Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Implementasi Panel Surya Sebagai Sumber Listrik Tambahan Pada Pondok Pesantren Nurul Muta’allimin Depok nurwijayanti; Haryanti, Munnik; Juswara, Andy; Sumpena; Bekti Yulianti
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/9g47mx43

Abstract

Panel surya menjadi salah satu jenis sumber energi terbarukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah mulai banyak dikenal dan diminati dimasyarakat sebagai penghasil listrik yang ramah lingkungan dan mudah diimplementasikan langsung pada skala rumah tangga karena dapat dibangun dan dioperasikan secara mandiri tanpa jaringan listrik PLN (Off Grid) atau terhubung dengan jaringan listrik PLN (On Grid). Kegiatan PKM Prodi Teknik Elektro mengimplementasikan PLTS On Grid di Pondok Pesantren Nurul Muta’allimin Depok dengan memasang 2 buah panel surya 100 WP secara paralel. Sistem PLTS dirancang dengan sistem otomatisasi untuk memindahkan mode listrik PLTS menjadi mode PLN apabila terjadi masalah pada panel surya. PLTS menghasilkan sumber listrik untuk menyalakan 10 buah lampu 30 Watt di area belajar. Sistem PLTS yang dibangun dapat menyalakan lampu selama 6-7 jam karena hanya menggunakan 1 buah baterai 100 Ah dan memerlukan waktu charging baterai selama 8-9 jam.  
Workshop  Perakitan Alat Pembangkit Energi Terbarukan (EBT) Sederhana Bagi Siswa/Siswi di Lingkungan Pondok Pesantren Nurul Muta’allimin Depok Raden Muh Sultoni; Munnik Haryanti; Yulianti, Bekti; Yohanes Dewanto; Effendi Dodi; Rahman Bayu Pratama
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/8222wf71

Abstract

Pemerintah Indonesia telah  menandatangani perjanjian internasional dalam hal perubahan iklim  pada 22 April 2016 yaitu  Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change. Salah satu pasal di perjanjian tersebut adalah upaya untuk meningkatkan penggunaan  energi terbarukan dan partisipasinya dari masyarakat. Energi terbarukan yang dimaksud antara lain  pemanfaatan tenaga surya, tenaga air dan tenaga bayu  sebagai pembangkit energi Listrik. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mengurangi penggunaan energi minyak bumi secara bertahap. Oleh kaena itu Program Studi Teknik Elektro Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma merasa terpanggil untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang energi baru dan terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)  dan Pembangkit Listrik tenaga Bayu (angin) (PLTB). Salah satu cara menyebarkan pengetahuan mengenai Energi Baru & Terbarukan tersebut adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan (workshop) kepada siswa siswi Pondok Pesantren Nurul Muta’allimin di Depok Jawa Barat menggunakan miniatur miniatur pembangkit Listrik PLTS, PLTA, & PLTB.  Dari hasil evaluasi akhir pelaksanaan kegiatan, peserta dapat merakit miniatur dengan dengan baik dan  86,66% peserta memahami materi yang telah diberikan.   The Indonesian government has signed an international agreement on climate change on April 22, 2016, namely the Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change. One of the articles in the agreement is an effort to increase the use of renewable energy and its participation from the community. The renewable energy in question includes the use of solar power, hydropower and wind power as electricity generators. Government Regulation Number 79 of 2014 concerning National Energy Policy encourages the use of New Renewable Energy (EBT) and reduces the use of petroleum energy gradually. Therefore, the Electrical Engineering Study Program of Marshal Suryadarma Aerospace University feels called to disseminate knowledge about new and renewable energy, especially Solar Power Plants (PLTS), Hydroelectric Power Plants (PLTA) and Wind Power Plants (PLTB). One way to spread knowledge about New & Renewable Energy is through Community Service (PKM) activities in the form of training (workshop) for students of the Nurul Muta'allimin Islamic Boarding School in Depok, West Java using miniatures of PLTS, PLTA, & PLTB power plants. From the results of the final evaluation of the implementation of the activity, participants were able to assemble the miniatures well and 86,66% of participants understood the material that had been given.
Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Alat Pembakar Dan Pengering Sampah Organik Sebagai Solusi Pengurangan Sampah Berkelanjutan Yulianti, Bekti; Munnik Haryanti; Yohannes Dewanto; Tateng Sukendar; Rachman Bayu Pratama
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/evq54p66

