Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SIMBIOSA

Studi Komparatif Pola Pertumbuhan Ikan Endemik Depik (Rasbora tawarensis Weber & de Beaufort, 1916) Menggunakan Linear Allometric Model (LAM) Berdasarkan Musim di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah Harahap, Syaiful Ramadhan; Sukendi, Sukendi; Siregar, Yusni Ikhwan; Nofrizal, Nofrizal; Hairussalam, Hairussalam; Syafriansyah, Syafriansyah; Yusapri, Andi; B, Arief Rachman; Ramses, Ramses
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.6700

Abstract

This study aimed to compare the growth pattern of depik (Rasbora tawarensis Weber & de Beaufort, 1916) using a Linear Allometric Model (LAM) in different seasons in Lake Laut Tawar (LLT), Aceh Tengah. The results showed that seasonal differences affected the length-frequency size distribution, length-weight relationship, and condition factors but did not affect the growth pattern of depik in LLT. A comparison of growth patterns using LAM showed no significant differences, with a tendency for negative allometric patterns (b
Efektivitas Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas) sebagai Anestesi Alami dalam Proses Transportasi Benih Ikan Gurami (Osphronemus goramy) Jumadi, Muhammad Arif Al; Harahap, Syaiful Ramadhan; Yusapri, Andi; B, Arief Rachman; SF, Riza Fahlifi; Nurhasan, Nurhasan
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.6720

Abstract

Penelitian ini menilai efektivitas ekstrak daun ubi jalar (I. batatas) sebagai anestesi alami untuk transportasi benih ikan gurami (O. goramy) sebagai ikan uji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis dan durasi paparan ekstrak yang paling efektif untuk mengurangi stres dan mortalitas pada benih ikan selama proses transportasi. Reaksi fisiologis dan perilaku yang diamati pada benih ikan menunjukkan bahwa ekstrak daun ubi jalar merupakan anestesi alternatif yang aman dan efisien untuk digunakan selama proses transportasi benih ikan. Konsentrasi yang paling efektif adalah 100 ml ekstrak per 8 liter air, dengan waktu pemaparan selama 8 jam, menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 98,50%. Hasil ini menunjukkan potensi penggunaan anestesi alami yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di sektor akuakultur, khususnya dalam proses transportasi benih ikan.
Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Sebagai Basis Pengembangan Ekowisata Pancing dan Berlayar di Kelurahan Sapat, Indragiri Hilir, Riau Rachman B, Arief; Harahap, Syaiful Ramadhan; Fahlifi SF, M Riza; Yusapri, Andi; Jumadi, Muhammad Arief Al; Samosir, Maulidya Risfani Syafha; Azizi, Tiara; Asshiddiqie, Tegar Wajar; Pangabean, Herbet Linto Retto; Ilyas, Gian Nofrianda
SIMBIOSA Vol 13, No 2 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i2.7250

Abstract

Kelurahan Sapat, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, menjadikannya kawasan potensial untuk pengembangan ekowisata pancing dan berlayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati di Kelurahan Sapat sebagai dasar pengembangan ekowisata pancing dan berlayar yang berkelanjutan, menggunakan pendekatan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW). Penelitian menggunakan metode survei dengan melakukan observasi pada transek dan plot di tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman hayati yang tinggi, meliputi 14 spesies mangrove, 21 spesies ikan, 8 spesies krustasea, 11 spesies moluska, serta fauna terestrial yang terdiri atas 5 spesies mamalia, 4 spesies reptil, dan 6 spesies aves. Analisis IKW memberikan nilai 78,49% untuk wisata berlayar dan 78,43% untuk wisata pancing, yang tergolong dalam kategori Sesuai. Faktor pembatas utama dalam pengembangan ekowisata adalah kedalaman perairan dan jumlah objek ekosistem. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan berbasis keberlanjutan melalui penambahan fasilitas wisata, pelibatan masyarakat lokal, dan pengembangan program interpretasi lingkungan untuk mendukung konservasi dan pemberdayaan ekonomi lokal.