Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KECEPATAN SUDUT TERHADAP PUTARAN PROPELLER DAN KESTABILAN QUADCOPTER Alias Uto Purba; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v8i0.665

Abstract

Quadcopter is one of the Unmanned Aerial Vehicles (UAV) or the so-called unmanned aerial vehicle which is a flying vehicle that has the ability to operate without a pilot on board. A Quadcopter must consist of the following important components: - The quadcopter consists of 4 motor brushles and each motor has 1 propeller. - The quadcopter can perform several basic functions including pitch, roll and yaw - The system built into the Quadcopter is automatic.In designing this tool is to make a block diagram as a reference for each block, each of which is related to one another, thus forming a control system with a microcontroller controlled via RC (Remote Control) media.To make a quadcopter so that it can fly, a force of F is needed, for this position the force F required must be less than 6,37 kg m/.Keyword : Quadcopter, UAV, multicopter
Analisa Fungsi T-DME Sebagai Pengganti Fungsi Outer Marker Runway O7 L Bandara Soekarno Hatta Nurlaili Wulan Sari; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v7i0.308

Abstract

DME merupakan sebuah alat yang memberikan informasi jarak dan posisi pesawat terbang dengan ground station. DME umumnya berpasangan dengan VOR (Very High Omni-Directional Range) maupun ILS (Instrument Landing           System ) disebut juga T-DME. Peralatan T-DME (Terminal DME) dibandara Soekarna Hatta merupakan DME yang dipasangkan dengan salah satu Instrument Landing System (ILS) yaitu Glide Path, yang merupakan peralatan navigasi penerbangan yang berfungsi untuk memberikan jarak terhadap titik pendaratan secara presisi dan tidak terputus kepada pesawat udara yang sedang melakukan pendekatan dan dilanjutkan dengan pendaratan di landasan pacu pada suatu bandar udara. Pada penelitian ini akan membandingkan antara data yang terdapat di ground check dengan yang tertera pada layar monitor. Hasil dari pengamata mendapatkan hasil bahwa  perbedaan sinyal  delay sebesar 0.01 μs dan perbedaan pembacaan jarak 0.02 NM  atau 3.7 meter. Hasil akhir disimpulkan bahwa selisih perhitungan tersebut masih dalam nilai toleransi yang diperbolehkan.
ALAT PENGHITUNG PEMAKAIAN DAYA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN AVR ATMEGA 16A Sugianto Sugianto; Munnik Haryanti; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 5 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v5i0.759

Abstract

Dengan banyaknya peralatan yang menggunkan energi listrik pemakaian energi listrik semakin besar dan yang harus kita bayar pun juga menjadi besar sesuai dengan pemakaian. Tapi biasa nya KWH meter milik PLN hanya bisa menghitung pemakain nya saja sehingga kita tidak mengetahui sebenarnya berapa yang harus kita bayar karena di KWH meter tersebut hanya menampilkan nominal pemakaian saja lalu kita hanya membayar tanpa kita mengetahuir perhitungan nya seperti apa karena yang mencatat meteran dari petugas PLN.  Dengan memakai alat penghitung pemakaian daya listrik yang berbasis mikrokontroler AVR Atmega 16A, penggunaan display bisa mengetahui berapa daya yang dikonsumsi tiap bulan dan besarnya biaya yang dibayarkan. Perlu diadakan sinkronisasi bila terjadi kenaikan tarif dasar listrik sewaktu-waktu.Keyword:KWH meter dan perhitungan daya 
Prototip Monitoring Suhu air Pada Genset 1250Kva Berbasis Microcontroller Arduinio Uno 328Pvia SMS Sa pardi; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v7i0.304