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan lingkungan sekitar yang kurang efektif telah menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, tim PKM Prodi Teknik Elektro Unsurya merancang dan membuat alat pembakaran sampah berbasis teknologi tepat guna yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan survei kebutuhan mitra, perancangan alat, pelatihan, hingga evaluasi penggunaan oleh masyarakat. Percobaan terhadap pembakaran pada tungku menunjukkan rentang suhu optimal terjadi antara menit ke-10 hingga ke-25, yang sangat sesuai untuk pembakaran cepat dengan produksi asap minimal. Selisih suhu antara ruang pembakaran dan cerobong sebesar 180–240°C menunjukkan efisiensi perpindahan panas yang tinggi serta sistem draft vertikal yang bekerja dengan baik. Selain itu, tungku ini mampu mencapai suhu di atas 600°C hanya dalam waktu 15–20 menit, berkat desain pembakaran tertutup dan isolasi termal dari bahan hebel, yang menjadikannya solusi tepat guna untuk pengolahan sampah ramah lingkungan di tingkat komunitas. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang berkelanjutan bagi penanganan sampah skala kecil di lingkungan rumah tangga dan komunitas lokal.   The ineffective management of household waste and the surrounding environment has led to various negative impacts, including environmental pollution and health issues. To address this problem, the PKM team from the Electrical Engineering Program at Unsurya designed and developed a waste incinerator based on appropriate technology that is simple, economical, and environmentally friendly. The activity was carried out through several stages, including partner needs surveys, tool design, training, and evaluation of community usage. Experimental testing of the incinerator showed that the optimal temperature range occurred between the 10th and 25th minute, which is ideal for fast combustion with minimal smoke production. The temperature difference between the combustion chamber and the chimney, ranging from 180 to 240°C, indicates high heat transfer efficiency and a well-functioning vertical draft system. Additionally, the incinerator can reach temperatures above 600°C within just 15 to 20 minutes, thanks to its closed combustion design and thermal insulation using hebel (aerated concrete), making it an appropriate solution for environmentally friendly waste processing at the community level. The results of this activity are expected to offer a sustainable alternative solution for small-scale waste management in households and local communities.
Analysis of the Impact of Skywalker Drone Battery Waste Management on the Environment Using Linear Programming Method Rahmawati, Cynthia; Yuniarti, Endah; Haryanti, Munnik; Yulianti, Bekti; Fairuza, Syarifah; Ashari, Muhammad Yazid
Industrial and Domestic Waste Management Volume 5 - Issue 2 - 2025
Publisher : Tecno Scientifica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53623/idwm.v5i2.757

Abstract

The disposal of lithium-based drone batteries presents a significant environmental challenge due to the presence of heavy metals and hazardous substances. Effective management strategies are essential to reduce pollution and mitigate operational risks associated with improper handling. This study proposes an optimal waste management strategy for Skywalker drone batteries using a Linear Programming (LP) approach. The model incorporates three waste management options: recycling, temporary storage, and final disposal. It also accounts for facility capacity limitations, environmental regulations, and cost constraints. The simulation results demonstrate that the LP model provides an optimal waste allocation scheme. Compared to conventional waste management methods, the LP-based strategy reduces environmental impact and achieves higher cost efficiency. The findings highlight the effectiveness of LP modeling as a decision-support tool for waste management planning. The study recommends the adoption of an LP-based integrated management framework to support future environmental and operational decisions in drone technology.
Design and Build a Push-Pull Inverter for Room Lighting Haryanti, Munnik; Yulianti, Bekti; Rahmawati, Cynthia; Adhicandra, Iwan
Green Intelligent Systems and Applications Volume 5 - Issue 2 - 2025
Publisher : Tecno Scientifica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53623/gisa.v5i2.761

