Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektifitas Penerapan Pembelajaran Proyek melalui Lesson study untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Yusran Khery; Baiq Asma Nufida; Ramdani Amin; Nova Rizkiyansyah; Nurhaeda Isnaeni; Irwan Fatihin; Ria Fatmawati
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 7, No 2 (2019): Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v7i2.7866

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektifitas penerapan pembelajaran proyek melalui lesson study untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas 10 SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Kabupaten Lombok Barat. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 32 orang, 2 orang guru kimia, kepala sekolah, 2 Dosen dan 2 mahasiswa. Penelitian dilakukan pada semester genap 2018/2019. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian kualitatif ini yaitu dengan triangulasi yang merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang ada. Tahapan pengumpulan data yang dilakukan yaitu sesuai dengan tahap Lesson Study (desain, observasi, refleksi) selama dua siklus pembelajaran. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 3 metode, melalui dokumentasi, (Video, rekaman suara guru, siswa), Observasi (Catatan lapang pada waktu plan, do, see), wawancara (rekaman suara, video). Data keterampilan proses sains dikumpulkan melalui lembar observasi, penilaian portofolio laporan, dan tes essay. Skor yang diperoleh diolah menjadi perseratus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran proyek melalui lesson study efektif meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Hasil observasi keterampilan proses sains siswa secara keseluruhan hingga akhir kegiatan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan skor 81,94. Hasil penilaian laporan proyek investigasi siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 berturut-turut 61,2 dan 80,3. Slaras dengan itu, hasil tes proses sains siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2 berturut-turut 70,3 dan 81,6.
Filsafat Pendidikan Dalam Pengembangan Sains Berbasis Kearifan Lokal Asrorul Azizi; Rindu Rahmatiah; Muhammad Sarjan; Hamidi Hamidi; Mulia Rasyidi; Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Agus Muliadi; Yusran Khery; Iswari Fauzi; Muhammad Yamin; Bakhtiar Ardiansyah; Sudirman Sudirman
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 3 (2022): September: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.532 KB) | DOI: 10.55606/jhpis.v1i3.543

Abstract

Humans have the ability to think and always try to improve their knowledge. Human nature is naturally full of curiosity so humans are always looking for answers to their curiosity. Humans seek answers to their curiosity through knowledge, and through knowledge will lead to its own satisfaction according to the demands of the times. The knowledge gained is not only knowledge, but is emphasized on knowledge and truth. Learning everything by studying the right scientific foundation is one of the efforts made by humans to obtain the truth. This study aims to determine the nature of the philosophy of education in the development of science based on local wisdom. The surrounding nature gives birth to local wisdom that is unique and is a potential in the development of science. Science or science which includes physics, chemistry, biology using scientific steps, scientific thinking, and using scientific frameworks. This is the beginning of the philosophy of science used to study, uncover, and solve scientific problems for human life. This study discusses the importance of a person in developing science based on local wisdom as a means of maintaining natural resources, culture, customs that exist in people's lives.
PEMBELAJARAN IPA BERVISI SETS UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DALAM TINJAUAN FILSAFAT Mulia Rasyidi; Muhammad Sarjan; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Hamidi Hamidi; Iswari Fauzi; Muhammad Yamin; Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Bakhtiar Ardiansyah; Rindu Rahmatiah; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v2i3.588

Abstract

. Perkembangan dunia di era globalisasi atau di abad dua puluh satu ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aktivitas kehidupan Teknologi mampu menghubungkan daerah daerah di berbagai belahan dunia yang melampaui sekat-sekat geografis sehingga pola dunia menjadi tanpa batas. Perkembangan di abad ini juga tentunya akan berdampak pada dunia pendidikan. Proses pembelajaran tentunya harus beradaptasi dengan perubahan. Kehadiran ICT (Information, Communication, and Technology) dalam dunia pendidikan, menuntut siswa untuk kreatif, inovatif, berfikir kritis serta metakognitif sehingga siswa memiliki kemampuan berkomunikasi dan bekerja kolaborasi (berkelompok) dengan harapan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan bekal hidup di masyarakat yang memiliki karakter baik lokal maupun global dan dapat dipertanggung jawabkan secara personal maupun sosial masyarakat.
PENDIDIKAN IPA BERVISI SETS DALAM FILSAFAT MULTIDIMENSI Mulia Rasyidi; Muhammad Sarjan; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Hamidi Hamidi; Iswari Fauzi; Muhammad Yamin; Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Bakhtiar Ardiansyah; Rindu Rahmatiah; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Islamic Sharia Coll

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.328 KB) | DOI: 10.55606/ay.v4i2.32

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki seseorang pada dasarnya berupa konsep-konsep. Konsep-konsep ini diproleh individu sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungan. Dengan konsep-konsep dapat disusun suatu prinsip, yang dapat digunakan sebagai landasan dalam berpikir. Asy’ari (2006) menyatakan bahwa pembelajaran IPA pada hakikatnya mencakup beberapa aspek yaitu faktual, keseimbangan antara proses dan produk, aktif melakukan investigasi, bepikir deduktif dan induktif, pengembangan sikap, oleh karena itu IPA merupakan ilmu empirik yang membahas tentang fakta dan gejala alam maka dalam pembelajarannya harus faktual, artinya tidak hanya secara verbal sebagaimana terjadi pada pembelajaran secara tradisional.