Abstract

Genset berfungsi sebagai pengganti suplai listrik ketika sedang terjadi pemadaman listrik suplai PLN, sehingga pengawasan mesin genset yang kurang optimal dapat mengakibatkan kinerja mesin terganggu,salah satunya adalah overheating pada mesin dan komponen lainnya. Pada penelitian ini, alat dirancang dan disimulasikan menggunakan dua heater sebagai beban, heaterpertama bekerja dan mengaktifkan heaterkedua dalam waktu 06:30,6menit. Heaterpertama memerlukan waktu 47,38 menit sedangkan heaterkedua dalam waktu 49,08 menit.Notifikasi SMS menggunakan provider Simpati dan Axis.Hasil perhitungan waktu kenaikan suhu heater pertama memerlukan waktu 7,5s dan penurunan memerlukan waktu 7,9s, sedangkan heater keduakenaikan suhu memerlukan waktu 7,6s dan penurunan suhu memerlukan waktu 8,2s.
PROTOTYPE JEMURAN PAKAIAN OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER Sandi Nurhadiyanto; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v8i0.666

Abstract

Armed with previous tools regarding pre-existing automatic clothespins. Where the shortcomings of this tool are the absence of assistance to dry clothes when the clothesline is entered (not in the position of not drying), so that the activity of drying the tools is not optimal.The components are selected in order to match the characteristics and specifications of the selected components with the needs of the tool so that the tools that are made can work properly, light sensors and raindrop sensors in this simulator for reasons of convenience and safety.The speed of light is 299,752,458 meters per second so that the checking conditions for the value of light intensity can vary (uncertain). Therefore, the position for placing the LDR must be considered.Keyword : Mikrocontroller, LCD, LED, Motor DC 
Analisis Motor pada Quadcopter Khumairowati Khumairowati; Bekti Yulianti
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 8, No 2 (2016): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v8i2.519

Abstract

ABSTRAKSebuah quadcopter dapat melakukan take-off dan landing secara vertikal. Empat brushless  motor yang terdapat pada quadcopter mempunyai gerakan searah dan berlawanan arah jarum jam. Sinkronisasi dari brushles motor pada quadcopter diperlukan ketika salah satu brushless motor bermasalah. Sinkronisasi tersebut dilakukan oleh ESC (Electronic Speed Controller). ESC bertugas sebagai pengendali kecepatan dan arah putar dari brushless motor. Pemilihan ESC didasarkan pada besarnya arus maksimal dari brushless motor.  Pengujian terhadap quadmotor didapat bahwa gaya yang dibutuhkan untuk terbang 3.185 kg m/s2, untuk dapat bergerak keatas gaya harus lebih dari 1.5925 kg m/s2 dan gaya tidak boleh lebih dari 6.37 kg m/s2 untuk dapat bergerak turun, dengan lama terbang 10,207 menit, efisiensi motor 91,1%, torsi 0.089 Nm dan kecepatan sinkron motor 428.57 rpm.
PEMILIHAN DESAIN JARINGAN AKSES MENGGUNAKAN TEORI ECONOMIC ANALYSIS DECITION Bekti Yulianti
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2017): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v9i1.498

Abstract

AbstrakPerencanaan desain jaringan akses merupakan salah satu sarana penunjang yang penting untuk mengembangkan suatu kawasan bisnis, sebagai penunjang berbagai layanan komunikasi seperti internet, telepon, videocall, seluler atau multi media lainnya. Untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi tersebut perlu dilakukan pemilihan teknologi yang akan digunakan. Metoda yang digunakan adalah Economic Analysis Decitio. Teknologi infrastruktur yang akan dibandingkan adalah penggunaan fiber optic dan tembaga, dengan membandingkan Net Present Value (NPV), payback periode, Internal Rate of Return (IRR) dan cost ratio. Dari hasil analisis perbandingan pengembangan kedua infrastruktur tersebut, didapatkan bahwa pengembangan infrastruktur fiber optic lebih baik dibandingkankan dengan infrastruktur menggunakan tembaga, dengan nilai NPV 36,364, IRR 47,5%, cost ratio 3,22 dan payback periode 4 tahun.
Transfer Function and Transient Response Analysis of Active Inrush Current Limiting Circuit on P-MOSFET with Equivalent RLC Series Circuit Load of Inverter Munnik Haryanti; Adi Nugroho; Bekti Yulianti; Yohannes Dewanto
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 3 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Maret 2
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i3.818