Abstract

This study addressed the issue of harmonic distortion in solar power systems that required inverters to convert DC voltage to AC for indoor lighting applications. The objective was to design and evaluate a push-pull inverter incorporating pulse width modulation (PWM) to reduce harmonics and ensure a stable voltage output. A push-pull topology was selected because of its relatively simple design and ability to step up DC voltage using a transformer, making it suitable for low- to medium-power applications. The inverter employed two metal–oxide–semiconductor field-effect transistor (MOSFET) switching devices operated alternately to generate AC waves at the output. The core of the design was a 50 Hz pulse generator producing a 5 V pulse signal with a small current, which was then amplified using a current amplifier before being supplied to the transformer. The transformer functioned to induce the electromagnetic field from the pulse source and release it at a higher voltage of 220 V. Experimental testing was performed using 2.3 W, 5 W, and 8 W LED lights. A minor modification to the gate resistor improved system performance, resulting in stable transformer output voltages at 5 W and 8 W loads. These results demonstrated that the PWM-controlled push-pull inverter successfully reduced harmonics and maintained voltage stability under higher loads, making it effective for indoor LED lighting powered by solar energy. Future studies could aim to enhance efficiency at lower loads, minimize switching losses, and implement more advanced PWM techniques to achieve performance levels comparable to pure sine wave inverters.
MESIN INHALASI HYDROXY KAPASITAS 24-36 WATT BERBASIS SOLAR CELL Yulianti, Bekti; Dewanto, Yohanes; Haryanti, Munnik; Awaludin, Muryan
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.883

Abstract

Alat inhalasi hydroxyl merupakan salah satu alat yang digunakan untuk terapi yang berhubungan dengan keluhan terhadap pernapasan. Prinsip kerja dari alat inhalasi ini adalah menguraikan molekul air menjadi senyawa Oksigen dan senyawa Hidrogen. Gas yang dihasilkan dari penguaraian tersebut dinamakan gas HHO. Generator HHO adalah alat yang akan menghasilkan gas HHO dari proses penguraian senyawa air tersebut. Generator yang akan dibuat memilki kapasitas 24-36 watt dengan sumber tegangan 12 DC dari Solar Cell. Penggunaan solar cell digunakan agar alat dapat digunakan lebih fleksibel ditempat yang belum terdapat aliran listrik. Berdasarkan hasil percobaan terhadap alat dengan daya maksimal 36 watt dan kadar NaOH 10% sebagai katalis terhadap seluruh volume air yang digunakan, maka rata-rata kenaikan volume gas hidrogen setiap kenaikan arus 0,1 A selama 30 menit adalah 15,21 ml dan gas oksigen adalah 33,6 ml. Sedangkan rata-rata kenaikan volume gas hydrogen berdasarkan kenaikan suhu sebesar 1°K dan kenaikan arus 0,1 A adalah 0,77 ml dan kenaikan oksigen sebesar 1,54 ml. Kata Kunci : hydroxy , metode inhaler, terapi untuk paru-paru
PROTOTIPE MONITORING PENGGUNAAN AIR PDAM DAN HARGA BAYAR DI RUMAH INDEKOS BERBASIS IOT Wicaksono, Anjas Cipto; Yulianti, Bekti; Sultoni, Raden Muh.
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i2.1113

