Articles
SIMULATOR ALAT UKUR KECEPATAN DAN ARAH ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO R3
Indirfan Haerudin;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 5 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v5i0.757
Windsock merupakan alat manual yang digunakan sebagai penanda arah angin dan kecepatan angin diarea Bandara. Mengetahui secara detail informasi kecepatan dan arah angin akan sangat membantu dalam proses take-off dan landing pesawat terbang. Model alat ukur kecepatan dan arah angin yang dirancang terdiri dari satu rangkaian sensor cahaya untuk mengukur kecepatan angin dan delapan rangkaian sensor cahaya untuk menentukan arah angin. Dari hasil pengujian terhadap model alat yang dibuat di dapat tingkat akurasi pengujian sebesar 97,78% untuk diareal lapangan terbuk, 97,97% untuk di area pantai dan 98,40% untuk di area ketinggian. Sedangkan hasil dari pengujian arah angin dapat digunakan untuk menentukan delapan arah mata angin sesuai dengan posisi sumber angin terhadap alat penelitian.Kata Kunci : arah angin, take-off, kecepatan angin,sumber angin
Rancang Bangun Pulse Oximeter Menggunakan Aplikasi Blynk
Bekti Yulianti;
Ilham Prakoso
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 12, No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v12i1.1043
Oximeter adalah alat yang digunakan untuk memonitor keadaan jumlah oksigen dalam darah tanpa harus melalui tes darah (non-invasive). Alat oximeter atau disebut juga pulse oximeter pada saat ini menjadi alat yang sangat diperlukan dimasa pandemi Covid-19 khususnya mereka yang menjalani isolasi mandiri. Dengan memperhatikan permasalahan keamanan bagi orang-orang yang merawat para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri, maka dirancang pulse oximeter dengan metode PPG Reflectance menggunakan aplikasi Blynk yang berfungsi sebagai interface untuk menampilkan hasil pengukuran SpO2 dan BPM secara realtime. Akurasi pengukuran 99,5% untuk pengukuran SpO2 dengan nilai R0 0,495 dan 98,3% untuk pengukuran BPM. Kata kunci : Oximeter, Metode PPG Reflectance, Aplikasi Blynk, SPO2, BPM
RANCANG BANGUN MONITORING PEMAKAIAN ARUS LISTRIK PLN BERBASIS IoT
Ridyandhika Riza Ibrahim;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v11i2.953
Bisnis rumah indekos merupakan bisnis yang sudah berkembang pesat dimana rumah yang awalnya dibangun hanya untuk menjadi tempat tinggal lalu diubah menjadi indekos. Hal ini disebabkan banyaknya pekerja yang berdatangan dari luar daerah untuk bekerja disekitar perkotaaan. Permasalahan yang timbul pada bisnis rumah indekos ini salah satunya adalah pemakaian daya yang tidak terpantau dari setiap penyewa. Tujuan penilitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah sistem monitoring penggunaan listrik yang dapat digunakan untuk memantau penggunaan dan biaya pemakaian energi listrik setiap kamar secara real-time dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai media berbagi data. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental dan metode perancangan dalam pembuatan alat. Tahapan dalam sistem ini meliputi flowchart dan blok diagram untuk gambaran atau alur sistem kerja yang akan dibuat dan diuji. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah alat monitoring pemakaian arus listrik PLN berbasis IoT. Dengan menggunakan NodeMCU ESP 8266 sebagai kontrol, PZEM-004T sebagai sensor untuk mengukur tegangan, arus, daya dan energi, LCD sebagai menampilkan data serta Aplikasi Blynk sebagai monitoring pada Smartphone. Berdasarkan data pengujian sensor yang telah diuji dengan beban dan daya yang berbeda-beda mendapatkan nilai error yang relatif kecil dan berada dibawah nilai toleransi modul PZEM yaitu ±0.5. Kata kunci: IoT, NodeMCU ESP 8266, PZEM-004T, LCD, Blyn
PEMBUATAN MODEL ALAT UKUR BAHAN BAKAR TANGKI HELIKOPTER MENGGUNAKAN METODE KAPASITANSI
Adi Putra Toga Torop;
Yohannes Dewanto;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v8i0.664
Helicopters are heavier-than-air aircraft, with swivel wings with propellers, getting their spin from the transmission rotated by the engine. Helicopters are classified as rotary wing aircraft to distinguish them from aircraft with fixed wings. The fuel quantity in the instrument panel shows the amount of fuel as measured by the sensing unit in the tank. Most helicopter fuel measurements show in gallons (ponds), and will be accurate only when empty. So that the calibration is carried out when the fuel is fully filled and when the fuel is empty in the tank.In order to more easily understand the analysis of helicopter fuel using this capacitance method, a schematic diagram was designed. The measuring instrument was tested when submerged in water at a height of 5 cm, 10 cm, 15 cm, and 20 cm.Keyword : Helicopter, Capasitor, Ardunio, Sketch.