Abstract

Inrush current is a transient current surge when a piece of electrical equipment is turned on. One of the solutions is a P-MOSFET-based active inrush current limiter, which will be analyzed with KiCad software to analyze the transient response graph and a Python program to analyze the transfer function graph. From the observation, the circuit could reduce the inrush current amount which was initially ranging from 12mA – 12A to below 500nA, with a very low amount of ripple (under 100nA peak-to-peak). The transfer function graph from the RLC load represents its transient response graph, and the transfer function graph of the inrush current limiter with load creates a logarithm function. Keywords: inrush current, P-MOSFET, transient response, transfer function, ripple
SIMULATOR KENDARAAN TRANSPORTASI CARGO BANDARA BERKAPASITAS ANGKUT 1000 GRAM BERBASIS LINE FOLLOWER Zaidan, Abdul Rofi; Yulianti, Bekti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v13i1.1306

Abstract

Proses pemindahan kargo dari pesawat ke area penyimpanan dan sebaliknya adalah salah satu aspek yang harus dioptimalkan untuk memastikan efisiensi dan keamanan dalam operasi bandara. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi adalah melalui penggunaan teknologi. Teknologi line follower dan weighing saat ini telah sangat maju dan menarik, salah satunya bisa diterapkan pada simulator transport cargo bandara. Simulator transport cargo merupakan sebuah alat yang dapat berjalan sesuai jalur yang dibuat dengan menggunakan sistem line follower yang dilengkapi dengan sistem weighing. Konsep ini hanya perlu memberi media penggerak berupa lintasan agar bisa dibaca oleh sensor untuk bisa menggerakan objek mobil transport cargo. Simulator Kendaraan Transportasi Cargo Bandara Berkapasitas Angkut 1000 Gram Berbasis Line Follower dibuat dengan berbasis Microcontroller Arduino dan menggunakan sensor TCRT-5000 berfungsi untuk mendeteksi adanya suatu lintasan yang dibuat untuk mobil kargo. Data dari sensor akan diproses dan kecepatannya dikontrol oleh Motor Driver. Sensor load cell digunakan untuk mengukur berat beban dari suatu barang agar diketahui berat beban yang dihasilkan oleh load cell, hasil pengukuran berat akan ditampilkan pada layar LCD. Satu buah Buzzer dan LED digunakan sebagai displayapabila beban melebihi kapasitas yang sudah ditentukan secara otomatis akan menyala. Proses perancangan dan pembuatan konsep prototype transport cargo ini terdiri dari beberapa langkah yaitu diawali dengan pembuatan blok diagram, kemudian membuat skematik diagram serta pembuatan bagian software seperti pembuatan flowchart, pseudocode, pemograman dan pembuatan bagian hardware seperti pemasangan dan pengemasan alat.Dengan implementasi prototipe transportasi kargo bandara ini, kita dapat memahami operasi sistem line follower dan sistem penimbangan sesuai dengan yang direncanakan. Secara keseluruhan, kinerja sistem line follower dan sistem penimbangan pada prototipe transportasi kargo bandara telah sesuai dengan kemampuan untuk menerima data dari sensor TCRT-5000 dan sensor load cell serta menavigasi jalur yang telah ditentukan.Proses pemindahan kargo dari pesawat ke area penyimpanan dan sebaliknya adalah salah satu aspek yang harus dioptimalkan untuk memastikan efisiensi dan keamanan dalam operasi bandara. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi adalah melalui penggunaan teknologi. Teknologi line follower dan weighing saat ini telah sangat maju dan menarik, salah satunya bisa diterapkan pada simulator transport cargo bandara. Simulator transport cargo merupakan sebuah alat yang dapat berjalan sesuai jalur yang dibuat dengan menggunakan sistem line follower yang dilengkapi dengan sistem weighing. Konsep ini hanya perlu memberi media penggerak berupa lintasan agar bisa dibaca oleh sensor untuk bisa menggerakan objek mobil transport cargo.Simulator Kendaraan Transportasi Cargo Bandara Berkapasitas Angkut 1000 Gram Berbasis Line Follower dibuat dengan berbasis Microcontroller Arduino dan menggunakan sensor TCRT-5000 berfungsi untuk mendeteksi adanya suatu lintasan yang dibuat untuk mobil kargo. Data dari sensor akan diproses dan kecepatannya dikontrol oleh Motor Driver. Sensor load cell digunakan untuk mengukur berat beban dari suatu barang agar diketahui berat beban yang dihasilkan oleh load cell, hasil pengukuran berat akan ditampilkan pada layar LCD. Satu buah Buzzer dan LED digunakan sebagai displayapabila beban melebihi kapasitas yang sudah ditentukan secara otomatis akan menyala. Proses perancangan dan pembuatan konsep prototype transport cargo ini terdiri dari beberapa langkah yaitu diawali dengan pembuatan blok diagram, kemudian membuat skematik diagram serta pembuatan bagian software seperti pembuatan flowchart, pseudocode, pemograman dan pembuatan bagian hardware seperti pemasangan dan pengemasan alat.Kata Kunci : Transport Cargo, Sensor TCRT-5000, Motor Driver L298N,                        Mikrokontroler Arduino Uno, Sensor LoadcellEmail           :  arofizaidan97@gmail.com  Dengan implementasi prototipe transportasi kargo bandara ini, kita dapat memahami operasi sistem line follower dan sistem penimbangan sesuai dengan yang direncanakan. Secara keseluruhan, kinerja sistem line follower dan sistem penimbangan pada prototipe transportasi kargo bandara telah sesuai dengan kemampuan untuk menerima data dari sensor TCRT-5000 dan sensor load cell serta menavigasi jalur yang telah ditentukan.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin untuk Aplikasi Mikropower menggunakan Mikroturbin Generator HARYANTI, MUNNIK; YULIANTI, BEKTI; NINGRUM, NURWIJAYANTI KUSUMA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 11, No 1: Published January 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i1.143