Abstract

AbstrakAir adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Air dibutuhkan disegala aspek kehidupan manusia, mulai dari keperluan pribadi yang meliputi minum, mencuci, dan mandi dan masih banyak yang lainnya. Ketersediaan air bersih dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu melalui air sumur, PAM, dan PDAM. PDAM dan PAM merupakan layanan penyedia air minum. Pelanggan PDAM/PAM di perkotaan tidak hanya rumah tangga biasa salah satunya adalah rumah indekos. Oleh sebab itu diperlukan sebuah alat yang dapat memantau penggunaan air dan kebocoran pada saluran pipa untuk menghemat atau membatasi penggunaan air yang berlebihan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem otomotasi pemantau penggunaan air PDAM dan tarif air PDAM. Sistem ini berupa prototipe yang terhubungan dengan IoT, sistem ini menggunakan wemos D1 sebagai pusat kontrol dan water flow sensor yang dapat mendeteksi debit air yang mengalir. Air yang mengalir melalui water flow sensor akan terdeteksi dan akan muncul melalui tampilan Blynk sehingga penggunaan air PDAM akan dapat dipantau walaupun berada jauh dari rumah. Tarif yang dikenakan adalah Rp. 4.500/L, dengan begitu perhitungan dilakukan dengan rumus : Penggunaan air x tarif air PDAM. Pada pengujian dilakukan dengan menggunakan meteran PDAM yang telah disesuaikan dengan penggunaan air yaitu 1 liter, 2 liter, 3 liter, 4 liter dan 5 liter. Water flow sensor dapat mendeteksi debit air dengan akurat sehingga debit air dan harga bayar yang ditampilkan pada Blynk akurat. Konversi dari debit air yang terbaca oleh water flow sensor dilakukan perhitungan menjadi volume air dengan menggunakan persamaan : V = Q × t. Setelah itu dilakukan perhitungan berdasarkan rumus tersebut dan hasil volume air tersebut dikalikan dengan tarif air yang dikeluarkan oleh PDAM. Hasil perhitungan tarif penggunaan air PDAM akan ditampilkan melalui aplikasi BlynkKata Kunci : Air, PDAM, Rumah Indekos, IoT, Water Flow Sensor, Wemos D1, Blynk 
PROTOTIPE SMART FARMING BERBASIS IOT DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI BARU TERBARUKAN Rohim, Irvan Nur; Yulianti, Bekti; Juswara, Andi
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i2.1115

Abstract

AbstrakProduksi daging sapi, kerbau dan kambing menjadi prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mencapai swasembada komoditas daging. Peternakan sapi potong harus dapat menghasilkan sapi potong yang sehat dan mempunyai berat yang maksimal untuk mencukupi kebutuhan daging sapi nasional. Tentunya dengan pemantauan sapi secara berkala untuk memastikan kesehatan dan tumbuh kembang sapi dapat dimaksimalkan. Lalu kebutuhan listrik di kandang yang jauh dari pemukiman merupakan salah satu masalah yang harus diperhatikan oleh pemilik ternak sapi maka dari itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memanfaatkan energi baru terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem peternakan pintar yang digunakan untuk pemantauan kondisi hewan ternak secara berkala dan pemeliharaan kendang yang lebih efisien dan mudah serta penggunaan listrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan yaitu biogas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental. Tahapan dalam sistem ini meliputi flowchart dan blok diagram untuk memudahkan membaca alur kerja yang akan dibuat dan diuji. Hasil penelitian ini adalah sebuah sistem smart farming berbasis IoT dengan memanfaatkan energi baru terbarukan. Menggunakan NodeMCU ESP8266 dan Wemos DI Mini sebagai kontrol utama, RFID dan juga motor dc sebagai pembacaan kondisi sampi serta penggerak untuk membersihkan kotoran sapi secara otomatis. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pemantauan perkembangan sapi secara berkala dapat dilakukan secara tepat dan efisien menggunakan RFID dengan data yang diinput dan tersimpan di Google Spreadsheet kemudian data yang berhasil terdeteksi akan menampilkan sejumlah informasi sapi dan kinerja motor DC dengan kontrol melalui Blynk  juga sangat baik dengan torsi 0,039 Nm dapat menarik beban hingga 1000 gram beban pada prototipe ini serta konsumsi listrik yang digunakan sangat kecil yakni 0,065-0,157 Wmin dengan rata-rata 0.546 Wmin dan dalam sehari diperlukan 2 kali kerja maka daya yang diperlukan dengan ditambah 20% dari komponen pendukung lainnya adalah 1,30 Wmin. Sehingga sangat mungkin sistem dijalankan dengan sumber listrik yang dihasilkan oleh energi baru terbarukan dalam hal ini adalah prototipe PLTGU. Kata Kunci : IoT, Smart Farming, RFID, Motor DC, NodeMCU ESP8266, Blynk
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR BERAT DAN TINGGI BADAN IDEAL DENGAN METODE BMI (BODY MASS INDEX) BERBASIS IOT Putra, Muhamad Reza Ardaffa; Yulianti, Bekti; ,MM, Sumpena
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v12i2.1116

