Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Komparasi Peramalan Permintaan Jangka Pendek untuk Pemerataan Beban Kerja di Warehouse Telkomsel Bandung Jauhari Rahmat Gunawan; Bambang Darmawan; Wiku Larutama
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i2.59091

Abstract

Managing high volume product flows at Warehouse Telkomsel Bandung faces challenges due to uneven workloads, as demand forecasting has not yet been implemented to account for potential inventory levels in the coming period. Using a descriptive quantitative approach and 5 Why’s analysis, this study further examined historical data compiled by the company over an 18 weeks period. As a result, Single Exponential Smoothing (SES) method was selected as the best method because it has the lowest error rate and controlled validation results. It is recommended that the company implement thi SES method and update the data periodically to maintain forecasting accuracy in the next period. 
EVALUASI DAN PERBAIKAN KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN MENGGUNAKAN LEAN SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA MINIMASI KETERLAMBATAN PENGIRIMAN Nadia Salsabilla Indrawan; Aam Hamdani; Wiku Larutama
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.211

Abstract

CV. XYZ menangani permasalahan keterlambatan pengiriman yang berdampak pada menurunnya tingkat kepuasan pelanggan yang disebabkan oleh adanya aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dalam proses operasionalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menghentikan dan memperbaiki kegiatan operasional guna meminimasi keterlambatan pengiriman menggunakan Lean Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ). Evaluasi dilakukan dengan identifikasi alur kegiatan operasional, melakukan pengukuran kualitas operasional, hingga melakukan analisis akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional masih berada pada angka 3 sigma dengan waste waiting peringkat paling mendominasi dalam menambah lead time proses yang disebabkan oleh tidak adanya standarisasi sistem kerja dan kemampuan monitoring stok yang menyebabkan efek domino terhadap aktivitas lainnya, hal tersebut diketahui dengan melakukan analisis faktor man , method , machine , dan environment dengan menggunakan diagram tulang ikan . Usulan perbaikan yang diberikan meliputi perbaikan alur dan alur kerja serta penerapan sistem visualisasi monitoring stok dengan melakukan pengendalian perbaikan berupa Standar Operasional informasi Prosedur (SOP). Berdasarkan usulan perbaikan yang diberikan dapat mengurangi pemborosan yang terjadi dalam proses operasional serta meningkatkan efisiensi aliran proses sehingga dapat meminimalkan keterlambatan pengiriman pada CV. XYZ.
Optimasi Sistem Pull Kanban untuk Mitigasi Kerusakan Material Daur Ulang di CV. XYZ Rulaa Zhalfa Shafira; Wiku Larutama
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.59404

Abstract

CV. XYZ is an industry that produce ropes made from recycled yarn as its primary raw material. This material is highly susceptible to degradation when stored for extended periods. The current push system leads to excessive inventory accumulation, increasing the risk of material deterioration. This study aims to optimize a pull system using the Kanban method to control raw material storage time. A quantitative approach was employed by analyzing historical demand data from October 2024 to October 2025. The number of Kanban cards was determined based on average daily demand, lead time, safety factor, and Bill of Materials (BOM) analysis. The results indicate an average raw material requirement of 68 kg per day. The optimization produced 13 Kanban cards, allocated into 8 cards for base yarn and 5 cards for variant yarn. The implementation reduced average material dwell time to 4.78 days. The Kanban pull system effectively mitigates raw material deterioration while improving material flow responsiveness to demand fluctuations.
Penerapan 5S untuk Pengelolaan Gudang Sparepart Pesawat dalam Sistem Logistik Industri MRO Mardhiyyah Cahaya Chalia; Wiku Larutama
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.59837

Abstract

The spare parts warehouse plays an important role in supporting the smooth operation of aircraft Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) activities. This study aims to analyze the spare parts warehouse management at PT XYZ and evaluate the implementation of the 5S method to improve operational efficiency. A qualitative approach was employed through participant observation and documentation during an internship program. The results indicate that, prior to the implementation of 5S, the warehouse faced several issues, including a non-integrated recording system, unstructured storage layout, and the presence of unidentified spare parts (anonymous parts). These conditions resulted in longer spare part retrieval times, increased waste, and potential delays in aircraft maintenance processes. The implementation of the 5S method improved warehouse organization, spare part identification, and material accessibility and control, thereby enhancing operational efficiency. Continuous monitoring and evaluation are required to sustain and further improve the achieved results.
PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI WASTE PADA UMKM TAKOMI Aldema Mikailla Ashidqii; Agus Setiawan; Wiku Larutama
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.123

Abstract

UMKM merupakan salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingginya tingkat pemborosan produksi, seperti yang terjadi pada UMKM Takomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi takoyaki dengan menerapkan metode Lean Six Sigma menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi, pencatatan produksi harian, perhitungan DPMO, serta analisis akar masalah dengan diagram fishbone dan teknik 5 Whys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan utama terjadi pada proses penakaran adonan yang tidak sesuai dan proses penggorengan yang tidak optimal. Melalui pembuatan SOP, penyediaan alat bantu, pelatihan, dan evaluasi rutin, pemborosan dapat ditekan secara signifikan. Kesimpulannya, penerapan Lean Six Sigma efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk di UMKM Takomi.
Implementasi Six Sigma DMAIC untuk Menurunkan Tingkat Cacat pada UMKM Fashion: Studi Kasus UMKM X Fauzan Firdaus; Wiku Larutama
Revenue: Lentera Bisnis Manajemen Vol. 4 No. 01 (2026): Februari 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lbm.v4i01.1118