Abstract

ABSTRAKPotensi energi di Indonesia sangat besar dan berlimpah. Terletak di antara dua Samudra dan benua merupakan keuntungan sendiri. Disamping letak startegis, garis katulistiwa membuat iklim menjadi tropis. Salah satu potensi tersebut adalah energi angin, yang selalu ada dan merupakan energi bersih. Ketersediaannya yang melimpah membuat energi ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Penelitian ini berkonsentrasi membuat pembangkit listrik tenaga angin dengan menggunakan kincir angin untuk memutar generator DC, dengan konfigurasi lima buah blade dengan Panjang 75 cm, menggunakan fan belt sehingga putaran generator dapat semakin cepat. Hasil pengujian pertama didapatkan, dengan ketinggian 1,46 m didapatkan tegangan 12,1 V daya 60,5 W kecepatan angin untuk memutar kincir adalah 4 m/s. Hasil percobaan kedua didapatkan daya 133 W, pada kelajuan angin 8 m/s dan ketinggian 4 m.Kata kunci: potensi angin, mikro generator, turbin angin ABSTRACTEnergy potential in Indonesia is very large and abundant. Located between two oceans and a continent is an advantage in itself. Besides the strategic location, the equator makes the climate tropical. One such potential is wind energy, which is always present and is clean energy. Its abundant availability makes this energy usable to generate electricity. This research concentrates on making wind power plants by using a windmill to rotate a DC generator, with a configuration of 5 blades with a length of 75 cm, using a fan belt so that the generator spins faster. The results of the first test were obtained, with a height of 1.46 m, a voltage of 12.1 V, a power of 60.5 W, the wind speed to turn the wheel was 4 m/s. The results of the second experiment obtained a power of 133 W, at a wind speed of 8 m/s and a height of 4 m.Keywords: wind energy, micro generator, wind turbine