ALAT PENDETEKSI ORIGINALITAS BATERAI TIPE 18650 BERBASIS ARDUINO NANO
Rafiki Saputra;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v10i1.776
Baterai merupakan sebuah alat yang dapat merubah energi kimia menjadi energi listrik dan digunakan pada suatu perangkat elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti handphone, laptop, senter, dan remote control menggunakan baterai sebagai sumber listriknya. Berdasarkan survei lapangan ternyata banyak baterai palsu ( cloning ) yang beredar dimasyarakat khususnya baterai tipe 18650. Penggunaan baterai cloning dapat merusak peralatan elektronik. Perbedaan antara baterai otane (original ) dan cloning ( palsu) adalah nilai daya (mAh) dan tegangan (volt) tidak sesuai dengan yang tertera pada baterai dan perbedaan tersebut tidak dapat terlihat secara kasat mata. Perancangan alat portable pendeteksi originalitas baterai untu tipe 18650 menggunakan Arduino Nano dapat mengukur nilai daya dan tegangan pada baterai. Pengujian alat dengan mengukur tegangan awal dan akhir baterai selama pemakaian 20 menit. Hasil pengujian alat menunjukkan bahwa selama pemakaian, pada baterai cloning mengalami penurunan tegangan yang drastis sedangkan pada baterai original perlahan atau konstan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa baterai palsu hanya dapat digunakan ± 20 menit dengan rata-rata tegangan awal 4.2 v dan rata-rata tegangan akhir 1.9 v, sedangkan baterai original dapat digunakan ± 8 jam dengan ratarata tegangan awal 4.2 v dan rata-rata tegangan akhir 1.6 v.Keyword : Baterai 18650, Baterai Cloning, Baterai Otane
POWER METER PADA TELEMETERING SCADA DI GARDU INDUK 150 KV UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA
Anshory Ramadhan;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v11i1.880
Kecepatan dan keakuratan data SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition System) sangatlah dibutuhkan pada pengaturan sistem tenaga listrik. Operasi sistem tenaga listrik untuk area tertentu dikendalikan oleh Area Control Center (ACC). ACC bertanggung jawab terhadap kehandalan pasokan tenaga listrik yang menjadi daerah pengendaliannya, mengatur Subsistem 150 kV dan 70 kV. Data Telemetering Gardu Induk Mitsui 150 kV masih menggunakan Transducer yang masih berupa data analog (mili Ampere) yang dikirim ke RTU (Remote Terminal Unit) dan kelengkapan data metering yang dikirim ke Control Center hanya MW dan Mvar sehingga Dispathcer harus menghitung manual untuk mengetahui nilai Ampere. Serta data telemetering dari Transducer tidak akurat jika dibandingkan dengan data kWh Meter sebagai acuan. Berdasarkan analisis peralatan Transducer maka dilakukan penggantian Transducer ke Power Meter untuk mengakomodir akurasi dan kelengkapan data Telemetering dengan data yang dikirim ke RTU sudah berupa data digital (protocol Modbus). Power Meter sebelum beroperasi dilakukan tahap pengujian injeksi arus dan tegangan Power Meter agar didapatkan nilai akurasi data mencapai 100% dari nilai batas ± 5% (Standar PLN Pedoman Pemeliharaan Remote Station) hingga sesuai dengan nilai kWh Meter sebagai acuan pembanding. Kata Kunci : SCADA, ACC, RTU, Protocol Modbus
SIMULATOR PROSES CLEAR WATER TANK PENGOLAHAN AIR DENGAN ARDUINO
Kristiawan Kristiawan;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v6i0.755
Air sungai di daerah perkotaan merupakan sumber daya air alami yang harus dijaga dan diamankan dari penyebab pencemaran, seperti discharge dari limbah industri, limbah domestik, limbah pertanian dan lainnya. Salah satu kegunaannya adalah sebagai bahan baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).Monitoring parameter penentu kualitas air menjadi satu hal yang sangat penting.untuk dilakukan pemrosesan data hingga dapat dihasilkan kualitas air sungai dan titik potensial sumber pencemaran. Setiap titik dilengkapi dengan sensor-sensor yang dapat melakukan identifikasi parameter-parameter penentu kualitas air seperti sensor suhu, PH, Dissolved Oxygen (DO), serta kejernihan.Hasil keluaran berupa nilai konsentrasi parameter yang terkandung dalam air sungai menuju lokasi pengolahan selanjutnya digunakan untuk parameter penentu kendali proses pengolahan air sungai menjadi air yang layak dikonsumsi masyarakat.Kata Kunci: sensor suhu, PH, Dissolved Oxygen (DO)