Abstract

UMKM di industri fashion sering menghadapi tantangan terkait kualitas produk yang konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Six Sigma melalui kerangka DMAIC untuk meminimalkan produk cacat pada celana chinos di UMKM X. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data produksi dan cacat selama Januari–Agustus 2025. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik kualitas kritis, mengukur kinerja proses, menelusuri akar penyebab cacat menggunakan diagram fishbone dan 5-Why Analysis, serta merancang perbaikan dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan berupa jahitan loncat, waistband tidak lurus, dan zipper macet disebabkan oleh ketidakterampilan operator, kurangnya standardisasi proses, dan pemasangan manual. Perbaikan diterapkan melalui penyusunan SOP, pelatihan operator, kalibrasi mesin, penggunaan jig, serta SOP uji fungsi zipper, sementara control plan berupa checklist, inspeksi visual, dan audit berkala menjaga konsistensi perbaikan. Dengan demikian, penerapan DMAIC berhasil menurunkan tingkat cacat, meningkatkan kualitas produk, dan menjaga stabilitas proses produksi.
Research Trends and Knowledge Gaps in Pharmaceutical Lean Warehousing: A Bibliometric Analysis Zulfa Maula; Agus Setiawan; Wiku Larutama
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 7 No 2 (2026): EDISI 14
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jitsa.v7i2.7621

Abstract

The pharmaceutical industry faces highly complex warehouse operations due to stringent regulatory requirements, product quality standards, and supply chain efficiency demands. Lean warehousing has been widely adopted to eliminate waste and improve warehouse operational performance. However, the growing body of research in this field has not been accompanied by a comprehensive scientific mapping, resulting in limited understanding of research trends and knowledge gaps. This study aims to map publication trends, intellectual structures, and research gaps in lean warehousing within pharmaceutical supply chains. A bibliometric approach was employed using Scopus-indexed articles published between 2015 and 2025, selected through the PRISMA protocol. A total of 34 articles were analyzed using VOSviewer through network, overlay, and density visualizations. The results indicate that this field remains an emerging research area characterized by three major thematic clusters: pharmaceutical warehouse operations management, pharmaceutical service quality management, and information system-based lean implementation. Research gaps were identified in key performance indicators, warehouse information systems, and warehouse resource optimization, which present promising directions for future studies.
PENGURANGAN INVENTORY WASTE MELALUI IMPLEMENTASI 5S PADA WAREHOUSE OPTIMIZATION PT. XYZ Hanifa Natakusumah; Wiku Larutama
Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain (BLOGCHAIN) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/blogchain.v6i1.1971

Abstract

Permasalahan inventory waste masih sering ditemukan dan berdampak pada keterbatasan kapasitas dan pemanfaatan ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengurangan inventory waste melalui implementasi 5S pada proyek warehouse  optimization di PT. XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada warehouse  PT. XYZ. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak yang terlibat dalam operasional gudang serta data sekunder dari literatur digunakan sebagai pendukung. Analisis dilakukan mengidentifikasi bentuk inventory waste, menganalisis penerapan 5S dalam proyek warehouse optimization, serta mengevaluasi dampaknya dalam mengatasi permasalahan inventory waste. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi 5S memberikan dampak positif serta menjadi solusi strategis dalam mengatasi permasalahan inventory waste dan meningkatkan efisiensi operasional warehouse.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA KURIR BERDASARKAN BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATORS OF STAFFING NEED Muhammad Deden Aziz Atarmana; Yusep Sukrawan; Dwi Novi Wulansari; Mumu Komaro; Aulia Zikri Rahman; Wiku Larutama
Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain (BLOGCHAIN) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/blogchain.v6i1.2016

Abstract

Pertumbuhan industri e-commerce meningkatkan volume pengiriman dan kompleksitas operasional jasa kurir, khususnya pada layanan last-mile delivery. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan beban kerja aktual agar kualitas layanan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga kerja kurir menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) pada PT XYZ Cabang Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi operasional perusahaan. Analisis dilakukan melalui perhitungan Available Working Time (AWT), faktor kelonggaran (allowance), standar beban kerja, dan rasio WISN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio WISN berada di bawah satu pada kondisi operasional normal maupun periode puncak, yang mengindikasikan terjadinya overload tenaga kerja. Selain itu, perbedaan karakteristik wilayah pengantaran memengaruhi intensitas beban kerja kurir. Metode WISN mampu memberikan estimasi kebutuhan tenaga kerja yang lebih objektif dan realistis sebagai dasar perencanaan sumber daya manusia pada perusahaan logistik.
RESEARCH MAPPING OF LEAN LOGISTICS CONTRIBUTIONS TO SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Anastasya Ratu Vanesa; Tatang Permana; Wiku Larutama
Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain (BLOGCHAIN) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Bisnis, Logistik dan Supply Chain
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis, Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/blogchain.v6i1.2075

Abstract

Sektor logistik global dituntut meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan dampak lingkungan untuk mendukung pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 9 dan SDGs 12. Penelitian ini bertujuan memetakan kontribusi lean logistics terhadap SDGs serta mengidentifikasi tren publikasi, klaster tematik, dan peluang riset masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review berpedoman PRISMA yang dipadukan dengan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Dimensions AI periode 2016–2025, menghasilkan 192 artikel terpilih dari 532 dokumen awal. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer melalui clusters, network, overlay, dan density visualization. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan publikasi pasca 2023 dan terbentuknya tiga klaster utama, yaitu operational improvement tools, strategic sustainability integration, dan process efficiency management. Meskipun riset efisiensi dan reduksi limbah telah dieksplorasi secara ekstensif, kesenjangan masih terdapat pada reverse logistics dan dimensi sosial, sehingga pengembangan lean logistics berkelanjutan perlu diarahkan pada pendekatan sirkular dan holistik.