuk melengkung pada bilahnya dan memiliki gagang yang berlubang dan digunakan sebagai senjata rahasia dalam silat. Penggunaan dan pewarisan senjata kurambik di Sumatera Barat tidaklah banyak dan tidak sembarang orang pula yang bisa menggunakan senjata ini. Senjata kurambik biasanya selalu dikaitkan dengan aliran silat harimau di Minangkabau. Hanya saja, didapatkan data bahwa ada pula aliran silek tuo yang menggunakan dan mewariskan senjata kurambik. Sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi yang berada di Nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam yang beraliran silek tuo yang ditemukan menggunakan dan mewariskan senjata kurambik dan menjadikannya atribut dalam silat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang menjadi alasan penggunaan senjata kurambik serta menjelaskan bagaimana pengetahuan pesilat tentang senjata kurambik pada sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi di Nagari Sungai Pua. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis deskriptif dengan metode observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan dipilih secara sengaja, terdiri dari pelaku dan pengamat senjata kurambik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua hal yang menjadi alasan penggunaan senjata kurambik pada sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. Alasan pertama adalah karena senjata kurambik sebagai warisan dan alasan kedua yaitu karena senjata kurambik sebagai identitas. Pengetahuan pesilat terhadap bentuk, fungsi, nilai dan cara penggunaan senjata kurambik merupakan pengetahuan atau pemahaman yang didapatkan selama belajar menggunakan kurambik di sasaran Silek Tuo Siunyuik Marapi. Pengetahuan ini tentunya terhubung pada perilaku mereka terhadap senjata kurambik, salah satunya ditunjukkan melalui bagaimana mereka begitu hati-hati menggunakan senjata ini ketika berlatih.
Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga: Studi Kasus Bank Sampah Sakinah di Kelurahan Batu Gadang Yulia, Regina; Yunarti, Yunarti; Syahrizal, Syahrizal
Aceh Anthropological Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Anthropology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aaj.v8i2.17947

Abstract

This study describes the management and utilization of household waste in the Sakinah Waste Bank. Waste banks are present as an alternative in household waste management, expected to help overcome waste management problems and reduce the amount of waste in landfills. This research aims to look at the management of household waste in the Sakinah Waste Bank, as well as the utilization of household waste through the Sakinah Waste Bank in the Batu Gadang Village community. This research uses a qualitative method with a case study approach, then uses data collection techniques in the form of observation, interviews, literature study, and documentation. The selection of informants was carried out using purposive sampling technique, with a total of 15 informants, consisting of 10 key informants and five ordinary informants. The results showed that the management of household waste in the Sakinah Waste Bank, there is a change in the view of waste from dirty and useless items to items that can be reprocessed. through the Sakinah Waste Bank, the community is educated on how to manage plastic recycled waste so that it will produce economic value for the community, especially customers of the Sakinah Waste Bank. The existence of the Sakinah Waste Bank also makes changes in the community, starting from the view of waste, the habit of managing waste to the economic benefits felt by the community.Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga di Bank Sampah Sakinah. Bank sampah hadir sebagai alternatif dalam pengelolaan sampah rumah tangga, diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah dan berkurangnya jumlah sampah di tempat pembuangan akhir. Penelitian ini bertujuan melihat pengelolaan sampah rumah tangga pada Bank Sampah Sakinah, serta pemanfaatan sampah rumah tangga melalui Bank Sampah Sakinah di masyarakat Kelurahan Batu Gadang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, kemudian menggunakan teknik pengempulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan total 15 informan, yang terdiri dari 10 informan kunci dan lima informan biasa. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengeloaan sampah rumah tangga di Bank Sampah Sakinah, adanya perubahan pandangan terhadap sampah yang awal yang barang kotor dan tidak berguna menjadi barang yang dapat diolah kembali. melalui Bank Sampah Sakinah masyarakat diedukasi mengenai cara pengelolaan sampah daur ulang plastik hingga nantinya menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat khususnya nasabah Bank Sampah Sakinah. Keberadaan Bank Sampah Sakinah juga membuat perubahan yang ada dimasyarakat mulai dari pandangan mengenai sampah, kebiasaan mengelola sampah hingga manfaat ekonomis yang dirasakan masyarakat.