PROTOTIPE SMART PARKING MODULAR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Widho Ralenza Pratama;
Bekti Yulianti;
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v11i2.954
Tidak seimbangnya jumlah kepemilikan kendaraan mobil dengan lahan parkir yang tersedia menjadi salah satu permasalahan masyarakat khususnya yang berada di perkotaan padat penduduk. Salah satu solusi untuk permasalahan untuk minimnya lahan parkir yaitu smart parking dengan konsep parkir modular atau lebih umumnya disebut parkir bertingkat.Pada Penelitian ini akan dirancang prototipe smart parking modular berbasis internet of things. Prototipe ini dibangun secara vertikal dengan jumlah ruang parkir yang mampu menampung enam mobil. Pengguna dapat keluar masuk tempat parkir dengan mengakses aplikasi Blynk. Hasil dari perancangan prototipe smart parking ini berupa parkir otomatis yang dapat bergerak secara vertikal keatas serta horizontal ke kiri maupun ke kanan dengan memanfaatkan motor stepper sebagai penggerak elevator, sensor infrared sebagai pendeteksi objek berupa mobil dan Wemos ESP32 sebagai kontrol serta penghubung terhadap aplikasi BLYNK melalui jaringan internet.Kata kunci: IoT, Motor Stepper, Sensor Infrared, Wemos ESP32, BLYNK
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN SUDUT TERHADAP PUTARAN PROPELLER DAN KESTABILAN QUADCOPTER
Alias Uto Purba;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 8 (2019): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v8i0.665
Quadcopter is one of the Unmanned Aerial Vehicles (UAV) or the so-called unmanned aerial vehicle which is a flying vehicle that has the ability to operate without a pilot on board. A Quadcopter must consist of the following important components: - The quadcopter consists of 4 motor brushles and each motor has 1 propeller. - The quadcopter can perform several basic functions including pitch, roll and yaw - The system built into the Quadcopter is automatic.In designing this tool is to make a block diagram as a reference for each block, each of which is related to one another, thus forming a control system with a microcontroller controlled via RC (Remote Control) media.To make a quadcopter so that it can fly, a force of F is needed, for this position the force F required must be less than 6,37 kg m/.Keyword : Quadcopter, UAV, multicopter
Analisa Fungsi T-DME Sebagai Pengganti Fungsi Outer Marker Runway O7 L Bandara Soekarno Hatta
Nurlaili Wulan Sari;
Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v7i0.308
DME merupakan sebuah alat yang memberikan informasi jarak dan posisi pesawat terbang dengan ground station. DME umumnya berpasangan dengan VOR (Very High Omni-Directional Range) maupun ILS (Instrument Landing System ) disebut juga T-DME. Peralatan T-DME (Terminal DME) dibandara Soekarna Hatta merupakan DME yang dipasangkan dengan salah satu Instrument Landing System (ILS) yaitu Glide Path, yang merupakan peralatan navigasi penerbangan yang berfungsi untuk memberikan jarak terhadap titik pendaratan secara presisi dan tidak terputus kepada pesawat udara yang sedang melakukan pendekatan dan dilanjutkan dengan pendaratan di landasan pacu pada suatu bandar udara. Pada penelitian ini akan membandingkan antara data yang terdapat di ground check dengan yang tertera pada layar monitor. Hasil dari pengamata mendapatkan hasil bahwa perbedaan sinyal delay sebesar 0.01 μs dan perbedaan pembacaan jarak 0.02 NM atau 3.7 meter. Hasil akhir disimpulkan bahwa selisih perhitungan tersebut masih dalam nilai toleransi yang diperbolehkan.