Abstract

AbstrakSalah satu permasalahaan dalam menjadi bagian dari suatu bidang profesi seperti Anggota TNI, Anggota kepolisian, Pramugari/Pramugara dll adalah mempunyai tinggi dan berat badan yang ideal, kebanyakan alat ukur tinggi badan yang beredar kurang memungkinkan untuk mendapatkan data yang akurat, karena kebanyakan alat ukur tinggi badan yang beredar dipasaran ataupun pada klinik masih bersifat manual. Artinya untuk mendapatkan data tinggi badan seseorang masih menggunakan cara pengukuran dengan tenaga manusia.Tujuan perancangan alat ini adalah untuk membuat sistem pengukuran berat dan tinggi badan secara otomatis berbasis Internet of things (IoT) yang terhubung melalui internet untuk informasi hasil pengukuran menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai kontrol, Sensor Ultrasonik HC-SR04 sebagai pendeteksi tinggi badan manusia, Sensor LoadCell sebagai pendeteksi berat badan manusia, Light Emitting Diode (LED) sebagai penanda atau indikator hasil  perhitungan Body Mass Index (BMI), Liquid Crystal Display (LCD) untuk memonitoring langsung, serta Google Sheet sebagai database hasil pengukuran.Perancangan alat ini memiliki data yang dikirimkan dari NodeMCU ESP8266 kepada Google Sheet sebagai penerima data yang berisi data waktu pengukuran, berat badan, tinggi badan dan Nilai BMI. Sistem yang dibuat bekerja dengan baik walaupun dalam pengukuran berat dan tinggi badan masih memiliki error yang dimana memiliki rata-rata error 0,71% untuk sensor tinggi badan, dan sensor berat yang memiliki rata-rata error 0,84%. Kata Kunci: IoT, NodeMCU ESP8266, Sensor Ultrasonik HC-SR04, Sensor LoadCell, Google Sheet
PROTOTIPE MONITORING PENGGUNAAN DAYA BERBASIS HOME ASSISTANT PADA LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA Dewanto, Yohannes; Setiawan, Arief; Yulianti, Bekti; Haryanti, Munnik
JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol 11 No 1 (2024): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v11i1.1141

Abstract

Latar belakang dari  penelitian ini adalah tidak adanya sistem pemantau pemakaian daya listrik di ruang laboratorium Teknik Elektro Unsurya sehingga terjadi drop Voltage atau tegangan turun yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan jaringan listrik mati. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan pada alat-alat elektronik laboratorium. Maka penggunaan daya ini menjadi salah satu permasalahan yang harus diperhatikan di laboratorium karena banyaknya peralatan yang digunakan dan fasilitas lainnya yang aktif  dengan daya yang cukup besar. Metode yang digunakan untuk menangani masalah penggunaan beban berlebih dengan merancang sistem pemantauan penggunaan daya listrik menggunakan modul NodeMCU ESP8266 sebagai kendali utama yang memiliki fitur  jaringan internet,  modul PZEM yang merupakan sensor pendeteksi arus dan RFID yang berfungsi sebagai kunci akses daya serta monitoring home assistant yang terpantau melalui komputer maupun smartphone. Didapatkan berdasarkan hasil rancangan bahwa penggunaan jaringan listrik dapat dilakukan apabila diaktifkan menggunakan kartu RFID dan pemakaianya terpantau melalui home assistant. Sistem jaringan listrik akan cut-off secara otomatis saat penggunaan daya melebihi batas daya yang ditentukan pada percobaan ini yang di setting sampai batas maksimal 250 Watt. Kata kunci: home assistant, Modul NodeMCU, Modul PZEM, RFID, Smartphone